
Malam itu, David dan Leon pun pergi bersama Kim. Leon ingin menyusup ke Miracle Company. Menurut David itu adalah ide gila yg cukup beresiko, tapi melihat yg ada bersamanya ada Loenardo Hayes pemimpin dari SHIELD, ia pun memberanikan diri.
"Anda yakin tuan?" tanya David.
"Ya.. kita cari sesuatu, atau rencana mereka." ucap Leon.
Mereka pun perlahan-lahan bisa masuk dengan memanjat pagar. David pun melihat Cctv disana, dan ia yakin mereka tertangkap cctv.
"Tuan ada CCTV.." ucap David.
"Sstt.. aman.." ucap Leon membuat David bingung dan hanya mengikuti saja.
Mereka pun berhasil masuk lewat jendela, dan kini menuju ke ruangan CEO. David pun bingung bagaimana lagi Leon bisa mendapatkan peta lokasi gedung tersebut di ponselnya.
"Sstt.. jangan terkejut, aku bisa tahu segalanya.." ucap Leon.
"Baik tuan.." ucap David.
David pun mengikuti saja arah yg ditunjukkan Leon sembari berjaga di belakangnya. Ia sungguh was-was terlebih ada cctv yg dipasang dimana-mana. Mereka pun menaiki tangga karena lift sudah dimatikan. Dengan perlahan mereka menaiki tangga yg banyak itu.
"Harusnya kita memanjat saja agar cepat sampai.. " gerutu Loen.
Hingga mereka tiba, di ruangan CEO. Ruangan yg terkunci dengan rapat. Bahkan kuncinya tak sembarang kunci melainkan kartu akses dan hebatnya lagi Leon memiliki kartu akses tersebut.
Hal itu membuat David kembali kagum akan kinerja SHIELD. Akhirnya mereka pun masuk ke dalam dan mengecek ruangan CEO tersebut.
"Waktu kita hanya 10 menit, cari apapun petunjuk yg berguna." ucap Leon.
"Baik tuan.." ucap David.
David pun mencari sesuatu bersama Leon, ia mencari petunjuk sekecil apapun untuk membuktikan kalau Haris bersalah di pengadilan. David pun menemukan berkas mengenai dirinya dan 4 rekannya. Kemudian ia memfotonya satu persatu.
"Apa itu?" tanya Leon.
"Ini adalah informasi tentang kami berlima, ternyata si tua bangka itu sudah tahu.." ucap David.
"Tentu saja target utamanya adalah aku dan Sheira sang pemilik perusahaan ini sesungguhnya." ucap David.
"Oke.. cari lagi sesuatu." ucap Leon.
Leon pun menemukan brankas, ia mencoba mengutak-atiknya dan berhasil terbuka. Disana ia menemukan surat wasiat palsu dan juga berkas kepemilikan perusahan ini yg lama saat menjadi Golden.corp.
"Ini yg kalian butuhkan.." ucap Leon.
"Benar.." ucap David.
"Yasudah langsung masukkan tasmu." ucap Leon.
"Ingat kembalikan semuanya seperti sebelumnya. Jangan ada yg berubah." ucap Leon.
"Baik tuan." ucap David.
__ADS_1
Mereka pun merapikannya kembali dan keluar dari ruangan. Tapi Kim sudah menghubungi Leon untuk berhati-hati.
"Tuan 5 menit lagi, cepatlah keluar. " ucap Kim.
"Oke.." ucap Leon.
David pun tiba-tiba menarik Leon untuk bersembunyi karena ada petugas yg berkeliling.
"Hampir saja.." ucap Leon.
"Bagaimana kita keluar darisini? apa bisa kulihat peta tadi tuan?.." tanya David.
"Ini.." ucap Leon memberikan peta tersebut.
David pun berpikir sejenak dan melihat jendela. Nampak ia terbersit sebuat ide.
"Tuan, kalau kita pakai tangga sepertinya lebih dari 5 menit, kita bisa melompat ke bawah dengan tali." ucap David.
"Ide bagus.." ucap Leon.
Mereka pun memasang tali dan turun menggunakan tali agar lebih cepat. Petugas juga pun tak tahu ada yg menyusup kesana. Dan mereka kini sudah keluar dengan aman dan tepat waktu.
"Tuan, tadi anda nyaris sekali.." ucap Kim.
"Maaf Kim, ternyata kantor tersebut cukup besar dan aku belum tahu seluk beluknya." ucap Leon.
"Tapi mengenai cctv bagaimana?" tanya David.
"Oh.. hebat.." ucap David.
"Besok kita bahas mengenai berkas tadi, dan kau hati-hatilah kau sudah menjadi target utama." ucap Leon.
"Baik tuan." balas David.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Dan Leon membawa berkas tersebut untuk ia periksa. Sesampainya dirumah ia melihat kembali berkas tersebut. Nampak ada tanda tangan Sheira yg menyerahkan berkas tersebut atas nama Haris. Hal tersebut membuat Leon mengerti, bahwa tak mungkin gadis berusia 6 tahun bisa tanda tangan dengan begitu rapi.
Malam itu pun, Leon meminta tandatangan Sheira lewat pesan. Dan Sheira langsung membalasnya walaupun ia sembari bertanya. Tapi Leon berjanji akan menjelaskannya besok.
Terlihat dengan sangat jelas, tanda tangannya begitu berbeda. Dan hal itu membuat Leon tersenyum. Ia semakin tertarik pada kasus ini dan memanggil pengacara keluarganya untuk membantu Jonathan mengurus kasus ini.
"Setelah melihat kejahatan mereka aku jadi gemas ingin menarik pelatuk senjataku.." gumam Leon dalam hati.
Sementara David, ia langsung memeriksa data-data yg mereka peroleh tentang dirinya dan keempat rekannya.
"Tidak, mereka benar-benar psikopat." ucap David.
"Ada apa paman?" tanya Tio yg terbangun dari tidurnya.
"Aku menemukan sesuatu malam ini." ucap David.
"Ini kan tentang informasi pribadi kita." ucap Tio.
__ADS_1
"Kau benar, mereka sudah tahu siapa kita. Aku dan Sheira adalah target utama mereka." ucap David.
"Bagaimana paman mendapatkan ini?" tanya Tio.
"Aku menyusup ke Miracle Company bersama tuan Leon." ucap David.
"Ba-bagaimana bisa??" tanya Tio tak percaya.
"Aku juga tak percaya, tapi ini benar-benar nyata dan terjadi. Besok akan ada berita heboh dan kita berkumpul." ucap David.
Keesokannya mereka pun berkumpul. Dan Leon pun datang paling terakhir seperti sang bos karena disini dia memang bosnya.
"Maaf semuanya, aku terlambat.." ucap Leon.
"Ya tak apa, silahkan tuan.." ucap David.
"Terimakasih.." ucap Leon.
David pun memulai rapat mereka dan tentang barang bukti yg mereka temukan semalam. Mereka semua pun terkejut mengetahui kalau nama mereka sudah ada dalam daftar mereka.
"Bagaimana ini bisa terjadi? secepat ini mereka tahu." ucap Daniel.
"Kurasa bukan tidak mungkin, karena kita keturunan orang tua kita." ucap Theo.
"Dan secepat ini mereka tahu tentang kita, tapi anehnya Pinkan putri dari Haris bertindak biasa seperti tak tahu apapun.. atau memang ia tak tahu kebusukan ayahnya." ucap Sheira.
"Apapun itu, kita harus berhati-hati.." ucap Tio.
"Baiklah, ijinkan aku bicara.." ucap Leon.
"Jadi nona Sheira, kau ingat kan semalam aku meminta contoh tanda tanganmu?" tanya Leon.
"Iya.. ada apa tuan? apa ada yg memalsukannya.?" tanya Sheira.
"Bingo..! dan lucunya tanda tangan itu dipalsukan saat kau berusia 6 tahun.. Ini adalah berkas pemindahan kekuasaan yg kami temukan di dalam brankas Haris." ucap Leon.
Sheira pun menerima berkas tersebut dan mengeceknya. Theo dan Daniel pun merapat dan membantu Sheira mengeceknya.
"Apa-apaan tanda tangan ini?" tanya Theo.
"Dan ini bukan tanda tanganku, bagaimana aku yg baru berumur 6 tahun bisa tanda tangan serapih ini?" tanya Sheira.
"Itulah celah mereka, kau harus menunjukkan ini di pengadilan." ucap Leon.
"Aku dan David sudah membuat laporan baru pada koneksiku yg bisa meloloskan laporan ini. Jadi kita akan bertarung di pengadilan." ucap Leon.
"Benar, kami sudah melakukannya. Jadi kita tinggal lihat kondisi kedepannya." ucap David.
"Syukurlah, Terimakasih tuan Leon.." ucap Sheira.
"Ya terimakasih tuan.." ucap Theo, Daniel dan Tio.
__ADS_1
"Oke kalau begitu kalian berhati-hatilah.. aku harus kembali ke kantorku.. setiap orang akan dapat 1 sampai 2 pengawal." ucap Leon lalu pamit undur diri.