Affair With Me??

Affair With Me??
EP.128 Penyelidikan


__ADS_3

Setelah dinyatakan diterima, Sabrina dan Michelle pun besok disuruh datang dengan membawa barang-barang mereka dan tinggal di villa tersebut.


"Sabrina dan Michelle kalian mulai besok akan langsung bekerja dan tinggal disini." ucap Piere.


"Baik tuan." balas keduanya.


"Kalian paham kan pekerjaannya?" tanya Piere.


"Paham tuan, kami hanya akan melayani tamu VIP dengan memberikan kebutuhan mereka bukan?" tanya Sabrina.


"Benar.." ucap Piere.


"Lalu Michelle? kau paham?" tanya Piere.


"Kebutuhan yg dimaksud seperti makanan, minuman, selimut dan sebagainya bukan?" tanya Michelle.


"Ya.. kau juga benar.. kalian beriatirahatlah dan datang lagi besok." ucap Piere.


"Baik tuan." ucap mereka berdua.


Mereka berdua pun pergi menuju penginapan dan menghubungi yg lainnya. Sementara David dan ketiga rekannya sudah mulai bekerja disana. Di hari pertama mereka diberikan sebuah kamar untuk ditempati bertiga. David dan yg lainnya beruntung karena berada di satu kamar.


"Kita beruntung." ucap rekannya Sandi.


"Iya.." ucap Gilang.


"Sstt.." ucap David lalu melihat sebuah benda mencurigakan.


David pun meraihnya dan melihat sebuah kamera kecil disana. Langsung saja ia hancurkan dan yg lainnya pun segera memeriksa kamar mereka. Ditemukan alat penyadap dan kamera lainnya. Mereka mengumpulkannya dan menghancurkannya. Lalu menyimpannya sebagai barang bukti.


"Kurasa tempat ini adalah neraka." ucap Gilang.


"Benar, neraka yg mereka sulap seolah-olah disini surga. " ucap David.


"Nanti saat jaga, kita harus berpencar dan mempelajari seluk beluk villa ini." ucap Sandi.


"Ya.. jangan terlihat kalau kita mencurigakan di awal." ucap David.


"Tentu saja." ucap Gilang dan Sandi.


Mereka pun menunggu giliran mereka untuk bekerja. Dan ketika tiba waktunya, mereka telah siap dengan pakaian dan alat-alat yg diberikan. Mereka berkumpul di aula untuk mendapat pengarahan.

__ADS_1


Setelah diberitahu tugas mereka dan jadwal mereka, para sekuriti baru pun diajak berkeliling villa tersebut guna mempelajari seluk-beluk villa tersebut. Mereka berlima dipandu oleh Gio senior mereka yg dianggap paling hebat disana.


"Ikuti aku dan jangan membuat masalah." ucap Gio.


Mereka pun mengikuti dan mendengarkan dengan seksama. Lalu mereka melewati sebuah area dan Sandi bertanya kenapa area itu dilewati begitu saja.


"Maaf senior, kenapa area ini kita lewati.?" tanya Sandi.


"Itu area pelayan wanita." ucap Gio.


"Oh jadi begitu." ucap Sandi dan yg lainnya pun ikut mengerti.


"Tak perlu kujelaskan lebih lanjut karena area itu area para pelayan wanita." ucap Gio dan melanjutkan berkeliling.


Setelah mereka berkeliling, mereka pun berjaga di tempat yg sudah ditentukan. David dan kedua rekannya pun tak bisa kemana-mana karena Gio mengawasi mereka dengan ketat.


"Senior yg sangat menyebalkan." umpat Sandi dalam hati.


Mereka pun berjaga semalaman dan tak bisa kemana-mana, hingga pagi berganti dan mereka memilih untuk tidur.


Sementara Michelle dan Sabrina mulai bekerja di villa hari ini. Mereka berdua pun diberikan kamar dan beberapa akses. Serta mereka juga diberikan penjelasan mengenai tugas mereka.


Sabrina dan Michelle ditugaskan di penerimaan tamu VVIP. Dan tamu hari ini akan tiba hari ini. Mereka pun bersiap untuk menyambut tamu tersebut. Datanglah seorang pria yg kelihatan seperti pria hidung belang yg kaya.


"Benar tuan." ucap Sabrina.


"Namamu Sabrina dan kau Michelle. Kalian sangat cantik dan membuat susana villa menjadi cerah." ucapnya.


"Terimakasih tuan." ucap Michelle.


Kemudian mereka berdua mengantar pria tersebut ke kamar yg sudah dipesan. Saat tiba di kamar, mereka melihat seorang wanita di dalamnya. Wanita dengan memakai lingerie. Sabrina yg melihat langsung pun terkejut tapi memasang ekspresi datar. Sementara Michelle yg membawa koper pria itu pun santai saja masuk dan menaruhnya di dalam.


"Baiklah, kalian boleh pergi." ucap pria tersebut.


"Baik tuan, semoga hari anda menyenangkan." ucap Sabrina.


Kemudian keduanya pun keluar dan saling tatap. Tatapan yg berarti tempat ini adalah tempat yg mereka cari. Keduanya pun kini harus berhati-hati dengan apa yg diberikan oleh pihak villa baik itu makanan, minumanan ataupun obat dan sejenisnya. Karena kalau salah mereka bisa jadi korbannya.


Michelle pun mengirim signal ke pusat kalau tempat ini adalah tempat yg mencurigakan. Karena mereka belum tahu pasti apakah wanita yg bekerja disini adalah wanita yg dinyatakan hilang beberapa waktu belakangan.


Mereka berdua juga tahu kalau kamar mereka dipasang kamera kecil yg ditujukan untuk memeras mereka agar mengikuti kemauan Piere sang bos. Tapi mereka yg sudah terlatih menutup lubang kamera itu dengan beberapa hiasan seperti poster, stiker dan sejenisnya.

__ADS_1


Keduanya pun kembali ke kamar setelah bekerja. Tapi tiba-tiba kamar mereka berubah, dan mereka diminta untuk berpindah kamar. Mereka pun ditempatkan di dekat kamar pribadi tuan Piere. Lalu mereka yg tak mau dibodohi mengecek ke segala sudut untuk mencari apakah masih ada kamera yg bisa membuat mereka tersudut. Setelah merapikannya mereka pun bisa beristirahat.


Tapi dimalam hari, Michelle dipanggil ke kamar tuan Piere. Sabrina dan Michelle pun curiga, Sabrina meminta Michelle untuk berhati-hati karena ini pasti jebakan. Michelle pun sudah bersiap untuk itu.


Saat Michelle pergi ke kamar tuan Piere, Sabrina pun keluar kamar dan melihat sekitarnya untuk berjaga-jaga jika Michelle butuh bantuannya.


"Kau hati-hati, aku akan berada di sekitar mengawasi." ucap Sabrina.


"Tentu, kau tenang saja. David dan lainnya pasti akan datang jika kita memberi signal." ucap Michelle.


"Oke." ucap Sabrina.


Michelle pun masuk ke kamar tuan Piere, dan Sabrina melihat seorang wanita yg kelihatan mabuk keluar dari sebuah kamar. Sabrina yakin kalau wanita tadi adalah wanita yg bersama tamu pria tadi siang. Wanita itu pun hendak menabraknya tapi Sabrina menangkapnya.


"Ada apa ini?" tanya Sabrina.


"To-tolong aku,.. te-tempat ini berbahaya." ucap wanita yg tak lain adalah Pinkan.


"Maksudmu bagaimana?" tanya Sabrina.


"Pokoknya jika ingin selamat pergi dari sini.. aku duluan." ucapnya.


"Eh.. tunggu." ucap Sabrina.


Lalu wanita itu pun pingsan karena kondisinya yg aneh. Sabrina pun mengira wanita itu mabuk, lalu ia dihampiri pelayan lain yg mengejar Pinkan.


"Apa yg wanita ini bicarakan tadi?" tanya pelayan tersebut.


"Dia hanya mabuk dan bicara tak jelas, lebih baik dia dibawa ke kamarnya." ucap Sabrina.


"Dia memang mabuk, jadi suka bergumam tak jelas. Terimakasih sudah membantu menangkapnya." ucapnya.


"Ya tak masalah." balas Sabrina.


Tak lama Michelle pun keluar dari ruangan tuan Piere, dan ia meminta Sabrina untuk masuk.


"Sab, giliranmu masuk." ucap Michelle.


"Giliranku? tapi apa yg akan terjadi di dalam?" tanya Sabrina.


"Dia hanya mengetes kita, apakah kita perawan atau tidak. Tapi dia takkan menyentuh kita, hanya bertanya beberapa pertanyaan." ucap Michelle.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan kesana. Tapi tadi ada kejadian menarik." ucap Sabrina.


"Oke.. aku menantikan ceritanya." ucap Michelle.


__ADS_2