Affair With Me??

Affair With Me??
EP.20 Rehat


__ADS_3

Aryo yg marah-marah pun berteriak cukup keras membuat Pinkan terbangun di pagi buta.


"Kalian cari Sheira disetiap sudut rumah..!" perintah Aryo.


"Mas kau ini apa-apaan sih pagi-pagi sudah berisik...?" tanya Pinkan kesal.


"Sayang, Sheira tak ada dikamarnya.." ucap Aryo.


"Tak ada?? ah paling juga dia pergi ke bakery nya atau kabur kemana karena tak terima.." ucap Pinkan.


"Kenapa kau enteng sekali menanggapinya .?" tanya Aryo yg masih kesal.


"Lalu aku harus berbuat apa? kau yg memperlakukan Sheira dengan buruk kenapa jadi aku yg salah.." ucap Pinkan tak mau kalah, karena kejadian kemarin adalah murni tanpa campur tangannya


"Ck.. sudahlah kau di kamarmu saja istirahat biar aku yg mencarinya.." ucap Aryo.


"Jadi Mas merasa bersalah?" tanya Pinkan.


"Bukan, aku hanya kesal dia pergi tanpa ijinku.." ucap Aryo.


"Namanya juga istri yg tak patuh pada suami.. untuk apa Mas mempertahankannya kalau sudah kabur begini.." ucap Pinkan memanas-manasi.


"Sudahlah, nanti aku pikirkan lagi kau istrirahat saja dikamarmu.." balas Aryo.


"Baiklah-baiklah, tapi jangan berisik kepalaku pusing mendengarnya.." balas Pinkan pergi ke kamarnya.


Aryo pun duduk termenung mendapati para ART nya tak menemukan Sheira dimanapun. Ia merenungi perbuatan kejinya dengan mencambuk istrinya sendiri kemarin. Ia bahkan tega membiarkannya begitu saja setelah puas mencambuknya. Padahal ia melihat dengan jelas kalau istrinya itu kesakitan dan tubuhnya memerah karena cambuknya. Pasti rasanya sangat sakit dan membuat Aryo semakin bersalah.


Rasa cemburunya pun membuatnya gelap mata dengan memukuli Sheira. Ditambah lagi perubahan sikap Sheira pasca ia menikahi Pinkan. Wanita mana yg rela dimadu?? Aryo pun tanpa sadar menitihkan air mata melihat pengorbanan Sheira selama ini.


Aryo pun bergegas mandi dan bersiap-siap ke kantor. Ia bahkan melupakan sarapannya demi mencari Sheira pagi itu. Pinkan yg melihatnya pun hanya bisa tersenyum kecut. Tapi ia yakin Sheira pasti takkan kembali kemari setelah dipukuli seperti kemarin meskipun Aryo berlutut dan memohon.


Aryo pun pergi menuju ke bakery milik Sheira yg terdekat. Tapi nampak dipasang pengumuman kalau bakery-nya tutup. Dan ia bertanya pada salah seorang pegawai yg membuat pengumuman tersebut. Tapi pegawai itu tak tahu apa-apa dan hanya berkata kalau pemiliknya ingin memberikan libur selama 3 hari.


Wajar kalau Sheira ingin istrirahat setelah semua tragedi yg terjadi di rumah tangganya. Belum lagi pemukulan yg dilakukan suaminya walaupun luka fisik bisa hilang tapi luka psikis akan sulit hilang. Bahkan kini Sheira merasa takut saat melihat ikat pinggang. Ia menyimpan rapat-rapat semua ikat pinggang yg ia miliki agar tak terlihat dimatanya.

__ADS_1


Sementara Aryo menyesali perbuatannya dan kembali ke kantornya. Ia terus menghubungi orang terdekat Sheira tapi tak ada yg tahu dimana istrinya berada.


☘☘☘


Sementara Sheira ia bangkit dengan tubuh yg masih terasa perih. Ia berusaha untuk mendi walaupun rasanya sangat perih diseluruh tubuhnya. Perlahan-lahan, Sheira menggerakkan tubuhnya dan mulai merapikan pakaiannya sedikit. Ia memakai pakaian seadanya yg longgar dan lembut agar tak membuat banyak gesekan yg memperparah lukanya.


Dioleskannya salep pemberian dokter dan ia pun masih teringat dengan jelas bagaimana kejamnya suaminya kemarin. Meski Sheira sudah berteriak minta tolong tapi Aryo tetap memukulinya membabi buta. Lalu sang detektif pun mengabarinya kalau berkas perceraiannya sudah diserahkan pada pengadilan agama.


Sheira pun tersenyum, walau rasa sakitnya takkan langsung hilang. Tapi setidaknya beban pikirannya menghilang. Dan Sheira teringat pada ruko pemberian Aryo. Sheira pun menghubungi Theo untuk menanyakan kabar rukonya. Jawaban Theo membuatnya bahagia karena rukonya besok sudah bisa ditempati. Dengan segera Sheira meminta anak buahnya untuk membereskan ruko tersebut.


Awalnya pegawainya bingung karena Sheira tiba-tiba meminta membereskan semuanya. Tapi setelah Sheira menceritakan ruko baru yg akan menjadi lokasi pindahnya mereka pun senang karena disana memiliki area parkir yg sempit sementara di ruko baru mereka memiliki tempat parkir yg luas.


Mereka pun membereskan semuanya perlahan-lahan. Mereka memasukkan semua peralatan dapur ke dalam box dan akan dibawa besok menuju ke tempat baru. Mereka pun bahu membahu dan menyelesaikan pemindahan barangnya. Dan keesokannya mobil besar yang sudah Sheira sewa pun mengangkut barang-barang yg sudah mereka rapikan. Dan sedikit demi sedikit barang-barang pun masuk ke ruko baru.


Hingga semua peralatan berat seperti mixer, oven, bahkan rak dan lemari pun berhasil dipindahkan ke ruko baru. Sheira pun puas akan hasilnya dan meminta mereka merapikan semuanya sampai beres barulah tokonya dibuka. Sembari Sheira juga harus memulihkan lukanya.


Sheira tak berani untuk keluar rumah karena tangannya dipenuhi luka lebam dan memar akibat cambukan suaminya. Ia malu dan hanya menutupinya dengan jaket. Hingga suatu hari, ia turun ke lantai bawah untuk mengambil makanan pesanannya. Selama sakit Sheira hanya memesan makanan karena tak berani bepergian.


Dan Sheira pun berpapasan dengan Theo. Theo pun melihat Sheira nampak aneh dan menutupi tubuhnya dengan jaket. Tampak di punggung tangannya terlihat merah-merah dan memar yg sudah mulai memudar.


"Ada apa bagaimana?" tanya Sheira.


"Aku melihat tanganmu.." ucap Theo.


"Aku baik-baik saja, kau tak usah khawatir.." ucap Sheira.


"Benarkah? mari kita bicara sebentar aku tak yakin kau baik-baik saja.." balas Theo.


"Baiklah.." ucap Sheira yg menuju ke cafe terdekat bersama Theo.


Sheira pun menceritakan sedikit kejadiannya. Dan Theo mendukung keputusan Sheira untuk pergi dari rumahnya.


"Aku bersyukur atas tindakanmu yg berani.. kau berhak bahagia Sheira.." ucap Theo.


"Terimakasih atas dukungannya.." balas Sheira.

__ADS_1


"Katakan saja jika kau butuh bantuanku.." ucap Theo.


"Jangan beritahu Mas Aryo dan keluarganya kalau aku disini.." ucap Sheira.


"Baiklah, aku akan membantumu.. hanya itu?" tanya Theo.


"Ya.. itu saja, sebagai rekan yg tahu kondisiku kuharap kau bisa menjaga rahasiaku.." ucap Sheira.


"Baiklah.. aku mengerti.." ucap Theo.


Dalam hatinya Theo merasa sakit melihat luka-luka yg terlihat di punggung tangan Sheira. Ia menduga luka-luka itu pasti ada di bagian tubuh lain juga hingga Sheira memakai pakaian tertutup. Ia tak tahu bagaimana bisa seorang pria memukuli wanitanya sendiri. Dan entah mengapa dadanya sesak melihat Sheira disakiti. Hingga ia sadar kalau ia telah menyukai Sheira.


Wanita mandiri dan kuat seperti Sheira bagaimana bisa bertahan hidup hampir 3 tahun dengan laki-laki seperti Aryo?? Dan sungguh amat disayangkan melihat kondisi Sheira saat ini.


Setelah menyadari isi hatinya Theo pun ingin mendekati Sheira setelah ia bercerai dari Aryo. Sekarang ia hanya bisa membantu sebagai teman tapi nanti ia akan melindungi Sheira setelah lepas dari Aryo.


"Sheira jika aku mendapat kesempatan itu aku akan melindungi dan membahagiakanmu..aku janji.." gumam Theo dalam hati.


☘☘☘


Setelah pertemuannya dengan Theo, Sheira tak pernah keluar dari apartemennya. Ia belum siap untuk keluar karena lukanya belum hilang. Dan ia hanya peduli pada perceraiannya dan juga ruko milik Aryo yg akan ia kembalikan.


Setelah surat dari pengadilan agama keluar, Sheira mengirimkan kunci rukonya ke rumah Aryo. Dan Pinkan sangat senang menerimanya. Tapi Aryo kesal mendapat surat gugatan cerai dari Sheira.


"Mas aku mendapatkan kunci tokonya.." ucap Pinkan.


"Ya.." balas Aryo.


"Kau itu kenapa Mas?" tanya Pinkan.


"Sheira menceraikanku.." ucap Aryo.


"Oh hanya itu, kan sudah jelas Mas.. Dia pergi dari rumah dan tak kembali kenapa kau sekesal itu.." ucap Pinkan.


"Lebih baik kita lihat toko milikku.." ucap Pinkan.

__ADS_1


"Baiklah.." ucap Aryo.


__ADS_2