Affair With Me??

Affair With Me??
EP.137 S2


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian, Nicholas dan Nathan pun sudah berada di SMA. Dan mereka tumbuh menjadi pemuda yg tampan. Begitu juga dengan Grace yg tumbuh menjadi remaja yg cantik. Grace saat itu baru masuk ke sekolah mengah pertama. Ia pun selalu berangkat bersama kedua kakak laki-lakinya yg sangat posesif padanya.


Sangking posesifnya mereka rela mengantar Grace ke sekolahnya yg agak jauh dari sekolah mereka. Padahal Grace bilang tidak apa-apa dan sudah ada bodyguard yg mengantarnya, tapi baik Nicholas dan Nathan tak percaya begitu saja.


"Kak.. mau sampai kapan kalian mengantarku begini?? memangnya kalian tidak telat?" tanya Grace.


"Telat pun tak apa, asalkan kami yakin kau masuk kelas dengan aman." ucap Nicholas.


"Kalau hanya lari keliling lapangan sih tak sulit, benar kan Nick?." ucap Nathan.


"Itu benar jadi kau tenang saja." ucap Nicholas.


"Oke.. jangan salahkan aku jika kalian terlambat." ucap Grace.


"Takkan pernah." ucap Nathan dan Nicholas.


"Kalian benar-benar kompak." ucap Grace.


Hingga mereka tiba di sekolah Grace, Nicholas dan Nathan pun memastikan adiknya masuk ke sekolah dengan aman, lalu mereka pergi ke sekolah mereka. Tapi mereka berhenti di sebuah jalan yg sepi dimana para bodyguard mereka telah menunggu dengan motor mereka.


"Terimakasih paman." ucap Nicholas.


"Maaf setiap hari harus merepotkan kalian." ucap Nathan.


"Silahkan tuan." ucap kedua bodyguard tersebut memberikan sebuah motor sekuter pada Nicholas dan Nathan.


"Nick kita harus cepat agar tak terlambat." ucap Nathan.


"Iya, tapi mau bagaimana motormu kan disita mom. Jadi kita pakai sekuter ini." ucap Nicholas.


"Baiklah, lewat jalan tikus seperti biasa." ucap Nathan.


"Tentu saja, itukan rute tercepat." ucap Nicholas.


Keduanya pun pergi ke sekolah naik sekuter matic yg ada demi mempercepat laju karena jika dengan mobil bisa dipastikan mereka akan sangat terlambat. Dengan menyusuri gang kecil sebagai jalan pintas mereka pun tiba di sekolah tepat waktu. Bel pun akan berbunyi 10 menit lagi hingga mereka bisa segera masuk kelas.


"Kita selamat." ucap Nathan.


"Iya.. ayo masuk kelas." ucap Nicholas.


"See you Nath." ucap Nicholas.


"See you Nick.." ucap Nathan menuju ke kelasnya yg berbeda.


Sampai sekarang pun keduanya masih berada di kelas yg berbeda. Keduanya pun merupakan anak populer di sekolahnya. Nicholas sang juara kelas bertahan dari kelas 10 dan Nathan sang pelukis yg membanggakan sekolah mereka. Mereka yg kini sudah berada di kelas 12 pun sudah menjadi kakak kelas yg sangat populer di antara para murid perempuan.


Setiap melintasi sebuah kelas mereka selalu disapa oleh para murid perempuan. Bahkan mereka kadang mendapat banyak makanan dan juga hadiah. Tapi Nicholas dan Nathan menolaknya karena jika diterima akan banyak para siswi yg memberi mereka makanan dan hadiah sampai mengganggu pemandangan kelas. Bahkan pernah sampai Nicholas ditegur oleh sang guru. Sejak itulah baik Nathan maupun Nicholas menolak hadiah dari siapapun.


Suatu hari datanglah seorang murid baru pindahan dari sekolah lain. Seorang siswi perempuan yg cantik dan modis pun menjadi pusat perhatian. Dan siswi tersebut pun masuk ke kelas Nicholas. Saat guru memperkenalkannya pun semua murid laki-laki heboh sekali. Tapi hanya Nicholas yg bersikap tenang dan tak terlalu peduli apakah siswi itu cantik atau tidak.


Siswi bernama Celine itupun menjadi cukup populer sebagai anak baru. Gayanya yg modis dan wajah yg cantik pun membuat beberapa siswa laki-laki memujanya.


Hingga suatu ketika Celine mengunjungi sebuah ruangan seni di sekolah tersebut karena disuruh guru kesenian mengambil beberapa barang. Kebetulan disana ada Nathan yg sedang melukis sebuah karya untuk lomba sekolah.


"Permisi." ucap Celine.

__ADS_1


Tapi tak ada jawaban dan Celine masuk begitu saja. Ia melihat seorang siswa yg tengah melukis pemandangan laut yg indah.


"Indahnya." ucap Celine terpaku melihat lukisan Nathan.


Nathan pun hanya menoleh dan kembali melukis agar inspirasinya tidak hilang.


"Kau yg melukisnya?" tanya Celine.


"Iya benar, ada apa kau kemari? " tanya Nathan.


"Oh aku sampai lupa.. Pak Joe menyuruhku mengambil bukunya." ucap Celine.


"Meja berwarna coklat sebelah kanan,.. maaf aku harus fokus melukis kembali." ucap Nathan.


"Kau ini sombong sekali, kita kan sekelas." ucap Celine.


"Ya..ya terserah aku sedang fokus. " ucap Nathan.


Celine pun mengambil buku lalu kembali ke kelas. Dan ajaibnya ia melihat murid yg sedang melukis tadi sudah duduk di kursinya. Tapi anehnya bagaimana bisa siswa itu sampai lebih dulu dari dirinya.


"Hei kau, kau tadi sedang melukis kan diruangan seni?" tanya Celine.


"Kata siapa? kau salah lihat mungkin, aku sejak tadi ada di kelas." ucap Nicholas.


"Lalu yg melukis tadi jangan-jangan.. hii .." ucap Celine bergidik ngeri membayangkan yg disapanya adalah makhluk halus.


"Dan aku punya nama jangan asal hei hei saja." ucap Nicholas kesal.


Celine pun menjadi takut dan tak berani ke ruang seni. Namun, Nicholas malah merasa lucu karena pasti yg dilihat Celine adalah Nathan saudara kembarnya.


Mereka pun melanjutkan pelajaran seni sampai bel berbunyi. Sementara Nathan, ia masih asik dengan dunianya. Apalagi guru membebaskannya berkreasi dengan kuas dan cat lukisnya. Nicholas yg sudah pulang pun menghampiri Nathan dan menunggunya untuk pulang bersama.


"Sedikit lagi Nick.." ucap Nathan.


"Oke aku akan menunggumu sambil membaca buku." ucap Nicholas.


Celine yg masih penasaran pun mengajak temannya ke ruang seni, ia ingin memastikannya kalau hantu itu tidak ada. Dan rekannya juga malah mengerjainya.


"Aku tadi melihat siswa seperti Nicholas." ucap Celine.


"Akh kau ini ngelantur, mana ada hantu siang-siang begini.." ucap rekannya.


"Benar, aku bahkan bicara dengannya." ucap Celine lalu menunjukkannya.


Tapi saat tiba di ruang seni sebuah pemandangan tak terduga, dimana Nicholas dan Nathan yg sama persis tengah berada di ruangan tersebut.


"Ayo kita lihat." ucap Celine masuk dan melihat Nicholas dan Nathan tanpa berkedip.


"Ba-bagaimana bisa Nicholas ada 2.. i-itu pasti hantu.." ucap Celine lalu saat Nathan dan Nicholas menoleh dirinya justru pingsan.


Brukkk.


"Cell..Cell.. jangan nge prank dong gak lucu ini." ucap temannya.


"Temanmu kenapa?" tanya Nicholas.

__ADS_1


"Dia pingsan karena melihat kalian berdua." ucapnya.


"Ya Tuhan, kalian tidak memberitahu kalau kami anak kembar.?" tanya Nicholas.


"Kami hanya ingin mengerjainya karena sepertinya Celine penakut." ucapnya.


"Astaga.. merepotkan sekali pakai pingsan segala." ucap Nicholas lalu membawa Celine ke ruang UKS bersama rekannya.


"Nath, aku ke UKS.." ucap Nicholas.


"Yoo.. nanti aku menyusul sedikit lagi selesai." ucap Nathan.


"Oke. " balas Nicholas.


Diruang UKS Celine pun dibantu oleh dokter yg berjaga disana. Temannya yg bernama Zee pun menceritakan kejadiannya dan dokter pun paham. Zee pun dimarahi karena mengerjai Celine.


"Kau ini ya.. lihat efeknya temanmu pingsan karena ketakutan." ucap dokter tersebut.


"Dan Nicho kau tak memberitahu Celine?" tanya dokter itu.


"Tidak karena kami tak begitu akrab dan juga Celine tak bertanya." ucap Nicholas.


"Baiklah." ucap sang dokter lalu memeriksa Celine.


Tak berapa lama Nathan datang setelah mengumpulkan lukisannya pada pak Joe.


"Nick, ayo pulang." ucap Nathan.


"Kau lagi, gara-gara kalian ada yg pingsan." ucap dokter tersebut.


"Lah apa salahku dok?" tanya Nathan yg bingung tiba-tiba disalahkan.


Tiba-tiba Celine pun tersadar dan melihat kembali Nicholas dan Nathan. Ia pun menjerit histeris.


"Hantuu....!!" teriak Celine.


"Mana hantu?" tanya Nathan.


"Cell.. mereka saudara kembar bukan hantu." ucap Zee.


"Be-benarkah??" tanya Celine yg untungnya tidak pingsan lagi.


"Kalau kau tidak percaya pegang saja tangan kami.." ucap Nathan dan Nicholas juga mengulurkan tangannya.


Plakk..plakk..


"Iya kalian bukan hantu.. Maaf ya." ucap Celine.


"Oke masalah selesai, kami pulang duluan ya." ucap Nicholas.


"Oke." ucap Celine.


"Lain kali cari tahu dulu, mana ada hantu di siang bolong." ucap Nathan.


"Ayo Nick.. kami duluan ya." ucap Nathan.

__ADS_1


"I-iya." ucap Celine dan Zee.


Setelah itu Zee dimarahi oleh Celine karena tak memberitahukan yg sebenarnya dan membuatnya malu karena salah sangka sampai pingsan. Parahnya Celine menuduh Nathan sebagai hantu.


__ADS_2