Affair With Me??

Affair With Me??
EP.141 S2 : Bertepuk sebelah tangan


__ADS_3

Hari itu dimana Nicho hendak mengajak Celine jalan-jalan sekaligus menyatakan isi hatinya. Nicho sudah bersiap untuk menang dan kalah. Juga ia menyiapkan beberapa yg dibutuhkan seperti mobil, dan juga pilihan cafe untuk makan bersama.


Sepulang sekolah Nathan pun menghampirinya untuk menjemput Grace, tapi karena ia sudah meniatkan diri untuk menemui Celine, Nicho pun menitipkan Grace pada Nathan. Dirinya merasa adiknya baik-baik saja terlebih ia sama sekali tak melihat pesan dari ibunya.


Nicho pun menunggu Celine di pintu gerbang sekolah. Ia akan langsung mengajaknya bicara jika ia bertemu dengan Celine. Minimal jika gagal ia bisa memberikan hadiah kecil yg sudah ia siapkan.


Tak berapa lama, sebuah mobil mewah pun datang. Dan tampak seorang pemuda sedang menunggu di dalam mobil. Nicho pun berfikir mungkin pemuda itu sedang menjemput adiknya atau orangtuanya yg merupakan guru di sekolah tersebut.


Tapi ternyata bayangan Nicho sangat berbeda jauh dengan kenyataan. Dirinya melihat Celine keluar menuju ke halaman parkiran dan mendekat ke arah mobil mewah tersebut. Bahkan Celine sembari menelpon pemuda tersebut dan menghampirinya.


"Aku sudah melihatmu." ucap Celine.


"Beib.." ucap pemuda itu melambaikan tangan.


"Hei.. kau tumben sekali menjemputku." ucap Celine.


"Aku sudah sebulan tak bertemu dengan kekasihku tak mungkin aku tak merindukanmu." ucap pemuda itu.


Setelah mendengar percakapan mereka, pupus sudah harapan Nicho. Ia pun menghentikan niatnya dan kembali pulang ke rumahnya. Ia pun membuka ponselnya untuk menghubungi Nathan dan Grace. Tapi yg ia dapat adalah pesan dari ibunya dan juga berita dari Nathan mengenai keadaan Grace.


"Paman, apa kalian tak diberitahu oleh Nathan?" tanya Nicho.


"Maaf tuan, tuan Nathan meminta kami untuk tak memberitahukannya pada anda dan masalah sedang ditangani." ucap bodyguardnya.


"Sekarang mereka dimana?" tanya Nicho.


"Kemungkinan dalam perjalanan pulang." ucap bodyguard tersebut.


"Kalau begitu cepat kita pulang." ucap Nicho.


Nicho pun menyesal menunggu Celine pulang hingga 1 jam dan berakhir dengan menyedihkan. Ia bahkan sampai melupakan adiknya dan menitipkannya pada Nathan. Beruntung Nathan bisa mengatasinya dengan baik. Nicho juga bingung apa yg dilakukan Celine hingga 1 jam baru keluar dari kelas, padahal tadi ia hanya melihat Celine sedang bercermin.


Semua pun terjawab sudah, Nicho pun tahu yg sebenarnya kalau Celine sudah memiliki kekasih. Dan dirinya harus puas setelah mengetahui hal itu. Belum lagi kondisi adiknya yg belum tahu keadaannya. Membuatnya semakin cemas dan berlari begitu sampai di rumahnya.


Nicho pun berteriak memanggil Grace karena panik dan takut hal buruk menimpa Grace karena Nathan takut mengganggu dirinya. Dan begitu melihat Grace baik-baik saja, Nicho pun lega. Walau ada sedikit penyesalam tapi ia bangga pada Nathan yg bisa menyelesaikan segalanya.


Setelah menyelesaikan urusan Grace dan membahasnya dengan kedua orangtuanya, Nicho pun kembali menjadi dirinya yg dahulu. Ia menghapus aplikasi social media dan memilih fokus belajar untuk ujian.

__ADS_1


Ia hanya akan keluar untuk latihan bela diri bersama Nathan dan Grace. Kedua remaja laki-laki itupun mengawasi adik perempuan mereka dengan sangat ketat. Jika ada yg memandangnya, mengajak berkenalan apalagi meminta nomor teleponnya, keduanya pun akan menatapnya tajam hingga orang tersebut tak berani mendekat.


Hari-hari pun berlalu dengan cepat, Grace juga sudah terbiasa dengan sekolah barunya. Sekolah yg nyaman dan aman untuk 2 tahun kedepan. Tak ada gangguan atau bully yg ia terima. Semua karena Nicho dan Nathan mencaritahu tentang sekolah tersebut.


Hingga Nathan penasaran akan hasil pendekatan Nicho pada Celine yg nampak tak berhasil.


"Nick, aku belum sempat bertanya karena kejadian yg menimpa Grace, tapi bagaimana hubunganmu dengan Celine?" tanya Nathan.


"Dia sudah punya kekasih, aku terlambat." ucap Nicho.


"Ya semua sudah takdir, Celine bertemu lebih dulu dengan pria itu." ucap Nathan.


"Dan aku kalah telak." ucap Nicho.


"Kalah bagaimana maksudmu?" tanya Nathan.


"Dia kaya, lebih dewasa dan tubuhnya bagus." ucap Nicho.


"Sudahlah, memangnya seumur hidup kita hanya jatuh cinta 1x?? tidak Nick, kita bisa jatuh cinta beberapa kali." ucap Nathan.


"Iya, aku tahu.. Makanya aku lebih memilih belajar saja." ucap Nicho.


"Kau juga belajar sini, aku punya buku soal baru." ucap Nicho.


"Oh tidak.. " ucap Nathan.


"Nath beberapa bulan lagi kita ujian.. kau juga harus belajar agar lulus." ucap Nicho.


"Baiklah.. Kenapa prestasi melukisku tak menjadi nilai tambahan untuk lulus.." ucap Nathan yg ikut belajar bersama Nicho.


Mau tak mau Nathan pun mengikuti ritme belajar Nicho. Walaupun ia banyak tak mengerti tapi Nicho mau mengajarinya dengan sabar. Dan Nathan berfikir kalau belajar adalah cara Nicho untuk move on.


Beberapa bulan kemudian, Nathan dan Nicho pun mengikuti ujian. Dan mereka sudah berusaha keras belajar agar lulus dan diterima di universitas pilihan mereka. Walaupun Nathan sudah mendapat beasiswa di luar negeri tanpa sepengetahuan orangtuanya dan hanya Nicho yg tahu hal itu.


Nicho dan Nathan pun melakukan ujian dengan baik dan mendapat nilai yg bagus. Terutama Nicho yg menjadi juara umum seperti biasanya. Dan Nathan ia hanya juara ke 2 di kelasnya tapi sudah termasuk bagus karena Nathan selama ini lebih fokus pada melukis.


Theo dan Sheira pun bangga pada kedua putranya. Dan mereka datang ke acara kelulusan mereka dengan rasa bahagia dan bangga. Theo pun senang kedua putranya berprestasi bidangnya. Walaupun Nathan tidak mendapatkan juara umum tapi Nathan cukup kompeten dan sering meraih juara dalam melukis.

__ADS_1


Hingga saat tiba di rumah, Theo pun mengajak kedua nya bicara untuk membahas masalah universitas yg mereka inginkan.


"Nicho, Nathan kalian akan melanjutkan kemana?" tanya Theo.


"Aku ke universitas S.." balas Nicho.


"Dan aku sudah diterima di universitas R.." ucap Nathan.


"Apa kau sudah diterima dan tak memberitahukan ku?" tanya Theo.


"Maaf dad, tapi aku takut kau tidak mengijinkannya." ucap Nathan.


"Tentu saja, kita punya 2 perusahaan Nath, kasihan jika Nicho yg mengurusnya sendirian." ucao Theo.


"Aku berjanji, aku hanya akan pergi 5 tahun untuk kuliah dan meniti karir." ucap Nathan.


"Kenapa kau baru bilang sekarang? membuatku pusing saja, lalu bagaimana setelah 5 tahun?" tanya Theo.


"Aku akan kembali dan belajar mengurus perusahaan. Aku hanya ingin berkarir selama 5 tahun dan membuat galeriku sendiri. " ucap Nathan.


"Kau ini benar-benar serasa dunia hanya milikmu." ucap Theo.


"Dad, aku berjanji sukses ataupun tidak aku akan kembali." ucap Nathan.


"Tentu saja kau harus kembali." ucap Theo.


"Aku akan menyeretnya dad jika ia tak mau kembali dalam 5 tahun." ucap Nicho.


"Baiklah, kularangpun kau bisa kabur." ucap Theo.


"Terimakasih dad." ucap Nathan.


"Iya.. dan Nicho kau harapanku satu-satunya yg bisa membantuku dan juga mommu." ucap Theo.


"Dad bisa mengandalkanku." ucap Nicho.


"Baiklah, apapun pilihan kalian jangan pernah sesali dan belajar dengan sungguh-sungguh. Terutama Nathan, ingat waktumu hanya 5 tahun bersenang-senanglah dengan lukisanmu sebelum kembali dan mengurus perusahaan." ucap Theo.

__ADS_1


"Baik dad." ucap Nathan dan Nicho.


__ADS_2