
Aryo pun tak berhenti sampai disitu, ia masih bisa membayar orang lain untuk mengikuti Sheira. Ia ingin mendekatinya setelah tahu dimana keberadaan Sheira berada. Dan ia mengirimkan orang terakhir untuk memantau Sheira terakhir kalinya.
Saat itu, Sheira tengah mengunjungi bakery-nya untuk melakukan pembukaan resmi. Nampak ada banyak orang dan tak ada yg mencurigai stalker tersebut. Begitu juga dengan Sheira dan juga Anton, mereka belum menyadari keberadaan stalker tersebut.
Begitu acara pembukaan selesai, Sheira pun kembali ke kantor. Dan Anton menangkap ada mobil yg mengikuti mereka lagi.
"Nona, ada stalker lagi." ucap Anton.
"Ck.. gigih juga mantan suamiku." ucap Sheira.
"Apa yg harus kita lakukan?? haruskan aku turun dan menghajarnya atau kita mengalihkan perhatian dan pergi tanpa diketahui.?" tanya Anton.
"Tidak aku hubungi saja pengirimnya langsung." ucap Sheira.
Sheira pun menghubungi Aryo lewat ponsel stalker yg ia tahan waktu itu. Dan Aryo pun langsung menjawab dengan nada kesal.
"Ada apa lagi??" tanya Aryo dengan nada tak suka.
"Ada sesuatu yg harus aku katakan Mas Aryo." ucap Sheira.
"Sheira..?" ucap Aryo.
"Benar, kenapa kau terkejut ponsel stalker suruhanmu ada padaku?" tanya Sheira.
"Bagaimana bisa.?" tanya Aryo.
"Tentu saja bisa dan tak usah berbasa-basi lagi, aku ingin kau mengusir stalker yg ada di belakang mobilku.. itu orang suruhanmu bukan?" tanya Sheira.
"Bukan. Itu bukan orang suruhanku." ucap Aryo.
"Ya.. aku tahu kau akan mengelak, tapi kau tahu kan isi ponsel yg ada ditanganku ini, bagaimana jika aku melaporkannya ke polisi?" tanya Sheira.
"Baiklah, aku akan menyuruhnya pergi." ucap Aryo.
"Pemikiran yg bagus." ucap Sheira.
"Tapi, ada syaratnya.. makan malamlah bersamaku." ucap Aryo.
"Apa kita punya urusan lain? nampaknya kita tak ada urusan lain." ucap Sheira.
"Aku sudah bercerai dari Pinkan." balas Aryo.
"Itu masalahmu, dan aku sudah punya kekasih." ucap Sheira.
"Sheira mari kita bicara dan makan malam.." ucap Aryo.
"Kau suruh saja penguntit itu pergi atau aku akan melaporkannya.. kebetulan kantor polisi tak jauh dari sini." ucap Sheira lalu mematikan telepon.
__ADS_1
"Sheira.. Sheira.." ucap Aryo saat teleponny terputus.
Mau tak mau Aryo menghentikan stalker tersebut dan menyuruhnya untuk berhenti mengikuti Sheira. Karena Aryo tahu Sheira yg sekarang tak bisa dianggap remeh, ia tak segan-segan melawan dan punya banyak orang yg mendukungnya.
Sementara Sheira tersenyum dan melihat sudah tak ada lagi stalker di belakangnya.
"Lihat kan Anton, ada gunanya aku menyita ponsel ini.. jika mantan suamiku macam-macam aku bisa melaporkannya dengan semua bukti di ponsel ini." ucap Sheira.
"Anda memang pintar nona, jaga baik-baik ponsel tersebut untuk berjaga-jaga dikemudian hari." ucap Anton.
"Tentu saja." ucap Sheira.
Beberapa jam kemudian Sheira pun tiba di Jakarta dan ia kembali ke kantornya untuk melakukan meeting dan semua pekerjaannya berjalan dengan baik. Tapi ia cukup kelelahan beberapa hari terakhir. Sheira pun memutuskan untuk pulang lebih awal saat tak ada pekerjaan lain.
Dan Jasmine yg belum mendapatkan pekerjaan pun masih berada di rumah Sheira. Sheira pun berniat untuk menyuruhnya berada di sana meskipun Jasmine sudah mendapatkan pekerjaan. Jasmine yg melihat Sheira pulang lebih awal pun bertanya.
"Kau baik-baik saja?" tanyanya.
"Aku lelah." ucap Sheira.
"Sebaiknya kau mandi air hangat dan makan baru istirahat." ucap Jasmine.
"Iya.. aku mengerti." ucap Sheira.
Sheira pun membersihkan diri lalu makan, nampak Jasmine sudah menyiapkan makanan untuk Sheira.
"Ya.. aku akan melakukannya untukmu." ucap Jasmine.
"Jasmine, tetaplah tinggal bersamaku meskipun kau sudah mendapatkan pekerjaan." pinta Sheira.
"Memangnya kenapa? kau tak keberatan aku terus menumpang begini?" tanya Jasmine.
"Tidak, sama sekali tidak. Aku justru senang punya teman yg bisa diajak bicara. Soal tempat tinggal, kita bisa membagi pengeluaran bulanan saat kau sudah stabil." ucap Sheira.
"Aku tak menyangka zaman sekarang masih ada orang sebaik dirimu." ucap Jasmine.
"Jangan bicara begitu, kita sudah seperti keluarga sekarang." ucap Sheira.
"Terimakasih, aku akan melakukannya jika kau menginginkannya." ucap Jasmine.
Mereka berdua pun makan malam bersama, dan Sheira istirahat setelah itu. Daniel dan Theo pun tiba malam itu di apartemen Sheira. Tapi sayang Sheira sudah tidur karena kelelahan. Daniel dan Theo pun pergi, dan hanya menitipkan makanan untuk Sheira.
"Baiklah, kalau begitu kami pergi saja." ucap Daniel.
"Kabari kami ya jika terjadi sesuatu pada Sheira." ucap Theo.
"Baiklah tuan." ucap Jasmine.
__ADS_1
Jasmine pun istirahat lebih awal juga, karena tak ada lagi yg harus ia kerjakan.
☘☘☘
Keesokannya, Sheira pun bekerja seperi biasa. Dan Theo datang pagi-pagi untuk memberikan sesuatu padanya.
"Apa ini?" tanya Sheira.
"Ini sarapan dan vitamin untukmu." ucap Theo.
"Terimakasih." ucap Sheira.
"Sudahlah kalian sarapan bersama saja.. aku akan masuk ke dalam kamar." ucap Jasmine.
"Tawaran yg menarik Jasmine." ucap Theo.
"Ya.. kebetulan aku ada wawancara online." ucap Jasmine.
"Benarkah, semangat ya.. kau pasti bisa." ucap Sheira.
"Iya, kalian duduk dan sarapanlah dengan tenang." ucap Jasmine menyiapkan segalanya.
Theo dan Sheira pun sarapan bersama, terlihat Sheira agak lelah tak seperti biasanya. Dan Theo memintanya untuk meminum vitamin yg ia berikan. Sheira juga bercerita mengenai stalker suruhan Aryo dan ajakan makan malam Aryo. Theo pun kesal mendengarnya tapi ia juga senang Sheira tak menanggapinya.
"Katakan padaku jika dia macam-macam padamu." ucap Theo.
"Ya baiklah, kau tenang dulu." ucap Sheira.
"Aku jadi tak bisa tenang setelah mendengarnya. Dia itu gila apa?? kemarin menyakitimu sekarang setelah berpisah dari Pinkan mendekatimu lagi." ucap Theo.
"Sudahlah, dia memang gila. Mungkin kepalanya habis terbentur.." ucap Sheira.
"Kenapa kau santai sekali?" tanya Theo.
"Mau bagaimana lagi? aku sudah ada pengawal dan tahu sifatnya.. Jadi tidak sulit menghadapinya." ucap Sheira.
"Tetap saja, kau harus berhati-hati.." ucap Theo.
"Aku tahu kau tenang saja." ucap Sheira.
Sheira dan Theo pun pergi ke kantor setelah sarapan. Mereka pun naik di mobil berbeda karena kantor mereka berbeda arah. Dan Saat Sheira tiba di kantornya, ia mendapatkan hadiah dari orang tak dikenal berupa bunga.
Sheira yg penasaran pun bertanya pada Theo dan beberapa orang terdekatnya. Dan jawabannya tak ada yg mengirimkan bunga untuknya. Langsung saja Sheira membuang bunga tersebut karena takut isinya ada kamera dan sejenisnya yg mampu merekam semua aktifitasnya dan mengetahui lokasinya.
Hari pun berlalu begitu cepat karena banyaknya pekerjaannya hari ini. Dan besok Sheira dan Theo akan menuju ke area project F yg sedang di bangun. Mereka akan melihat perkembangan pembangunan Mall besar tersebut.
Tapi lagi dan lagi, Aryo tak kenal takut dan terus meminta seseorang untuk menguntit Sheira. Ia benar-benar ingin tahu bagaimana lingkungan tempat tinggal Sheira sekarang dan berniat untuk menjauhkan Sheira dari Theo.
__ADS_1