Affair With Me??

Affair With Me??
EP.139 S2 : Masa Remaja


__ADS_3

Saat presentasi pun sebentar lagi dimulai, Celine pun nampak fokus membaca makalah yg sudah mereka buat. Ia juga sudah menghafalnya dengan seksama. Nicholas dan yg lainnya pun juga sedang membaca materi mereka karena akan ada pertanyaan dari tim lain yg bisa menjadi nilai tambah.


"Ingat, fokus." ucap Nicholas pada yg lainnya sebelum maju ke depan.


Yang lainnya pun fokus dan membaca setiap bagian dengan teliti. Dan Celine ia memulai presentasinya. Caranya membawakan presentasi pun cukup bagus dan semua mendengarkannya dengan seksama. Nicholas pun memerhatikannya dengan seksama. Tanpa sadar ia justru malah fokus pada Celine bukan pada isi presentasi. Kemudian ia tersadar saat Celine selesai presentasi.


Banyak tim yg berusaha bertanya untuk mendapatkan poin tambahan. Dan dengan tenang Nicholas menjawab semua pertanyaan yg diajukan. Rekan satu timnya juga ia beri kesempatan untuk menjawab agar mendapat nilai tambahan juga.


Presentasi pun selesai dan mereka mendapatkan nilai tertinggi di kelas.


"Nick kami beruntung satu kelompok denganmu." ucap salah seorang.


"Benar, ini pertama kalinya aku mendapat nilai tertinggi." ucap Celine.


"Makanya, kalau belajar jangan setengah-setengah.. Kalian fokus karena tak mau kan aku coret dari nama anggota kelompok?" tanya Nicholas.


"Ada benarnya sih." ucap salah seorang.


"Tapi ucapanmu keterlaluan.. " ucap Celine.


"Terserah, intinya kalau kalian tak berusaha kalian takkan mendapatkan apa-apa." ucap Nicholas.


"Cel.. berhenti membuat perdebatan yg tak perlu, Nicho benar jika kemarin kita tak fokus dan menurutinya mungkin nilai kita akan biasa saja." ucap salah seorang.


"Dan ancaman Nicho yg membuatku mengerjakannya sampai begadangan mencari bahan makalah ini." ucap salah seorang rekan lagi.


"Dengar kan, kadang manusia butuh dorongan untuk maju. Dan kalian berhasil walau dengan ancamanku." ucap Nicholas.


Celine pun menjadi sebal pada Nicholas. Ia memasang wajah kesal jika bertemu Nicholas. Sementara Nicholas tak perduli pada Celine. Dan entah kenapa mereka selalu berada dalam 1 kelompok. Membuat Celine mau tak mau menuruti Nicholas.


"Kenapa aku selalu 1 kelompok dengan Nicho." gumam Celine dalam hati.


Tapi bukan Nicholas namanya jika tak mendapat nilai tertinggi di kelas. Dan Celine harusnya bersyukur bisa satu kelompok dengannya. Namun berbeda dengan Celine, justru Nicholas mulai tertarik padanya. Tapi dengan cara yg menyebalkan Nicholas membantunya.


Misalnya saat Celine akan jatuh dari tangga, Nicholas menariknya dan mengomelinya.


"Dasar, kalau jalan pakai mata." ucap Nicholas.


Lalu saat Celine hampir mendapat bola nyasar saat olahraga basket, Nicholas juga mengomelinya.


"Sudah tahu ada bola, yg lain pada kabur kau masih diam saja.. Bodoh..!" ucap Nicholas yg langsung berlari dan menangkis bola tersebut.


"Nicho kau menyebalkan.! " ucap Celine.


"Kau lebih menyebalkan, sudah ditolong malah marah." ucap Nicholas lalu meninggalkan Celine.


"Kalian ini kenapa sih?" tanya yg lainnya.


"Cel Nicho kan berniat menolongmu, kenapa juga kau tak ikut kabur saat kami teriak." ucap Zee.


"Aku terkejut." ucap Celine.


"Kau ini anak manja ternyata." ucap Zee.

__ADS_1


"Cel.. setidaknya berterimakasihlah pada Nicho." ucap yg lainnya.


"Baik, nanti aku akan mengatakannya." ucap Celine.


Dan mau tak mau Celine harus meminta maaf pada Nicho dan berterimakasih. Walaupun rasa malu dan gengsinya yg cukup tinggi. Ia pun mencari Nicho saat jam olahraga usai.


"Hei, apa kalian melihat Nicho?" tanya Celine.


"Dia ke ruang seni menemui saudara kembarnya." ucap teman Nicho.


"Oke, terimakasih." ucap Celine.


Celine pun membeli minuman di kantin dengan tujuan untuk diberikan pada Nicho sebagai ucapan maaf. Lalu ia menuju ke ruangan seni dan berpapasan dengan Nicho.


"Nicho tunggu." ucap Celine.


"Ada apa?" tanya Nicho.


"Maaf untuk yg tadi, aku yg tak sadar kalau ditolong malah memarahimu. Dan Terimakasih.. ini ada minuman untukmu." ucap Celine.


"Oke." ucap Nicho.


"Sudah hanya itu?" tanya Celine.


"Kau mengharapkan apa? lagipula aku bukan anak kecil." ucap Nicho pergi meninggalkan Celine.


Celine pun terpaku, ia berharap Nicho mau minta maaf karena sudah berkata pedas padanya, tapi orangnya malah cuek dan hanya bilang "Oke.".


"Haruskah aku senang atau kesal?" gerutu Celine dalam hati.


"Yang satunya kalau bicara pedas sekali, yg satunya selalu melukis. Anak-anak aneh." gumam Celine.


Sementara Nicho senang mendapatkan hadiah minuman dari Celine, walaupun itu minuman yg tidak ia sukai. Nicho pun hanya menyimpannya. Hingga jam pulang sekolah dan Nathan melihat minuman tersebut.


"Nick, sejak kapan kau suka minuman ini?" tanya Nathan.


"Itu pemberian dari Celine." ucap Nicho.


"Oh, buatku saja jika kau tak suka." ucap Nathan.


"Jangan, itu punyaku nanti aku akan meminumnya." ucap Nicho.


"Oho.. kau menyukai Celine?" goda Nathan.


"Tidak, hanya menghargai." ucap Nicho.


"Benarkah? biasanya kau menolak hadiah. Apalagi kau sangat tak suka minuman ini karena menurutmu banyak menggunakan pemanis buatan." ucap Nathan.


"Nath, aku memang tak bisa bohong padamu." ucap Nicho.


"Tentu saja, kita sudah diperut mom bersama-sama, mana mungkin aku tak tahu isi kepalamu. Hmm jadi bagaimana?" tanya Nathan.


Nicho pun menjelaskan segalanya dan Nathan pun tersenyum mendengarkannya. Nathan merasa inilah masa remaja dimana mulai tumbuh rasa saling menyukai.

__ADS_1


"Tak buruk menyukai seorang gadis." ucap Nathan.


"Menurutmu Celine bagaimana?" tanya Nicho.


"Cantik, modis, populer, dan banyak anak-anak kelas lain yg ingin makan siang dengannya pada jam istirahat." ucap Nathan.


"Dia sepopuler itu." ucap Nicho.


"Iya, teman-teman sekelasku juga membicarakannya." ucap Nathan.


"Baiklah, aku akan melihat apakah aku benar-benar menyukainya atau tidak." ucap Nicho.


"Ya pastikan saja dulu sebelum bertindak dan katakan jika butuh bantuanku." ucap Nathan.


"Oke..Terimakasih Nath." ucap Nicho.


"Tapi kau tidak menyukainya kan?" tanya Nicho.


"Walaupun dia cantik, tapi aku lebih suka melukis saja." ucap Nathan.


"Baiklah, aku lega jika kau berkata begitu." ucap Nicho.


Nicho pun mulai mencaritahu Celine dan membuat akun social media yg dulu begitu ia benci. Dengan Nathan sebagai anak populer yg suka membagi hasil karyanya di social media, Nicho pun belajar dengan cepat.


"Followers mu banyak sekali.." ucap Nicho.


"Tentu saja, aku kan sering ikut lomba." ucap Nathan.


"Bahkan followers Grace saja ada sebanyak ini." ucap Nicho.


"Yasudah, niatmu kan bukan untuk followers tapi mencaritahu Celine." ucap Nathan.


"Iya, yg mana akunnya?" tanya Nicho.


"Ini akunnya." ucap Nathan.


Nicho pun melihat akun yg diberi privasi, hingga ia harus mem-follow akun tersebut. Ia pun menunggu sembari melihat beberapa profil murid lain yg ia kenal.


"Kau harus memasang foto agar yg lain tahu itu akun milikmu. " ucap Nathan.


"Baiklah." ucap Nicho.


Setelah ia mengunggah foto profilnya dan 1 buah foto, akunnya langsung dibanjiri dengan followers siswi sekolahnya. Banyak sekali siswi yg mengiriminya pesan lewat DM dan menanyakan apa ini benar akun milik Nicho. Apalagi ditambah Nathan juga mem-follow akun milik Nicho.


"Kenapa jadi ramai begini sekarang?" gumam Nicho.


"Kau kan anak pintar di sekolah, semua orang tahu kalau kau anak populer." ucap Nathan.


"Aku jadi lupa hal itu." ucap Nicho tersenyum.


"Haduh Nich, apa menyukai seorang gadis membuatmu jadi bodoh? tadi sepi kesal sekarang akunmu ramai kau jadi bingung." ucap Nathan.


"Kau lihat saja pesannya." ucap Nicho memperlihatkannya.

__ADS_1


"The Power of Siswa teladan berprestasi." ucap Nathan setelah melihat ratusan chat yg masuk.


__ADS_2