
Sean pun yg awalnya hanya ingin mengerjai Grace terkejut karena Grace langsung membantunya. Bahkan Grace sampai berpura-pura menjadi kekasihnya dan melawan Celine, wanita yg selama ini menempel padanya jika bertemu.
Sean pun cukup kesal dengan ulah Celine yg menyebalkan. Apalagi hubungan keluarganya dan keluarga Celine cukup akrab. Jika ada pertemuan, maka Celine akan mendekatinya dengan agresif.
Kini Sean pun harus berterimakasih pada Grace karena berhasil menyingkirkan Celine, bahkan Grace tak segan untuk menekan Celine dengan tegas.
"Nona anda baik-baik saja?" tanya Sean.
"Iya.. walaupun rambutku jadi berantakan, tapi tak apa." ucap Grace.
"Maaf membuatmu dalam bahaya." ucap Sean.
"Sepadan dengan apa yg kau lakukan Sean, mungkin kedepannya Jefry akan menyebalkan kepadamu. " ucap Grace.
"Nona tenang saja, dari yg kulihat dia pria yg lemah." ucap Sean.
"Kau benar, dia memang lemah. Bahkan lebih lemah dariku." ucap Grace tersenyum.
"Apa anda merasa pusing atau sejenisnya?" tanya Sean.
"Tidak, kalau hanya pertengkaran kecil begini sudah biasa bagi wanita." ucap Grace.
"Terimakasih nona, sepertinya anda memang bisa diandalkan." ucap Sean.
"Kau juga.. sudahlah hari ini kita impas." ucap Grace.
"Tapi nampaknya bulan depan aku akan berhenti mengawal anda?" tanya Sean.
"Benarkah? tapi bukannya bagus, kau begitu merindukan pekerjaanmu." ucap Grace.
"Iya anda benar, tapi anda yakin baik-baik saja?" tanya Sean.
"Kau mengkhawatirkanku?? kau manis juga, tapi aku bisa menjaga diri. Kau tahu kan kedua kakakku juga seperti apa." ucap Grace.
"Baiklah, nona hubungi aku kapan saja jika butuh bantuan. Aku bisa mengirim orang-orangku untuk membantu." ucap Sean.
__ADS_1
"Ya.. aku akan mengingatnya." ucap Grace.
Mereka pun hendak pulang ke rumah Grace, tapi Grace kelaparan karena belum makan apapun dan di pesta ia tak berniat untuk makan. Grace pun mengajak Sean makan malam di sebuah resto. Untuk pertama kalinya mereka hanya makan malam berdua.
Grace dan Sean pun nampak santai makan disana. Orang-orang juga menganggap mereka sepasang kekasih yg begitu serasi. Tak ada kecanggungan di antara mereka karena mereka sudah terbiasa bersama, bahkan malam ini mereka berpura-pura menjadi sepasang kekasih.
Saat hendak membayar pun keduanya menyodorkan kartu mereka pada kasir hingga karyawan resto bingung.
"Aku saja, aku pria Grace." ucap Sean.
"Baiklah." ucap Grace mengalah.
Sean pun menyebut dirinya "Pria" dihadapan karyawan resto malam ini. Membuat Grace sadar, kalau pria di dunia ini bukan hanya Jefry seorang. Dan sikap Sean yg selalu tenang pun membuat Grace nyaman berada bersamanya. Andai hubungan ini bukan pura-pura pasti Grace akan bahagia bersama Sean.
Tapi kembali ke realita, mereka tak lain hanyalah nona dan seorang bodyguard kepercayaan. Walau Grace tak pernah menganggap Sean sebagai bawahannya melainkan temannya.
Mereka pun banyak bercerita malam itu karena mereka adalah teman, bukan atasan dan bawahan. Grace pun sudah menekankan itu sejak awal pada Sean, hingga Sean bisa santai bersama Grace.
Lalu saat pulang ke rumah Grace, Sean pun berubah menjadi pengawal lagi untuk menghormati Theo. Theo pun tersenyum karena melihat Grace baik-baik saja pulang dari acara pernikahan mantan kekasihnya yg tak ingin ia sebutkan namanya. Theo juga berterimakasih pada Sean sudah membantu Grace menjaga harga diri putrinya. Jika tidak sudah dipastikan Grace akan dihina oleh istri mantannya tersebut, belum lagi Theo tahu karakter Bianca yg kurang menyukai putrinya.
"Tentu tuan, sudah menjadi tugasku." ucap Sean.
"Tapi sungguh disayangkan, kau harus kembali ke pekerjaanmu sebulan lagi." ucap Theo.
"Benar tuan, timku membutuhkanku." ucap Sean.
"Baiklah, kuharap kau tak keberatan bekerja disini satu bulan lagi. Dan maafkan putriku jika ia menyinggungmu." ucap Theo.
"Tidak tuan, nona Grace bersikap baik padaku selama ini." ucap Sean.
"Baguslah.. kau bisa pulang sekarang, maaf merepotkanmu malam ini dan Terimakasih atas bantuanmu pada Grace." ucap Theo.
"Ya tuan.. aku permisi." ucap Sean.
☘☘☘
__ADS_1
Saat Sean pulang ke rumahnya, nampak dadnya sudah menunggunya dari tadi. Leon nampaknya ingin membicarakan hal penting dengan Sean. Tapi ia justru salah fokus pada penampilan putranya malam ini. Ia pun tersenyum dan menggodanya.
"Apa kau habis kencan dengan putri Theo?" tanya Leon.
"Dad.. aku hanya membantunya menghadiri pernikahan mantan tunangannya." ucap Sean.
"Tapi kau sampai menata rambutmu rapi begini seperti CEO perusahan." ucap Leon.
"Nona Grace yg memintanya." ucap Sean.
"Grace hebat sekali bisa membuatmu nampak serapi ini." goda Leon sambil tersenyum.
"Dad.. hentikanlah.. Dan katakan ada apa." ucap Sean lelah mendengar dadnya menggodanya.
"Ck.. kau itu tak seru sekali." ucap Leon lalu mengajaknya ke ruang bekerjanya.
Leon pun membahas mengenai pekerjaan Sean satu bulan lagi. Dan Sean mendengarkannya dengan baik karena misi ini sangat penting. Belum lagi negaranya sangat jauh hingga ia harus mempelajari negara tersebut.
Sean pun senang bisa kembali bersama timnya. Ia sudah sangat merindukan suasana medan tempur yg biasa ia lalui. Dan juga pekerjaannya selama ini sangat membosankan walaupun ada momen menyenangkan bersama nona Grace seperti malam ini.
Selesai bicara pada dadnya, Sean pun beristirahat di kamarnya. Ia sangat lelah malam ini tapi juga entah mengapa bahagia dan teringat momen-momen bersama dengan Grace. Gadis yg cantik dan senyumnya yg manis membuatnya tak bisa tidur malam ini.
Belum lagi sikapnya yg tenang dan tegas, bahkan sampai membuat Celine tak bisa mengganggunya lagi. Ia mengingat dengan jelas bagaimana Grace menghadapi Celine dengan berani tanpa berteriak sebagaimana wanita pada umumnya.
"Akh dia benar-benar tipeku.. Sadarlah Sean sadar.." gumam Sean dalam hati.
Plakk..plaakk..
Sean pun menampar medua pipinya agar sadar kalau Grace hanyalah nona yg harus ia jaga. Dan juga mungkin setelah ini, ia takkan bisa bertemu dengan Grace lagi. Jadi kemungkinan Sean akan menghabiskan banyak waktunya untuk Grace agar ia tak menyesal nantinya.
Sean pun sadar hatinya tercuri oleh Grace malam ini. Tindakannya yg tegas, sikapnya yg cuek dan terkesan tak ingin membuat masalah, serta pribadinya yg tegar dan pemberani membuatnya semakin menyukainya setelah mengenalnya. Belum lagi Grace sangat mandiri dan menghormati orang lain.
Disisi lain, Grace pun juga berpikir hal yg sama. Ia mulai merasa menyukai Sean dan tampak tak memedulikan Jefry yg menikah malam ini. Harusnya Grace menangis dan sedih, tapi justru ia tak merasakan apa-apa dan senang bisa membuat mantannya terlihat menyesal dan juga kesal melihatnya bersama Sean.
Grace pun akan mencaritahu soal Sean, agar dirinya tak menyesalinya karena mungkin satu bulan ini adalah momen terakhir mereka bersama-sama. Walau tak bisa memiliki setidaknya Grace ingin mengenal dan mengenangnya sebagai pria yg mampu menjaganya dan menghiburnya di kala sedang sedih.
__ADS_1