
Setelah membuat laporan kasus penculikan, beberapa anak buah Haris pun ditahan dan sedang diselidiki kasusnya. Lalu Sheira dibawa pulang malam itu setelah dimintai keterangan langsung oleh pihak kepolisian.
Daniel dan Theo pun membawa Sheira pulang, sementara Leon ia kembali ke apartemennya dan mengirim anak buahnya untuk berjaga di sekitar mereka.
"Terimakasih tuan Leon." ucap Sheira.
"Ya.. nona, aku harap nona jangan berpergian untuk sementara waktu." ucap Leon.
"Baik tuan saya mengerti." ucap Sheira.
"Terimakasih tuan telah membantu menemukan adikku." ucap Daniel.
"Ya. Kalau begitu aku harus ke suatu tempat, dan anak buahku akan mengawal kalian." ucap Leon pamit meninggalkan mereka.
"Profesional memang beda." ucap Theo.
"Begitulah cara kerja mereka, cepat dan efektif. " ucap David.
"Kalian berhati-hatilah, menjelang persidangan akan banyak kejadian tak terduga lainnya." ucap David.
"Ya.. kau juga hati-hati. " ucap Sheira, Daniel dan Theo.
Mereka pun berpisah dari kantor polisi menuju ke rumah masing-masing. Daniel pun bersikeras untuk tinggal dengan Sheira sementara, tapi Sheira menolaknya. Hingga Daniel terpikir sebuah ide, ia akan menugaskan Jasmine di sisi Sheira sampai kasus ini selesai. Setidaknya Sheira tak sendirian lagi.
Keesokannya, Daniel pun menemui Jasmine di apartemennya.
"Wah, tuan tumben sekali datang, apa anda minta kulayani?" tanya Jasmine.
Daniel pun mendekatkan wajahnya pada Jasmine.
"Jika aku mau sudah dari dulu aku melakukannya." ucap Daniel lalu menjauh dan mencari tempat duduk.
"Aku akan langsung to the point. Aku ada tugas baru untukmu." ucap Daniel.
"Katakan saja tuan." ucap Jasmine sembari mengambilkan minuman pada Daniel.
"Untuk sementara kau tinggallah bersama adikku Sheira, kau hanya perlu menemaninya.. " ucap Daniel.
"What?? memangnya Sheira kenapa?" tanya Jasmine.
"Ceritanya panjang, tapi sekarang ia dalam keadaan tidak aman. Ia harus berada di apartemennya, dan kau orang asing yg tak dicurigai siapapun, jadi kau harus membantunya jika butuh sesuatu." ucap Daniel.
"Jadi aku akan menjadi asisten pribadinya?" tanya Jasmine.
"Itu lebih baik daripada kau jadi ja**ang bukan?? dan aku sudah membayarmu mahal. " ucap Daniel.
__ADS_1
"Baiklah, aku mengerti." ucap Jasmine.
"Kemasi barangmu, nanti kau akan tinggal bersamanya sementara." ucap Daniel.
"Oke..oke.. nikmatilah minuman ini sebelum pergi." ucap Jasmine.
"Terimakasih." ucap Daniel.
☘☘☘
Daniel pun sudah bicara pada Sheira untuk mencari asisten pribadi untuknya. Dimana wanita itu akan membantunya jika akan keluar dari apartemen. Dan Sheira menyetujuinya karena ia juga butuh orang yg akan membantunya bekerja.
Daniel pun datang bersama Jasmine. Dan Sheira cukup terkejut ternyata asistennya adalah Jasmine.
"Jasmine.." ucap Sheira.
"Iya, ini aku.. kau tak keberatan bukan?" tanya Jasmine.
"Ya.. aku tak keberatan.. silahkan masuk.." ucap Sheira.
"Ara, kalau begitu aku ke kantor dan Jasmine kau harus mendengarkan Sheira dan selalu mengabariku." ucap Daniel.
"Baik tuan." ucap Jasmine.
"Jadi kau tinggal disini, tak apa kan akan tinggal di apartemenmu?" tanya Jasmine.
"Ya tak apa, aku sendirian disini.. walaupun ada kakakku tapi dia laki-laki.." ucap Sheira.
"Baiklah, mohon kerjasamanya dan bantuannya.. Katakan saja jika aku melakukan kesalahan, dan semua aturan yg ada disini." ucap Jasmine.
"Tak ada aturan khusus, kau hanya perlu menjaga kebersihan dan kerapihan tempat ini. Lalu jangan berpergian di malam hari. Dan kau hanya melakukan apa yg aku perintahkan." ucap Sheira.
"Hanya itu?" tanya Jasmine.
"Ya hanya itu, aku bisa memasak dan mengurus diriku sendiri. Kau hanya perlu menemaniku dan membantu sedikit pekerjaanku." ucap Sheira.
"Baiklah aku mengerti, Terimakasih sudah menerimaku. " ucap Jasmine.
"Ya.. dan aku senang melihatmu bekerja seperti ini.. dan aku harap kau bisa lepas dari pekerjaanmu yg sebelumnya." ucap Sheira.
"Aku juga berharap demikian, semoga kakakmu menjadi jalanku untuk bertaubat." ucap Jasmine.
"Semua kau yg menentukannya sendiri, bukan aku atau kakakku.. " ucap Sheira.
"Kau benar, aku harus punya tekat yg kuat." ucap Jasmine.
__ADS_1
"Kamarmu ada disana, hanya kamar tamu tapi cukup bersih dan ada kamar mandi di dalamnya.. semoga kau betah." ucap Sheira.
"Terimakasih Sheira, aku akan kesana untuk merapikan barang-barangku." ucap Jasmine.
Mulai hari itu Jasmine tinggal bersama Sheira dan menjadi asisten pribadinya. Jasmine akan membantu dalam hal pekerjaan saat dibutuhkan, seperti mengambil berkas, dan membawa berkas. Juga ia ditugaskan berbelanja karena Sheira dilarang untuk keluar dari apartemen.
Dan Sheira kini mengganti mobil lamanya karena sudah diketahui oleh pihak Haris, ia tak mau ceroboh dan salah langkah. Dan mobil baru tersebut kini dipakai oleh Jasmine untuk mobilitasnya.
"Ini lebih baik daripada melayani seseorang di ranjang." gumam Jasmine dalam hati.
Dengan senang hati Jasmine melakukan pekerjaanya yg dinilai tak terlalu berat. Ia juga melihat ada pengawal dan beberapa orang aneh yg berada di sekitar apartemennya. Hingga perlahan baik Sheira maupun Daniel menjelaskan kondisi mereka pada Jasmine. Jasmine pun mengerti dan akan melakukan tugasnya dengan baik.
Gangguan demi gangguan pun bermunculan, seperti adanya pengancaman, adanya paket dari orang tak dikenal, sampai tuntutan atas bakery Sheira yg tak masuk akal.
Sheira pun paham, pihak Haris sedang memojokkannya dan membuatnya menyerah. Tapi ia takkan menyerah dan akan maju melawan. Jonathan pun bekerja ekstra bersama kuasa hukum bantuan dari Leon. Mereka melindungi kliennya dengan melaporkan segala bentuk ancaman dan juga gangguan. Serta beberapa tuntutan atas bakery nya yg tak masuk akal.
"Kehidupan orang kaya memang mengerikan.." gumam Jasmine dalam hati.
Setiap harinya Jasmine juga harus selalu waspada dan tak menghiraukan gangguan tersebut. Ia memilih untuk mempostingnya ke media sosial hingga banyak orang yg mendukungnya. Jasmine bahkan sengaja membuat akun bodong untuk memposting semua kejahatan tersebut.
☘☘☘
Sementara Haris, ia mengumpulkan Toni dan Luis. Mereka pun mulai panik atas tuntutan yg dilayangkan oleh para korban.
"Siapa yg mengira mereka akan bersatu.." ucap Haris.
"Bukan cuma itu, mereka punya seseorang yg cukup kuat hingga bisa meloloskan laporan ini." ucap Toni.
"Menurutmu siapa pelakunya?" tanya Luis.
"Aku tak tahu, karena ini jelas bukan dari pejabat daerah. Orang yg lebih tinggi kekuasaannya." ucap Toni.
"Bagaimana jika kita singkirkan saja salah seorang sebagai ancaman.?" tanya Luis.
"Ide bagus, dan orang itu harusnya David Sanjaya, setelah dikeluarkan dari kepolisian dia malah makin berulah. Ia sungguh licik dan sulit ditangkap." ucap Haris.
"Ya.. kurasa dia target utama kita. Kalau putri dari Chandra kurasa ia takkan berani melawan jika David sudah tiada." ucap Toni.
"Dengan begitu, kita bisa menekannya sedikit dan membuat surat perjanjian yg menguntungkan kita." ucap Luis.
"Ide bagus, kita harus kompak agar posisi kita aman." ucap Haris.
Dan mereka pun merencanakan pembunuhan David. David pun memang sudah tahu kalau diantara semua rekannya ia yg akan menjadi target utama. Dan Leon, ia juga sudah mencaritahu masalalu mereka berlima hingga bisa seperti sekarang. Ia juga selalu memantau pergerakan Haris, Toni dan Luis lewat orang-orangnya.
"Jadi kalian belum bergerak, atau mungkin sedang merencanakan sesuatu." gumam Leon yg sedang membuat skema pada papan besar di apartemennya.
__ADS_1