
Daniel pun semakin sibuk karena perusahaannya di US kini berkembang. Ia bahkan sering bolak-balik ke Indonesia untuk menjenguk Jasmine dan Samuel. Tapi lama kelamaan ia merasa lelah dan kasihan karena anak dan istrinya jauh darinya.
Bahkan Daniel sampai meminta tolong Sheira saat Samuel sakit. Ia sebenarnya tak tega, tapi pulang pun tak akan mengubah semuanya karena waktu tempuh yg sangat lama. Hingga Sheira dan Theo pun siaga 24 jam jika Jasmine membutuhkan. Belum lagi ada pengawal yg menjaga mereka berdua.
"Apa demamnya tinggi?" tanya Sheira.
"Lumayan, kita harus segera ke rumah sakit." ucap Jasmine.
"Oke.." ucap Sheira.
Sheira pun meminta pengawal Jasmine untuk mengantar mereka ke rumah sakit. Baby Samuel pun langsung ditangani oleh dokter dan Jasmine akan berada di rumah sakit menjaganya.
Karena kasihan, Sheira pun disuruh pulang oleh Jasmine.
"Pulanglah.. aku ada pengawal disini." ucap Jasmine.
"Kau yakin tak apa.?" tanya Sheira.
"Iya aku tak apa.. kau pulang saja kau itu lagi hamil nanti kau kelelahan." ucap Jasmine.
"Baiklah, kabari aku jika butuh sesuatu." ucap Sheira.
"Iya kau tenang saja." ucap Jasmine.
Sheira pun pulang ke apartemennya, dan Jasmine pun menjaga baby Samuel sepanjang malam hingga panasnya reda. Daniel pun melakukan panggilan video menemani anak dan istrinya di rumah sakit.
Dan keesokannya barulah Daniel berangkat sesuai jadwal pesawatnya. Ia sudah cemas melihat putranya sakit dan demam sampai dibawa ke rumah sakit. Beruntung itu hanya demam biasa dan turun saat pagi harinya.
Jasmine pun lega melihat putranya sudah baik-baik saja. Tapi memang masih harus dirawat sampai besok. Sheira pun datang dengan membawakan makanan dan pakaian untuk Jasmine. Ia kasihan melihat Jasmine yg jauh dari Daniel, dan harus mengurus anaknya yg sakit.
"Terimakasih Sheira." ucap Jasmine.
"Jangan sungkan, kita adalah keluarga." ucap Sheira.
"Iya.." ucap Jasmine.
"Bagaimana kondisi Samuel?" tanya Sheira.
"Membaik, demamnya sudah turun. " ucap Jasmine.
__ADS_1
"Apa kakakku masih belum bisa pulang?" tanya Sheira.
"Pagi ini dia pulang dan kemungkinan akan tiba besok." ucap Jasmine.
"Syukurlah.. " ucap Sheira.
"Kau tenang saja, aku masih bisa menjaganya seorang diri karena aku kan ibunya." ucap Jasmine.
"Ya.. kau ibu yg hebat." ucap Sheira.
"Bagaimana dengan kandunganmu?" tanya Jasmine.
"Mereka baik-baik saja.. aku selalu istirahat yg cukup dan makan makanan bergizi." ucap Sheira.
"Baguslah, aku juga tak sabar melihat bayi kembarmu." ucap Jasmine.
"Mereka pasti akan akrab dengan Samuel." ucap Sheira.
"Ya.. mereka harus akrab." ucap Jasmine.
Kemudian Sheira pun pamit karena harus ke kantor dan melakukan meeting penting. Perutnya yg sudah mulai kelihatan pun membuatnya harus memakai pakaian longgar agar tak terlihat seperti orang hamil.
Dan Keesokannya Daniel tiba di Jakarta dan langsung menuju ke rumah sakit menemui putranya. Ia sudah khwatir dengan kondisinya. Walaupun Jasmine bilang kalau kondisinya membaik tapi tetap saja ia panik saat dikabari putranya sakit sampai dibawa ke rumah sakit.
Setibanya disana, Daniel pun bertanya ruangan anaknya dan langsung diarahkan. Ia juga melihat pengawalnya yg bekerja menjaga Jasmine dan Samuel. Daniel pun hanya memberi isyarat kemudian ia masuk ke ruangan Samuel.
Di dalam nampak Jasmine dan Samuel sedang tertidur. Samuel yg tertidur karena efek obat dan Jasmine yg tertidur karena lelah menjaganya semalaman. Daniel pun memindahkan Jasmine ke sofa yg empuk dan ia bergantian menjaga Samuel.
Tak berapa lama, Jasmine pun tersadar tengah tertidur di sofa. Ia pun terkejut melihat Daniel sudah tiba dan tak membangunkannya.
"Sayang kapan kau pulang?" tanya Jasmine.
"1 jam yg lalu." ucap Daniel.
"Maaf, aku ketiduran karena menjaganya semalaman." ucap Jasmine.
"Aku tahu kau pasti lelah menjaganya sendirian, kau yakin tak butuh babysitter.?" tanya Daniel.
"Aku bisa mengurusnya sendiri." ucap Jasmine.
__ADS_1
"Bagaimana dengan karirmu?" tanya Daniel.
"Aku akan berhenti selama beberapa tahun, hingga Samuel agak besar dan bisa ditinggal." ucap Jasmine..
"Baiklah jika itu kemauanmu." ucap Daniel.
"Terimakasih sudah mau mengerti." ucap Jasmine.
"Kebahagiaanmu dan Samuel adalah prioritasku. Dan juga bagaimana jika kita pindah ke US." ucap Daniel.
"Kau yakin?" tanya Jasmine.
"Ya pekerjaanku ada banyak disana. Aku tak tega membiarkanmu sendirian. Kalau disana ada mom yg akan membantumu." ucap Daniel.
"Baiklah aku tak masalah, aku juga sudah mengajukan surat resign.." ucap Jasmine.
"Bagus, nanti setelah Samuel sembuh, kita urus semua dokumennya dan tinggal di US." ucap Daniel.
"Berarti kita juga harus berjauhan dari Sheira." ucap Jasmine.
"Sudah ada Theo yg menjaganya dan kita bisa mengunjungi mereka." ucap Daniel.
"Baiklah." ucap Jasmine.
Mereka berdua pun sepakat untuk meninggalkan Indonesia dan menetap di US. Semua karena pekerjaan Daniel yg lebih banyak disana. Dan Jasmine mamahaminya, ia juga tak keberatan tinggal disana. Hanya mungkin butuh banyak persiapan dan adaptasi dengan lingkungan baru.
Daniel pun mengutarakan keinginanya untuk pindah ke US bersama Jasmine dan putranya pada Theo. Theo pun mendukungnya karena tak baik jika berjauhan dengan putranya dan juga Jasmine. Bagaimanapun mereka berdua butuh sosok Daniel.
Sheira juga sudah mendengarnya dan mendukungnya walaupun ia pasti kehilangan sahabat baiknya tersebut. Tapi Samuel butuh kasih sayang dari kedua orangtuanya. Dan dengan pindah kesana otomatis, Daniel tak perlu bolak-balik ke Indonesia yg menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Juga Samuel bisa selalu berada di dekat Daniel.
Jasmine dan Daniel pun langsung mengurus berkasnya begitu Samuel dinyatakan sembuh. Mereka mengurusnya kesana kemari hingga berkasnya bisa diproses. Semua barang-barang mereka pun sudah mulai di rapikan. Beberapa akan mereka kirim dan sisanya mungkin akan ditinggal di apartemen tersebut. Mungkin apartemennya akan ia sewakan.
Setelah semua berkas sudah beres, Daniel dan Jasmine pun memesankan tiket untuk keberangkatan mereka. Mereka juga kompak membereskan barang bersama-sama karena baby Samuel harus dijaga bergantian.
Semua persiapan pun telah selesai dan besok mereka akan melakukan perjalanan jauh. Sheira dan Theo pun berjanji akan mengantar mereka di bandara. Bagaimanapun Daniel dan Jasmine begitu berjasa pada hidup Theo dan Sheira. Karena Daniel adalah awal dari terbongkarnya rahasia besar keluarga mereka masing-masing. Daniel juga yg banyak menemani Sheira setelah ia bercerai dari Aryo.
Hari yg dinanti pun tiba, Daniel pun merapikan semua barang ke mobil dan Jasmine membawa baby Samuel dengan membawa sebuah tas perlengkapan baby Samuel. Setelah semua siap mereka pun berangkat menuju bandara disusul Theo dan Sheira.
Jasmine pun siaga karena ini adalah penerbangan pertama bagi baby Samuel. Apalagi pernerbangan kali ini cukup jauh dan lama, ia hanya berharap putranya tidak rewel.
__ADS_1
Tibalah mereka di bandara, Daniel dan Jasmine pun berpamitan pada Theo dan Sheira. Tak lama David dan Tio pun tiba, mereka pun juga ikut berpamitan. Setelah mendekati waktu terbang, Daniel dan Jasmine serta baby Samuel pun masuk ke dalam, mereka pun berpamitan dan meminta doa untuk keselamatannya sampai tujuan. Baby Samuel pun nampak tenang dan membuat Jasmine lega. Penerbangan mereka pun berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Selama perjalanan baby Samuel cukup tenang dan tak menangis sama sekali. Sepertinya dia tahu kalau sedang dalam perjalanan jauh. Ia hanya tidur dan minum susu.