Affair With Me??

Affair With Me??
EP.110 Kesedihan Sheira


__ADS_3

Setelah menikah, Daniel pun membawa Jasmine untuk honey moon dan mengunjungi rumahnya yg berada di US. Keduanya pun menikmati momen membahagiakan tersebut. Dimana Jasmine dan Daniel akan selalu bersama menikmati liburan mereka.


Keduanya mengunjungi tempat-tempat yg indah dan juga menghabiskan banyak waktu berdua. Tak ada gangguan pekerjaan dan sebagainya. Keduanya fokus pada honey moon mereka. Terakhir mereka mengunjungi rumah orangtua Daniel di US. Mereka menginap selama beberapa malam, dan kembali ke Indonesia.


Keduanya pun sudah cukup lama meninggalkan pekerjaan, kini harus segera kembali bekerja sesuai jadwal yg ditentukan. Jasmine dan Daniel pun disambut oleh Sheira dan Theo. Mereka pun menjemput pasangan tersebut dengan bahagia.


Setelah itu mereka menuju ke apartemen Theo dan mengajak keduanya untuk makan bersama sebelum kembali ke apartemen mereka.


"Kalian harus makan dulu disini baru boleh kembali." ucap Sheira.


"Baiklah Ara.." ucap Daniel.


"Tentu kami akan makan disini." ucap Jasmine.


Sheira pun memasak aneka makanan lezat yg disukai semua orang. Mereka makan bersama dengan hangat dan berbagi cerita. Barulah setelah makan, Daniel dan Jasmine diperbolehkan untuk pulang.


"Sekarang perut kalian sudah kenyang, jadi kalian boleh pulang." ucap Sheira saat mereka berpamitan.


"Terimakasih Ara.. kami mau istirahat dulu." ucap Daniel.


"Ya Sheira, sampai jumpa lagi." ucap Jasmine.


"Oke.. istirahatlah yg benar." ucap Sheira dan Theo disampingnya mengantar Daniel dan Jasmine sampai depan pintu.


"Mereka sangat bahagia.." ucap Theo.


"Iya.. terlihat sekali mereka sering tersenyum." ucap Sheira.


"Kalau begitu, apa kita juga akan honeymoon part 2.?" tanya Theo.


"Honeymoon darimana sayang, meeting untuk brand di mall, lalu peresmian gerai Xx.. dan masih banyak jadwal lainnya." ucap Sheira.


"Akh aku sampai lupa.. " ucap Theo.

__ADS_1


"Kalau sudah sadar, lebih baik bantu aku membereskan rumah.." ucap Sheira.


"Baiklah, honeymoon dirumah juga tak masalah.." ucap Theo.


"Dirumah?? maksudmu..?" ucap Sheira bisa menebak.


"Pokoknya semua akan beres dalam waktu singkat aku akan membantumu.. tapi aku minta upah.." ucap Theo.


"Kau ini bisa saja, dasar.." ucap Sheira.


"Ayo sayang jangan diam saja, nanti selesainya lama." ucap Theo.


"Iya.. iya.." ucap Sheira tersenyum sembari menepuk jidat.


Setelah membereskan apartemen, Theo pun tak sabar ingin berdua dengan Sheira di kamar mereka. Mereka pun menikmati indahnya surga dunia, layaknya pengantin baru. Theo tak memikirkan keturunan, karena bahagia adalah kunci dalam sebuah hubungan.


Dan hari-hari pun berlalu seperti biasanya, tapi ada hal mengganggu pikiran Sheira. Ia kerap merasa sedih setiap bulannya karena hasil tespack nya selalu negatif. Tanpa sepengetahuan Theo, Sheira pun rutin mengeceknya. Terakhir ia sampai meminta bantuan Jasmine untuk mencarikan dokter kandungan yg bagus untuk dirinya. Sheira begitu ingin memiliki keturunan, walaupun Theo tak memaksanya.


"Iya, kau tenang saja dan ikuti perintahku.. Dia itu dokter kandungan paling senior dan terbaik disini." ucap Jasmine.


"Benarkah?" tanya Sheira.


"Benar, kau ikuti aja sarannya." ucap Jasmine.


Akhirnya Sheira pun memeriksakan kandungannya pada dokter rekomendasi dari Jasmine. Disana Sheira berkonsultasi dengan dokter tersebut. Banyak saran dan masukan yg Sheira terima. Juga resep vitamin untuk menyuburkan kandungannya. Sheira bahkan diminta untuk ikhlas dan tak terlalu memikirkannya. Dokter tersebut meminta Sheira mengubah pola hidupnya dan rutin berolahraga.


Selesai berkonsultasi, Sheira pun kembali ke kantornya. Ia kembali bekerja dan fokus pada pekerjaannya. Setelah itu ia mencari di internet resep makanan yg sehat. Dan Sheira pun cepat-cepat pulang untuk memasak makan malam. Kali ini Sheira mrngubah pola makan dirinya dan juga Theo.


Saat pulang Theo pun tak protes dengan makanan yg baru yg tak pernah Sheira sajikan. Theo pun tetap memakannya dengan lahap. Sheira pun senang karena masakan buatannya selalu habis.


Keesokannya Sheira pun mendaftar kelas yoga, sebagai caranya untuk berolahraga ringan. Sepulang bekerja ia akan mampir untuk melakukan yoga. Barulah Sheira pulang dan menyiapkan makan malam dirumah.


Sebulan pun berlalu, Sheira mulai merasakan manfaat dan perubahan dalam tubuhnya. Ia memiliki banyak tenaga dan berat badannya mendekati idealnya. Tubuhnya pun terasa ringan digerakkan. Theo pun menilai Sheira sekarang tubuhnya mulai terlihat lebih langsing dan Sheira berkata kalau selama sebulan ini dirinya mengikuti kelas yoga dan mengubah makanan mereka.

__ADS_1


"Oh, pantas saja makanan kita sekarang sedikit berubah." ucap Theo.


"Apa kau keberatan??" tanya Sheira.


"Tentu saja tidak sayang, aku tahu kau melakukannya demi kesehatan kita." ucap Theo.


"Terimakasih, kalau kau ingin makan sesuatu katakan aja nanti aku akan memasaknya." ucap Sheira.


"Tentu.." ucap Theo.


Theo pun merasakan perubahan, dimana moodnya menjadi bagus dan tubuhnya terasa ringan. Ia juga lebih sering berolahraga dari biasanya karena badannya terasa jauh lebih baik.


Beberapa bulan kemudian, kabar bahagia pun dibagikan Jasmine. Dimana dirinya sedang mengandung buah hatinya bersama Daniel. Sheira pun bahagia dan mengucapkan selamat pada keduanya. Begitu juga dengan Theo yg ikut senang mendengarnya.


Tapi dalam hati Sheira pun juga sedih karena dirinya belum juga mengandung padahal dirinya menikah lebih dahulu. Theo yg melihat Sheira terdiam pun mengerti.


"Sayang, jangan dipikirkan.. rezeki sudah ada yg mengaturnya." ucap Theo.


"Iya sayang." ucap Sheira.


"Kau mau apa? jalan-jalan? nanti kita atur jadwalnya." ucap Theo.


"Iya baiklah, aku juga sedang suntuk karena banyak pekerjaan akhir-akhir ini.. nanti aku lihat jadwalku." ucap Sheira.


"Oke.. ingat jangan dipikirkan karena aku tak memaksa." ucap Theo.


Akhirnya Sheira dan Theo pun memilih jalan-jalan ke tempat wisata yg indah yg ada di Indonesia. Mereka tak mau sedih dan memilih untuk menikmati hidup mereka. Theo yg sadar akan keresahan Sheira pun sebisa mungkin menghiburnya. Dengan jalan-jalan dan menghabiskan waktu berdua membuat keduanya lebih baik terutama Sheira.


Tak ada pekerjaan yg menanti mereka, mereka juga bisa menikmati liburan yg jarang mereka rasakan. Hal tersebut pun menyadarkan Sheira untuk lebih bersyukur. Kini ia tak mau memikirkan lagi soal anak. Biarlah mungkin Jasmine dan Daniel kakaknya lebih dahulu memperoleh momongan. Sementara dirinya mungkin Tuhan sedang memberi mereka berdua banyak waktu untuk berdua saja dan menikmati hidup.


Karena mereka bisa bebas pergi kemanapun mereka mau, menikmati pemandangan dan makanan yg lezat dari beberapa daerah. Sementara Jasmine, ia mengalami masa kehamilan yg tak mudah dimana dirinya tak memiliki selera makan dan hanya mual serta muntah sepanjang hari. Bahkan tubuhnya terasa lemah dan tak bertenaga. Ia sampai harus bedrest selama beberapa bulan dan cuti bekerja. Hal tersebut semakin membuka mata Sheira kalau kesedihan yg dialami dirinya juga dialami oleh orang lain dengan versi yg berbeda.


Melihat Jasmine yg lemah, membuat Sheira tak tega dan ia sering membawakan makanan kesukaan Jasmine. Jasmine juga suka membeli makanan manis dari bakery Sheira, hingga Sheira beberapa kali membuatkan cake kesukaannya. Keduanya pun saling support dan membantu satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2