
Setibanya di hotel Grace pun hanya diam dengan tampang sebal. Dirinya tak tahu lagi dengan Sean, yg mendadak menjadi bersikap manis lalu meninggalkannya begitu saja. Sampai rasanya ia ingin memukul wajahnya yg tanpa dosa mengatakan kalau dirinya harus pergi.
"Setidaknya jangan mengajakku pergi jika berujung meninggalkanku." gumam Grace dalam hati.
Grace yg termenung pun diam saja di kamarnya, hingga Jamie dan Nathan ke kamarnya untuk mengecek kondisi Grace.
Setelah membuka pintu kamar, nampak wajah mereka berdua begitu menyebalkan seakan-akan mereka siap menggodanya dengan senyuman penuh arti.
"Semua tak seperti yg kalian bayangkan." ucap Grace.
"Memangnya kami membayangkan apa.?" tanya Nathan.
"Sean pergi meninggalkanku.." ucap Grace.
"Ck.. lagi-lagi begitu." ucap Jamie.
"Jadi dia memang selalu begitu kak.??" tanya Grace.
"Iya.. begitulah kapten tim alfa.. Tim elit khusus yg menangani misi berbahaya." ucap Jamie.
"Tapi dia mengantarkanmu pulang kemari kan?" tanya Nathan.
"Tentu saja, mau kuhajar dia setelah seenaknya membawaku pergi." ucap Grace.
"Ohh memangnya kalian kemana Grace?" tanya Nathan.
"Dia membelikanku pakaian baru, lalu mengajak makan." ucap Grace jujur.
"Setidaknya sudah ada perkembangan." ucap Jamie.
"Maksud kakak apa?" tanya Grace.
"Dia cukup kaku pada wanita, kukira dia belok." ucap Jamie tersenyum.
"Kalau begitu ceritanya pantas saja." ucap Nathan.
"Pokoknya aku sedang tidak ingin melakukan apapun." ucap Grace.
"Iya iya.. adikku sayang, kau istirahat saja.. kalau butuh sesuatu hubungi kami." ucap Nathan.
"Oke.." ucap Grace.
"Kami keluar Grace, jika butuh teman panggil aku saja." ucap Jamie.
"Terimakasih kak." ucap Grace.
Nathan dan Jamie pun keluar dari kamar Grace. Dan dugaan mereka salah, mengingat mereka bolak-balik mengecek keadaan Grace sebelum dirinya kembali. Mereka mengira Sean mengajak Grace pergi untuk menyenangkan hatinya, ternyata justru berakhir dengan sebuah misi yg harus membuat Sean meninggalkan Grace.
"Aku tak yakin dengan Sean, walaupun dia pria baik." ucap Nathan.
"Segala sesuatu memang ada konsekuensinya, seperti diriku yg mengerti sebuah sistem. Tak jarang orang-orang berusaha mencuri data-dataku atau merestas sistemku." ucap Jamie.
"Yah tapi jika Grace menyukainya aku tak bisa menolaknya." ucap Nathan.
__ADS_1
"Dan Sean itu lebih baik dari mantan Grace.. " ucap Jamie.
"Oke.. aku mengerti kalau itu memang benar." ucap Nathan.
Nathan dan Jamie pun kembali ke kamar masing-masing.
☘☘☘
Keesokannya mereka pun kembali ke Indonesia. Dan sampai tiba di Indonesia pun tak ada kabar apapun dari Sean. Jamie pun kembali ke negaranya dan akan ke Indonesia saat acara Nicho yg kedua berlangsung.
Hingga 2 minggu kemudian, Nicho dan Selena pun mengadakan pesta pernikahan yg kedua di Indonesia untuk pihak keluarga dan kerabat yg berada di Indonesia.
Dan selama itu juga Sean tetap tak ada kabar sama sekali membuat Grace tak ingin berharap lagi. Dirinya pun menghadiri acara pernikahan kakaknya tanpa pasangan. Dan yg lebih menyebalkan lagi Jefry berusaha mendekatinya saat tahu dirinya kembali ke Indonesia.
Di acara pesta pernikahan Nicho dan Selena, nampak Nathan selalu bersama Grace karena tak ingin Jefry mendekatinya. Jika Nathan sibuk maka Jamie yg akan menemaninya. Lalu Samuel sepupu mereka dari US juga datang dengan orangtuanya.
Samuel yg mendengar kabar batalnya Grace menikah dengan Jefry pun terkejur dan cukup penasaran. Hingga dirinya pun bergantian menemani Grace jika Nathan menyapa tamu undangan yg merupakan klien bisnisnya.
"Grace, apa yg terjadi padamu dan Jefry?" tanya Samuel.
"Kak, memangnya tak ada yg memberitahumu?" tanya Grace.
"Kau memjawab pertanyaan dengan pertanyaan, tandanya kau begitu sebal aku membahasnya." ucap Samuel.
"Begitulah, kau pasti dengar dia menikahi wanita lain yg ternyata mengandung bayi dari pria lain." ucap Grace.
"Oke.. cukup, sekarang aku mengerti kenapa Nathan dan Nicho memintaku menemanimu." ucap Samuel.
Dan Jefry pun mencoba mendekatinya, tapi Samuel menatapnya dengan tajam. Apalagi melihat tubuh Samuel yg besar dan kekar, membuat nyali Jefry ciut seketika. Seperti diketahui, Samuel bergabung dengan militer di negaranya meninggalkan bisnis ayahnya yg rencananya harus ia teruskan.
"Lihatlah Grace dia bahkan tak berani padaku." ucap Samuel.
"Tentu saja kak, dengan tubuh sebesar ini sekali tepuk saja dia bisa pingsan." ucap Grace.
"Haha.. apa dia selemah itu." ucap Samuel.
"Begitulah kak." ucap Grace.
"Kalau begitu kau tinggal cari kekasih yg terlihat kuat saja." ucap Samuel.
"Dia sudah dapat calonnya Sam, tapi sayangnya orangnya selalu sibuk." ucap Nathan bergabung dengan Samuel.
"Oh benarkah, ini kabar bagus. Kau harus membuatnya menjauh Grace." ucap Samuel.
"Ihh.. kalian ini, orangnya saja tak jelas menyukaiku atau tidak, asal bilang calon segala." ucap Grace.
Dan disaat yg bersamaan Sean muncul dan mendengar pembicaraan mereka. Samuel yg mengenalnya karena pernah melakukan misi bersama pun menyapanya.
"Oh.. hallo kapten Sean." ucap Samuel.
"Kapten Samm.." ucap Sean.
"Ini diluar, lebih baik kita panggil nama saja. " ucap Samuel.
__ADS_1
"Baiklah, Sam." ucap Sean.
"Kau diundang kemari juga?" tanya Samuel.
"Iya, Selena sepupuku. Dan kau sendiri.?" tanya Sean.
"Nicho sepupuku." ucap Sam.
"Ternyata dunia memang sempit." ucap Sean.
Sean dan Samuel pun berbicara banyak hal terutama soal misi mereka. Dan Sean melupakan niatnya untuk meminta maaf pada Grace. Dan saat ia teringat, Grace sudah pergi bersama Jamie.
☘☘☘
Waktu pun berlalu dengan cepat, kini gantian Nathan yg akan menikah. Pertunangan pun sudah ia lakukan dengan sempurna agar diterima oleh keluarga Jamie. Lalu pernikahan mereka akan diadakan di Indonesia saja mengingat Jamie menyukai Indonesia.
Semua pun dipersiapkan dengan sangat matang, hingga saat Nathan melakukan prosesi pernikahan semua berjalan dengan lancar. Momen indah tersebut pun berlangsung tanpa ada cacat sama sekali. Belum lagi beberapa lukisan indah Nathan di pajang di acara pernikahannya.
Kini pernikahannya bak sebuah gallery seni yg memajang karya yg indah. Begitulah konsep yg diusung oleh Nathan dan Jamie. Sementara Jamie menyiapkan layar besar, dimana setiap momen mereka diputar di layar besar tersebut. Acara pernikahan mereka pun paling terkonsep dan seperti sebuah pameran seni.
Nicho dan Selena yg sudah berstatus suami istri pun sangat romantis. Kini hanya tinggal Grace yg sendirian, dan tugas Samuel untuk menemaninya.
"Grace apa mantanmu itu tak bisa diusir saja?" tanya Samuel jengah melihatnya.
"Aku juga maunya begitu kak. Tapi orangtuanya menjalin kerjasama dengan perusahaan kami." ucap Grace.
"Itu pasti pilihan yg sulit." ucap Samuel.
"Jadi mana kekasihmu?" tanya Samuel.
"Tak ada.." balas Grace.
"Ck.. kau ini setiap ditanya kekasih selalu memasang wajah begini." ucap Samuel.
"Apakah ada seseorang yg kau sukai?" tanya Samuel.
"Tak ada." ucap Grace.
"Oh, baiklah." ucap Samuel tak bisa berkata-kata lagi.
Lalu tiba-tiba, Sean dan Celine datang bergandengan tangan. Tapi mata Sean selalu menatap ke arah Grace. Dan Celine tersenyum penuh kemenangan di depan Grace. Samuel pun melihat raut wajah Grace kesal melihat Sean.
"Apa kau mengenal Sean?" tanya Samuel.
"Tidak." balas Grace lalu pergi.
"Hei kau mau kemana?" tanya Samuel.
"Mau jalan-jalan melihat karya kakakku." ucap Grace.
"Oke hati-hati." ucap Samuel.
Samuel pun mendakati Sean karena nampak ada hubungan khusus antara adik sepupunya dengan Sean. Dan ini menjadi alasan Sean untuk lepas dari Celine.
__ADS_1