Affair With Me??

Affair With Me??
EP.163 S2 : Menghilang


__ADS_3

Setelah Grace sadar, Grace pun cukup terkejut ada di rumah sakit. Sean bilang dirinya hanya demam ringan dan karena panik Sean membawanya ke rumah sakit terdekat. Grace pun diperbolehkan pulang setelah sadar.


Malam itu, Grace pun diantarkan pulang ke rumahnya. Kedua orangtua dan kakaknya pun panik bukan main setelah dikabari Sean. Tapi karena mereka semua percaya pada Sean, mereka menunggu dengan tenang karena hujan lebat.


Sean pun tiba di rumah Grace dengan aman. Grace juga sudah lebih baik, dan langsunh disambut oleh Nathan yg menggendongnya sementara Nicko memayungi mereka.


"Kakak aku baik-baik saja." ucap Grace.


"Tidak, Sean bilang kau sakit." ucap Nathan.


"Grace diamlah dan masuk ke dalam." ucap Nicko karena memang masih hujam gerimis malam itu.


Sean pun masuk dan berbicara sejenak dengan Theo dan Sheira. Kemudian Theo dan Sheira mengucapkan banyak terimakasih pada Sean yg sudah banyak membantu Grace, begitu juga dengan Nicho dan Nathan. Saat itu Grace masih di kamarnya sedang berganti pakaian dan istirahat. Grace yg langsung minum obat pun langsung tertidur tanpa sempat berpamitan pada Sean.


Semua orang kecuali Grace berpamitan pada Sean. Dan Sean selesai sudah tugas Sean malam itu. Ada perasaan lega bercampur dengan sedih. Bagaimana keluarga tersebut begitu baik dan menganggapnya keluarga, juga bagaimana perasaannya terhadap Grace yg bisa membuatnya goyah kapan saja. Tapi ia juga ingat siapa dirinya, darah petarung yg kuat yg harus menggantikan posisi ayahnya suatu hari nanti di SHIELD.


"Selamat tinggal Grace, jika berjodoh kita akan bertemu lagi." gumam Sean dalam hati saat meninggalkan rumah Theo.


Semakin malam semakin deras pula hujannya, dan Grace pun tertidur nyenyak dibalik selimutnya yg hangat. Ia tak ingat kejadian hari itu dimana ia memeluk dan mencium pria yg tak lain adalah bodyguardnya karena dalam posisi tidak sadar saat demam. Dan kini ia tertidur pulas hingga pagi hari.


Grace pun terbangun di kamarnya yg hangat. Lalu ia bangkit dan membersihkan dirinya. Ia akan berangkat bekerja bersama Sean. Tapi saat ingat ia lupa kalau kemarin hari terakhir bersama Sean. Bahkan ia sampai lupa mengucapkan selamat tinggal pada pria yg mengisi hari-harinya beberapa bulan terakhir.


Grace pun mengirim pesan pada Sean, tapi nampaknya pesannya tak sampai karena ponselnya Sean sudah tak aktif lagi. Tak ada balasan apapun, saat Grace menelpon pun nomornya sudah tak aktif lagi. Rasa kecewa pun datang, tapi Grace sadar posisinya kalau Sean memang hanya menganggapnya atasannya.


Grace pun menjalani harinya seperti biasanya, dan Sheira melarangnya bekerja hari ini. Grace pun terpaksa berdiam diri dirumah karena orangtuanya khawatir. Padahal ia cuma demam ringan, tapi tetap harus beristihat dirumah.


Grace pun menurut saja dan menikmati liburannya. Kedua kakaknya pun melarangnya keluar rumah. Tapi ketenangan Grace pun tak berlangsung lama karena muncul sebuah insiden mengerikan hari itu dirumahnya.


Sebuah paket berisi secarik kertas dengan sebuah ancaman pun datang secara misterius. Grace dan Theo pun membukanya dan terkejut. Disana tertulis kalau Theo memiliki anak lain dari seorang wanita.


"Dad.. apa-apaan ini?" tanya Grace melihat ke arah Theo.


"Itu tidak mungkin Grace.." ucap Theo.


Sheira pun melihatnya dan terduduk lemas.


"Sayang apa ini benar?" tanya Sheira terkejut.


"Tidak sayang, aku tak pernah menghamili siapapun." ucap Theo.

__ADS_1


"Lalu siapa yg iseng mengirim ini?" tanya Grace.


"Mungkin pesaing perusahaan." ucap Theo.


"Kau yakin tidak bermain dengan wanita lain sebelum menikahiku?" tanya Sheira.


"Tidak, aku tak pernah menghamili siapapun." ucap Theo.


"Baiklah, aku percaya padamu." ucap Sheira lalu memilih pergi ke kamarnya.


"Mom.." ucap Grace melihat momnya yg syok.


"Mom tak apa." ucap Sheira.


"Siapa yg ingin menghancurkan keluargaku..?" geram Theo.


"Dad, apakah dad ingat pernah berhubungan dengan seorang wanita?" tanya Grace.


"Tentu saja pernah, tapi tak sampai sejauh itu Grace." ucap Theo.


"Dad yakin? tak khilaf saat mabuk atau semacamnya?" tanya Grace.


"Grace kau tak percaya pada ayahmu ini?" tanya Theo.


"Dia mengajak bertemu.. aku akan menemuinya." ucap Theo.


"Dad, tantang dia untuk melakukan tes DNA.. Jangan sampai mom lebih terkejut lagi." ucap Grace.


"Aku tahu Grace." ucap Theo.


"Baiklah." ucap Grace.


Grace pun menghubungi Nicho dan Nathan untuk mencaritahu hal tersebut. Mereka pun ikut terkejut tapi juga berpikir bersama-sama bagaimana menangkap pelakunya dan mencari kebenarannya.


Nicho pun bertugas mencaritahu masalalu ayahnya lewat Doni asisten ayahnya. Menurut Doni, Theo dekat dengan beberapa wanita saat masih berusia 20an. Lalu ia memiliki kekasih selama 4 tahun sebelum akhirnya kekasihnya berselingkuh dan Theo meninggalkannya. Tapi Doni tak yakin Theo sampai melakukan hubungan sejauh itu. Dan menurutnya mantan kekasihnya terakhir sudah menikah dan memiliki anak seusia Grace.


"Paman yakin?" tanya Nicho.


"Tentu saja Nick, aku mengenal ayah kalian dengan baik." ucap Doni.

__ADS_1


"Baguslah, tapi kabari aku jika paman ingat seseorang." ucap Nicho.


"Tentu, bagaimanapun dia tetap tuanku." ucap Doni.


"Terimakasih paman, aku permisi." ucap Nicho.


"Sama-sama Nick, yakinlah ayahmu tak seburuk rumor tersebut." ucap Doni.


"Baik paman, tapi aku juga butuh sebuah fakta untuk menepis rumor tersebut." ucap Nicho.


Dan Nicho pun kembali ke kantornya, tapi rumor tersebut menyebar dengan cepat karena lagi-lagi ada peket misterius beserta pesan spam di seluruh komputer di kantor tersebut. Nathan yg sedang menanganinya pun sampai kesal karena pelakunya benar-benar berniat untuk melakukan ini semua.


Nathan pun menghubungi Nicho dan Nicho pun mengalami hal yg sama. Mereka pun mempekerjakan tim IT khusus untuk kasus ini.


"Nath, sepertinya mereka memang sengaja." ucap Nicho.


"Aku tahu Nick, aku sudah menghubungi rekanku di luar sana untuk membantuku." ucap Nathan.


"Baguslah.." ucap Nicho.


Nicho pun berusaha agar karyawannya tidak menyebarluaskan berita hoax tersebut. Tapi ia juga meminta mereka tak membicarakannya diluar kantor, karena akan memancing pelaku untuk semakin menyebarluaskannya.


Di tengah kerumitan masalah di perusahaan, Selena kekasih Nicho pun menghubunginya. Kebetulan dia ada urusan di Singapura dan ingin mampir ke Indonesia. Tapi Nicho bilang ia belum bisa memperkenalkannya pada keluarganya karena suasana sedang kacau karena sebuah isu yg menyebar di rumah dan kantor.


Beruntungnya Selena pun mengerti, dan hanya ingin bertemu dengan Nicho sejenak untuk melepas rindu. Nicho pun memberinya waktu tersebut karena memang mereka menjalin hubungan jarak jauh antar negara yg berbeda.


Nicho pun menemui Selena di sebuah resto yg telah dijanjikan. Orang-orang Nicho juga yg sudah menjemput Selena dan memastikan keselamatannya.


"Maaf Selena aku terlambat." ucap Nicho.


"It's oke beib.." ucap Selena.


Disana pun Nicho menceritakan kondisi keluarga dan juga perusahaan yg sedang kacau. Selena pun menghiburnya dan menyemangati Nicho agar bersabar dan tak gegabah mengambil langkah.


"Ingat, kau itu Nicho yg jenius.. kau hanya perlu bersabar dan tak bersikap gegabah." ucap Selena.


"Kau benar sayang.. Terimakasih dan juga maaf rencana kita akan tertunda oleh masalahku ini." ucap Nicho.


"Tak apa, tak ada yg mudah di dunia ini." ucap Selena.

__ADS_1


Selena seorang putri dari pebisnis di negara Jerman, ia juga mewarisi perusahaan ayahnya disana sama seperti Nicho.


Sementara Nathan, sedang menghubungi Jamie kekasihnya yg merupakan ahli di bidang IT. Kemampuannya tak diragukan lagi dalam hal mengatasi peretasan dan sebagainya. Dan malam itu, Jamie pun akan terbang ke Indonesia untuk membantu Nathan. Walaupun wanita, Jamie punya reputasi yg cukup bagus di bidangnya.


__ADS_2