Affair With Me??

Affair With Me??
EP.58 Merangkai rencana


__ADS_3

Sheira pun mulai membuat plan untuk project F. Ia dibantu oleh Daniel dan juga Theo memulai rencana mereka. Sheira memulainya dengan menutup lahan kosong yg akan ia buat menjadi mall tersebut.


Awalnya terjadi keributan karena banyak orang memperebutkannya setelah 20 tahun dibiarkan kosong. Lalu Sheira memanggil polisi dan memperlihatkan surat tanah milik ayahnya yg sesuai dengan data. Mereka yg memperebutkan lahan itu pun tak mampu berkata-kata dan pergi. Sementara Sheira tersenyum, ia tahu pasti akan begini kejadiannya.


"Terimakasih Pak atas bantuannya." ucap Sheira.


"Sama-sama nona." ucap petugas.


Setelah itu, Sheira mengontrol pemberian batas wilayah agar tak terjadi hal yg tak diinginkan. Lalu Sheira pergi menuju ke bakery-nya. Disana ia melihat Pinkan tampak di depan tokonya karena ia memang tak dibolehkan untuk masuk.


"Ada apa??" tanya Sheira setelah ditatap tajam oleh Pinkan.


"Ck.. biarkan aku masuk.." ucap Pinkan.


"Ada perlu apa?? lupa kau dilarang untuk masuk?" tanya Sheira.


"Aku ingin kue buatanmu.. " ucap Pinkan.


"Ck.. menyedihkan, kau kan punya toko sendiri." ucap Sheira.


"Ayolah kumohon, aku ingin sekali." ucap Pinkan.


"Ingin apa?? biar aku ambilkan dan jangan coba-coba masuk.." ucap Sheira.


"Aku ingin ini dan ini.." ucap Pinkan.


"Sebentar. " ucap Sheira.


Sheira pun membuat pesanannya dan keluar dengan memberikan makanan dan juga struk belanja.


"Ini totalnya segini.." ucap Sheira.


"Aku bayar pakai kartu.." ucap Pinkan.


"Tentu saja bisa " ucap Sheira membawa mesin Edc.


Setelah melakukan transaksi, Pinkan pun pergi. Nampak aneh tapi Sheira tak mau ambil pusing. Ia membiarkan begitu saja daripada Pinkan berbuat keributan.


Pinkan pun pulang dan menikmati kue tersebut. Ia begitu menginginkannya sampai harus membuang harga dirinya. Ia langsung menghabiskan kue tersebut dan merasa puas, kemudian ia mengelus perutnya. "Jadi kau menginginkannya nak?" gumam Pinkan.


☘☘☘


Sementara Sheira, ia mengurus bakery-nya dan menemui Theo untuk merencanakan kembali project F. Sheira pun menuju ke kantor Theo untuk membahas project tersebut. Lalu ia diarahkan untuk menuju ke ruangan rapat. Theo pun sudah menunggunya disana.


"Maaf Sheira, kau harus kemari." ucap Theo.

__ADS_1


"Oke tak masalah." ucap Sheira.


"Mari kita mulai.." ucap Theo.


Mereka pun melihat design yg sudah dibuat ayah mereka dan memperbaiki beberapa bagian. Mereka juga menentukan arsitek terbaik yg mampu merancang mall mereka. Setelah tahu gambaran mengenai mall tersebut, mereka mencari arsitek terbaik untuk memperbaiki design mall mereka agar tak ada kesalahan sedikit pun.


Mereka berdua mengedepankan keamanan dan kenyamanan. Hingga mereka tak mau ada kesalahan yg akan menimbulkan korban jiwa. Mereka juga membuat berbagai sistem keamanan.


Cukup lama mereka membuat rencana awal, hingga tak terasa sudah sore. Sheira masih harus pergi mengecek salah satu bekery miliknya.


"Untuk hari ini cukup sampai disini." ucap Sheira.


"Oke.. nanti kita lanjutkan saat aku sudah mendapatkan arsitek dan orang-orang yg tepat." ucap Theo.


"Ya.. aku percayakan semuanya padamu." ucap Sheira.


"Ya kau tenang saja.." ucap Theo.


Theo pun memerintahkan Doni untuk menghubungi arsitek terkenal yg sudah menjadi langganan keluarganya dalam membuat design kantor dan rumah. Dan arsitek tersebut bersedia untuk bertemu dengan Theo dan Sheira bulan depan setelah project yg sedang ia kerjakan telah usai semua. Theo pun menyanggupi karena ia juga tak sedang buru-buru.


Sementara Sheira ia mengurus bakery yg lainnya lalu pulang ke apartemen. Ada banyak sekali pekerjaannya karena ia beberapa kali bepergian. Ia kini harus mencicil semua pekerjaannya dan hal itu membuatnya lelah belum lagi harus kesana kemari.


Ditengah kesibukannya, ia selalu menyempatkan membahas masalah 20 tahun yg lalu bersama keempat rekannya. Mereka bahu membahu menyusun rencana untuk menangkap ketiga pelaku tersebut.


Luis mengaku dekat dengan ayahnya, tapi Theo tak terlalu peduli dan tak tertarik dengan bisnisnya yg menurutnya tak relevan. Luis pun tak menghubunginya lagi setelah ditolak oleh Theo.


"Hanya itu yg bisa kujabarkan mengenai informasi dari Luis." ucap Theo.


"Dan mengenai circle Miracle Company, mereka cukup tenang. Aku tak tahu apa akan ada rencana baru atau tidak yg mereka sembunyikan." ucap Daniel.


"Aku sudah mengamankan lahan yg akan kami buat mall, dan benar katamu ada banyak orang yg memperebutkannya setelah 20 tahun. " ucap Sheira.


"Salah satunya orang suruhan Haris dan Luis." ucap David.


"Sheira sebaiknya kau hati-hati dan jangan turun tangan langsung." ucap Theo.


"Baiklah, aku akan menyuruh orang-orang yg bisa kupercaya saja dan melihatnya dengan sekedar melintas dengan mobil." ucap Sheira.


"Aku masih mendalami kejahatan Toni dan Luis, Toni punya beberapa selingkuhan. Dan ia juga punya bisnis ilegal berdasarkan data dari ayahku. Lalu Luis, ia lebih dikenal sebagai pelobi gila di luaran sana." ucap Tio.


"Oke.. informasi yg bagus. Sheira apa kau bisa menghubungi pengacara pada kasus perceraianmu kemarin..?" tanya David.


"Ya.. tentu. Dia cukup bisa dipercaya.. tuan Jonathan kan maksudmu?" tanya Sheira.


"Ya hubungi dia, kita akan menyewanya." ucap David.

__ADS_1


"Lalu bagaimana apa sudah bertemu orang yg bisa dipercaya.?" tanya Sheira.


"Sudah, tapi semoga saja dia selamat." ucap David.


"Memangnya ada apa?" tanya Theo.


"Dia memiliki posisi yg tinggi, dan dia siap membantu. Aku hanya tak ingin dia diancam dan bernasib sama sepertiku." ucap David.


"Bagaimana kalau kita hanya munculkan bukti saat persidangan saja ?" tanya Sheira.


"Iya itu ide yg bagus. Tapi kita butuh tim keamanan yg sanggup melindungi tim ini." ucap David.


"Apa kau pernah dengar soal tim keamanan yg diklaim terbaik di dunia?" tanya Theo.


"Maksudmu SHIELD??" tanya David.


"Iya.. kau pasti pernah mendengarnya." ucap Theo.


"Ya aku tahu.. kalian semua harus siap membayar mereka dengan mahal." ucap David.


"Aku tak masalah." ucap Theo.


"Aku juga karena nyawa kita cuma satu." ucap Daniel.


"Ya.. aku juga.." ucap Sheira.


"Aku pun tak keberatan.. " ucap Tio.


"Baiklah karena kalian tak masalah, aku akan mencoba menghubungi mereka." ucap David.


"Dan hingga mereka mengirimkan orangnya, kalian harua berhati-hati, karena kita akan bergerak setelah mendapatkan perlindungan." ucap David.


"OKE.. kami setuju.. " ucap Sheira, Theo, Daniel, dan Tio.


"Aku berharap kita mencapai tujuan kita semua, dan semuanya selamat.." ucap David.


"Ya.. kami akan berhati-hati." ucap mereka.


Setelah mendapatkan hasil rapat, kelimanya pun setuju akan hasil tersebut. Dan David akan mengirimkan dokumen tentang permintaan pengawalan mengenai kasus ini. Pemimpin SHIELD pun tertarik pada kasus mereka dan menurunkan tim Alfa untuk menyelidiki kasus tersebut.


Leonardo Hayes, putra pertama dari Diana dan Kenneth Hayes. Saat ini ialah yg memimpin perusahaan besar tersebut menggantikan ibunya. Dan ibunya lebih fokus pada bisnis dan menjaga kedua putrinya.


"Aku tertarik pada kasus ini.. Aku akan terjun langsung bersama tim alfa, kalian jangan beri tahu informasi mengenaiku.." ucap Leon.


"Baik tuan.." ucap Kim junior sekertaris Leon.

__ADS_1


__ADS_2