Affair With Me??

Affair With Me??
EP.132 Penyerangan


__ADS_3

"Aku ulangi sekali lagi, mau kemana kalian dengan para wanita ini?" tanya Gio.


"Michelle cepat bawa pergi mereka aku yg akan menghadapinya. " ucap David dan Michelle pun pergi darisana.


"Maaf senior, tapi aku tak suka tempat ini." ucap David.


"Apa kau dari SHIELD?" tanya Gio.


"Ternyata kau sudah tahu." ucap David.


"Tentu saja, karena aku memang seniormu. Ikut aku kita hadang pengawal yg akan menghentikan Michelle." ucap Gio.


"Ja-jadi kau.." ucap David lalu mengikuti Gio.


Ternyata Gio adalah seniornya dari SHIELD. Ia bertahan untuk menjaga agar jika Piere berpindah tempat maka SHIELD tetap bisa mengetahuinya. Namun, kontaknya dengan SHIELD terputus beberapa bulan terakhir hingga ia harus menunggu bala bantuan.


"Itu mereka, bersiaplah." ucap Gio.


"Baik senior." ucap David.


David dan Gio pun bertarung untuk melawan para penjaga yg mengetahui kalau para wanita kesayangan tuannya melarikan diri. Dan mereka akan menangkap siapa saja yg berani keluar dari villa tersebut.


Kedua pria hebat itu pun bertarung dengan sengit walau jumlahnya tak seimbang. Beruntung, Michelle memanggil bala bantuan untuk David begitu ia tiba di mobil yg disediakan.


"Kalian masuk ke dalam." pinta Michelle.


Setelah semuanya masuk, mobil tersebut pun melaju meninggalkan area tersebut. Dan sisa prajurit yg bertugas menyerang pun beraksi.


"Kita harus membantu David." ucap Michelle kemudian menunjukkan arahnya.


Setelah bantuan datang, David dan Gio pun tertolong. Dan Michelle cukup terkejut saat tahu Gio adalah bagian dari SHIELD. Dan Gio meminta Michelle untuk mencari Sabrina.


"Kau carilah Sabrina rekanmu, aku takut tuan sudah memberinya obat tersebut." pinta Gio.


"Baik senior." ucap Michelle.


Sebagian pasukan membantu David, dan sebagian lagi membongkar barang bukti. Dan Michelle menyelamatkan Sabrina. Ia pun menuju ke kamar tuan Piere tapi tak menemukannya. Lalu ia mencari gps Sabrina dan menemukannya. Langsung saja ia menuju ke lokasi tersebut.


Sementara Sabrina, ia tengah mengulur waktu sebisanya. Ia tak tahu kapan bantuan akan tiba dan hingga Piere memintanya meminum obat yg ia bilang kalau itu adalah pil KB.


"Minumlah.." ucap Piere.


"Obat apa ini?" tanya Sabrina pura-pura tak tahu.


"Ini adalah alat kontrasepsi, agar kau tidak hamil." ucap Piere.


"Hahaha.. hamil??" ucap Sabrina tertawa membuat Piere merasa aneh.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Piere.


"Tidak mau." ucap Sabrina membuang kemudian menginjaknya.


"Jadi kau mau melakukannya tanpa itu? kau yakin? tapi jangan salahkan aku ya." ucap Piere.


"Aku bahkan muak melihatmu." ucap Sabrina.


"Dasar ja**ang berani sekali kau." ucap Piere yg hendak mencekik leher Sabrina tapi dengan cepat ia tangkap tangannya dan menguncinya.


Brakk..


"Maaf tuan Piere, hari ini karirmu berhenti sampai disini." ucap Sabrina.


"Tidak bisa." ucap Piere melawan sekuat tenaga dan Sabrina terdorong.


"Siapa yg mengirimmu?" tanya Piere.


"Menurutmu?" tanya Sabrina.


"Apa yg kau rencanakan? aku bisa memberimu uang." ucap Piere.


"Jangan bercanda.. aku tak butuh uang harammu itu." ucap Sabrina lalu menyerang Piere.


Bughh..Bughh..Bughh..


Piere pun tumbang, dan penjaga di sekitar mendengarnya.


"Tidak ada." jawab Sabrina.


"Tuan jawab kami." ucap mereka lagi.


Brakk.. Sabrina pun membuka pintu dan tak tahan dengan teriakan mereka.


"Kalian ini berisik sekali." ucap Sabrina.


"Kau.. apa yg kau lakukan pada tuan?" tanya mereka sembari mengarahkan senjata.


"Tuan kalian lelah jadi ia ingin tidur dilantai." ucap Sabrina lalu melawan mereka.


Tak berapa lama, Michelle datang dan melihat Sabrina sedang terkepung. Ia pun langsung melawan mereka untuk membantu Sabrina.


"Kau baik-baik saja?" tanya Michelle.


"Ya.. bagaimana situasi diluar.?" ucap Sabrina.


"Masih kacau, semoga yg lain cepat membereskannya." ucap Michelle.

__ADS_1


"Baiklah, kita bereskan yg disini." ucap Sabrina.


Bughh..bughh..bughh..bughh..


Mereka berdua pun menghajar penjaga disana dan menumbangkannya. Tak lupa mereka mengikat para penjaga, hingga bantuan tiba. Piere dan anak buahnya pun ditahan. Michelle dan Sabrina juga melihat yg lainnya telah berhasil mengamankan barang bukti narkotika dan melawan penjaga diluar.


Misi mereka pun berhasil tapi ada yg mengganjal, karena Pinkan wanita yg menjadi sumber informasi menghilang. Hingga Gio pun mengintrogasi Piere bersama David.


"Dimana wanita bernama Pinkan.?" tanya Gio.


"Mana kutahu." balas Piere.


"Kau masih ingin hidup normal?" tanya David sambil membawa pentungan besi.


"Mau bicara atau kubuat kau lumpuh?" tanya David.


"Baik.. baik turunkan senjata itu." ucap Piere.


"Cepat katakan.. " ucap Gio.


"Cih kau ternyata pengkhianat." ucap Piere lalu David mengangkat tongkat dan Gio pun mulai berbicara.


Gio berkata kalau Pinkan sudah ia jual pada seorang kakek tua yg kaya raya. Ia menyukai Pinkan sejak pertama bertemu. Dan kini ia sudah membelinya untuk dijadikan budak seksnya. Tak lupa Pinkan juga sudah kecanduan dengan obat-obatan yg selalu diberikan Piere padanya.


"Dasar baj***an." ucap Gio sembari menendang perut Piere.


Bughh..


"Agghhh.. aku sudah mengatakannya dengan jujur." ucap Piere.


"Berikan kami alamat pria tua tersebut." ucap David.


"Baiklah, tapi berhenti memukuliku." ucap Piere.


"Tergantung seberapa jujur lidahmu." ucap Gio.


Piere pun memberikan alamat kakek tua tersebut beserta informasi lainnya. Setelah mengamankan Piere dan barang buktinya mereka pun melapor dan membawa Piere ke pihak berwajib.


Ternyata bukan hanya Pinkan yg dijual kepada pria hidung belang, tapi ada beberapa juga yg dijual berdasarkan hasil introgasi Gio dan David.


Gio dan David pun mendapat perintah untuk mencari para wanita yg dijual oleh Piere. Tak mudah tapi semua informasi Piere tepat tak ada yg salah. Hingga dalam waktu 1 bulan, semua wanita yg dijual oleh Piere pun berhasil diselamatkan. Beberapa kondisinya baik walaupun kecanduan obat-obatan. Dan beberapa diantaranya termasuk Pinkan mengalami trauma dan dinyatakan kehilangan kesadaran sebagai efek dari obat-obatan.


Sementara para wanita yg baik-baik saja masuk ke rehabilitasi saja dan dipulangkan kepada keluarganya. Sisanya, mereka masuk ke rumah sakit jiwa termasuk Pinkan. Setelah semua keluarganya tahu, banyak yg mengunjungi anak mereka dan memindahkan anak mereka ke rumah sakit yg ada di kota mereka, termasuk Pinkan.


Dokter menyatakan ia mengalami trauma yg luar biasa, bahkan adanya luka fisik ditubuhnya. Belum lagi efek obat-obatan yg membuatnya hilang kesadaran seperti orang gila. Ia akan berbicara sendiri, menangis, tertawa, bahkan berteriak histeris.


Mia sebagai ibunya pun merasa sedih, tapi ini adalah hukuman dari Tuhan karena Pinkan sudah banyak menyakiti orang lain. Dan disaat keluarganya terpuruk dan ibunya bertaubat pun ia malah semakin keras kepala dan tak mau menyadari kesalahannya. Bahkan peringatan ibunya sebelum ia berangkat pun diabaikan, hingga ia kabur begitu saja.

__ADS_1


Kini kondisinya menyedihkan, bahkan dokter mengatakan akan sulit baginya untuk bisa sembuh. Tapi Mia akan mengusahakan semua pengobatan untuk anaknya. Hancur hatinya saat ini, bak sudah jatuh tertimpa tangga. Suaminya bangkrut dan meninggal di penjara, kini ia juga harus menerima kenyataan pahit kalau Pinkan tak bisa hidup normal.


"Nak mungkin mom dan Dad yg menyebabkanmu jadi begini.. maafkan kami Pinkan." gumam Mia dalam hati.


__ADS_2