Affair With Me??

Affair With Me??
EP.170 S2 : Rencana Grace


__ADS_3

Grace pun terbangun dengan kondisi yg menyedihkan dimana kedua tangannya terikat disebuah kursi. Disampingnya pun sudah ada Jamie yg juga mendapatkan perlakuan yg sama. Keduanya pun saling tatap tapi tak bisa bicara karena mulutnya juga ikut diikat.


"Apa rencana mereka kali ini? apakah sesuai dengan prediksiku? lalu apa JackThompson akan menampakkan wajahnya?" gumam Grace dalam hati.


Grace pun mencoba tenang dan berpikir, begitu juga dengan Jamie yg merasanya dirinya sangat tak berguna saat ini. Jamie menyesali dirinya yg malas untuk mengikuti kelas bela diri semasa kecil, hingga sekarang ia baru sadar bagaimana pentingnya pertahanan diri.


Beberapa orang pun datang dan menghampiri keduanya. Lalu orang tersebut meminta anak buahnya melepaskan ikatan yg ada di mulut keduanya agar mereka bisa bicara.


"Nona-nona aku ingin bicara pada kalian." ucap Jack.


"Jadi katakan apa maumu?" tanya Grace.


"Kau sangat to the point.. aku tertarik padamu." ucap Jack.


"Benarkah? lalu katakan apa maumu? memeras keluargaku?" tanya Grace.


"Ck.. lebih dari itu, aku ingin seluruh saham milikmu.." ucap Jack.


"Benarkah? baiklah, itu mudah." ucap Grace.


"Dan kau ja**ang sudah mengambil uangku kau juga mengkhianatiku." ucap Jack kesal pada Jamie.


"Jangan terlalu kasar pada wanita.." ucap Grace.


"Dia sudah berani menipuku." ucap Jack.


"Berapa yg diambil darimu?? aku bisa memberikannya padamu." ucap Grace.


"Jadi kau ingin kami melepaskan ja**ang ini?? jangan harap." ucap Jack.


"Tuan Jack Thomson? itu anda kan?" tanya Grace.


"Kau ternyata cukup pintar." ucap Jack.


"Tentu saja.. jadi apa yg kau inginkan sampai menahanku disini? kau hanya butuh dia kan?" tanya Grace.


"Kau benar.. sebenarnya menculikmu sangat berbahaya.. tapi kalau dilihat kau cantik juga." ucap Jack.


"Terimakasih pujiannya." ucap Grace.


"Kau ingin kulepaskan?" tanya Jack.


"Ya.. lepaskan aku dan mari buat kesepakatan." ucap Grace.


"Grace jangan." ucap Jamie.


"Nona Jamie diamlah, kau itu merugikanku.. gara-gara kau aku ditahan disini." ucap Grace. "Maaf kak aku harus melakukan ini." gumam Grace dalam hati.


"Baiklah, kau dengar kan ja**ang?? jadi kau diam saja.." ucap Jack lalu melepaskan ikatan Grace.


"Terimakasih, aku tak sabar ingin mendengar keinginanmu karena aku tak mau mati konyol." ucap Grace.


"Baiklah ayo gadis pintar. " ucap Jack.


Tapi Grace mendekat ke Jamie dan mengatakan sesuatu yg membuat Jack tersenyum.


"Kau pasti akan bebas jika kau menurutinya." ucap Grace. Lalu Grace berbisik di telinga Jamie "tetap diam kak.. " bisik Grace pada Jamie yg seketika membuat Jamie mengerti.


"Ayo, kita akan kemana?" tanya Grace.

__ADS_1


"Ikuti aku." ucap Jack.


Jack pun membawa Grace ke suatu tempat dan mereka bicara disana. Grace pun mau tak mau terpaksa membuat kesepakatan dengan Jack. Tapi Jack begitu licik dan mata keranjang, dia bahkan menawarkan Grace untuk menjadi kekasihnya.


"Kalau masalah itu akan kupikirkan, karena apa keuntungan yg kuperoleh darimu?? sepertinya tak ada." balas Grace.


"Kau tak boleh menyia-nyiakan kesempatanmu." ucap Jack.


"Aku tahu, tapi aku juga punya perhitungan dalam hubungan." ucap Grace.


"Aku akan membuatmu dan anak buahmu aman, lalu aku bisa pulang ke rumah dengan tenang. Untuk wanita itu, kau bisa menyuruhnya membuka data yg kau inginkan tapi jangan sakiti dia." ucap Grace.


"Baiklah nona cantik.." ucap Jack.


Setelah berbincang, nampak Jack melonggarkan pengawasannya. Grace pun mencoba mengambil kesempatan tersebut dengan menyiram kopi panas ke wajah Jack.


Byurrr..


"akhh... apa-apaan kau..!" teriak Jack.


Lalu Grace memukul kepalanya dengan keras menggunakan laptop milik Jamie sampai rusak. Grace pun berlari, dan menghadapi anak buah Jack yg mengepungnya. Grace pun memanfaatkan alat yg ada untuk menghajar mereka.


Bughh..Bughh.. bughhh..


Setelah membereskan mereka, Grace pun berlari menuju Jamie dan melepaskan ikatannya.


"Kak.. maaf aku lama.." ucap Grace melepaskan ikatan Jamie.


"Tak apa aku mengerti." ucap Jamie.


Lalu keduanya pun mencari jalan keluar untuk segera keluar dari sana. Jamie pun tak mau berdiam diri, dirinya membawa tongkat pemukul untuk jaga-jaga. Dan Grace melihat beberapa orang keluar lewat sebuah pintu.


Bughh..Bughh..Bughh.


"Bagus, ayo kak aku sudah dapat kuncinya." ucap Grace lalu membawa Jamie keluar dan membuka kuncinya.


Mereka pun terus berlari untuk keluar dari tempat asing tersebut. Dan saat mereka berhasil keluar, mereka melihat sekitar mereka yg ternyata hutan yg dipenuhi dengan pepohonan.


"Grace, kita dimana ini? ini lebih seperti hutan." ucap Jamie.


"Aku juga tak tahu, tapi ini memang hutan kak." ucap Grace.


"Hei.. Ja***ang..!" teriak Jack dari kejauhan.


"Lari Grace." ucap Jamie menarik tangan Grace.


Keduanya pun berlari menghindari kejaran dari Jack dan anak buahnya. Dan mereka cukup kesulitan karena mereka menghadapi medan hutan dengan dipenuhi semak dan tanaman liar.


"Mereka ada sudah pergi.." ucap Jamie.


"Aku tak tahu tempat yg aman, tapi kurasa kita bisa bersembunyi di atas pohon." ucap Grace.


"Tak buruk, sekalian kita mencari jalan keluar." ucap Jamie.


"Kakak bisa memanjat?" tanya Grace.


"Sedikit.. kuharap aku tak merepotkanmu." ucap Jamie.


Mereka pun memanjat pohon dan bersembunyi di atas. Mereka juga mencari jalan keluar dari atas sana. Untungnya keduanya bisa memanjat dan bersembunyi dia atas pohon karena hari menjelang malam.

__ADS_1


"Aku akan coba mengaktifkan ponselku.." ucap Grace mencoba mengaktifkan ponselnya.


Tapi sebelumnya dirinya dan Jamie mematikan suara dan getarannya.


"Ya tuhan, bagaimana caranya kita meminta bantuan." ucap Grace saat dirinya tak kunjung mendapatkan signal.


"Aku juga sama.. bahkan batteraiku hampir habis." ucap Jamie.


"Kak.. aku akan memanjat sampai atas, jika ada mereka tolong tirukan bunyi kucing." ucap Grace.


"Grace itu berbahaya, kalau kau jatuh bagaimana..? ini dihutan." ucap Jamie.


"Kita butuh bantuan secepatnya kak.. kakak ikuti saja perkataanku." ucap Grace.


Grace pun perlahan memanjat pohon tersebut sampai ke atas. Akhirnya usahanya sampai tangannya lecet pun membuahkan hasil karena dirinya sampai di puncak dan berhasil memperoleh signal. Begitu banyak notifikasi yg masuk terutama keluarganya.


Lalu tiba-tiba sebuah panggilan dari Sean pun muncul.


"Akh kenapa waktunya sedang tak tepat.. ? " gumam Grace lalu mengangkatnya.


"Hallo nona Grace.. kau ada dimana sekarang?" tanya Sean.


"Di atas pohon." ucap Grace.


"Apa?? di atas pohon?? bagaimana bisa?? emm tepatnya lokasinya dimana?" tanya Sean.


"Aku tak tahu Sean, lebih baik kau tolong aku.. aku berada di tengah hutan dan diculik." ucap Grace.


"Baiklah, aku sedang melacak ponselmu.. pastikan ponselmu tetap aktif selama beberapa menit." ucap Sean.


"Oke.. kuharap kau cepat datang karena disini terlihat berbahaya." ucap Grace melihat sebuah ular.


"Oke.. aku akan tetap bicara denganmu." ucap Sean.


"Sean.. ada ular.." ucap Grace ketakutan.


"Diam disana dan jangan banyak bergerak apalagi bicara." ucap Sean.


"Dia akan segera pergi. Kau tetap tenang." ucap Sean.


Selang beberapa menit ular tersebut pun pergi dan Grace bisa bernafas lega.


"Dia sudah pergi." ucap Grace.


"Bagus.. aku sudah menemukan lokasimu." ucap Sean.


"Aku turun dulu ke bawah, karena ada seseorang yg ikut bersamaku."ucap Grace.


"Baiklah hati-hati." ucap Sean lalu sambungan telepon pun terputus.


"Hallo.. Gracee..Gracee.. kau baik-baik saja??" ucap Sean.


"Akh teleponnya mati." ucap Sean.


Sementara Grace ponselnya sudah kehabisan batterai, dan dirinya juga harus turun menemani Jamie yg memantau situasi dengan baik.


"Bagaimana?" tanya Jamie.


"Bantuan akan segera tiba." ucap Grace tersenyum.

__ADS_1


"Syukurlah." ucap Jamie lega.


__ADS_2