
Sheira dan Theo pun tiba di tanah air, mereka langsung dijemput oleh Daniel dan dibawa ke markas David. Mereka berdua pun menurut saja, dan ingin mendengar apa saja yg sudah David dapatkan.
Setibanya disana, sudah ada Tio dan David yg menyambut mereka.
"Maaf kalian langsung kesini karena ada informasi penting." ucap David.
"Iya tak apa" ucap Sheira dan Theo.
"Jadi Sheira ketiga orang terakhir kepercayaan ayahmu mereka semua sudah meninggal. " ucap David.
"Jadi memang sudah tak ada saksi mata lagi." ucap Sheira.
"Tapi aku menemukan rekaman ini yg ditinggalkan ayahku." ucap Theo lalu membuka laptopnya.
Diperlihatkanlah rekaman kejatahan Haris dan kedua rekannya saat merencanakan semua kejahatan mereka. Dan semua orang yg ada disana pun menjadi kesal.
"Semuanya adalah kejahatan terencana." ucap David.
"Ya.. itu benar, aku baru mengetahuinya." ucap Theo.
"Jadi apakah bukti ini sudah cukup David?" tanya Sheira.
"Sebenarnya cukup, tapi aku masih tak percaya pada orang-orang, karena Haris berteman dengan Toni yg punya banyak koneksi." ucap David.
"Kau sudah menemukan orang yg tepat?" tanya Daniel.
"Belum, kuharap kita bisa menyimpan barang bukti ini di tempat yg aman." ucap David.
"Ya.. kita harus buat banyak salinan agar aman." ucap Theo.
__ADS_1
"Ide bagus.." ucap Sheira.
Sementara, mereka pun menahan keinginan mereka karena belum menemukan orang yg tepat. Mereka takut orang-orang Miracle Company yg memiliki banyak koneksi menyabotase semuanya dan tetap berjaya. Sementara mereka tak mendapat keadilan dan kemungkinan akan dihabisi.
☘☘☘
Disebuah kamar, nampak Pinkan sedang gusar setelah mendapatkan pesan dari seseorang.
"Apa maumu?" tanya Pinkan di telepon.
"Mauku? tentu saja anakku.. serahkan anakku aku tak mau yg lain.." ucap seorang pria.
"Anakmu? ini adalah anakku dan suamiku." ucap Pinkan.
"Jangan kau pikir aku bodoh, usia kehamilanmu dan pernikahanmu berbeda 8 minggu."
"Kalau begitu, kita tes saja DNA nya.. jika itu adalah anakku maka kau harus memberikannya." ucap pria tersebut.
"Tapi aku ibunya yg mengandungnya.. aku punya hak.." ucap Pinkan.
"Ibu yg hampir menggugurkannya.. Memangnya aku tak tahu, begitu kau tahu perusahaanku jatuh kau meninggalkanku dan akan menggugurkannya." ucap pria itu lagi.
"Itu bukan anakmu.." ucap Pinkan lalu mematikan telepon.
"Dasar pria kurang ajar, ia bisa menghancurkan semuanya." gumam Pinkan.
Untung saat ini Aryo sudah pergi bekerja dan Pinkan bisa menerima telepon tanpa takut ketahuan. Pria yg menghubunginya mengaku sebagai ayah dari janin yg ia kandung. Pria bernama Kevin Alonso, seorang pengusaha yg perusahaanya sempat hampir bangkrut tapi kini berhasil membaik berkat kerja kerasnya.
Kevin pun terus memasang mata-mata di sekitar kekasihnya yg ternyata meninggalkannya padahal tengah hamil buah hati mereka. Kevin yg kesal pun akan merebut kembali anak itu setelah lahir, agar tak dirawat oleh ibu yg buruk. Kevin bahkan rela menyabotase klinik tempat Pinkan akan menggugurkan kandungannya, dengan menculik semua petugas, dokter dan perawat disana.
__ADS_1
Akhirnya usaha Pinkan menggugurkannya pun gagal, dan ia menemukan solusi. Ia bersama ibunya pun mencoba untuk merayu Siti agar putranya yg bernama Aryo mau menikahi Pinkan. Siti yg tak tahu kalau Pinkan tengah hamil pun mengiyakan saja karena Pinkan berasal dari keluarga kalangan atas yg kaya raya.
Kini setelah Pinkan berhasil menyingkirkan Sheira, ia menjadi nyonya di rumah Aryo. Walau tak sekaya ayahnya atau pun Theo pria yg menjadi incarannya tapi setidaknya ada yg menikahinya tanpa tahu kalau ia sudah hamil dengan orang lain.
Dahulu Pinkan begitu terobsesi pada Theo. Pria tampan, dengan perawakan blasteran, dan juga kaya raya. Hidupnya pasti akan sempurna jika menikahinya, karena sama-sama berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Tapi sayang Theo sana sekali tak meliriknya.
Berbagai upaya pun dilakukan Pinkan agar Theo tertarik padanya, mulai dari berpakaian sexy, berolahraga, sampai ia harus menggodanya di atas ranjang. Tapi Theo malah meninggalkannya dengan tatapan jijik. Pinkan pun tak berhenti begitu saja, ia terus melancarkan aksinya dengan menyebarkan rumor kalau Theo itu belok, hanya berbicara pada lelaki, kalau dia itu agak psyco dan semacamnya. Hingga muncul rumor yg menurunkan citra Theo di kantornya.
Tapi semua berita itu hilang begitu saja, karena memang tak benar. Itu juga berkat Doni yg cepat tanggap dan menepis rumor tersebut. Pinkan pun kesal dan sudah kehabisan akal untuk menarik Theo ke dalam pelukannya.
Hingga Pinkan pergi ke sebuah club malam. Ia disana bertemu dengan Kevin. Mereka menjadi cocok dan minum bersama, hingga berakhir di sebuah kamar hotel. Hubungan mereka pun berlanjut, dan Pinkan mengetahui kalau Kevin berasal dari keluarga kaya juga dan memiliki perusahaan sama seperti ayahnya. Hal itu semakin membuat Pinkan bahagia, karena berhasil menemukan pengganti Theo.
Hingga suatu hari, seorang karyawan kepercayaan Kevin pun membawa kabur dana perusahaan yg membuat perusahaannya kolaps. Kevin pun enggan meminta bantuan orangtuanya, dan semakin hari ia menjadi semakin sibuk. Beberapa properti miliknya seperti mobil dan rumah pun ia jual untuk gaji pegawai perusahaan.
Pinkan yg tahu keadaan Kevin pun kesal bukan main. Ia yg sudah terbiasa hidup mewah dan tak mau jika mendapatkan suami yg miskin. Ia pikir Kevin akan jatuh miskin setelah perusahaannya mulai terpuruk hingga ia meninggalkannya secara sepihak. Tapi Pinkan salah langkah karena ia tengah hamil saat memutuskan untuk meninggalkan Kevin.
Pinkan pun mulai mengalami gejala-gejala kehamilan awal, dan memeriksanya dengan tespack. Hasilnya garus dua yg didapat yg artinya ia positif hamil. Ia pun tak percaya dan mencobanya beberapa kali, namun hasilnya tetap sama.
Tapi melihat Kevin yg mulai terpuruk, terlihat dari mobilnya yg sudah tak sekeren dulu dan juga rumah mewahnya yg sudah terjual dan hanya tinggal di apartemen biasa membuat Pinkan mundur. Ia pun berpikir untuk menggugurkannya saja tapi usahanya sia-sia.
Mia yg tahu kehamilannya lewat tespack yg ada di kamarnya pun ikut pusing melihat kondisi Pinkan. Ia berpikir untuk mencari calon suami yg tepat untuk Pinkan. Dan terpikirlah Siti yg memiliki putra bernama Aryo, seseorang yg tak mungkin menolaknya karena kedudukan dan status.
Diajaklah Pinkan ke arisan sosialita tersebut untuk merayu Siti. Siti pun tergoda dan menjodohkan putranya karena Sheira dianggap mandul. Kebetulan yg luar biasa bukan?? Dan dalam waktu beberapa bulan setelah menikah Pinkan bisa mengaku hamil.
Sementara Kevin, ia telah menyewa orang-orangnya untuk mengawasi Pinkan sejak tahu mantan kekasihnya itu hamil. Segala cara ia buat agar Pinkan gagal menggugurkan kandungannya. Tapi ia cukup terkejut mendengar berita pernikahan siri Pinkan dengan Aryo. Belum lagi baru-baru ini mereka mengadakan resepsi pernikahan.
Kevin pun tak terima karena bagaimanapun anak itu adalah miliknya juga. Ia tak mau kehilangan anak itu, hingga ia bekerja keras untuk membangkitkan kembali perusahaannya. Dan usahanya kini tak sia-sia. Ia kembali berjaya dan stabil, kini ia menunggu kelahiran anak Pinkan dan menuntut tes DNA. Setelah itu terbukti anaknya, ia akan memprosenya secara hukum agar hak asuhnya ada ditangannya.
"Anakku kau harus bertahan disana, aku takkan membiarkanmu memiliki ibu gila seperti itu." gumam Kevin dalam hati.
__ADS_1