Affair With Me??

Affair With Me??
EP.31 Surat Wasiat


__ADS_3

Keesokannya Sheira bersama Daniel dan Theo datang ke rumah sakit untuk menjenguk Anderson. Sheira pun dengan semangat ingin bertemu satu-satunya paman yg ia miliki. Dan Daniel mengantarkannya menuju ke rumah sakit tersebut. Theo juga ingin mengunjunginya karena sudah lama tak bertemu.


Mereka pun masuk ke sebuah ruangan VVIP. Dan ruangan tersebut cukup tertutup hingga tak bisa seorangpun asal masuk kesana.


"Dad, ini Ara dan Theo datang.." ucap Daniel.


"Araa.." panggil Anderson.


"Paman.. " ucap Sheira mendekat.


"Paman bagaimana kabarnya?" tanya Sheira.


"Aku baik-baik saja, aku senang bisa bertemu denganmu lagi.." ucap Anderson.


"Aku juga paman, paman harus sembuh agar kita bisa berkumpul tapi tidak di rumah sakit.." ucap Sheira.


"Kau benar.." ucap Anderson.


"Hai Theo, aku senang kau datang .." ucap Anderson.


"Hai paman, maaf aku baru sempat kemari.." ucap Theo.


"Tak apa.. yg penting kau baik-baik saja.." ucap Anderson.


"Ara, ada hal penting yg ingin paman sampaikan.. ini berkaitan dengan ayahmu.." ucap Anderson.


"Ayahku? kenapa paman?" tanya Sheira.


"Daniel kau bawa suratnya kan?" tanya Anderson.


"Tentu.." ucap Daniel membuka tasnya.


"Ini Dad.." ucap Daniel memberikan sebuah amplop.


"Ara.. ini adalah surat wasiat ayahmu.." ucap Anderson memberikan surat tersebut.


"Su-surat wasiat, bukankah surat tersebut sudah ditangani secara hukum?" tanya Sheira.


"Itu surat palsu dan ini yg asli.." ucap Anderson.


"Ja-jadi apa yg dikatakan kak Niel benar.." ucap Sheira lemas.


"Sheira hati-hati.." ucap Theo menangkap tubuh Sheira yg hampir jatuh.


"Lebih baik kau duduk Ara.." ucap Daniel membawakan kursi.


"Terimakasih Theo, kak Niel." ucap Sheira.

__ADS_1


"Lebih baik kau buka, surat itu dikirimkan beberapa tahun yg lalu sebelum ayahmu meninggal tapi paman baru menerimanya beberapa bulan yg lalu di rumah lama kami.. Maaf Sheira paman tinggal berpindah-pindah selama ini jadi paman tak tahu ayahmu mengirim surat ini.." ucap Anderson.


"Bukalah.. kau harus membacanya sendiri.." ucap Anderson.


Sheira pun membuka amplop berisi surat tersebut. Perlahan Sheira membacanya dan menitihkan air mata. Ia baru tahu kalau ayahnya pada waktu itu sedang diincar seseorang, hingga harus membuat surat wasiat demi mengamankan harta yg harusnya menjadi milik Sheira.


"Ini tidak mungkin.." ucap Sheira menangis.


"Ara begitulah adanya.. Maaf pamanmu ini tak berguna dan sakit-sakitan.." ucap Anderson.


"Ini bukan salah paman.." ucap Sheira.


"Tapi siapa pelaku dari ini semua..?" tanya Sheira.


"Kemungkinan adalah pemilik perusahaan ayahmu yg sekarang." ucap Daniel.


"Pemilik yg sekarang, siapa kak?" tanya Sheira.


"Aku sedang mencaritahunya Ara, dan mereka baru memberikan beberapa nama petingginya." ucap Daniel.


"Baiklah.. aku mengerti.. " ucap Sheira.


"Tapi apa yg harus aku lakukan jika aku sudah menemukannya? bisakah aku mengambil alih perusahaan yg sudah mereka rebut?" tanya Sheira.


"Tentu bisa.. kau adalah pemilik sah perusahaan tersebut." ucap Theo.


"Secara hukum benar." ucap Theo.


"Benar Ara, kau bisa menepati surat wasiat ayahmu dan menunjukkannya di pengadilan." ucap Daniel.


"Aku akan mencobanya.." ucap Sheira.


"Kau tidak sendiri Sheira.." balas Theo.


"Ya.. kami siap membantumu.." ucap Daniel.


"Terimakasih semuanya. " ucap Sheira.


"Tapi temuilah pengacara yg menyimpan salinan surat wasiat ayahmu. Surat ini disimpan satu oleh pengacara ayahmu" ucap Anderson.


"Siapa dia paman?" tanya Sheira.


"Baca sampai habis suratnya, disana ayahmu menyebut tuan Jeremi, aku sudah mengirimkan surat permintaan tolong padanya tapi tak ada jawaban." ucap Anderson.


"Dad.. kirimkan saja alamatnya aku yg akan mencarinya.." ucap Daniel.


"Tentu, kau harus membantu mencarinya.." ucap Anderson.

__ADS_1


Lalu setelah itu, mereka pun membicarakan hal-hal biasa. Karena tidak mungkin membicarakannya dirumah sakit secara mendalam.


Setelah menemui Anderson, Daniel dan Theo pun membawa Sheira ke suatu tempat agar suasana hatinya lebih baik.


"Ini adalah resto terkenal disini, kau harus mencobanya.." ucap Daniel.


"Ya.. kita makan disini saja, bagaimana Sheira?" tanya Theo.


"Oke.." ucap Sheira.


Setelah itu, Sheira diajak jalan-jalan selama beberapa hari oleh Daniel dan Theo. Semua agar Sheira terhibur akan masalah demi masalah yg ia hadapi. Baru saja masalah perceraiannya selesai, kini ia dihadapkan dengan rahasia kematian ayahnya.


Dan secara perlahan kondisi Anderson pun membaik, dan ia bisa pulang ke rumah. Lalu ia menceritakan segalanya pada Sheira, termasuk kenapa ia menghilang. Ia harus berobat kesana kemari untuk mengobati jantungnya yg bermasalah. Biaya pun sudah tak terhitung jumlahnya hingga ia harus kehilangan bisnisnya dan bangkrut. Ditengah kebangkrutan ia begitu malu kalau harus meminta tolong pada Chandra, ayah dari Sheira. Jadi ia memutuskan untuk menyimpan semuanya sendiri dan berusaha yg terbaik.


Hingga kedaan berubah saat Daniel mulai serius pada bisnisnya. Ia sudah membuka beberapa cabang restorant dan hotel di beberapa negara, hingga kondisi financial keluarganya membaik. Bahkan hutang-hutang karena ayahnya harus berobat kesana-kemari pun sudah terlunasi. Kini Anderson baru tahu apa yg terjadi pada kakaknya setelah menerima surat dari rumah lamanya.


Dan kejadian itu membuatnya menyesal akan nasib keponakannya yg hidup sebatang kara. Ia berjanji akan menjadi keluarga Sheira yg selalu ada untuknya. Dan Sheira pun bertekat memecahkan misteri kematian ayahnya juga beserta seluruh aset milik ayahnya yg hilang.


Dan Sheira juga bercerita menurut versi dirinya, bahwa ayahnya meninggal dalam kecelakaan dan perusahaannya mengalami kebangkrutan, hingga semua sahamnya habis tak bersisa. Yg Sheira dapatkan hanya 3 buah rumah yg ia tahu kalau itu adalah milik orangtuanya, yg kini rumah tersebut ia sewakan. Dan sertifikatnya pun dipegang oleh neneknya hingga rumah tersebut bisa ia miliki.


Setelah menyambungkan cerita, didapatlah titik temu bahwa memang ada yg ingin mengambil seluruh harta ayahnya. Bahkan Sheira baru sadar kalau dulu orangtuanya sangat sukses dan cukup kaya. Tapi entah mengapa tiba-tiba bangkrut dan semua asetnya disita dengan alasan perusahan bangkrut.


"Kau harus berhati-hati Ara.. paman tak tahu apa yg mereka rencanakan tapi kalau sampai ayahmu benar-benar dihabisi berarti mereka orang sangat berbahaya." ucap Anderson.


"Baik paman.." ucap Sheira.


Dan besok Sheira sudah akan kembali ke Indonesia. Sudah cukup baginya liburan ke US sembari menjenguk pamannya. Dan Daniel pun ikut ke Indonesia untuk membantu dan menjaga Sheira. Sementara Theo, ia masih kesulitan mendekati Sheira. Theo hanya berharap Sheira mau menerimanya suatu saat nanti.


Setibanya di Indonesia, Sheira pun pulang ke apartemennya bersama Daniel dan Theo. Bahkan Daniel kini membeli salah satu unit apartemen disana karena ia akan tinggal lama di Indonesia untuk membantu Sheira. Walaupun Theo tak keberatan tapi ia tak enak terus menumpang di apartemennya.


Sementara Sheira ia menghubungi detektif swasta yg membantunya dalam kasus perceraiannya. Ia pun tak mau menyebutkan namanya, tapi kadang Sheira bingung mau memanggilnya apa.


"Kau cari info mengenai perusahaan Golden.Corp." pinta Sheira.


"Itu perusahaan yg sudah berganti nama nona.." ucapnya.


"Lalu namanya apa sekarang?" tanya Sheira.


"Namanya Miracle.company."


"Jadi begitu.. kau cari tahu saja perusahaan tersebut, mulai dari pendiri pertama hingga terakhir.." ucap Sheira.


"Baik nona.." ucapnya.


"Dan cari tahu pengacara bernama Jeremi ini berkasnya. " ucap Sheira.


"Baik nona." balasnya.

__ADS_1


__ADS_2