
Setelah bertemu dengan Viola, Sheira menjadi lega karena sangat jarang ada orang tua yg memiliki pemikiran terbuka seperti itu. Karena rata-rata mereka akan selalu menuntut keturunan. Sudah dapat satu anak, diminta satu lagi dengan alasan biar rumah jadi ramai dan biar sang anak bisa jadi kakak dan merasakan memiliki saudara dan sebagainya, tanpa pernah memikirkan tanggungjawab yg akan diemban orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Karena seperti yg diketahui jaman sekarang biaya pendidikan sangat mahal.
Setelah itu, Sheira dan Theo belum sempat berbicara lebih jauh lagi karena kesibukan masing-masing. Dan mereka juga masih harus memantau perkembangan F project yg menelan biaya tak sedikit.
Hingga akhirnya keduanya punya waktu saat weekend. Mereka memilih untuk membahasnya di apartemen Sheira, kebetulan Jasmine juga sedang tak ada di sana dan sibuk dengan pekerjaannya.
"Silahkan masuk." ucap Sheira.
"Terimakasih." ucap Theo.
"Jadi kita bicara disini saja.." ucap Sheira.
"Aku hanya butuh keputusanmu Sheira, jika kau belum siap kita bisa menundanya." ucap Theo.
"Aku tak masalah Theo, tapi aku belum membahasnya dengan Daniel." ucap Sheira.
"Aku mengerti, nanti kita ajak dia bicara." ucap Theo.
Baru dibicarakan, Daniel pun datang dan Sheira pun membukakan pintunya. Nampak Daniel membawakan banyak buah untuk Sheira dan tak menyangka ada Theo disana.
"Kau tidak berniat macam-macam kan disini?" tanya Daniel.
"Tidak, aku tak selemah itu." ucap Theo.
"Lalu ada urusan apa sampai bicara berdua di dalam?" tanya Daniel.
"Kak kami akan bertunangan." ucap Sheira yg membuat Daniel terkejut.
"Berita bagus, tapi aku tak menyangka akan secepat ini." ucap Daniel.
"Ya begitulah, mom memintaku mempercepatnya karena status dan tempat tinggal kami. Untuk menghindari fitnah juga." ucap Theo.
"Itu benar kak.." ucap Sheira.
"Ya.. ada baiknya begitu, tapi aku harus menghubungi orangtuaku." ucap Daniel.
"Ya.. aku minta tolong ya kak." ucap Sheira.
"Kalian tentukan saja tanggalnya nanti, jika mereka tak bisa kemari aku yg akan mewakili mereka." ucap Daniel.
__ADS_1
"Iya, dan juga masih ada teman-teman kita lainnya yg sudah seperti keluarga." ucap Theo.
"Iya aku hampir lupa." ucap Sheira.
Mereka pun membahas tanggal pertunangannya nanti saat bertemu dengan Viola, dan Daniel yg akan menjadi perwakilan keluarga Sheira. Sementara berita tersebut sudah tersebar dengan cepat di pertemanan mereka. Bahkan David yg sedang dalam masa pelatihan pun mengetahuinya.
☘☘☘
David yg telah dinyatakan lolos sampai tahap terakhir dalam tes masuk pengawal SHIELD pun kini tengah menjalani tahap pelatihan. Dan Leon tak salah memilihnya karena meskipun usianya yg tak lagi muda, ia masih mampu menandingi yg usianya jauh lebih muda.
Kim pun setiap harinya memberi kabar mengenai perkembangan David. Dan Leon cukup puas mendengarnya karena David adalah hasil rekomendasinya.
Leon pun menghampiri David dan melihat perkembangannya.
"Selamat sore tuan."ucap David.
"Ya.. selamat sore, bagaimana latihanmu?" tanya Leon.
"Cukup sulit di awal tapi aku berhasil mengimbanginya." ucap David.
"Oke.. lanjutkanlah." ucap Leon.
"Tuan, apa aku bisa dapat libur di awal bulan?" tanya David.
"Terimakasih tuan." ucap David.
"Ya.. lanjutkan latihannya." ucap Leon lalu pergi.
Leon pun meninggalkan David tanpa tahu niat David mengajukan libur untuk menghadiri acara pertunangan Sheira dan Theo yg direncanakan akan dilaksanakan awal bulan nanti. Jika tahu, Leon akan patah hati mendengarnya.
☘☘☘
Sementara itu, Daniel dan Sheira pergi menuju ke rumah Viola untuk menentukan tanggal pertunangannya. Mereka pun berbincang disana dengan memperhatikan banyak kegiatan dan juga jadwal orang tua Daniel.
Dan mereka sepakat akan melakukan pertunangan di tanggal 2 nanti. Semuanya sudah sepakat dan orangtua Daniel akan datang ke Indonesia sebelum tanggal itu. Setelah itu, mulailah mereka merangkai serangkaian acara yg akan dilakukan. Seperti tempat acara, pakaian dan sebagainya.
Tapi sepertinya Theo dan Sheira tak punya banyak waktu, hingga Viola akan membantunya. Begitu juga Daniel yg sibuk mengurus perusahaannya. Hingga Theo dan Sheira hanya bertugas mencari cincin tunangan dan juga pakaian couple yg sesuai dengan tema mereka. Viola juga sudah memberitahu nama toko perhiasan dan juga butik yg biasa ia kunjungi.
Sheira pun memilih gaun dibantu oleh Jasmine, dan Theo ditemani oleh Daniel. Awalnya mereka agak kesulitan karena rentang waktu yg hanya 3 minggu saja. Tapi untungnya ada gaun dan setelan jas yg sesuai dengan tema mereka. Dan pakaian tersebut hanya tinggal memperbaiki sizenya saja.
__ADS_1
Jasmine dan Daniel pun akhirnya bisa duduk dengan nyaman setelah menemani mereka mencari selama 3 jam lamanya.
"Apa sesulit ini ya mencari gaun pertunangan." ucap Jasmine duduk di sofa.
"Aku tak tahu, aku juga baru ini merasakannya." ucap Daniel.
"Jika aku menikah aku akan merencanakan semuanya dengan matang." ucap Jasmine.
"Aku juga, kukira memilih baju itu mudah" ucap Daniel.
Sheira dan Theo pun sedang mencoba pakaian mereka dibantu desainer yg akan memperbaiki size baju mereka. Dan Sheira keluar untuk meminta pendapat dari Jasmine.
"Jasmine bagaimana?" tanya Sheira.
"Oke bagus dan elegant." ucap Jasmine.
"Benarkah??.. baguslah kalau begitu." ucap Sheira.
"Itu bagus Ara.." ucap Daniel.
"Terimakasih semuanya.." ucap Sheira.
Lalu Theo keluar dan meminta pendapat Daniel.
"Daniel bagaimana?" tanya Theo.
"Cocok denganmu." ucap Daniel.
"Sangat serasi dengan gaun Sheira tadi." ucap Jasmine.
"Oke.. aku menyukainya." ucap Theo lalu kembali ke dalam.
Baik Daniel maupun Jasmine pun sudah lelah setelah membantu mereka berdua memakai banyak pakaian selama beberapa jam terakhir. Akhirnya sesi pemilihan gaun pun usai, Daniel dan Jasmine bisa istirahat. Dan kini tinggal mereka berdua sendiri yg akan membeli cincin untuk tunangan mereka.
Keesokannya, Theo pun mengajak Sheira untuk mengunjungi mall dimana ada toko perhiasan langganan momnya. Disana, ternyata momnya sudah memesan tempat khusus agar putranya dilayani dengan baik.
Dan benar saja, Theo dan Sheira langsung disuguhkan pada banyak pasangan cincin. Hingga mereka harus memilihnya dengan teliti. Pilihan mereka pun jatuh pada cincin simple yg memiliki harga mahal karena termasuk barang limited edition.
Sheira dan Theo pun puas memilih sendiri cincin untuk pertunangan mereka. Dan mereka harus menunggu beberapa hari agar ukurannya pas di jari mereka.
__ADS_1
Ditengah keduanya yg sedang berada di toko perhiasan tersebut, Siti pun melihatnya. Ia yg penasaran pun masuk toko dan menguping dengan berpura-pura sebagai pelanggan. Ia begitu terkejut mendengar keduanya akan bertunangan dan sedang mencari cincin tunangan. Dan yg lebih tercengangnya, harga cincin tersebut sangat mahal dan termasuk barang limited.
Iri bercampur emosi pun dirasakan oleh Siti, dimana Sheira akan menikah lagi dengan pria lain dan bukan rujuk bersama Aryo putranya. Siti pun pulang dengan kekesalan di hatinya.