
Xena pun melamar di perusahaan Theo, dan ia berusaha dengan susah payah agar diterima disana. Ia pun berusaha mengikuti semua aturan disana dan bersaing dengan ratusan pelamar lainnya. Tuannya pun berusaha untuk membantu sebisanya agar Xena bisa masuk ke perusahaan tersebut.
Dengan susah payah Xena pun berhasil masuk ke perusahaan Theo. Ia pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Xena pun berusaha bekerja dengan baik agar bisa dekat dengan Theo. Dengan bantuan koneksi dari tuannya, Xena mulai dekat dengan beberapa petinggi disana.
Ia juga mulai mencari informasi yg dibutuhkan tuannya. Dan perlahan-lahan, Doni merasa adanya kebocoran informasi karena beberapa orang mampu memprediksi program yg dibuat tuannya.
"Tuan, aku rasa ada pengkhianat di antara karyawan." ucap Doni.
"Selidiki, dan kali ini kita akan memancingnya dengan cara lama." ucap Theo.
"Baik tuan, saya mengerti." ucap Doni.
Doni pun menyiapkan segalanya untuk menangkap pengkhianat. Ia dan Theo membuat 2 rencana, yg 1 akan mereka bahas di rapat dengan karyawan lain, dan yg satu lagi akan ia rahasiakan bersama Doni. Kemudian rapat pun dimulai, dan semua berjalan sesuai keinginan Theo. Mereka mulai membahas project palsu yg ia buat.
Hingga setelah selesai rapat, Theo pun kembali ke ruangannya dan tersenyum.
"Bagaimana Don?" tanya Theo.
"Ada 2 orang yg aku curigai, keduanya adalah staf baru." ucap Doni.
"Cari latar belakang mereka dan koneksi mereka." ucap Theo.
"Baik tuan." ucap Doni.
"Mari kita lihat akan seheboh apa besok." ucap Theo.
Dan benar saja, saingan Theo pun mulai mengeluarkan produk yg ingin dirilis Theo lebih awal. Dan Theo pun tersenyum, Doni pun paham maksud dari tuannya. Kemudian ia meminta stafnya untuk mengganti tema mereka. Hanya beberapa orang kepercayaan Doni yg diberitahu dan melakukan pekerjaan tersebut.
Ketika produk tersebut dirilis, semua pun cukup terkejut karena produknya berbeda dengan yg dirumorkan. Tuan dari Xena pun kesal bukan main karena Xena mendapatkan rencana palsu yg dimainkan oleh Theo.
"Dasar wanita bodoh..!! " umpat pria tersebut.
Dan sudah pastk produk Theo yg berkualitas dan lebih ungguh dari produk perusahaan lain lebih mendominasi pasar. Theo pun tersenyum akan hasilnya. Hingga ia mengadakan makan malam perusahaan dengan timnya. Disana Xena juga ikut serta, dan Theo sedang memancingnya.
Theo pun makan malam dengan timnya dan memberi mereka apresiasi atas kerja kerasnya. Bagaimana tidak? tiba-tiba project berubah dan mereka yg senior harus mengerjakannya dengan sempurna. Kini Theo sedang memberi mereka hiburan sebagai hadiah tambahan.
"Silahkan pesan apa saja.. aku traktir.." ucap Theo.
"Terimakasih pak.."
__ADS_1
"Bapak yg terbaik.."
Mereka pun menikmati makan malam tersebut. Dan kedua orang yg dicurigai pun didekati oleh Theo dan Doni. Yg satu seorang pria dengan pengalaman luar biasa yg masuk dengan mudahnya. Dan yg satu paking mencurigakan adalah seorang model yg beralih profesi.
Tentu saja, Xena yg mendekati Theo. Hingga Doni mendekati target kedua. Doni pun berbincang dengan orang tersebut dan terlihat dia tak punya niatan buruk pada perusahaan. Dan Theo menghadapi wanita ular yg dikirim oleh saingan bisnisnya.
"Tuan perkenalkan namaku Xena, aku staf baru. " ucap Xena.
"Aku tahu." ucap Theo singkat.
"Bolehkah aku menuangkan minuman untuk anda.?" tanya Xena.
"Silahkan." ucap Theo.
Xena pun menuangkan minuman pada Theo, dan Theo hanya pura-pura meminumnya, dan saat Xena tak melihat Theo membuang minuman tersebut. Theo pun lalu pergi ke tempat yg sepi untuk menghubungi Sheira. Setelah cukup lama ia pun berniat kembali, tapi Xena mendekatinya. Theo pun pura-pura mabuk dan duduk di sebuah kursi sendirian.
"Tuan, kenapa disini sendirian?" tanya Xena.
"Sepertinya aku mabuk dan akan pulang." ucap Theo.
"Benarkah?? aku akan memanggil tuan Doni." ucapnya.
"Bagaimana ini tuan, tuan Doni sudah pulang." ucap Xena.
"Aku akan naik taksi." ucap Theo.
"Ini sudah malam, dan agak susah mencari taksi." ucap Xena.
"Aku akan memanggil Doni." ucap Theo.
"Mungkin tuan Doni juga mabuk, bagaimana jika aku mengantar anda." ucap Xena.
Theo pun tidak menjawab dan pura-pura tak sadarkan diri. Ternyata Xena dengan berani membawanya pergi dari tempat tersebut. Dan Xena ternyata membawanya ke sebuah hotel padahal Theo sudah memberikan alamat apartemennya.
"Kenapa kemari?" tanya Theo.
"Aku tak tahu arah apartemen anda tuan." ucap Xena.
"Tak tahu? atau kau sengaja?" tanya Theo.
__ADS_1
"Sungguh aku tak tahu." ucap Xena.
"Sudah cukup kau berbohong padaku.. aku bahkan tak mabuk saat ini." ucap Theo.
"Tuan, anda itu pasti mabuk jadi ikuti saja aku.." ucap Xena.
"Mengikutimu seperti apa?" tanya Theo.
"Seperti ini.." ucap Xena mendekatkan dirinya pada Theo.
Theo pun tersenyum pada Xena dan wanita itu membalasnya. Tapi beberapa detik kemudian, Theo mendorongnya dan keluar dari dalam mobil. Xena pun mengikutinya.
"Tuan, ayo kita masuk." ucap Xena.
"Masuk ke dalam jebakan tuan Darwin??" tanya Theo tersenyum.
"Xena, hentikan dramamu.." ucap Theo.
Tapi Xena malah mendekat ke arah Theo, Theo pun menjauh dan saat wanita itu ingin menggapainya, Theo justru mengunci tangannya.
"Doni, pengawal.. keluarlah." ucap Theo dan mereka pun keluar.
"Tangkap wanita ini dan paksa ia mengaku kepada siapa dia bekerja.. cek juga kamera di mobilnya." ucap Theo.
"Baik tuan." ucap mereka.
Pengawal pun menangkap Xena dan menggeledah isi mobilnya. Ditemukan beberapa bukti seperti kamera dan beberapa penguntit yg bertugas membantu Xena.
"Maaf Xena, istriku lebih cantik dari dirimu." ucao Theo yg kemudian meminta Doni melaporkan Xena ke kepolisian.
Xena pun akhirnya mengakui kalau dirinya dibayar tuan Darwin untuk menghancurkan perusahaan Theo. Darwin pun dipanggil untuk dimintai keterangan, dan kini keduanya dipastikan bersalah. Keduanya juga akan dijatuhi hukuman.
Theo dan Doni pun tersenyum.
"Kerja bagus Don.." ucap Theo.
"Tentu tuan." ucap Doni.
Theo pun pulang ke apartemennya. Dilihatnya Sheira sudah tertidur karena lelah, tapi di meja makan masih disajikan makanan untuk Theo. Theo pun bergegas mandi dan makan masakan buatan istrinya. Hampir saja ia terkena jebakan rekan bisnisnya yg mampu membuat kepercayaan Sheira hilang terhadapnya. Tapi ia cukup pintar dan memiliki orang yg bisa dipercaya seperti Doni.
__ADS_1
Bagi Theo yg sudah cinta mati pada istrinya, tak ada yg lebih baik dari Sheira. Yg cantik, sexy, dan pintar banyak, tapi Sheira hanya ada 1 di dunia ini. Wanita yg ditakdirkan sebagai pendamping hidupnya.