
Semua pertahanan yg dibuat Grace pun hancur seketika. Padahal ia sudah berusaha menyembunyikan Jamie sebaik mungkin tapi sayang entah bagaimana mereka kembali menemukan Jamie. Jika Jamie sampai tertangkap, habis sudah semua aset perusahaan yg dijaga oleh kedua orangtuanya selama bertahun-tahun.
Grace pun tak mau kalah, dirinya pun kabur membawa Jamie menuju ke rumahnya sembari Jamie menghubungi Nathan untuk meminta bantuannya. Beruntung Nathan pun belum terlalu jauh jadi ia segera putar arah guna membantu Grace dan Jamie.
"Nathan akan membantu Grace." ucap Jamie.
"Bagus kak.. semoga mereka belum terlambat. " ucap Grace.
Grace pun melajukan mobilnya dengan cepat, ia tak ingin mereka menyusul dari belakang dan menangkap keduanya. Tapi sayang sekali usaha Grace sia-sia karena mereka bisa menyusul dengan cepat.
Grace pun tak kehabisan akal dan membawa mereka ke jalan raya yg masih ramai. Tapi mereka terus membuntutinya sampai ia kehilangan akal dan masuk ke sebuah jalan sepi karena mereka bisa saja menuju keluar kota. Saat hendak menuju jalan tol Grace pun belok arah karena ia yakin akan semakin berbahaya jika terus dilanjutkan.
Hingga mereka pun terkepung karena kondisi bahan bakar mobil habis setelah berjalan selama 1 jam. Dan tadi Grace lupa mengisinya, jadi mobilnya berhenti di tengah jalan sehingga memudahkan mereka untuk mengepungnya.
"Kak Nathan dimana kak?" tanya Grace.
"Dia sudah dekat.." ucap Jamie.
"Baiklah, kakak di dalam saja.. aku akan menghadapi mereka.. ingat jangan buka kuncinya selain aku atau kak Nathan." ucap Grace.
"Baiklah, hati-hati.." ucap Jamie yg sebenarnya tak tega melihat Grace melawan mereka sendirian.
Grace pun menghadapi mereka sebisanya, walau ia tahu ia kalah jumlah. Dan tak berselang, Nathan pun tiba di sana bersama bantuan. Grace pun tertolong, tapi salah seorang memecahkan kaca mobil Grace dan berusaha menculik Jamie.
Jamie sudah berusaha untuk menghindar dan pindah posisi tempat duduk dan berusaha kabur lewat pintu lainnya.
Praaankkk..!!!
"Kak Jamie..!" teriak Grace yg langsung menuju ke arah mobil.
"Tidak, Grace.. !" ucap Nathan langsung menoleh ke arah mobil Grace dan seseorang memukul kepalanya dari belakang.
Bughhhh..
Nathan pun terjatuh pingsan. Bodyguardnya pun berusaha menyelamatkannya dan membereskan mereka. Tapi mereka sudah mempersiapkannya dengan matang. Jamie pun tertangkap saat hendak kabur, dan Grace yg berupaya membawa Jamie kabur juga ikut tertangkap karena mereka kalah jumlah.
Sementara Nathan pingsan, dan bodyguardnya mencoba menyelamatkannya dari pendarahan di kepalanya. Sebagian pun membawa Nathan ke rumah sakit dan sisanya membereskan situasi disana. Namun sayang, Grace dan Jamie dibuat tak sadarkan diri dengan obat bius dan langsung dibawa kabur.
__ADS_1
Beberapa bodyguard pun menelpon Nicho untuk meminta bantuan. Dan Nicho sangat terkejut mendengarnya, dirinya pun tak menyangka kejadian ini bisa terjadi dalam hitungan jam setelah mereka berkumpul bersama. Grace dan Jamie diculik, serta Nathan masuk rumah sakit karena pendarahan di kepalanya.
Nicho pun bingung mau mengatasi yg mana dulu, karena keduanya sangat penting. Hingga ia mau tak mau meminta bantuan dadnya. Theo pun cukup terpukul atas insiden ini. Dirinya tak menyangka ketiga anaknya menyembunyikan rahasia besar.
"Nicho.. kenapa baru bilang sekarang?" tanya Theo.
"Karena selama ini mereka selalu berhasil melarikan diri dan sisanya yg tertangkap bungkam." ucap Nicho pasrah dimarahi.
"Bagaimana ini, kedua adikmu dalam bahaya.. yg satu ke rumah sakit, yg satu diculik.." ucap Theo marah besar.
"Maaf dad." ucap Nicho.
"Dad.. tolong urus Nathan, aku akan mencari Grace dan Jamie. Karena mereka mengincar data perusahaan." ucap Nicho.
"Apaa?? benar-benar..!" geram Theo.
Sheira pun mendengarnya dan menangis. Bagaimanapun sebagai seorang ibu dirinya tak tahu kalau kedua anaknya dalam bahaya, padahal beberapa jam yg lalu mereka masih tertawa dan makan bersama.
"Nicho, dimana Nathan dirawat?" tanya Sheira.
"Di rumah sakit Cc.." ucap Nicho.
"Aku akan menemanimu, dan Nicho cari adikmu sampai ketemu." ucap Theo.
"Baik dad." ucap Nicho.
Sementara itu, Nicho dan para pengawalnya pun mencari Grace kesana kemari. Mereka juga mengamankan mobil Grace yg ditinggal begitu saja di pinggir jalan. Dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib atas penyerangan dan penculikan. Ditemukan juga cctv di jalan tersebut dan menangkap jenis mobil dan nomor platnya.
"Jangan biarkan mereka lolos, kalian cari mobil tersebut sampai dapat..!" perintah Nicho pada pengawalnya.
"Baik tuan." ucap mereka lalu berpencar.
☘☘☘
Sementara Nathan, kondisinya yg buruk pun mengharuskannya dioperasi. Beruntung ia cepat ditangani dan operasi berjalan lancar, tapi kini dirinya belum siuman juga. Sheira pun menjaganya semalaman bersama Theo.
Theo pun teringat pada teman lamanya, Leon. Ia yakin Leon mampu membantunya mencari Grace dan Jamie. Theo pun langsung menghubunginya karena ini situasi darurat.
__ADS_1
Leon pun malam itu juga terkejut karena ada yg menghubunginya larut malam berkali-kali. Akhirnya ia pun bangun dan melihatnya. Ternyata Theo yg menghubunginya, ia pun yakin pasti ada hal mendesak yg membuatnya menghubunginya larut malam begini.
Setelah mendengarkan Theo, dirinya pun mengerti. Leon pun mengirim beberapa orang yg sedang siaga untuk melakukan pencarian membantu Theo. Theo pun berterimakasih atas bantuan teman lamanya tersebut.
☘☘☘
Hingga pagi hari, Nicho tak bisa tidur sama sekalinya. Matanya merah dan kantung matanya mulai agak menghitam. Dirinya pun memikirkan bagaimana keadaan Grace dan juga Jamie. Belum lagi Jamie tahu segalanya tentang keamanan data perusahaan.
Kemudian Nicho teringat sebuah catatan yg ditinggalkan Jamie. Dimana ia bisa mengubah kata sandinya jika keadaan darurat. Nicho pun memanggil orang kepercayaannya dan meminta bantuan untuk mengubah kata sandinya. Setelah 3 jam di depan komputer akhirnya orang kepercayaannya pun berhasil mengganti sandinya.
Kini hanya tinggal perusahaan yg dipegang Nathan, karena hanya ia dan Jamie yg tahu kata sandinya. Sementara Nathan masih belum sadarkan diri. Nicho pun semakin stres saja memikirnya.
"Apa yg harus kulakukan?" gumam Nicho dalam hati.
Nicho pun menuju ke rumah sakit mengunjungi Nathan. Dan Sheira melihat keadaannya yg berantakan dan kelihatan lelah.
"Nicho.. beristirahatlah." ucap Sheira.
"Tapi, aku masih belum bisa menemukan Grace." ucap Nicho.
"Tidak apa, dad sudah meminta tim SHIELD untuk mencarinya." ucap Sheira.
"Kau istirahatlah, ini bukan hanya tanggungjawabmu.. tapi tanggungjawab kita semua." ucap Theo.
"Aku mengerti dad." ucap Nicho.
Nicho yg melihat Nathan masih tak sadarkan diri pun tak tega hanya karena masalah kata sandi perusahaan. Akhirnya Nicho pun menceritakan segalanya pada orangtuanya. Dan mereka harus bersiap jika Jamie dipaksa membuka data perusahaan dan mencurinya jika kondisinya terdesak.
Sheira pun hanya tersenyum dan meminta Nicho untuk beristirahat karena wajahnya semakin pucat. Akhirnya Nicho pun mengalah dan beristirahat, sampai dirinya harus menerima jarum infus ditangannya.
Saat Nicho tertidur, Nathan pun terbangun. Ia pun melihat sekitar dan bertanya tentang Jamie dan Grace. Sheira pun menenangkannya dan Nathan pun mendengarkannya walaupun kesadarannya belum sepenuhnya kembali.
☘☘☘
Sementara itu, di bandara nampak seorang pria bertubuh tinggi bersama rekan-rekannya baru saja kembali dari misinya. Ia langsung dihubungi oleh Leon untuk melakukan misi baru. Orang tersebut adalah Sean yg baru saja pulang dari misinya.
"Baiklah, apa aku tidak mendapat istirahat lebih dulu?" tanya Sean.
__ADS_1
"Ini darurat.. segera ke kantor sekarang juga." ucap Leon.
"Baik tuan." ucap Sean di telepon.