Affair With Me??

Affair With Me??
EP.29 Perayaan


__ADS_3

Hari perayaan Anniversary bakery Sheira pun tiba. Semua stafnya pun sibuk mempersiapkan segalanya. Dan Sheira datang pagi-pagi sekali ke salah satu toko yg menjadi toko pertama miliknya. Walaupun gedungnya baru, tapi tokonya adalah toko awal rintisannya.


Dilihatnya dengan baik toko tersebut, dimana ia menabung sedikit demi sedikit membeli semua perlengkapan dapur dan perabotan lainnya. Nampak semuanya sudah sesuai harapan Sheira. Ia pun tersenyum sembari menyusun display kue-kuenya. Dan diluar pengunjung sudah mengantri. Karena hari ini Sheira sudah menyiapkan menu baru, diskon khusus dan hadiah lainnya.


Begitu tokonya dibuka, pelanggan pun langsung ramai dan mengantri dengan tertib. Sheira pun tersenyum dan melayani mereka dengan ramah. Perlahan, pelanggan pun berkurang menjelang siang. Tapi semua kuenya hampir habis, hingga Sheira meminta staf dapur membuat ulang beberapa kue best seller.


Dan dalam beberapa jam kue-kue itupun kembali mengisi etalase yg kosong tersebut. Theo pun datang bersama ibunya nyonya Viola. Dan mereka datang langsung untuk membeli kue disana.


"Selamat datang tante Viola, Theo .." sapa Sheira.


"Terimakasih Sheira sambutannya.. Selamat ya atas perayaan hari jadi bakery mu.." ucap Viola.


"Terimakasih tante.." ucap Sheira.


"Aku menepati janjiku untuk hadir.. Selamat atas hari jadi bakery-mu.. " ucap Theo sembari memberikan sebuket bunga untuk Sheira.


"Terimakasih Theo.. " ucap Sheira.


"Silahkan tante pilih apa saja yg tante mau.." ucap Sheira.


"Tentu saja.." ucap Viola.


Viola pun memborong banyak kue termasuk menu baru yg ada. Dia begitu penasaran dengan kue-kue cantik yg ada di display. Setelah selesai, Sheira pun memberikan merchandise karena sudah belanja dengan nominal tertentu.


"Terimakasih Sheira.. semoga usahamu makin sukses ya.." ucap Viola.


"Iya tante sama-sama.. Amin terimakasih juga doanya." ucap Sheira.


"Sheira tante sudah mendengar tentang masalahmu kemarin, kau harus kuat dan bahagia.." ucap Viola.


"Ya tante.. aku tahu.." balas Sheira tersenyum.


Lalu Viola dan Theo pun pamit undur diri. Nampak Theo tak berani banyak bicara saat bersama ibunya. Tapi ia sempat memberikan bunga sebagai ucapan selamat pada Sheira. Dan Sheira menerimanya dengan senang hati.


Diluar nampak mobil berwarna hitam terparkir di pinggir jalan. Pria yg memandang terus ke arah bakery dari jendela mobilnya. Ingin ia masuk dan menemui Sheira sekedar untuk mengucapkan selamat tapi pasti akan jadi prahara dalam rumah tangganya. Dan pria yg ada di dalam mobil tersebut tak lain adalah Aryo. Ia masih mencintai dan merindukan Sheira, padahal ia dengan sadar sudah menyakiti mantan istrinya tersebut.


Ia hanya mampu memberikan bunga yg dikirim oleh kurir. Tapi respon Sheira kelihatan tak senang.


"Bu.. ada kiriman bunga dari pak Aryo.." ucap stafnya ragu-ragu.


"Buang saja.." ucap Sheira tak mau mencari masalah.


"Baik bu.." ucap stafnya tersebut dan langsung membuangnya tanpa ragu.


Sementara Aryo yg masih berada disana dapat melihat kalau bunga pemberiannya sudah berada di tong sampah. Seketika hatinya sakit melihat kini Sheira sudah bukan wanita yg ia cintai lagi. Lalu dengan rasa kecewanya, ia pergi darisana.

__ADS_1


Setelah kepergian Aryo ternyata justru kini istrinya datang dengan ibu mertuanya. Sheira yg jengah dengan kedua orang tersebut pun meminta petugas sekuriti untuk berjaga dan mengawasi kedua orang tersebut.


"Hebat ya bisa merayakan anniversarry bakery-nya seheboh ini.." ucap Pinkan.


"Padahal dulu ia menantuku tapi sama sekali tak mengundangku.." ucap Siti.


"Selamat datang di bakery ku nona Pinkan dan nyonya Siti.. Silahkan anda cari kue atau roti yg tersedia, tapi jika cari masalah silahkan pintu keluarnya ada disana.." ucap Sheira.


"Dasar kurang ajar..! berani sekali kau mengusirku.." ucap Siti.


"Bukan mengusir tapi memberitahu karena aku sedang sibuk.. jika kalian hanya bicara dan tidak membeli sesuatu silahkan keluar.." ucap Sheira.


"Sheira jangan sombong dulu.. dulu kau bilang bakery ini akan menjadi milikku.." ucap Pinkan.


"Kapan?? aku hanya bilang ruko tersebut akan menjadi milikmu bukan bakery ku.. " ucap Sheira.


"Dasar wanita licik..!" ucap Pinkan berusaha menjambak rambut Sheira tapi ditahan oleh petugas sekuriti.


"Pak bawa mereka berdua keluar, mereka sudah mengganggu kenyamanan disini.." ucap Sheira.


Siti dan Pinkan pun diseret keluar dan dipermalukan. Mereka pun kesal karena tak berhasil mempermalukan Sheira. Dan justru ditatap dengan tatapan tak suka oleh pengunjung bakery Sheira.


Karena malu mereka pun memilih pergi dari sana. Dan Sheira tersenyum karena kini bisa mengatasi Siti tanpa ragu ataupun takut. Tak lupa ia meminta sekuriti dan seluruh staf di bakery miliknya melarang kedua orang tersebut masuk ke dalam bakery-nya yg berada dimanapun. Karena kedua orang tersebut selalu berbuat onar dan ingin menjatuhkan bakery Sheira.


☘☘☘


Tak lupa ia juga berpamitan pada Theo. Sheira mengajaknya makan siang bersama sebagai ucapan terimakasih.


"Jadi kau yakin ingin pergi sendiri?" tanya Theo.


"Ya.. tak masalah aku sudah terbiasa." ucap Sheira.


"Baiklah, hati-hati dijalan.. jangan lengah.." ucap Theo.


"Ya aku tahu, dan Terimakasih sudah membantuku selama kak Daniel tidak ada.." ucap Sheira.


"Tak masalah, kita sudah tahu satu sama lain." balas Theo.


Sheira pun tersenyum pada Theo, pria baik yg sudah membantunya selama ini. Tapi entah mengapa Aryo berada disana, ia sudah seperti stalker yg bisa tahu dimana Sheira berada.


"Sheira jadi benar kau berhubungan dengan Theo.." ucap Aryo tiba-tiba mendekat.


"Memangnya kenapa? kita sudah resmi bercerai jadi tak masalah kan aku berhubungan dengan siapapun ." balas Sheira kesal.


"Kenapa kau melakukan ini? untuk membalasku?" tanya Aryo.

__ADS_1


"Aku tidak pernah berniat membalasmu, apa untungnya..?? dan lagi apa yg membuatmu kini terobsesi padaku padahal dulu kau selalu menyakitiku sebelum kita bercerai.." ucap Sheira.


"Aku masih.." ucap Aryo terhenti saat ada panggilan telepon.


"Angkat saja, pasti istrimu.. dan pergilah kita sudah tak ada hubungan lagi kan.." ucap Sheira.


"Urusan kita masih belum selesai.." ucap Aryo pergi meninggalkan Sheira dan Theo.


"Kau baik-baik saja?" tanya Theo melihat reaksi Sheira yg berubah.


"Ya.. aku berusaha melawannya tapi tubuhku gemetar saat melihatnya.. kata dokter ini adalah trauma.." ucap Sheira.


"Sudah kita pulang saja, daripada nanti mantan suamimu kembali.. " ucap Theo langsung membawa Sheira pulang.


Theo pun membawa Sheira pulang dan mobil Sheira akan dibawa oleh orang-orangnya. Setelah itu, Theo mengantar Sheira sampai di apartemennya karena kondisinya tiba-tiba lemas.


"Aku tak apa kan masuk ke dalam?" tanya Theo permisi.


"Ya masuklah, terimakasih sudah mengantarku.." ucap Sheira dengan tubuh yg lemah dan dibantu Theo untuk berjalan.


"Sama-sama, Daniel sudah menitipkanmu padaku jadi aku akan menjagamu.." ucap Theo.


"Ya.. terimakasih ya Theo.." balas Sheira.


"Kau butuh apa?? biar aku bantu.." ucap Theo.


"Tidak usah, aku hanya butuh istirahat.." ucap Sheira.


"Kau bisa kembali ke kantormu.." ucap Sheira lagi.


"Kau yakin tak apa?" tanya Theo.


"Ya.. kau tenang saja aku akan minum obat dan beristirahat." ucap Sheira.


"Baiklah, segera hubungi aku jika butuh bantuan." ucap Theo.


"Oke.." balas Sheira, lalu Theo pun keluar dari apartemen Sheira dan kembali ke kantornya.


Theo yg cemas pun meminta Dony untuk membelikannya tiket menuju ke US dengan jadwal penerbangan yg sama dengan Sheira. Ia begitu khawatir akan kondisi Sheira dan akan menjaganya karena perjalanan yg jauh.


"Don siapkan tiket ke US untukku.. ingat harus dengan jadwal yg sama dengan Sheira kalau bisa aku duduk di bangku sebelahnya ." ucap Theo.


"Baik tuan, tapi rapat kita bagaimana?" tanya Dony.


"Aku percaya padamu.." ucap Theo membuat Dony berkeringat dingin.

__ADS_1


"Inikah yg dinamakan dengan fenomena Bucin?" gumam Dony dalam hati.


__ADS_2