Affair With Me??

Affair With Me??
EP.149 S2 : Wisuda dan lamaran


__ADS_3

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Grace pun akhirnya dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude. Dirinya membuat kedua orangtuanya dan juga kedua kakaknya bangga. Grace pun tersenyum lebar saat acara wisudanya, pertanda bahwa dirinya sangat bahagia.


Jefry pun berhalangan hadir saat itu karena dirinya sedang perjalanan dinas keluar negeri. Grace yg cuek pun tak mempermasalahkannya. Grace cukup senang dengan kehadiran seluruh anggota keluarganya.


"Selamat Grace.." ucap Theo.


"Selamat sayang.. kau sudah berusaha keras selama ini." ucap Sheira.


"Grace ku, kau memang gadis pintar.. " ucap Nathan.


"Selamat Grace, kau tak pernah mengecewakan.." ucap Nicho.


"Terimakasih semuanya.." ucap Grace.


Grace pun mendapat banyak ucapan selamat dan juga buket bunga dari orang terdekatnya. Dan Grace memilih menghabiskan waktu dengan keluarganya dari pada dengan teman-temannya.


Hari pun berlalu dengan cepat, dan Theo ingin menanyakan rencana Grace kedepannya.


"Bagaimana Grace? apa rencanamu?" tanya Theo di ruang kerja pribadinya.


"Aku ingin bekerja di toko mom saja dan mengembangkan bisnisnya." ucap Grace.


"Kau yakin? mom sidah tahu?" tanya Theo.


"Ya tentu.. mom juga sudah tahu." ucap Grace.


"Baiklah, jika kau tak mau bekerja di kantor juga tak apa, sudah ada Nicho dan Nathan yg bisa dad andalkan." ucap Theo.


"Terimakasih dad." ucap Grace.


"Ya sama-sama." ucap Theo.


Dan begitulah Grace akhirnya tetap bekerja di toko roti ibunya. Banyak yg Grace palajari disana dan ia merasa nyaman ada disana. Semakin hari, jabatan Grace disana pun naik dan dipercaya oleh Sheira dan beberapa senior yg ada disana.


Hingga suatu hari, Sheira mengumumkan kalau Grace adalah putrinya dan membuat semua orang terkejut. Seorang anak dari keluarga kaya raya selama ini bekerja di toko roti sebagai pelayan?? Cukup mengejutkan dan Grace mampu bertahan bahkan menaiki jabatan.


Kini semua orang semakin menghormatinya dan mengakui kemampuannya. Grace pun senang berbaur dengan kalangan bawah yg tak memandang status dan merk barang yg digunakan. Tapi itu berbeda dengan Bianca yg kurang suka padanya. Ia pikir Grace akan menjadi seperti kedua kakaknya tapi ternyata dirinya sangat sederhana dan sulit ditebak.


"Jef.. kau yakin akan melamar Grace?" tanya Bianca.


"Tentu saja, ada masalah apa mom?" tanya Jefry.


"Dia itu kan hanya bekerja di toko roti ibunya. Walaupun keluarganya kaya raya sih." ucap Bianca.

__ADS_1


"Mom, kalau aku menikah dengannya aku yg bertanggungjawab mencari nafkah bukan dirinya jadi tak penting apa pekerjaannya saat ini." ucap Jefry.


"Tapi mom malu." ucap Bianca.


"Kalau malu kau diam saja dirumah dan bermain dengan koleksi pakaian, dan barang-barangmu yg menumpuk di kamar." ucap Hans kesal.


"Jefry, mommu semakin hari semakin kelewatan jadi jangan dengarkan dia.." ucap Hans.


"Baik dad." ucap Jefry.


"Jangan halangi Jefry melamar orang yg dia cintai, karena dia yg akan menjalaninya bukan kau atau aku." ancam Hans pada istrinya.


"Kau ini tak mengerti..!" ucap Bianca kelas lalu pergi.


"Dasar, sudah tua masih saja sombong." ucap Hans kesal.


Begitulah perdebatan orang tua Jefry dimana ibunya kurang menyukai Grace. Jefry pun sedih dan khawatir ibunua akan bersikap kelewatan pada Grace.


☘☘☘


Suatu hari, Jefry pun mengajak Grace makan malam romantis di sebuah resto terkenal. Dan ia berencana melamarnya disana. Suasana pun terlihat romantis dengan lagu-lagu romantis yg dimainkan di resto tersebut. Ditambah hidangan yg cantik yg ditata oleh para chef nya.


"Wah ada apa ini? resto yg mewah, hidangan yg cantik, bahkan sampai iringan lagu-lagu romantis ini.. " ucap Grace yg memahami situasi.


"Aku memang sulit memberimu kejutan karena kau pandai membaca situasi. " ucap Jefry.


"Jadi maukah kau menikah denganku?" tanya Jefry mengeluarkan sebuah cincin yg ada di dalam kotak kecil.


"Kau melamarku?" tanya Grace.


"Ya.. will you merry me??" ucap Jefry.


"Yes.." ucap Grace.


"Terimakasih Grace." ucap Jefry.


"Ya sama-sama." ucap Grace yg lalu dipakaikan cincin di jarinya.


Dan berita itu pun sudah terdengar di telinga kedua orang tua mereka. Theo dan Sheira pun setuju jika Jefry hendak melamar dan menikahi Grace. Mereka juga menyambut Jefry dengan baik. Begitu juga dengan Grace yg disambut baik oleh orangtua Jefry, walaupun raut wajah Bianca agak kurang senang.


Theo dan Hans pun beberapa kali bertemu dan membicarakan kedekatan kedua anak mereka yg sudah menuju ke jenjang yg lebih serius.


"Aku hanya meminta padamu dan putramu agar putriku bebas melakukan apa yg ia sukai, termasuk bekerja." ucap Theo.

__ADS_1


"Tentu, aku akan mengatakannya pada Jefry." ucap Hans.


"Grace terlalu muda untuk menikah, dan juga ia baru lulus kuliah belum lama ini, aku ingin dia merasakan kebebasan sebelum menikah." ucap Theo.


"Memangnya menikah tidak bebas?" tanya Hans.


"Coba kau pikir, jika pasangan baru menikah pasti akan ada tekanan ini dan itu.. seperti anak dan sebagainya." ucap Theo.


"Aku mengerti kecemasanmu." ucap Hans.


"Baguslah, karena Grace adalah putriku satu-satunya. Dan aku tak terima jika dia tak bahagia." ucap Theo.


"Baiklah, aku mengerti tuan Theo." ucap Hans.


Mereka pun membicarakan masalah pernikahan yg kemungkinan akan ditunda selama beberapa tahun sampai Grace siap menikah. Grace pun juga sudah membuat keputusan kalau dirinya belum siap menikah dan ingin mengejar karirnya. Ia tak peduli orang akan berkata apa soal usianya dan sebagainya karena Grace memang orang yg tak perduli pada ucapan orang lain.


"Kau harus menepati janjimu." ucap Grace.


"Oke Grace, kita akan menundanya 3 tahun." ucap Jefry.


"Bagus, karena aku ingin melihat apakah kau mampu menungguku selama itu." ucap Grace.


"Aku akan menunjukkannya." ucap Jefry.


"Oke.. aku menantikannya." ucap Grace.


Dan Jefry pun berjanji akan menunggu Grace. Dimana Grace juga ingin sekali mengejar mimpinya dan meneruskan bisnis momnya. Grace pun bekerja dengan sungguh-sungguh walaupun Bianca sering menyindirnya.


"Grace sampai kapan kau akan bekerja?" tanya Bianca.


"Selama aku sehat aku akan selalu bekerja." ucap Grace.


"Saran tante kau harus jadi ibu rumah tangga setelah menikah." ucap Bianca.


"Sepertinya kita punya pemikiran berbeda tante, karena aku mewarisi jiwa penisnis orangtuaku yg bahkan dari kakekku nenekku." ucap Grace yg tak mampu membuat Bianca berkutik.


"Baiklah, jika memang begitu.." ucap Bianca.


"Terimakasih tante atas pengertiannya." ucap Grace. "Sepertinya tante Bianca kurang menyukaiku, dan ingin aku seperti dirinya yg hanya memamerkan kekayaan dan berfoya-foya." gumam Grace dalam hati.


Sejak itupun Grace takkan ragu-ragu mengungkapkan pendapatnya walaupun bertentangan dengan Bianca, karena ia ingin ilmu yg ia pelajari saat kuliah dan bekerja tak ingin sia-sia.


☘☘☘

__ADS_1


Sementara itu, Angel pun baru kembali dari luar negeri setelah semuanya mereda. Ya, ambisinya masih besar untuk menghancurkan Grace. Kini ia menargetkan Jefry dan akan melamar kerja di perusahaannya HH.company.


"Kita lihat saja, aku akan merebut semua yg seharusnya menjadi milikku." gumam Angel dalam hati.


__ADS_2