
Daniel dan Jasmine pun sepakat untuk makan bersama malam ini. Daniel sudah menyiapkan tempat yg baik untuk bicara santai dan makan malam. Dan Jasmine, ia sudah meluangkan waktunya untuk Daniel sang penyelamat hidupnya.
Mereka pun berangkat pada malam yg dijanjikan. Dan Jasmine terlihat santai dengan mamakai pakaian yg sopan. Jasmine yg sudah kembali bekerja di sebuah rumah sakit swasta pun bersyukur sudah dipertemukan dengan Daniel. Selain membayarnya mahal dan menariknya dari dunia hitam, Jasmine juga bisa kembali menjadi dokter.
Setelah tiba di tempat, mereka pun menuju ke meja yg sudah diresrvasi. Dan Daniel menyajikan makanan untuk makan malam mereka.
"Terimakasih atas makanannya." ucap Jasmine mulai menikmati makanannya dengan santai.
"Silahkan dinikmati." ucap Daniel.
Mereka berdua pun makan dengan nyaman sambil sesekali berbicara singkat. Daniel pun ingin membalas segala kebaikan Jasmine yg telah membantu Sheira dan menemaninya selama ini. Begitu juga dengan Jasmine yg merasa sangat terbantu oleh Daniel.
"Sebenarnya aku yg banyak berhutang padamu Daniel." ucap Jasmine.
"Aku juga merasa begitu.." ucap Daniel.
"Tidak, aku bekerja padamu sementara kau mempekerjakanku yg kotor dan hina ini." ucap Jasmine.
"Jangan bicara begitu, kau sudah tak seperti dulu lagi.. kau bisa hidup normal." ucap Daniel.
"Tapi fakta masalaluku takkan pernah berubah." ucap Jasmine.
"Tapi masa depanmu berubah, sudahlah di dunia ini kadang kita berada di titik terendah untuk naik ke titik yg tinggi." ucap Daniel.
"Baiklah, aku paham.. anggap saja kita impas kalau begitu." ucap Jasmine.
"Oke.." ucap Daniel.
"Jadi kau sudah mulai kembali bekerja sebagai dokter?" tanya Daniel.
"Ya.. begitulah, jika kau butuh bantuan kau bisa menghubungiku." ucap Jasmine.
"Oke.. aku senang mendengarnya.." ucap Daniel.
"Lalu masalah kontrak kita, apakah sudah benar-benar berakhir?" tanya Jasmine memastikan.
"Ya.. sudah berakhir dan surat perjanjian tersebut tak berlaku lagi." ucap Daniel.
"Oke.. tapi kau masih bisa menggunakanku saat kau butuhkan bantuan." ucap Jasmine.
"Ya tentu saja." ucap Daniel.
__ADS_1
"Apakah saudara tirimu masih mengganggumu?" tanya Daniel.
"Aku tahu dia pasti tak suka aku bisa kembali menjadi dokter tapi, kurasa ia tak berani menggangguku." ucap Jasmine.
"Apa alasannya?" tanya Daniel.
"Alasannya, dia takut aku laporkan tentunya." ucap Jasmine.
"Oke.. kau memang wanita yg pemberani." ucap Daniel.
"Bukan pemberani tapi terpaksa harus berani karena diusir dari rumah dan harus hidup mandiri." ucap Jasmine.
"Memangnya apa yg membuatmu diusir dari rumah?" tanya Daniel penasaran.
"Aku difitnah telah melakukan malpraktik padahal aku tak melakukannya sama sekali, lalu aku diusir dari rumah sebagai ganti karena mereka telah membayar ganti rugi." ucap Jasmine.
"Aku mengerti sekarang, tapi kuharap mulai sekarang dan seterusnya hidupmu akan baik-baik saja seperti ini." ucap Daniel.
"Tak ada jaminan dalam hidup ini Daniel, selalu ada naik dan turun." ucap Jasmine.
"Aku bisa menjaminnya." ucap Daniel.
"Tapi aku tak bisa memoercayainya.. karena berharap itu kadang menyakitkan." ucap Jasmine.
"Ya itu juga fakta." ucap Jasmine tersenyum.
"Lalu kau sendiri? apa kau akan menetap disini atau kembali ke US.??" tanya Jasmine.
"Aku belum yakin, tapi mungkin aku akan sering bolak-balik ke US karena pekerjaanku sebagian besar ada disana." ucap Daniel.
"Oh. jadi begitu." ucap Jasmine.
"Mungkin kita akan jarang bertemu kedepannya." ucap Daniel.
"Ya.. tak masalah aku kan bukan kekasihmu ataupun anak asuhmu." ucap Jasmine tersenyum.
"Aku mengerti." ucap Daniel.
Mereka pun berbincang sejenak sebelum pulang ke rumah. Keduanya pun punya cerita masing-masing. Dan nampaknya keduanya punya pemikiran yg sama sehingga keduanya cocok dalam berbincang. Panjang lebar mereka bicara masalah pekerjaan dan yg lainnya. Hingga waktu sudah mulai larut, dan mereka pun harus kembali.
"Semoga nanti ada kesempatan lagi untuk kita berbincang.." ucap Daniel.
__ADS_1
"Tentu saja, kau kan masih tinggal disini." ucap Jasmine.
Mereka pun pulang ke apartemen dengan santainya. Sheira pun melihat keduanya makan malam dan terlihat reaksi yg berbeda dari biasanya.
"Ehmm.. bagaimana kencannya?" tanya Sheira.
"Tentu saja lancar.." balas Jasmine.
"Kalian benar-benar berkencan?" tanya Sheira.
"Haha.. tidak, tapi malam ini memang sangat lancar.. kami hanya makan dan berbicara." ucap Jasmine.
"Kau terlihat bahagia, apa kau menyukai kakakku?" tanya Sheira.
"Aku tak pantas menyukainya, lebih tepatnya aku hanya mengaguminya." ucap Jasmine.
"Kau ini, tak baik bicara begitu.. semua orang berhak menyukai orang lain asalkan tak memaksakannya." ucap Sheira.
"Baiklah aku tarik kembali kata-kataku." ucap Jasmine tersenyum.
"Jadi kau menyukainya atau tidak?" tanya Sheira.
"Belum pasti, selama ini kami hanya melakukannya sebagai partner yg saling menguntungkan." ucap Jasmine.
"Oke.. tapi kau boleh kok kalau hanya menyukainya." ucap Sheira.
Mereka pun tertawa dan saling menggoda satu sama lainnya. Dan Sheira maupun Jasmine sama-sama wanita dewasa yg bisa memahami karakter orang lain.
☘☘☘
Tapi siapa sangka kalau dibalik kebahagiaan Jasmine, ternyata ada kakaknya yg penasaran bagaimana bisa Jasmine mendapatkan kenalan luar biasa yg mampu mengembalikan surat ijin praktek dirinya.
Padahal kakaknya sudah membayar orang mahal untuk menghancurkan hidup Jasmine. Dan dari awal Jasmine memang dijebak dan difitnah agar dipecat dari rumah sakit tempatnya bekerja. Lalu kakak tirinya tersebut mengusirnya karena ia dianggap aib dan sudah merugikan keluarganya yg sudah membayar denda pada korban yg menjadi pasiennya.
Padahal semuanya hanyalah rekayasa dari kakaknya. Dan korbannya adalah orang bayaran yg bayar untuk menjatuhkan Jasmine. Setelah itu, Jasmine berhenti jadi dokter dan diusir dari rumah. Lalu saudara tirinya tersebut mengambil alih warisan milik Jasmine.
Yang lebih parahnya lagi, Jasmine dijebak untuk masuk ke dunia hitam. Ia dijual oleh seorang pria hidung belang, dan mau tak mau Jasmine melakukan pekerjaan haram tersebut selama beberapa bulan. Jasmine yg seorang dokter pun tahu cara merawat dirinya, hingga ia bisa tetap sehat sampai sekarang.
Jasmine pun tak tahu kalau kakak tirinya lah yg membuatnya dijual ke pria hidung belang. Dan ia yg tak punya pilihan dan tak bisa kabur hanya bisa melakukan pekerjaan haram tersebut. Sampai akhirnya ia bertemu Aryo dan bisa bertemu Sheira dan Daniel.
Sudah banyak hal yg dilaluinya, tapi bahkan saudara tirinya tak pernah menanyakan kabarnya. Begitu juga dengan Jasmine yg tak mau berhubungan dengan mereka lagi. Kini saat hidup Jasmine mulai kembali normal kakak tirinya tak terima. Terlebih harta peninggalan orangtuanya sudah mulai habis karena kebiasaannya yg selalu berfoya-foya.
__ADS_1
Jason yg tak terima Jasmine menjadi dokter dan hidup dengan nyaman pun ingin kembali membuka aib Jasmine agar hidupnya kembali terpuruk. Ia tak bisa melihat orang yg membuatnya terhina karena dijuluki anak haram hidup dengan nyaman dan bahagia. Karena Jason adalah anak dari selingkuhan ayah Jasmine yg selalu iri pada Jasmine yg pintar dan selalu didukung oleh ayahnya.