
Malam itu, Grace dan Jamie tak ada pilihan selain istirahat di atas pohon. Keduanya pun sepakat akan tidur bergantian mengingat ini adalah hutan yg masih ada binatang berbahayanya. Dan pagi harinya Grace terbangun dari tidurnya karena Jamie tidur lebih dahulu.
Mereka pun kini bisa melihat sekitar karena sudah pagi dan matahari sudah mulai muncul. Pandangan mereka pun melihat begitu banyak pohon di sekitar dan lagi sangat jauh untuk bisa keluar dari hutan tersebut.
"Sepertinya takkan mudah jika kita berjalan kaki." ucap Jamie.
"Kita butuh kendaraan untuk bisa keluar.. karena jika terlalu lama disini juga berbahaya." ucap Grace.
"Grace bagaimana jika kita mencuri mobil mereka?" tanya Jamie.
"Ide bagus, tapi kita butuh siasat untuk itu." ucap Grace.
Akhirnya keduanya pun membuat rencana agar bisa kabur secepatnya. Mengingat mereka ada di hutan dan medan yg berbahaya. Belum lagi jika mereka ditangkap, sudah pasti habis peluang mereka untuk selamat.
Mereka berdua akhirnya turun perlahan dan bersembunyi di balik semak. Lalu mereka mulai menarik perhatian anak buah Jack dan memukulnya sampai pingsan. Hingga akhirnya mereka pun bisa mendekat ke tempat Jack.
"Kunci mobilnya dipegang oleh pria itu." ucap Grace.
"Aku akan mengalihkan perhatian. Kau urus pria itu." ucap Jamie.
"Oke.. hati-hati kak." ucap Grace.
Jamie mendekati mereka dengan tenang dan berteriak.
"Hei kalian..! beri aku makanan, aku akan membantu bos kalian karena aku tak mau mati kelaparan disini.." ucap Jamie dengan nada berteriak.
"Akhirnya kau keluar sendiri.." ucap mereka.
"Aku hanya ingin makan, cepat berikan.. maka aku bisa membuka data apa saja." ucap Jamie.
"Ikut kami." ucap mereka.
"Tidak mau, aku tak mau diikat lagi.." ucap Jamie.
Lalu seseorang mendekat dan ingin menangkapnya. Jamie pun menghindar lalu mengambil pisau yg ada di dekatnya.
"Jangan main-main denganku.. cepat beri aku makanan." ancam Jamie.
"Baiklah." ucap mereka memanggil bosnya dan mengambil makanan untuk Jamie.
Jack pun saat itu sedang tertidur pulas dan tak bisa diganggu. Hingga anak buahnya hanya akan mengamankan Jamie saja dan memberinya makanan.
Sementara Grace dirinya menyelinap masuk saat Jamie membuat pengalihan, dan dirinya memukul pria yg sedang duduk santai. Lalu dirinya mengambil kunci mobil dari pria tersebut.
Grace pun melihat situasi dan saat mereka sedang teralihkan oleh Jamie, Grace pun berlari ke arah mobil dan masuk kesana. Dirinya langsung menghidupkan mesin mobil yg membuat semuanya terkejut.
__ADS_1
"Mau kemana si bodoh itu pagi ini?" tanya seseorang.
Namun Grace pun mengendarai mobil tersebut dan mencoba menabrak mereka. Sontak mereka berlarian menghindari mobil dan Jamie pun bisa masuk ke dalam mobil. Tak lupa Jamie juga tetap membawa makanan yg diberikan.
"Bagus Grace.. ini aku bawakan makanan." ucap Jamie.
"Kerjasama yg bagus kak, kita kelaparan dari kemarin." ucap Grace tersenyum.
Keduanya pun mencoba kabur dari hutan tersebut dengan melewati jalanan yg berbahaya. Dan mereka tak tinggal diam, lalu berusaha mengejar Grace dan Jamie. Bahkan kehobahan yg diciptakan Grace tadi, membuat Jack terbangun dari tidurnya. Saat ia melihat kehebohan apa yg terjadi, ternyata Grace dan Jamie mencuri mobil miliknya.
"Kejar wanita ja**ang itu sampai dapat..!" perintah Jack.
"Baik tuan." ucap anak buahnya ketakutan.
"Tapi mereka tak tahu jalanan di hutan ini, ayo kita ringkus mereka." ucap Jack lalu menyuruh anak buahnya untuk menyebar.
☘☘☘
Sementara itu, Sean dan anak buahnya pun telah mengetahui lokasi Grace melalui ponselnya. Tak lupa mereka juga mengabari Nicho, dan berniat mencari Grace bersama.
Malam itupun mereka langsung berangkat sebelum Grace dan Jamie berpindah tempat lagi. Dan perjalanan memakan waktu yg cukup lama apalagi daerah yg dituju merupakan sebuah hutan.
"Ini kan daerah hutan? kau yakin Sean?" tanya Nicho.
"Iya, gps tak mungkin salah tuan, apalagi aku sempat bicara dengan nona melalui telepon." ucap Sean.
"Sudah pasti tuan, karena hutan itu cukup lebat psti jaringan sangat sulit didapatkan. Dan tadi nona bilang sedang berada di atas pohon." ucap Sean.
"Apa?? Berani sekali orang-orang itu, aku akan ikut denganmu." ucap Nicho.
"Tapi bukankah anda baru keluar dari rumah sakit?" tanya Sean.
"Aku hanya kurang istirahat saja bukannya sakit parah." ucap Nicho.
"Baiklah tuan. Kita berangkat sekarang karena orang-orangku sudah bersiap." ucap Sean.
Sean dan Nicho pun berangkat malam itu juga. Dan mereka menempuh perjalanan yg cukup jauh. Sesekali mereka pun bergantian untuk tidur. Dan pada pagi hari, mereka telah tiba di hutan tersebut.
"Kau yakin tahu hutan ini?" tanya Sean.
"Iya kapt, aku sering kemari." ucap anak buahnya yg menjadi petunjuk arah.
"Disini sering ada perburuan liar, jadi aku sering ditugaskan untuk mengawasi." ucapnya lagi.
"Baiklah, kita telusuri hutan ini.." ucap Sean.
__ADS_1
Sean dan Nicho pun menelusuri hutan itu menuju sebuah titik tempat dirinya mendapatkan signal dari Grace. Tapi setelah sampai disana tak ada siapapun. Dan tak jauh dari sana terdapat sebuah rumah kecil yg dibangun dari kayu.
"Kita geledah rumah itu.. dan tangkap siapa saja." perintah Sean.
Mereka pun menggeledahnya dan menemukan beberapa penjaga disana yg merupakan anak buah Jack. Para anak buah Jack yg tersisa pun ditangkap, dan mereka dipaksa mengaku dimana Grace dan Jamie berada.
Setelah diancam dan dipukuli mereka pun akhirnya buka suara. Mereka memang menangkap dua orang wanita kemarin, tapi keduanya berhasil kabur di malam hari dan pada pagi hari kembali untuk mencuri mobil. Mobil tersebut pun pasti mereka gunakan untuk kabur dari hutan ini. Tapi bos mereka tuan Jack pun mengejarnya bersama yg lain.
Hingga Sean dan Nicho pun mencari mereka berdasarkan informasi orang-orang Jack yg ia tahan. Tak lupa Sean juga bertanya soal rencana tuannya yg menjebak Grace dan Jamie dengan mengepungnya di sebuah rute.
"Jika kalian berbohong, aku akan pastikan kalian takkan bisa membuka mata." ucap Nicho.
"Kalian awasi mereka dan tunggu sampai kami kembali." perintah Sean.
"Baik kapt." ucap anak buah Sean.
"Lalu kau ikut denganku, tunjukkan jalan yg benar tapi jika kau bercanda peluru akan bersarang di kepalamu." ancam Sean.
"Ba-baik tuan."
Anak buah Jack pun menunjukkan rute tersebut. Dan saat hampir tiba di lokasi. Terdengar suara tembakan dari tempat tujuan mereka. Sean dan Nicho pun semakin panik karena Grace dan Jamie dalam bahaya.
"Ayo lebih cepat lagi kita kesana adikku dalam bahaya." ucap Nicho.
"Baik tuan kami akan berusaha."
Setelah dekat mereka pun melihat beberapa mobil sedang mengepung sebuah mobil. Mereka yakin pasti Grace dan Jamie ada disana.
Nampak Jack sedang mengancam dengan sebuah tembakan. Dan hal itu berhasil membuat Grace dan Jamie keluar dari dalam mobil.
"Dasar ja***ng..! mau lari kemana kalian??" tanya Jack.
Sementara Grace dan Jamie pun hanya terdiam. Mereka sudah terpojok dan tak tahu mau kemana lagi. Sementara bantuan mereka belum tiba juga.
"Dimana keberanian mu tadi ja***ang?? sekarang kau baru takut saat aku membawa pistol.?" tanya Jack tersenyum seraya menodongkannya di kepala Grace.
"Jangan sakiti kami." ucap Grace berusaha melindungi dirinya dan Jamie.
"Tapi kau sudah berani macam-macam padaku." ucap Jack seraya menodongkan pistolnya.
"Bagaimana kalau kau jadi pelayanku saja, tugasnya mudah hanya melayaniku ranjang. Lalu kau akan kulepaskan." ucap Jack.
Sean pun kesal mendengarnya dan langsung menembak Jack dari mobilnya.
Dorrr..!!
__ADS_1
Jack pun terjatuh dan berlumuran darah di bagian pundaknya. Grace dan Jamie pun terkejut melihatnya dan mundur beberapa langkah. Lalu Sean, Nicho dan anak buah Sean pun mendekat. Mereka mengepung Jack dan anak buahnya. Akhirnya bantuan pun tiba tepat waktu, hingga Grace dan Jamie selamat. Dan Jack, ia ditahan atas kejahatannya penculikan, pemerasan dan pelecehan.