
Disaat detik-detik menuju hari pernikahannya, baik Sheira maupun Theo sama-sama sibuk. Mereka hanya bertemu sesekali untuk membahas bisnis ataupun pernikahan. Hal tersebut dikarenakan mereka harus menyelesaikan deadline pekerjaan mereka dan akan mengambil cuti selama 1 minggu.
Banyak orang yg kagum pada keduanya, terutama Theo. Tak mudah bagi seorang pria single menerima wanita yg pernah menikah. Hal tersebut menjadikannya nilai plus.
Berita pernikahan tersebut pun sudah sampai ke telinga Aryo. Ia pun sedih mendengarnya, tapi takdirnya memang tak berjodoh dengan Sheira. Sudah terlalu banyak perbuatannyaa yg menyakiti hati Sheira. Dan kini ia seakan menutup mata dan telinga atas pernikahan Sheira dan Theo. Ia mencoba untuk move on dan tak terlibat dengannya.
Dan ada seorang yg tak suka dengan berita itu, bukan Pinkan ataupun Siti. Orang tersebut adalah adik dari Luis, bernama Lisa. Ia kesal melihat kakaknya dipenjara dan orang yg memenjarakannya hidup bahagia dengan kekayaan berlimpah. Ia merasa tak terima, karena mau tak mau ia juga ikut jatuh karena kakaknya ditahan.
"Kerjakerasku di negeri lain hancur seketika karena kalian.." gumam Lisa dalam hati.
Lisa pun menyuruh beberapa orang untuk menculik Sheira yg menjadi akar dari masalah kakaknya yg masuk penjara. Karena Sheira adalah saksi kunci dimana ia punya bukti bahwa kakaknya bersalah. Sudah tahu salah tapi tetap tak terima, itulah sikap seorang penjahat.
Pagi itu, Sheira dan Jasmine pergi ke kantor seperti biasanya. Mereka menaiki mobil biasanya, dan melalui jalan seperti biasanya. Ditengah jalan terlihat orang-orang menghadang mobilnya dengan mobil lain.
"Ada apa ini?" tanya Jasmine.
"Turun.. kalian berdua.."
"Tidak akan.." ucap Jasmine langsung putar balik dan tancap gas.
"Sheira pegangan.." ucap Jasmine.
"Oke.." ucap Sheira pegangan erat.
Jasmine pun membawa mobil mereka dengan kecepatan tinggi. Dan mereka berjalan tanpa tujuan.
"Jasmine kau mau kemana?" tanya Sheira.
"Tak tahu, yg jelas kita harus kabur." ucap Jasmine.
Sheira pun membuka maps, dan melihat lokasi mereka perlahan. Dia melihat ada gedung SHIELD disekitar sana dan Sheira mengarahkan Jasmine menuju ke SHIELD.
"Jasmine di depan belok kanan." ucap Sheira.
"Oke.." ucap Jasmine.
Lalu Sheira menelpon Leon untuk meminta perlindungan. Leon yg sedang bekerja di ruangannya pun terkejut melihat panggilan telepon dari Sheira.
"Halo tuan Leon.." ucap Sheira.
"Ada apa Sheira?" tanya Leon.
"Tolong aku, aku diikuti beberapa orang." ucap Sheira.
"Kau ada dimana?" tanya Leon.
__ADS_1
"Di jalan Xx tak jauh dari gedung SHIELD, bisakah kau membuka pintu gerbang untuk kami masuk.?" tanya Sheira.
"Baiklah, .." ucap Leon.
Leon pun langsung memerintahkan Kim untuk membuka gerbang agar Sheira bisa masuk dan menyiapkan penjaga untuk menghalang orang yg mengikuti Sheira.
"Apa?? kita akan ke gedung SHIELD..?" tanya Jasmine.
"Ya.. pokoknya belok saja begitu melihat gedung SHIELD.. mereka akan membukakan gerbang." ucap Sheira.
"Oke.. aku mengerti.." ucap Jasmine.
Kemudian ia melihat gedung sekitar, begitu ia melihat gedung SHIELD, Jasmine pun mengurangi kecepatan dan bersiap untuk belok ke gedung tersebut. Jarak 20 meter Jasmine pun melihat gedung SHIELD dan bersiap untuk belok. Jasmine langsung memutar kendali dan masuk ke area SHIELD karena gerbang sudah dibuka.
Jasmine pun diarahkan untuk terus masuk ke dalam, dan beberapa pasukan sedang bersiaga menghadapi para preman tersebut. Dan benar, preman tersebut pun masuk ke sana. Bak masuk ke kandang singa mereka yg tak tahu apa-apa langsung di tangkap karena melawan.
"Diam atau kami tembak..!" ancam prajurit SHIELD.
Mereka pun diam dan menurut, lalu diamankan dan senjatanya disita. Sementara Sheira dan Jasmine mereka selamat dan Kim sekertaris Leon datang menghampiri mereka.
"Nona, kalian baik-baik saja?" tanya Kim.
"Iya.. aku baik-baik saja hanya syok ringan.." ucap Jasmine.
"Syukurlah .. kalau kalian baik-baik saja, kalian bisa ikuti saya untuk istirahat di ruangan agar lebih nyaman." ucap Kim.
Kim pun membawa mereka ke kafeteria dan mereka berdua menenangkan diri.
"Tadi itu hampir saja Sheira.. otakku sudah blank." ucap Jasmine.
"Untunglah aku masih bisa berfikir karena tak mengemudi.. dan aku melihat gedung ini di maps." ucap Sheira.
"Pokoknya, aku tak tahu lagi harus berbuat apa karena mereka terus mengejar.. syukurlah kita mendapat perlindungan disini." ucap Jasmine.
Leon pun tiba menyambut mereka, tapi dengan pakaian rapi membuat mereka bingung tapi sungkan untuk bertanya.
"Kalian yakin baik-baik saja?? tak mau ke bagian medis?" tanya Leon.
"Ya.. tuan kami baik-baik saja.." ucap Sheira.
"Berkat anda dan SHIELD kami selamat. Terimakasih banyak." ucap Jasmine.
"Ya tuan, Terimakasih banyak." ucap Sheira.
"Ya tak masalah.. aku senang kalian baik-baik saja." ucap Leon.
__ADS_1
"Lalu tuan, bagaimana dengan pelakunya?" tanya Sheira.
"Mereka sedang diintrogasi dan akan dibawa ke kantor polisi." ucap Leon.
"Apa kau ada musuh lagi?" tanya Leon.
"Sepertinya tidak ada, tapi aku juga tak tahu.." ucap Sheira.
"Dan kau Jasmine.?" tanya Leon.
"Satu-satunya musuhku sudah berada di sel tahanan, jadi rasanya tak mungkin." ucap Jasmine.
"Baiklah, katakan saja jika kau butuh pengawalan kembali." ucap Leon.
"Sepertinya aku membutuhkannya, karena menjelang pernikahan akan berbahaya jika sampai ada tragedi lagi." ucap Sheira.
"Baiklah, nanti aku akan mengirim pasukan untukmu dan pesta pernikahanmu nanti." ucap Leon.
"Terimakasih banyak tuan Leon, anda benar-benar banyak membantuku. " ucap Sheira.
"Ya.. sama-sama.. katakan saja jika butuh sesuatu, dan disini kafetaria nya cukup lengkap, kalian bisa beristirahat disini lalu disebelah kiri ada pusat medis kami jika kalian merasa pusing dan sejenisnya." ucap Leon lalu permisi, ia begitu penasaran dengan hasil introgasi anak buahnya.
Dan hasilnya mereka bilang hanya ingin merampok, tapi terlalu berani jika disebut merampok. Terlebih kejadiannya terjadi pada pagi hari dan berani mengikuti targetnya kemana-mana.
"Jadi mereka masih bungkam?" tanya Leon.
"Ya tuan.." ucap seorang yg mengintrogasinya.
"Kalian masih tidak mau bicara?" tanya Leon.
"Tidak, kami hanya ingin merampok dan merampas mobil kedua wanita itu."
"Sampai mengikuti mereka kemari?? apa kalian sudah GILA..?" tanya Leon berteriak.
"Kami tidak berbohong.." elak mereka.
Dor..Dorr..Dor..
"Berbohong juga pakai skil, tapi skil kalian buruk." ucap Leon.
"Kalian obati lukanya dan laporkan ke polisi.. " ucap Leon.
Lalu Leon meminta anak buahnya menyelidiki kedua orang tersebut. Dan mencaritahu siapa yg memerintahkan mereka. Apalagi Sheira sampai meminta bantuan pengawalan kembali, artinya memang situasinya tak bagus.
Sheira dan Jasmine pun mengabari Theo dan Daniel. Keduanya datang dengan terburu-buru dan panik. Lalu Jasmine pulang bersama Daniel, dan begitu juga dengan Theo yg membawa pulang Sheira. Mereka pun hanya berpamitan pada Kim, karena Leon sedang mengurusi pekerjaan lain.
__ADS_1