Affair With Me??

Affair With Me??
EP.127 Misi David


__ADS_3

David pun pergi ke tempat dimana dibutuhkan lowongan pekerjaan sebagai sekuriti. Beberapa rekannya juga datang kesana dan melamar pekerjaan. Melihat tubuh David dan rekannya yg besar dan kekar penjaga villa tersebut pun tersenyum dan mempersilahkan mereka masuk.


"Permisi Pak, saya dengar disini sedang membuka lowongan kerja sebagai sekuriti, apakah benar?" tanya David.


"Benar, silahkan masuk ke arah pintu sebelah kanan." ucapnya.


"Kami juga ingin melamar kerja pak.." ucap kedua rekan David.


"Oh iya, ikuti kalian bertiga ke arah pintu sebelah kanan." ucapnya lagi.


Mereka bertiga pun saling diam dan berpura-pura tak saling kenal. Lalu mereka masuk ke sebuah pintu yg ternyata di dalamnya adalah sebuah ruangan khusus. Disana juga ada beberapa orang yg kemungkinan besar adalah pelamar kerja. Disana mereka melihat para pelamar kerja sedang diadu, seperti binatang dimana yg terkuat yg akan mendapatkan pekerjaan.


"Dari awal aku sudah curiga, ternyata tempat ini memang berbahaya." gumam David dalam hati.


David dan ketiga rekannya pun dihampiri seorang pria yg sedang mendata pelamar.


"Kalian ingin melamar disini juga kan?" tanyanya.


"Benar." ucap David dan rekannya.


"Bagus, isi data diri kalian dan setelah itu kalian akan maju ke atas ring." ucapnya.


"Jadi kami harus bertanding?" tanya David.


"Tentu saja, memangnya kau kira sekuriti macam apa yg dibayar tinggi tapi kemampuannya biasa saja." ucapnya.


"Baiklah.." ucap David.


Kedua rekannya pun saling tatap dan mereka sudah mencurigai tempat ini. Segeralah mereka mengirim signal pada markas untuk menandai lokasi ini lewat jam tangan canggih mereka. Jam tangan yg sudah didesain khusus untuk melacak mereka dan mengirimkan beberapa signal. Jam tersebut juga terlihat seperti jam digital canggih pada umumnya jadi takkan ada yg curiga.


Kim yg sedang bekerja mengawasi pun mendapatkan signal dari Bali. Ia pun merasa penyelidikan David dan timnya mulai membuahkan hasil.

__ADS_1


"Tuan, tim mata-mata di Bali sudah mengirim titik koordinat untuk ditandai." ucap Kim.


"Kerja bagus, pantau dan persiapkan tim penyergap untuk pergi ke Bali." ucap Leon.


"Baik tuan." ucap Kim.


Sementara saat ini David sedang naik ke arena yg dipersiapkan. Dia akan melawan seorang pria yg juga melamar kerja disana.


"Ayo maju, jangan hanya badan besar saja..!" ucap lawannya.


David pun santai dan tak terpengaruh hingga lawannya menyerang dan ia membalasnya. Pertandingannya pun berjalan dengan singkat dan David memenangkan pertandingan tersebut. Begitu juga dengan kedua rekannya yg berhasil lolos.


Dari pertandingan tersebut mereka akan melawan senior mereka disana yg sudah diakui kemampuannya. David dan beberapa pelamar yg lolos tahap pertama pun hanya bisa tersenyum kaku. Karena sampai sebegitunya hanya untuk mendapatkan pekerjaan sebagai sekuriti yg gajinya besar.


"Apa-apaan ini? siapa mereka sampai membuat peraturan gila ini." gumam David dalam hati.


Singkat cerita David dan rekannya pun berkumpul bersama pelamar lain yg lolos. Mereka diberi waktu jeda istirahat sebelum bertanding lagi. Dan hanya 5 orang yg akan lolos nanti. Beberapa pelamar pun terkejut akan peraturan penerimaan seorang sekuriti sama seperti mereka.


"Iya, kalau begini sih wajar bisa digaji tinggi."


"Tapi apakah gaji tinggi ini sesuai dengan apa yg kita kerjakan?"


David dan kedua rekannya pun diam saja. Mereka hanya menguping dan sesekali menyahuti mereka. Disana mereka diberi makan dan waktu selama 1 jam. Lalu mereka dipanggil lagi untuk berkumpul dan bertanding.


Pertandingan demi pertandingan pun berlalu, hingga terakhir David mendapat giliran paling akhir. Banyak sekali yg gagal dalam pertandingan ini dan berakhir tragis. Kedua rekan David pun berhasil lolos dengan kemampuan mereka. Kini David tengah menghadapi seniornya yg dinilai paling hebat disana.


Sejak pertandingan dimulai, senior tersebut mendominasi. Tapi David takkan kalah dan sengaja mengalah untuk menghafalkan gerakannya. Setelah itu, barulah David serius dan pertandingan jadi semakin seru. Setiap pukulan lawan selalu berhasil ia tepis dan hindari, lalu ia menyerang balik lawannya.


Pertandingan terakhir dan jadi pertandingan paling seru yg dinantikan oleh mereka. Dan seorang pria yg berkuasa sedang menyaksikan mereka bertanding di sebuah layar. Ia tersenyum sembari memeluk seorang wanita.


"Pria yg menarik." ucap pria yg tak lain adalah Piere.

__ADS_1


Pertandingan berlangsung cukup lama karena David selalu mengulur waktu untuk menguras energi lawannya. Dan setelah lawannya mulai lelah ia menghajarnya habis-habisan. Semua yg ada disana pun terkejut melihat senior yg paling ditakuti kalah ditangan David.


Plokk..plokk..plokk..


"Selamat kau lolos David." ucap petugas disana.


"Akhirnya rekor tak terkalahkanmu hancur juga ya." ucapnya lagi sementara orang tersebut menatapnya tajam.


"Kalian yg lolos, datanglah besok jam 7 pagi dengan membawa pakaian kalian dan keperluan kalian selama disini." ucapnya.


"Baik.." ucap mereka yg lolos.


David pun meninggalkan villa tersebut bersama beberapa orang yg lolos. Ia begitu penasaran apa yg dijaga oleh orang-orang yg kuat sampai harus seperti ini. Apakah orang penting? harta kekayaan?? atau sebuah rahasia??


Banyak tanda tanya di kepala David dan rekannya. Tapi mereka tak bisa diskusi langsung karena tak ingin penyamarannya terbongkar. Mereka pun kembali ke penginapan masing-masing dan saling berkabar lewat media lain yg sudah disediakan oleh SHIELD.


Sebuah ruang obrolan pun dibuka, disana David dan kedua rekannya berbagi informasi. Dan rekan lainnya pun dengan cepat merespon mereka. Mereka juga curiga dari info yg mereka dapatkan dari lingkungan sekitar.


Ada yg bilang villa tersebut tempat tinggal orang penting, ada yg bilang juga disana tempat para tamu VIP yg menginap, ada juga yg bilang disana juga membuka lowongan untuk wanita. Sabrina dan Michelle yg sudah mendengar berita tersebut pun mereka akan mendaftar kesana besok.


Mereka yg menyamar sebagai perantau yg ingin mencari pekerjaan disana pun berdandan secantik mungkin agar menarik perhatian. Mereka juga memakai pakaian yg sexy agar semakin membuat mereka tertarik.


Setelah berdiskusi dengan tim mata-mata, David dan semua rekannya akan mulai menyelidiki di titik tersebut. Villa yg sangat mencurigakan dan berpotensi memiliki hal negatif. Rencana pun mereka rancang guna mencaritahu lebih dalam.


Setelah membahas rencana, Leon pun muncul di ruang obrolan tersebut. Ia hanya meminta mereka untuk berhati-hati, terutama pengawal wanita karena mereka yg paling rentan mendapat pelecehan dan semacamnya. Mereka pun menuruti atasannya untuk berhati-hati, terutama Sabrina dan Michelle.


Keesokan harinya kedua wanita itu pun melamar kerja. Mereka mengaku sebagai teman satu daerah dan ingin mencari pekerjaan di Bali. Saat ditanya darimana mereka mendapat kabar lowongan pekerjaan ini, mereka menjawab mendengar kabar dari beberapa orang kalau ada pekerjaan di villa ini. Selain gaji besar, ada tempat tinggal dan pekerjaannya mudah.


Mereka pun melalui tahap seleksi mulai dari tinggi badan, berat badan, ukuran baju dan wawancara singkat. Keduanya pun berpura-pura menjadi gadis polos yg hanya ingin bekerja dan menjawab pertanyaan mereka dengan polos walaupun itu salah.


Yang mewawancarai mereka pun sampai tersenyum senang karena dimana lagi mendapatkan mangsa gadis polos begini. Dan Piere menunjukkan batang hidungnya jika berurusan dengan wanita, apalagi wanita-wanita ini adalah target baru buruannya. Ia terlihat tertarik pada Sabrina yg memiliki tubuh tinggi dan ideal. Sementara Michelle yg memiliki perawakan blasteran, dan wajah yg cantik. Tapi tiada yg tahu kalau kedua wanita itu ternyata sangat berbahaya. Keduanya pun diterima saat Piere mewawancarai mereka langsung.

__ADS_1


__ADS_2