Affair With Me??

Affair With Me??
EP.83 Pertemuan


__ADS_3

Aryo yg nyaris berujung dipenjara karena kasus stalker yg ia lakukan, kini hanya bisa terdiam saat dibebaskan oleh orangtuanya. Baik Siti maupun Sigit pun juga tak mampu berkata apa-apa karena memang kekuatan Sheira dan orang sekelilingnya tak mampu mereka hadapi.


"Sudahlah, lebih baik kau ikhlaskan saja." ucap Sigit.


"Tapi yah.. aku masih belum rela." ucap Aryo.


"Kau yg memutuskan bercerai, kenapa juga kau ingin kembali seperti tak punya harga diri.!" ucap Sigit.


"Mas tindakan Aryo itu benar, Sheira sudah selevel dengan kita." ucap Siti.


"Sudahlah, aku pusing dengan level-levelan dalam pemikiranmu.. kau pikir hidup ini sebuah permainan ada levelnya." ucap Sigit yg lelah menghadapi Siti.


"Ck.. kau itu tak mengerti sama sekali." ucap Siti.


"Aku akan terus berusaha mendekatinya.. dan kami pasti akan rujuk." ucap Aryo.


"Kau tak boleh menyerah nak." ucap Siti yg sudah tak sabar memiliki menantu super kaya.


Sementara itu, Sheira, Daniel dan Theo pun pulang ke apartemen dan mereka berkumpul di apartemen Sheira.


"Sheira kau yakin akan keputusanmu membebaskan Aryo?" tanya Daniel.


"Ya kak.. lagipula, kalau aku tak bebaskan pun pasti orangtuanya yg akan menebusnya." ucap Sheira.


"Aku mengerti." ucap Daniel.


"Dan setidaknya sudah ada peringatan dari polisi kalau ia macam-macam pasti akan dikenakan sanksi." ucap Sheira.


"Aku akan memperketat pengawasan.. dan menyelidiki rencana apa yg Aryo buat." ucap Theo.


"Oke.. aku akan berhati-hati." ucap Sheira.


"Ya.. Sejak kalian bersama sepertinya kita jarang makan bersama." ucap Daniel.


"Kakak benar, haruskah kita adakan makan bersama yg lainnya juga?" tanya Sheira.


"Itu ide yg bagus, ajak David dan juga Tio.. Aku sudah jarang bertemu mereka dan nampaknya mereka berdua sibuk." ucap Theo.


"Ya.. mari kita ajak mereka ke resto ku." ucap Daniel.


☘☘☘


Setelah merencanakan semuanya dan mengundang mereka semua, kini semuanya telah hadir di resto tersebut. Semuanya pun berbagi ceritanya masing-masing. Namun wajah Tio sedikit murung, ia merasa kalah start dari Theo hingga Sheira memilih Theo.


"Selamat untuk kalian berdua." ucap David.


"Ya.. selamat ya Sheira dan Theo." ucap Tio walaupun perih hatinya.


"Terimakasih semuanya, aku senang bisa berbagi kebahagiaan dengan kalian. " ucap Theo.


"Bagaimana kabar kalian?" tanya Theo.


"Aku kembali ke aktivitasku, dan mendapat pekerjaan di sebuah rumah sakit." ucap Tio.


"Kalau aku, aku mendapat penawaran dari SHIELD oleh tuan Leon. Jadi sekarang aku sedang mengikuti tesnya." ucap David.


"Wah berita bagus David." ucap Daniel.

__ADS_1


"Iya begitulah.." ucap David.


"Syukurlah, semuanya mendapatkan apa yg kalian inginkan." ucap Sheira.


"Ini semua berkat kerjasama kita.. jika bukan tak mungkin kita bisa menjatuhkan Haris dan kedua rekannya. " ucap David.


"Jadi, kita harus sering berkumpul agar kebersamaan ini tak hilang." ucap Theo.


"Itu benar, dan jangan sungkan saat kalian dalam masalah, kita bisa berbagi saran dan masukan." ucap Daniel.


"Ya katakan saja jika kalian butuh bantuan, aku akan membantu sebisaku." ucap David.


"Oke.. " ucap Tio.


"Ya.. kalian bisa menghubungiku kapan saja saat butuh bantuan." ucap Sheira.


Mereka pun bercengkrama karena sudah lama tak bertemu. Semuanya sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan hampir tidak pernah bertemu. Ini adalah pertama kalinya mereka bertemu setelah kasus ini selesai.


☘☘☘


Di sisi lain, Viola ternyata mengetahui kabar hubungan Theo dengan Sheira. Ia sedikit kecewa karena belum dikabari dan mendengarnya dari orang kepercayaannya. Hingga Viola memanggil Theo ke rumahnya.


"Berani sekali anak ini merahasiakan hal sepenting ini dan tak memberitahuku." gumam Viola dalam hati.


Theo pun datang ke rumahnya dengan santai tanpa berpikir momnya akan marah padanya.


"Hai mom apa kabar?" tanya Theo.


"Baik, kau sendiri?" tanya Viola.


"Apa kau tak ingin mengatakan sesuatu pada mom?" tanya Viola.


"Oh.. mengenai project F sedang kami proses." ucap Theo.


"Theo, bisakah kau membahas yg lain selain pekerjaan?" tanya Viola.


"Baiklah mom." ucap Theo tersenyum.


"Jadi ada apa mom memanggilku kemari?" tanya Theo.


"Kau masih bertanya dan tak tahu alasannya?" tanya Viola.


"Jika mom tidak bicara ya aku tak tahu .." ucap Theo.


"Baiklah, mom akan bertanya langsung padamu. Kenapa kau berhubungan dengan Sheira tanpa memberitahuku?" tanya Viola.


"M-mom.. tenang dulu.. aku tak bermaksud menyembunyikannya.." ucap Theo gugup.


"Lalu kenapa mom tak diberitahu?" tanya Viola.


"Karena aku terlalu sibuk.. dan lupa mengatakannya." ucap Theo.


"Kau itu selalu saja begitu." ucap Viola.


"Jadi mom setuju atau tidak?" tanya Theo.


"Tentu saja setuju.. memangnya apa alasan mom bisa menolaknya.?" ucap Viola.

__ADS_1


"Baguslah, aku senang mendengarnya." ucap Theo.


"Harusnya kau memberitahu mom.. " ucap Viola


"Maafkan aku.. aku benar-benar lupa mom." ucap Theo.


"Ajak Sheira makan malam disini." ucap Viola.


"Baiklah mom, aku akan memberitahunya." ucap Theo.


"Mom senang kau mau menjalin hubungan dengan seorang wanita.. Walaupun statusnya janda tapi Sheira masih muda dan baik." ucap Viola.


"Terimakasih mom sudah menerimanya." ucap Theo.


Setelah pertemuan itu, Theo mengabari Sheira. Sheira pun gugup diminta bertemu dengan Viola karena kali ini ia akan datang sebagai kekasih Theo bukan sebagai kenalan dan sebagainya.


Sheira pun terdiam di depan lemari bajunya. Ia menatap pada baju-baju yg biasanya ia pakai. Ia ambil satu persatu hingga semuanya berantakan. Jasmine yg tak melihat Sheira keluar dari kamarnya pun menengoknya. Dan terlihat tempat tidurnya dipenuhi baju-baju.


"Sheira kau sedang apa?" tanya Jasmine.


"Jasmine bantu aku memilih baju. Aku benar-benar bingung." ucap Sheira.


"Kau mau kemana memangnya?" tanya Jasmine.


"Aku mau makan malam bersama ibunya Theo." ucap Sheira.


"Oh makan malam dengan calon mertua.. tenanglah kau hanya perlu memilih pakaian yg kasual dan tertutup." ucap Jasmine.


"Mari kita lihat ada berapa model yg bisa jadi pilihan." ucap Jasmine.


Jasmine pun memilihkan beberapa setelan baju, lalu Sheira tinggal memilih yg benar-benar cocok dan pas ia pakai. Serta nyaman saat ia kenakan untuk acara makan malam.


"Ini bagus, kau itu hanya gugup pilihanmu bagus kok." ucap Jasmine.


"Terimakasih Jasmine." ucap Sheira.


"Ya.. sama-sama." ucap Jasmine.


Sheira pun merapikan semuanya dan menyetrika baju yg akan ia gunakan. Lalu ia bersiap-siap karena Theo akan segera tiba menjemputnya.


Tak lama Theo pun tiba dan Jasmine membukakan pintu. Theo pun menunggu sejenak hingga Sheira selesai bersiap. Dengan gugup, Sheira keluar dari kamar dan Theo pun tersenyum.


"Kau cantik malam ini." ucap Theo.


"Terimakasih." ucap Sheira.


"Jangan gugup, dia bukan seperti mantan ibu mertuamu." ucap Jasmine.


"Itu benar, kau sudah mengenalnya kan?" ucap Theo tersenyum.


"Ya.. tapi tetap saja, justru karena itu sekarang aku menemuinya sebagai kekasihmu." ucap Sheira.


"Tenang, ada aku." ucap Theo.


"Sudah.. tuan Theo langsung bawa Sheira karena nanti ia bisa berubah pikiran dan mengganti pakaiannya lagi." ucap Jasmine.


Theo pun tersenyum dan langsung membawa Sheira ke rumahnya. Viola pun sudah menunggunya dari tadi. Dan begitu tiba, Sheira langsung disambut baik oleh Viola. Seketika rasa gugupnya pun hilang dan berganti dengan susana damai.

__ADS_1


__ADS_2