
Setelah lamaran pada malam itu, nampaknya Daniel tak ingin menunda berlama-lama untuk menikahi Jasmine. Pihak keluarga Daniel juga telah setuju, dan keluarga Jasmine sudah tidak ada lagi jadi tak ada yg harus dikhawatirkan.
Mereka pun berbicara dengan keluarga mengenai masalah ini, dan keluarga Daniel memasrahkan semuanya pada Daniel. Mereka percaya kalau Daniel pasti melakukan yg terbaik dan tak ingin terlalu ikut campur, apalagi ini pernikahan untuk sekali seumur hidup.
"Dad tidak akan berkomentar, sebagai seorang laki-laki kau harus bisa mandiri." ucap Anderson.
"Mom juga, semuanya terserah pada kalian berdua. Mom tak ingin ikut campur dan hanya akan mengikuti kemauan kalian." ucap Luciana.
"Terimakasih mom.. Dad.." ucap Daniel.
"Oke.. kau atur saja dan katakan kami harus apa." ucap Anderson.
"Tentu dad." ucap Daniel.
"Dan Jasmine, mulai sekarang panggil kami mom dan dad juga.." ucap Luciana.
"Baiklah mom..dad.. " ucap Jasmine.
Setelah membicarakan hal tersebut, Jasmine dan Daniel pun mulai merencanakannya. Mereka mengatur segalanya agar tampak bagus. Segala berkas dokumen, hingga pesta pernikahan mereka yg akan mengaturnya.
"Aku akan mengurus berkasnya. " ucap Daniel.
"Baiklah, aku yg akan memilih desain undangannya." ucap Jasmine.
"Oke.. nanti kau kirimkan saja contohnya padaku." ucap Daniel.
"Hari sabtu, kita ke butik untuk membuat baju pernikahan, hari minggu kita cek gedung pernikahan, dan hari selasa kita ada janji di toko perhiasan." ucap Jasmine.
"Kau lebih seperti sekertarisku.. " ucap Daniel tersenyum.
"Tugasku adalah memperbaiki semua jadwal agar tak ada yg terlewatkan." ucap Jasmine.
Daniel pun mengurus berkas pernikahannya bersama anak buahnya. Ia tak melakukannya sendiri tapi dibantu orang-orangnya karena dia memiliki kewarganegaraan berbeda dengan Jasmine. Cukup rumit masalah kepengurusan berkas-berkas tersebut, karena perbedaan negara. Tapi Daniel bersedia membayar berapapun untuk melaksanakan pernikahannya.
"Tu-tuan prosesnya agak lama." ucap anak buahnya.
"Tak bisakah dipercepat?" tanya Daniel.
"Mereka akan mengusahakannya.."
__ADS_1
"Oke.. kau pantau ya.. " ucap Daniel.
"Baik tuan."
Daniel pun menunggu dan harap-harap cemas karena proses dokumen yg memakan waktu lama. Ia pun sudah mengabari Jasmine kalau tanggal pernikahannya bisa berubah dan memintanya untuk menunda pencetakan undangan sampai Daniel mendapatkan surat dokumen untuk pencatatan pernikahan.
"Maaf Jasmine, gara-gara kewarganegaraanku yg berbeda prosesnya jadi agak lama." ucap Daniel.
"Ya mau bagaimana lagi, kita hanya tinggal menunggu kan." ucap Jasmine tersenyum.
"Terimakasih kau mau menunggu, atau kita nikah siri saja dulu." ucap Daniel.
"Ck.. tidak mau, memangnya kau tak bisa menunggu sebentar?" tanya Jasmine.
"Yah lumayan sulit sih, tapi baiklah.." balas Daniel tersenyum.
"Aku tahu apa yg kau pikirkan, jadi tunggulah. " ucap Jasmine dan Daniel pun hanya bisa tersenyum.
Mau tak mau mereka menunggi hingga semuanya selesai. Dan mereka berdua melakukan sesuatu yg masih bisa mereka lakukan. Ada banyak hal yg harus dipersiapkan seperti cincin, baju pernikahan, gedung dan sebagainya.
Hal itupun tak mudah karena mereka harus melakukannya secara teliti agar tak ada kesalahan. Theo dan Sheira pun akhirnya membantu mereka dengan mencarikan gedung yg tepat untuk resepsi pernikahan mereka. Jasmine dan Daniel pun tertolong karena waiting list beberapa gedung pun cukup panjang.
"Kau penyelamatku Theo.. Terimakasih bro.." ucap Daniel.
"Oke.. nanti aku kirimkan alamat dan pihak WO nya." ucap Theo.
"Oke.." ucap Daniel.
"Bagaimana dengan dokumennya?? aku dengan dari Sheira cukup lama prosesnya." ucap Theo.
"Ya.. hingga kini belum ada kabar, aku harap besok atau lusa sudah ada kabar." ucap Daniel.
"Semoga begitu." ucap Theo.
"Sekali lagi terimakasih bro.." ucap Daniel.
"Jangan sungkan." ucap Theo.
☘☘☘
__ADS_1
Sementara Sheira ia membantu Jasmine memilih beberapa model gaun pernikahan. Keduanya pun cukup lama berada di butik tersebut. Hingga akhirnya mereka menemukan gaun yg cocok untuk Jasmine.
"Ini bagus, pilihanmu tak salah.." ucap Sheira.
"Haha.. kita sudah 2 jam ada disini jadi kalau tidak ketemu kan malu.." ucap Jasmine.
"Kau benar.. " balas Sheira tersenyum.
Mereka pun mendapatkan pilihannya dan akan dibuatkan sesuai dengan ukuran tubuh Jasmine. Kemudian Sheira juga akan membuatkan kue untuk pernikahan Jasmine dan Daniel.
"Bagaimana dengan model yg ini?? cantik dan ada aksen bunga-bunganya." ucap Sheira.
"Ya.. dari ketiga ini aku suka yg ini.." ucap Jasmine.
"Oke.. deal yg ini.. nanti aku akan buatkan saat tanggalnya sudah keluar." ucap Sheira.
"Iya, doakan ya semoga proses ijinnya dipermudah." ucap Jasmine.
"Ya.. semoga prosesnya dipercepat. " ucap Sheira.
Selang 1 minggu, Jasmine pun mendapat kabar dari Daniel kalau dirinya sudah mendapatkan ijin dan dokumennya sudah selesai. Jasmine pun senang sekaligus lega, karena hal yg sudah mereka persiapkan bisa langsung dilaksanakan.
Dan Daniel pun konsultasi dengan orangtuanya mengenai tanggal pernikahannya. Orang tua Daniel pun tak mempermasalahkan tanggalnya, hingga Daniel dan Jasmine bisa leluasa memilih tanggal yg mereka mau.
Setelah tanggal resmi diumumkan, barulah mereka mencetak undangan pernikahan mereka dan mempersiapkan segalanya. Semua yg sudah mereka persiapkan dari jauh-jauh hari pun mempermudah mereka. Semua hanya tinggal menunggu waktu pernikahan.
Sheira dan Theo juga ikut membantu, dan mereka sudah membuat baju yg sesuai dengan keluarga Daniel untuk membedakan dengan tamu undangan.
Hari demi hari pun berlalu, kini tibalah hari dimana Daniel dan Jasmine mengikar janji suci mereka. Daniel yg sudah tahu asal usul Jasmine pun tak mempermasalahkannya. Begitu juga dengan keluarganya yg menerima Jasmine dengan tangan terbuka. Hal tersebut pun menjadi momen yg penuh emosional dalam akad pernikahan mereka.
Sebuah kata "Sah" yg menjadi pemicu emosional setiap orang yg hadir. Semua orang terharu dan beberapa sampai menangis. Kedua pengantin pun tampak bahagia sekaligus lega setelah melalui proses yg panjang.
Ucapan selamat pun diterima oleh keduanya. David dan Tio pun turut hadir dalam pernikahan Daniel. Keduanya pun mengucapkan selamat dan turut berbahagia sebagai seorang sahabat.
Sheira pun juga sangat bahagia atas pernikahan kakaknya dan juga Jasmine. Ia senang kakaknya menikahi wanita yg tulus mencintainya. Terlihat saat Daniel kecelakaan bagaimana Jasmine mengorbankan pekerjaannya demi merawat Daniel sampai sembuh.
Theo pun juga ikut bahagia melihat sahabat sekaligus kakak iparnya menikah. Karena dengan begitu Daniel memiliki teman hidup sama seperti dirinya. Theo juga tahu betapa Daniel orang yg gila kerja, hingga dengan menikah Daniel bisa meluangkan sedikit waktu dengan keluarga kecilnya.
Semua orang pun berbahagia terutama Daniel dan Jasmine. Keduanya menyambut para tamu undangan dengan senyum yg merekah. Tak ada lagi gangguan seperti pada pernikahan Sheira dan Theo karena David sudah mengamankan tempat tersebut. Leon pun hadir karena Daniel tak bisa melupakan jasanya atas bantuannya selama ini. Dan pernikahan berjalan dengan meriah sesuai dengan keinginan keduanya.
__ADS_1