Affair With Me??

Affair With Me??
EP.32 Tuan Jeremi


__ADS_3

Sheira pun memulai aktifitasnya setelah tiba di Jakarta dan beristirahat. Ia mengecek seluruh bakery-nya dan tak ada hambatan apapun. Lalu saat ia melintasi ruko lama miliknya, nampak sudah buka sebuah toko roti yg pastinya milik Pinkan. Sheira pun tersenyum karena Pinkan terlihat jelas ingin menandinginya.


Tokonya di awal-awal pun nampak selalu ramai karena Pinkan gencar mengiklankan di Social media hingga memakai artis dan selebgram dalam promosinya. Tapi toko Sheira tak kalah ramai karena cita rasanya yg terkenal.


Pinkan pun geram melihat toko milik Sheira selalu ramai walaupun tanpa iklan menggunakan selebgram atau artis.


"Ck.. menyebalkan sekali wanita itu.." gerutu Pinkan iri.


Sementara Sheira santai saja meskipun Pinkan membuka toko kue di dekatnya. Ia hanya percaya pada ucapan neneknya kalau rezeki tak akan kemana. Dan hal itupun terbukti, walaupun rukonya pindah tapi tetap ramai dikunjungi. Sebenarnya ruko Pinkan ramai karena mereka mengira itu adalah bakery La Sheira langganan mereka. Tapi begitu mereka masuk dan membelinya mereka baru sadar kalau itu toko yg mereka kunjungi berbeda setelah melihat namanya dan mencoba rasanya. Dan mereka kembali beralih ke toko Sheira yg terdekat setelah mengecek ke social media.


Pinkan pun sempat stres karena kian hari bakery-nya ditinggal pembeli. Berbeda jauh dengan toko Sheira yg selalu stabil.


"Wanita itu ke dukun mana sih? bisa sampai selaris itu..?" gerutu Pinkan setiap harinya.


Pinkan yg sedang hamil pun diminta untuk banyak beristirahat dan tak perlu memikirkan bisnis barunya oleh dokter, suaminya dan juga keluarganya. Tapi wanita itu keras kepala dan tetap ingin mengeceknya setiap hari.


"Pinkan, bisakah kau tak ke bakery-mu setiap saat..? kau ini sedang hamil aku tak mau anakku kenapa-kenapa.." ucap Aryo.


"Baiklah Mas, aku hanya sebal kenapa pembelinya setiap hari menurun.." ucap Pinkan.


"Mungkin kau harus punya menu baru.. sudah jangan dipikirkan.." ucap Aryo.


"Oke, setidaknya aku masih bisa bekerja di perusahaan Dad.." ucap Pinkan.


"Ya.. pikirkan saja yg sudah pasti.." ucap Aryo.


Sementara Siti, ia tak kalah mempromosikan bakery milik menantu barunya tersebut. Dan Viola pun nampak tersenyum karena teman-teman sosialitanya sudah mencicipi kue di bakery Pinkan dan Sheira. Jawabannya sudah pasti bakery Sheira lah yg paling mereka suka.


"Jeng ayolah mampir di bakery milik manantuku Pinkan.." ucap Siti.


"Kami sudah kesana, tapi sayang sekali rasanya biasa saja.."


"Benar, ya enak tapi biasa saja.."


"Tak ada yg sepesial bahkan aku bisa membuatnya.."


"Sudah, kita tak boleh begitu.." ucap Viola menenangkan.


Sementara Siti mulai cemberut, karena respon teman-temannya diluar dugaannya.


☘☘☘


Sementara itu detektif swasta itupun memperoleh informasi mengenai pengacara bernama Jeremi dan langsung mengabari Sheira. Mereka pun bertemu di suatu tempat yg sepi dan Sheira masuk ke mobilnya.


"Bagaimana?" tanya Sheira.


"Nona, pengacara bernama Jeremi sudah meninggal bersama istrinya. Kini rumahnya kosong dan putra satu-satunya tak tinggal disana."


"Lalu apa yg harus kulakukan?? akh.. " gerutu Sheira.


"Tapi nona ingat bukan mengenai kasus perceraian anda kemarin?? " tanyanya.


"Ya.. tapi apa hubungannya?" tanya Sheira.


"Pengacara yg kubilang pernah memalsukan surat wasiat.. dialah lawan anda.." ucapnya.


"Apa?? jadi ada kemungkinan Pinkan dan keluarganya?" ucap Sheira menutup mulutnya.


"Tapi kurasa ada banyak pihak yg terlibat dan mereka cukup berbahaya.." ucapnya.

__ADS_1


"Dan pengacara Jeremi meninggal karena dihabisi bersama istrinya disuatu malam.. pasti ini ulah mereka karena ingin menghapus jejak surat wasiat asli.." ucapnya.


"Tapi mengapa anda begitu penasaran?" tanyanya.


"Kau sendiri mengapa menyembunyikan identitasmu?" tanya Sheira.


"Itu karena privasiku.." balasnya.


"Baiklah, ini juga privasiku. Tapi jika kau bisa tahu pemilik miracle company, kau pasti tahu siapa aku ." balas Sheira.


Detektif swasta tersebut pun tersenyum dan merasa kasus ini cukup menarik. Kemudian ia memberitahu keluarga pengacara Jeremi terutama anak tunggalnya yg kini seorang dokter. Ia juga mencaritahu banyak hal untuk memenuhi keinginan Sheira.


Setelah itu, Sheira keluar dari dalam mobilnya dengan semua berkas dari detektif tersebut. Sheira pun naik ke mobilnya dan menuju ke apartemennya. Setibanya di apartemen sudah ada Daniel disana.


"Ara kau darimana? aku menghubungimu tapi tak bisa.." ucap Daniel.


"Aku bertemu informanku.." ucap Sheira.


"Bagus, ayo kita berbagi informasi karena orang-orangku juga punya informasi yg menarik." ucap Daniel.


"Oke.. mau minum apa kak?" tanya Sheira menawarkan minuman sebelum membicarakan ini secara mendalam.


"Apa saja yg penting dingin.." ucap Daniel.


"Baiklah, silahkan.." ucap Sheira menyajikan minuman.


"Terimakasih.." ucap Daniel meminum minuman tersebut.


"Jadi apa informasi dari kakak?" tanya Sheira.


"Pengacara tersebut sudah meninggal tapi aku berhasil mendapatkan kontak dari putranya." ucap Daniel.


"Ini karena dadku mengirim surat padanya.." ucap Daniel.


"Oke.. lalu apalagi?" tanya Sheira.


"Baru hal itu, kau sendiri apa ada informasi baru?" tanya Daniel.


"Ya, diluar dugaan ternyata pelakor dalam rumah tanggaku, keluarganya adalah salah satu orang yg merampas Golden.corp." ucap Sheira.


"Wah, nampaknya kau bisa balas dendam sekaligus.." ucap Daniel.


"Kuharap begitu kak, tapi mengingat kalau pengacara Jeremi dan istrinya dihabisi begitu keji, aku jadi harus selalu waspada. " ucap Sheira.


"Benarkah? pantas saja putranya tak mau mengungkit kasus ini." ucap Daniel.


"Kukira kakak sudah tahu.." ucap Sheira.


"Aku hanya tahu mereka meninggal tapi tak tahu penyebab pastinya." ucap Daniel.


"Oke.. lalu apa putranya mau bertemu?" tanya Sheira.


"Ya.. tapi aku sedikit tak yakin kalau ia mau bersaksi." ucap Daniel.


"Lho memangnya kenapa?? mungkin saja pembunuh keluarganya ikut terungkap." ucap Sheira.


"Aku tak tahu, tapi kita tanyakan saja besok saat bertemu." ucap Daniel.


☘☘☘

__ADS_1


Hari pertemuan pun tiba, Sheira dan Daniel pun menemuinya di sebuah resto yg menyediakan ruangan privat. Dan pria tersebut setuju untuk kesana. Daniel dan Sheira pun menunggu di sana sembari menikmati minuman segar yg disediakan.


Hingga tibalah pria tersebut, ia membuka pintu dan melihat dua orang yg akan ditemuinya hari ini. Tapi keduanya sungguh tak asing baginya. Ia adalah Sheira pasiennya dan Daniel kakak Sheira yg selalu menemaninya di awal sesi pertemuan.


"Dr.Tio??" ucap Sheira.


"Nona Sheira.. dan tuan Daniel?? jadi kalian keluarga tuan Anderson?" tanya Tio.


"Benar, ayahku sudah menghubungimu dan kami menunggu info balasan darimu cukup lama." ucap Daniel.


"Maaf, bisakah aku duduk dahulu.." ucap Tio ingin santai karena sepertinya hal ini akan jadi rumit.


"Silahkan dr.Tio." ucap Sheira tersenyum.


Melihat senyum manis Sheira, hati Tio pun sedikit teduh dan tenang.


"Jadi kau benar Sheira Permata Aulia.?" tanya Tio.


"Ya.. sesuai dengan biodataku di klinikmu.." ucap Sheira.


"Baiklah, aku percaya dan ini surat wasiatnya.." ucap Tio memberikannya.


"Terimakasih sudah menyimpannya dengan baik.. aku sangat bersyukur.." ucap Sheira.


"Sebaiknya kau berterimakasih pada ayahku karena dia yg menyembunyikannya di brankas rahasianya dan hanya aku yg tahu hal itu." ucap Tio.


"Oke.." ucap Sheira.


"Jadi kita langsung saja ke intinya, bisakah kau bersaksi kalau ayahmu adalah pengacara bernama Jeremi dan menyimpan surat wasiat ini?" tanya Daniel.


"Aku ingin membantu kalian tapi aku juga masih ingin hidup dengan tenang." ucap Tio.


"Apa maksudmu?" tanya Daniel.


"Apa kau diancam?" tanya Sheira.


"Aku melihat sendiri dengan mata kepalaku kalau ayah dan ibuku tewas terbunuh di rumahku, aku hanya beruntung saat itu menginap di rumah nenek." ucap Tio.


"Jadi kejadian itu benar." ucap Sheira.


"Aku dan nenekku berusaha meminta keadilan tapi kasusnya ditutup bahkan penyidiknya menghilang tanpa kabar.." ucap Tio.


"Mereka memang berbahaya.. " ucap Sheira.


"Itulah alasanku diam, karena aku sudah memaafkan segalanya dan menerima semua kenyataan." ucap Tio.


"Kau yakin tak ingin pelaku pembunuhan ini tertangkap?" tanya Daniel.


"Aku ingin sekali mereka tertangkap, tapi tak ada jaminan jika aku selamat.." ucap Tio.


"Akupun begitu, ayahku kemungkinan besar juga dibunuh seseorang. Dan seluruh asetnya yg harusnya menjadi hakku disita dengan alasan perusahaan bangkrut." ucap Sheira.


"Aku turut prihatin tapi hanya ini yg bisa aku berikan sebagai bantuan terhadap sesama. Aku yakin pelakunya pasti akan mendapat balasannya." ucap Tio lalu berdiri dan undur diri dari tempat tersebut.


"Aku pamit karena urusanku sudah selesai.." ucap Tio.


"Aku harap kau berubah pikiran nanti .." ucap Daniel.


"Hubungi kami jika kau berubah pikiran." ucap Sheira.

__ADS_1


"Tentu, nona Sheira." ucap Tio lalu pergi dari tempat tersebut.


__ADS_2