Affair With Me??

Affair With Me??
EP.116 Ingin Mengadopsi


__ADS_3

Setelah beberapa hari dari acara syukuran kemarin, Sheira pun kepikiran akan Aira. Ia merasa ingin mengadopsinya karena takut Aira jatuh ke tangan yg salah. Ia pun berbicara dengan Theo, tapi Theo meminta untuk memikirkannya kembali.


"Sayang, ayolah. " ucap Sheira.


"Sayang, adopsi itu mudah tapi apa kau yakin bisa merawatnya dia bukan darah dagingmu." ucap Theo.


"Aku yakin bisa merawat dan menyayanginya." ucap Sheira.


"Sheira sekarang kau sedang hamil, dan jika anak kita lahir, kau yakin takkan mengabaikan Aira..?" tanya Theo.


"Aku akan berusaha adil." ucap Sheira.


"Bukannya meragukanmu tapi kau akan sibuk setelah melahirkan." ucap Theo.


"Aku akan berusaha semampuku.. " ucap Sheira.


"Sayang kau yakin?? aku hanya tak ingin kau jadi lelah." ucap Theo.


"Aira sudah besar dan tak butuh tenaga ekstra untuk merawatnya." ucap Sheira.


"Tapi si kembar pasti akan butuh tenaga ekstra. Kau harus ingat anakmu ada 2 disini." ucap Theo menunjuk perut Sheira.


"Baiklah aku akan memikirkannya." ucap Sheira.


Sheira pun berpikir keras tapi ia tetap menginginkan anak itu. Dan Theo mau tak mau menurutinya. Walaupun ia berat karena Sheira sedang hamil dan saat lahir bayinya pun kembar pasti sulit merawat 3 anak sekaligus.


Theo pun membawa Sheira ke panti asuhan kemarin. Mereka pun menemui bu Wanti dan menyatakan keinginan mereka untuk mengasuh Aira. Tapi mereka terlambat karena Aira kini sudah mendapatkan orangtua asuh baru.


Menurut keterangan bu Wanti orang tua Aira terlihat sangat kaya dan juga usianya masih muda dan belum menikah. Membuat Sheira cemas, tapi bu Wanti juga berkata kalau pria tersebutlah yg membawa Aira kemari dan menyelamatkannya dari penyiksaan dan percobaan jual beli anak.


"Benarkah? tapi bolehkah aku tahu namanya?" tanya Sheira.


"Kalau tak salah namanya tuan Leonardo." ucap bu Wanti.


"Ibu yakin dia orang baik-baik?" tanya Sheira sedikit curiga.


"Iya, ibu yakin karena dia berasal dari keluarga kaya raya dan juga ia yg menyelamatkan Aira dari jual beli anak." ucap bu Wanti.


"Baiklah kalau begitu." ucap Sheira.


"Sayang, mungkin Aira akan lebih baik diurus olehnya. Kau harus ikhlas." ucap Theo.


"Iya aku mengerti. " ucap Sheira.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu nama organisasi atau perusahaan yg menyelamatkan Aira apa bu?" tanya Sheira.


"Seal atau Slid gitu lah bu, saya lupa." ucap Bu Wanti.


"Apa maksud ibu SHIELD??" tanya Sheira.


"Nah iya, benar itu bu namanya." ucap bu Wanti.


"Baiklah bu terimakasih atas informasinya." ucap Sheira.


"Iya bu sama-sama." ucap bu Wanti.


Sheira pun ikhlas jika benar yg mengadopsinya adalah Leon. Tapi apa alasan Leon mengadopsi Aira. Padahal ia belum menikah, tapi sudah berani mengadopsi anak membuat Sheira bingung.


"Sudahlah sayang, tuan Leon pasti punya alasan kenapa mengadopsi Aira." ucap Theo.


"Iya kau benar, aku hanya agak bingung karena dia kan belum menikah." ucap Sheira.


"Tapi dia kaya, pasti dia bisa menjaga dan mengurusnya.. dia bisa bekerja dan Aira dijaga oleh orang-orang yg ia bayar." ucap Theo.


"Kita juga akan begitu nanti." ucap Theo.


"Tapi aku agak kasihan jika meninggalkan mereka." ucap Sheira.


"Kau boleh bekerja jika memang dibutuhkan, sisanya lakukan saja seperti sekarang. Kau kan pemiliknya." ucap Theo.


"Yg penting anak kita berada di tangan yg tepat. Mungkin mom siap membantu karena dia begitu antusias." ucap Theo.


"Ya.. baiklah kalau begitu, tapi setidaknya aku bisa bekerja dan tetap mengurus mereka nanti." ucap Sheira.


Mereka pun mampir ke sebuah cafe dimana Sheira ingin menikmati es krim disana. Theo pun menurutinya dan mereka ada disana sejenak. Sheira pun nampak memilih beberapa menu keinginannya selain es krim. Theo pun hanya tersenyum dan senang Sheira makan dengan baik.


"Kau jadi suka makanan manis. " ucap Theo.


"Iya, aku jadi merasa ingin memakan semua desert disini." ucap Sheira.


"Padahal kau bisa membuatnya." ucao Theo.


"Iya, kadang aku bingung makanan beli di cafe dengan buatan sendiri kadang aku lebih suka beli di cafe. " ucap Sheira.


"Orang hamil memang unik ya.. yg penting jangan berlebihan saja." ucap Theo.


"Oke siap." ucap Sheira.

__ADS_1


Tak lama pesanan datang dan Sheira menikmati makanan tersebut dengan nikmat. Theo merasa bahagia melihat Sheira menikmatinya dengan senang. Mereka pun mencicipi beberapa desert disana terutama es krimnya yg membuat Sheira ketagihan.


"Sayang sudah cukup nanti kau sakit." ucap Theo.


"Aku mau lagi.. boleh ya satu saja.." ucap Sheira.


"Baiklah hanya satu dan langsung pulang." ucap Theo.


"Yes.. terimakasih sayang." ucap Sheira.


"Iya.. " ucap Theo.


Sheira pun senang memakan es krim disana. Susana kecewa dihatinya karena gagal mengadopsi Aira pun hilang seketika. Dan Sheira hanya berharap Aira bisa tumbuh dengan baik dan mendapatkan kasih sayang.


Sheira pun menghabiskan es krimnya lalu Theo langsung membawanya pulang sebelum Sheira minta yg aneh-aneh. Bukannya tidak boleh, tapi sesuatu yg berlebihan juga tidak baik untuk kesehatannya.


Tapi saat ingin pulang, ia bertemu Aryo di cafe tersebut. Sepertinya Aryo sedang meeting bersama kliennya disana. Aryo pun mendekati Sheira dan Sheira pun waspada apalagi Theo yg langsung pasang badan ketika Aryo menghampiri.


"Mau apa kau?" tanya Theo tegas dengan Aryo.


"Bolehkah aku bicara dengan Sheira.?" tanya Aryo.


"Tidak boleh.." ucap Theo tegas.


"Sebentar saja." ucao Aryo.


"Sudah tak apa, tapi kau juga harus mendengarkan." ucap Sheira.


"Katakanlah Aryo ada apa?" tanya Sheira.


"Maaf.. maafkan aku Sheira. Maaf telah banyak menyakitimu dan pernah memukulmu. Aku sadar aku salah dan kini sudah menerima akibatnya. Aku sudah bercerai dari Pinkan dan kini hidup sendiri sebagai akibat dari perbuatanku. Aku hanya ingin bilang itu dan aku bahagia melihatmu bahagia. " ucap Aryo.


"Baguslah jika kau sadar, aku memang sudah bahagia dengan Theo." ucap Sheira.


"Oke.. cukup, kami akan pergi." ucap Theo menyudahi seperti wasit.


"Baiklah terimakasih atas waktunya." ucap Aryo pergi.


"Lihatkan dia tidak berani macam-macam sekarang." ucap Sheira.


"Ya tapi tetap saja aku harus waspada dengannya." ucap Theo.


"Ayo kita pulang, anggap saja kita habis bertemu orang asing. Aku bahkan tak peduli akan hidupnya berantakan sekalipun." ucap Sheira.

__ADS_1


"Oke.. mari kita pulang." ucap Theo.


Sheira pun pulang ke apartemen dengan bahagia. Lalu ia langsung tertidur di kamarnya karena lelah. Walaupun bertemu Aryo, kini tak ada yg dirasakan oleh Sheira. Seperti habis bertemu orang asing, dan bayangan itu lenyap begitu saja. Dan Sheira tak mau pusing dengan hidup Aryo. Saat Aryo meminta maaf Sheira tetap memaafkannya tapi tak ada yg berubah karena mereka kini sudah jadi orang asing. Theo pun senang kini Aryo tak berani mengganggu istrinya lagi. Walaupun ia masih harus waspada pada Aryo.


__ADS_2