Affair With Me??

Affair With Me??
EP.167 S2 : Rencana Angel


__ADS_3

Setelah ditinggalkan begitu saja oleh Theo, Angel pun sangat geram. Dirinya tak tahu kalau Theo begitu dingin dan sekejam itu pada putrinya sendiri. Parahnya bahkan Theo tak mengenali ibunya sampai meminta dirinya melakukan tes DNA.


"Lihat saja nanti hasilnya, pokoknya kau harus bertanggungjawab dan memberikan hakku selama ini.." gumam Angel.


Sementara Grace yg melihat kejadian tersebut yakin kalau wanita yg bertemu ayahnya adalah Angel. Akhirnya terpecahkanlah semua misteri dalam hidupnya selama ini. Ia sadar kalau semua masalah yg terjadi dalam hidupnya adalah ulah Angel.


Grace pun bingung, siapa ibu dari Angel karena menurut kakaknya dadnya takkan sampai berbuat hal yg merugikan dirinya dan orang lain. Bukan hanya itu, kakaknya Nicho sampai menelusuri orang-orang yg dekat dengan dadnya dan tak didapati hal yg mencurigakan.


"Ternyata selama ini yg menggangguku adalah Angel, mulai dari membuat rumor buruk di tempat bekerjaku yg dulu, merebut Jefry, bahkan sekarang ia ingin menghancurkan keluargaku.. tapi demi apa?? apa tujuannya??" gumam Grace dalam hati.


Grace pun kembali ke bakery miliknya untuk bekerja setelah menyaksikan pertemuan ayahnya dan Angel. Dirinya pun jadi tak fokus bekerja dan melamun memikirkan apa rencana Angel selanjutnya. Bagaimana caranya mempertahankan keluarganya, jika dalang dibalik semua kerusuhan ini adalah Angel. Dan yg lebih mengerikan lagi bagaimana jika Angel adalah anak kandung ayahnya, membayangkannya saja membuatnya merinding.


Grace yg sedang tak fokus pun akhirnya tak bisa bekerja, dirinya pun pergi ke sebuah tempat untuk menghibur diri. Dirinya memilih beberapa camilan yg ia sukai untuk menenangkan pikirannya yg sedang kacau. Dan disaat yg sama, ia malah terbayang sebuah wajah yg biasa ia ajak biacara. Orang itu adalah Sean, pria yg selalu menemaninya saat sedang menjadi pengawalnya.


Hati Grace pun makin kacau mengingat Sean, pria yg tak mungkin ia temui lagi karena bahkan sampai detik ini ponselnya belum aktif. Grace pun akhirnya memilih pulang lebih awal dan beristirahat untuk memulihkan hati dan pikirannya.


Sheira yg melihatnya pun bingung karena tak biasanya Grace ijin pulang lebih awal.


"Ada apa Grace?" tanya Sheira.


"Tidak mom, aku hanya sedikit pusing dan butuh istirahat." ucap Grace.


"Oh, butuh obat?" tanya Sheira.


"Tidak, aku hanya ingin istirahat saja." ucap Grace.


"Baiklah sayang.. kabari mom jika butuh sesuatu." ucap Sheira.


"Oke mom." ucap Grace.


Grace pun merebahkan tubuhnya di kasur dan memejamkan matanya. Tapi yg muncul di mimpinya malah Sean. Di dalam mimpinya, ia melihat Sean bersama Celine dan membuatnya kesal. Grace pun terbangun dari tidurnya dan menyadari kalau itu semua hanya mimpi.


"Untung hanya mimpi." gumam Grace.


"Ehh.. apa yg kupikirkan.?? Sean bahkan belum tentu menemuiku lagi.. " gumam Grace meruntukki kebodohannya.


Akhirnya Grace pun bangun dan memilih mandi untuk mendinginkan kepalanya. Cukup lama ia berendam dan menenggelamkan kepalanya. Berpikir bagaimana mengatasi Angel yg kemungkinan bisa menghancurkan keluarganya. Tentang segala kemungkinan tujuan Angel melakukan semua ini. Harta, kasih sayang, dan kekuasaan, ketiga hal itu yg ada di pikiran Grace. Tapi ia tak mau terlalu berlebihan dan akan bertindak untuk kedepannya.


☘☘☘

__ADS_1


Sementara itu, Angel pun menemui Jack kekasihnya. Mereka sedang mengatur siasat agar rencana Angel berhasil. Dan mereka berencana menculik Jamie untuk memaksanya membobol sistem dan data perusahaan. Apalagi melihat situasinya, nampak Theo tak menganggapnya sebagai putrinya sama sekali. Angel pun yakin kalau ia takkan mendapatkan apapun setelah hasil tes DNA.


Kini ia bersama kekasihnya ingin mengatur strategi untuk mendapatkan data perusahaan dan menjadikannya milik Angel jika Theo tak memberikannya apa-apa.


"Terimakasih baby.." ucap Angel.


"Tentu baby, kau tahu kan aku selalu bisa melakukan apapun." ucap Jack.


"Kau memang jenius." ucap Angel.


"Jadi sekarang karena uang kita sudah diambil oleh ja***ng itu, bagaimana jika kita memanfaatkannya?" tanya Jack.


"Kau benar, aku tak mau rugi.. 50 milyar itu bukan uang yg sedikit." ucap Angel.


"Berani sekali dia menipu kita.. mari kita tunjukkan siapa diri kita yg sesungguhnya." ucap Jack.


"Benar, kita akan seret dia ke suatu tempat dan melakukan apa yg kita inginkan." ucap Angel.


"Baiklah baby, sesuai permintaanmu dan calon anak kita." ucap Jack.


Jack pun meminta anak buahnya untuk menangkap Jamie. Ia ingin memanfaatkan Jamie karena sudah mengambil uangnya. Belum lagi tujuannya belum tercapai. Dimana aset perusahaan Theo tersebut akan ia miliki bersama Angel.


Setelah ia menemukan tempat yg aman, Nathan pun meminta anak buahnya untuk menjemput Jamie dan membawanya ke tempat yg baru. Jamie pun mengemasi barang-barangnya terutama laptop berharganya. Lalu ia bersama pengawalnya pergi ke suatu tempat.


Tapi belum saja Jamie masuk ke dalam mobil, segerombolan orang datang dan ingin membawanya pergi. Jamie pun pergi bersama seorang pengawalnya dan yg lainnya menghadapi orang-orang tersebut. Mereka berlari ke tempat yg aman untuk bersembunyi.


Jamie pun mencoba menghubungi Nathan tapi tak diangkat karena Nathan sedang meeting. Lalu ia teringat Grace, kebetulan Grace langsung mengangkat teleponnya.


"Ada apa kak?? aku sedang menuju apartemenmu." ucap Grace.


"Grace, jemput aku di toko Xx.." ucap Jamie.


"Oke.. aku hampir sampai." ucap Grace tak curiga sama sekali.


"Sedang apa kak Jamie di toko bunga?" gumam Grace dalam hati.


Tibalah Grace di depan toko tersebut, dan nampak ada segerombolan orang memakai pakaian hitam. Anehnya Jamie tak keluar sama sekali padahal Grace sudah mencoba menghubunginya.


"Ini aneh.." gumam Grace.

__ADS_1


Grace pun terus mencoba menelpon Jamie, akhirnya Jamie pun berani mengangkat teleponnya.


"Grace, aku dalam bahaya.. aku tak bisa keluar dari sini." ucap Jamie.


"Apa pria berbaju hitam-hitam ini yg mengejarmu?" tanya Grace.


"Iya benar, kau melihatnya kan. " ucap Jamie.


"Ya.. kak kau keluarlah.. aku bisa mengatasi ini." ucap Grace.


"Kau yakin?" tanya Jamie.


"Ya.. mereka sebagian sedang menuju ke arah lain." ucap Grace.


"Tapi ada beberapa di depan toko." ucap Jamie.


"Serahkan padaku.. kau cepatlah keluar.." ucap Grace.


Grace pun tancap gas dan melaju mendekati para pria tersebut. Dan tanpa ragu Grace menabrak mereka.


Brakkk...!


"Akhh.."


"Hei kau kalau jalan pakai mata..!" ucap mereka kesakitan dan tak bisa bangkit.


Jamie pun keluar dan langsung masuk ke dalam mobil Grace bersama satu pengawalnya.


"Maaf aku sedang buru-buru.." ucap Grace.


Grace pun mundur melihat pria berbaju hitam lainnya mendekat karena melihat Jamie. Lagi-lagi Grace menabrak penculik lainnya saat memundurkan mobilnya.


"Ups.. maaf aku sengaja.." ucap Grace lalu banting setir dan melaju ke arah jalan raya.


Dirinya pun langsung tancap gas untuk pergi dari lokasi tersebut. Ia tak perduli jika sudah menabrak mereka, karena mustahil mereka berani lapor polisi.


"Grace kau yakin ini akan baik-baik saja?" tanya Jamie khawatir.


"Kak, aku yakin mereka takkan berani menuntut karena mereka berusaha mencelakaimu." ucap Grace.

__ADS_1


__ADS_2