
Sheira pun berusaha menguatkan hatinya. Ia masuk ke hotel dan bertanya pada resesionis apakah ada tamu bernama Aryo Wibowo. Dan resepsionis menjawab benar kalau ada tamu bernama Aryo Wibowo.
"Terimakasih Mbak.." ucap Sheira.
Lalu ia menanyakan dikamar berapa suaminya menginap. Dan karena Sheira mengakui sebagai istrinya pihak hotel pun memberikan aksesnya sampai ke kunci hotel.
Sheira pun menunggu waktu yg tepat sembari melihat sampai berapa lama suaminya akan bertahan di dalam kamar. Hingga terbersitlah sebuah ide untuk masuk ke kamar suaminya setelah menunggu sekitar 1 jam.
Sheira yg mendapatkan akses pun menuju ke kamar suaminya. Dengan kaki bergetar, ia terus berjalan menuju kamar tersebut. Hingga tiba disebuah kamar, perlahan Sheira membuka kunci tersebut dari luar dan ia masuk tanpa ada suara.
Tapi yg ia dapatkan adalah suaminya yg sedang beradegan panas dengan wanita lain, hingga tak mendengar pintu kamarnya terbuka dan Sheira bisa masuk.
Dilepasnya sepatu yg Sheira kenakan dan dilempar ke arah sang suami.
Brakk..
"Siapa yg sudah berani.." ucap Aryo yg tiba-tiba memelankan suaranya karena melihat Sheira.
Dan tentu saja wanita yg sedang berhubungan dengan suaminya sangat malu karena ketahuan selingkuh. Ia langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kalian benar-benar sa**pah..!" ucap Sheira.
"Sayang maafkan aku.." ucap Aryo.
"Maaf kau bilang Mas, jadi ini yg kau bilang kerja??" tanya Sheira kesal dan air matanya terus mengalir.
"Maaf.." ucap Aryo.
Sheira pun menuju ke arah wanita tersebut membuat Aryo melindungi wanita yg menjadi sekertarisnya tersebut.
"Mas kau bahkan melindunginya dengan baik, tapi saat aku pendarahan kemarin kau diam saja melihatku diperlakukan buruk oleh ibumu.." ucap Sheira kesal.
"Jangan sakiti dia, aku yg salah.." ucap Aryo.
Sementara Desy tertunduk dan takut melihat wajah Sheira.
"Aku hanya ingin melihat secantik apa wajahnya sampai suamiku mengkhianatiku.." ucap Sheira.
"Maaf, aku minta maaf.." ucap Desy.
"Siapa namamu?" tanya Sheira.
"Desy.. aku akan mengakhirinya.." ucap Desy.
"Kau pikir semua usai dengan mengakhirinya?" tanya Sheira.
"Aku minta maaf.." ucap Desy lalu kabur ke kamar mandi.
__ADS_1
"Aku takkan memukulimu.. aku tak sekejam kalian yg berani berselingkuh dibelakangku.. " ucap Sheira.
"Mari kita bicara.." ucap Aryo.
"Silahkan.. aku ingin mendengar kata-kata terhebat apa yg bisa kau katakan selain kata 'Maaf' .." ucap Sheira.
Aryo pun mengenakan pakaiannya dan begitu juga dengan Desy. Mereka duduk bertiga di ranjang tersebut.
"Bagaimana apa kau puas hari ini?" tanya Sheira pada suaminya.
"Lalu kau? bagaimana rasanya melakukannya dengan suamiku? kau puas?" tanya Sheira pada Desy.
"Tak perlu setakut itu, aku takkan menyakitimu.." ucap Sheira.
"Aku berjanji akan mengakhiri semuanya, dan meninggalkan Mas Aryo.." ucap Desy dengan terbata-bata.
"Yakin? lalu apa kau pikir setelah ini rumah tangga kami akan baik-baik saja?" tanya Sheira.
"Sayang apa maksudmu?" tanya Aryo.
"Apa Mas pikir aku masih bisa mempercayai Mas?" tanya Sheira.
"Aku setuju dengan Desy, kami akan mengakhiri ini hari ini dan takkan mengulanginya lagi.." ucap Aryo.
"Mas kepercayaan itu mahal dan kau sudah merusaknya.. " ucap Sheira.
"Dan kau, semurah ini harga dirimu? kau bahkan tidur dengan suami orang.. setidaknya lakukanlah dengan pria single agar harga dirimu tidak terlalu murah.." ucap Sheira.
"Pulang?? mudah sekali ya setelah menyakitiku.." ucap Sheira.
Plaakkk..
"Aku lelah Mas, jika kau tak bahagia dengan pernikahan kita lebih baik semuanya berakhir.." ucap Sheira lalu pergi meninggalkan kamar tersebut dengan air mata.
Sheira pun berlari keluar dari hotel sambil menangis. Dan Aryo berusaha untuk mengejarnya tapi terlambat Sheira sudah masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan hotel tersebut.
Sheira pun memacu mobilnya menjauh dari hotel tersebut. Entah kemana ia akan pergi, tapi yg jelas ia harus menenangkan diri. Ia pergi menjauh dari kota jakarta menuju ke kota bandung tanpa membawa apapun selain dompet di dalam tasnya.
Tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, kini sudah malam tiba. Sheira pun mencari penginapan untuknya bermalam. Ia memilih salah satu hotel bagus di bandung dengan pemandangan yg indah. Ia ingin menghilangkan semua kesedihannya sembari memikirkan nasib pernikahannya.
Bagaimana rasanya ia melihat suaminya bercinta dengan wanita lain di depan matanya? pasti sangat sakit. Dan kini Sheira berusaha menenangkan dirinya di hotel tersebut.
Sementara Aryo ia mencari kesana kemari tapi tetap tidak menemukan istrinya. Kemudian ia mengunjungi bakery Sheira dan tak menemukannya juga. Ia pun pulang ke rumah berharap istrinya sudah ada di rumah dan akan menenangkannya.
Telepon Desy berkali-kali pun tak Aryo angkat karena ia panik mencari Sheira. Kini Aryo lemas mendapati rumahnya kosong dan tak ada Sheira di dalamnya. Tak ada lagi istri yg menantinya pulang dan menyiapkan makanan atau kebutuhannya.
"Aku sudah berbuat kesalahan.. " gumamnya melihat istrinya kabur entah kemana.
__ADS_1
☘☘☘
Keesokannya Desy pun mengajukan surat pengunduran diri dan langsung meninggalkan perusahaan. Aryo pun dibuat kesulitan karena kehilangan sekertarisnya. Ia harus bekerja keras untuk merapikan pekerjaannya.
Sheira pun masih berada di hotel tersebut. Ia menikmati liburannya, tak ada lagi tugasnya untuk memasak atau menyiapkan kebutuhan suaminya. Sheira ingin memberi hukuman pada Arya seraya berfikir apakah suaminya masih pantas untuk dipertahankan.
Tapi Sheira terlalu malas untuk memikirkannya ia memilih untuk berendam di bathup hotel tersebut dengan aroma terapi yg menenangkan. Pikirannya sudah relaks dan ia bisa bekerja kembali untuk mengecek laporan dari para pegawainya.
"Nyaman sekali disini, seandainya rumahku bisa senyaman ini pasti aku takkan kabur kemari ." gumam Sheira.
Setelah itu Sheira menyelesaikan laporan dari setiap bakery miliknya. Ia juga berencana melihat-lihat lokasi disana apakah memungkinkan untuk membuka cabang baru di kota tersebut.
Sheira pun pelesiran di kota tersebut seraya mencari tempat yg bagus untuk tokonya. Sheira melihat ruko-ruko yg baru saja dibangun dan sedang memasang plang mengenai akan dikontrakkannya ruko tersebut.
Sheira pun menghubungi agent ruko tersebut. Dan mereka mulai mengatur harga. Sheira pun tertarik karena lokasinya ramai dan pastinya banyak orang yg akan berkunjung. Ditambah lagi ada banyak perkantoran di sekitarnya.
☘☘
Sementara Siti, ia tengah mengatur pertemuan dengan puteranya Aryo. Ia mamaksa Aryo untuk pergi makan siang dengannya. Tapi justru ia bertemu dengan Pinkan dan Mia.
"Halo Mas, lama tak berjumpa.." sapa Pinkan.
"Iya.." balas Aryo.
"Duduklah putraku.. " pinta Siti.
"Kau semakin hebat saja, tapi kenapa wajahmu lesu begitu..?" tanya Mia.
"Bukan apa-apa tante.. hanya lelah karena sekertarisku berhenti tiba-tiba." ucap Aryo.
"Biarkan saja, kau bisa mendapatkan penggantinya nanti.." ucap Siti.
"Jadi tujuan ibu adalah untuk mempersatukanmu dengan Pinkan.. " ucap Siti.
"Bu.. aku sudah menikah.." ucap Aryo.
"Kau bisa poligami.. kan istrimu itu mandul.." ucap Siti.
"Bu jangan bilang begitu.." ucap Aryo.
"Jangan bilang ibu tak tahu kau sedang bertengkar dengan istrimu karena sekarang istrimu yg tak tahu diri itu kabur kan dari rumah?" tanya Siti.
"Bagaimana bisa ibu tahu?" tanya Aryo.
"Jeng, kok bisa menantumu jahat begitu meninggalkan nak Aryo." ucap Mia.
"Makanya, aku lebih menyukai Pinkan daripada Sheira.." ucap Siti.
__ADS_1
Aryo pun pergi meninggalkan ibunya, tapi Siti mengancamnya.
"Kau mau membuat ibumu ini sakit melihat anaknya tidak bahagia?" tanya Siti membuat Aryo berhenti dan kembali duduk.