
Setelah berhari-hari di rumah sakit, Daniel pun diperbolehkan untuk pulang ke apartemennya. Daniel pun masih harus menggunakan kursi roda karena kakinya masih harus menjalani beberapa prosedur terapi.
Jasmine pun dengan sabar mendorong kursi rodanya. Dan kedua orangtua Daniel mereka juga akan menetap di Jakarta. Mereka merasa harus memantau Daniel hingga kondisinya membaik. Tapi Daniel meminta mereka pulang karena Anderson harus rutin memeriksakan diri pada dokternya.
"Dad pulanglah, aku akan baik-baik saja." ucap Daniel.
"Kau yakin?" tanya Luciana.
"Ya.. mom bawa dad pulang nanti dia malas untuk periksa ke dokter." ucao Daniel.
"Kau dengarkan sayang, putramu lebih menyayangimu jadi kau pulang dan periksakan dirimu." ucap Luciana.
"Baiklah, aku akan pulang jika kau memaksa.. ingat jangan macam-macam dengan Jasmine." ucap Anderson.
"Dad, memangnya aku mampu melakukannya dengan kondisi ini?" tanya Daniel tersenyum.
"Baiklah, besok kami akan kembali." ucap Anderson.
"Aku akan meminta sekertarisku untuk memesankan tiketnya." ucap Daniel.
Jasmine pun tiba mengunjungi Daniel di apartemennya. Ia juga harus memeriksa keadaan Daniel dan rutin mengecek stok obat-obatanya. Disana, Luciana dan Anderson juga mengatakan kalau mereka akan kembali karena jadwal pemeriksaan rutin Anderson sudah dekat.
Mereka pun menitipkan Daniel pada Jasmine, dan Jasmine dengan senang hati akan merawatnya. Mereka juga berniat untuk berpamitan pada Sheira dan suaminya yg sudah membantu mereka selama di Jakarta.
"Kalau Daniel macam-macam kau boleh memukul kepalanya. " ucap Anderson.
"Dad.. memangnya aku anak-anak?" tanya Daniel.
"Pokoknya dia itu paling susah minum obat, kau harus menghitung jumlah obat-obatannya.." ucap Anderson.
"Ok paman tenang saja." ucap Jasmine.
"Dad.. aku bukan anak kecil lagi dan aku akan meminum obatnya." ucap Daniel.
"Dan Jasmine, paksa Daniel jika ia mulai malas makan." ucap Luciana.
"Siap tante.. serahkan semuanya padaku. " ucap Jasmine.
"Bagus.. kami tinggal berpamitan pada Sheira." ucap Anderson.
"Mereka hari ini akan kemari." ucap Jasmine.
__ADS_1
"Kebetulan sekali.." ucap Anderson.
Mereka berdua pun menitipkan Daniel pada Jasmine layaknya menitipkan anak kecil. Banyak hal yg diberitahu pada Jasmine mengenai Daniel, mulai dari kebiasaan hingga makanannya. Dan Jasmine pun sampai tertawa mendengarnya. Sementara Daniel ia menahan malu karena orang tuanya membuka semua aib memalukannya.
"Dasar kalian ini.." gerutu Daniel.
Tak berselang Sheira dan Theo tiba. Mereka membawakan makanan buatan Sheira untuk dinikmati bersama karena kebetulan saat itu sedang weekend. Mereka pun menikmati makanan tersebut, dan bercengkrama layaknya keluarga.
Jasmine pun sangat diterima oleh Luciana dan Anderson, terlebih mereka melihat sendiri bagaimana Daniel dirawat oleh Jasmine dengan telaten. Mereka pun bersyukur atas hadirnya Jasmine di kehidupan Daniel. Dan mereka banyak mengucapkan terimakasih padanya.
Sheira dan Theo juga sudah diberitahu mengenai kepulangan Anderson dan Luciana. Dan mereka yg akan mengantarkan mereka ke bandara karena kondisi Daniel yg belum memungkinkan. Semua hal pun dipersiapkan oleh Daniel dan Theo untuk kepulangan Anderson dan Luciana.
Mulai dari tiket pesawat hingga mobil dengan pengawalan pun sudah mereka sediakan untuk Anderson dan Luciana pulang ke US. Sementara Daniel, ia akan memerintahkan anak buahnya lewat ponselnya.
Keesokannya, Anderson dan Luciana pun berangkat ke bandara dengan Sheira san Theo. Keduanya pun berpamitan pada Daniel dan Jasmine.
"Kau jaga dirimu, ingat Jasmine akan mengawasimu.." ucap Anderson.
"Baik dad." ucap Daniel.
"Kau jangan macam-macam pada Jasmine.. ingat itu." ucap Luciana.
Dan mereka pun berpamitan pada Jasmine, kemudian mereka berangkat menuju bandara bersama Sheira dan Theo. Sesampainya disana mereka berpamitan pada Sheira dan Theo, kemudian mereka menitipkan Daniel pada keduanya. Dan Sheira maupun Theo selalu siap untuk Daniel.
"Paman dan tante tenang saja, kami akan menjaga Daniel." ucap Theo.
"Iya.. aku akan rutin memberikan kabarnya pada tante.." ucap Sheira.
"Baiklah, kalian baik-baik dan rukun-rukun ya.. kami pulang dulu." ucap Luciana.
"Jaga diri kalian baik-baik, dan kabari paman jika ada kabar baru." ucap Anderson.
"Tentu." ucap Theo dan Sheira.
Keduanya pun menyaksikan Anderson dan Luciana masuk ke dalam bandara. Theo juga sudah memastikan kalau ada pengawal yg mengawal perjalanan keduanya mengingat keduanya sudah tak muda lagi.
"Ayo kita pulang sayang.." ucap Theo.
"Oke.. tapi mampir dulu ya aku harus belanja. " ucap Sheira.
"Baiklah, kau malam ini mau masak apa?" tanya Theo.
__ADS_1
"Kau sendiri ada yg kau inginkan?" tanya Sheira.
"Aku ingin ikan gurame asam pedas yg biasanya." ucap Theo.
"Baiklah sayang, ayo kita belanja." ucap Sheira.
Sheira dan Theo pun menuju ke pusat perbelanjaan dan membeli banyak kebutuhan makanan. Karena jarang berbelanja Sheira jadi belanja banyak sekali untuk stoknya di rumah. Tak lupa ia juga membelikan Jasmine dan Daniel stok makanan.
"Sepertinya kita butuh asisten untuk membawanya." ucap Theo.
"Ya.. kan ada pengawalmu di sana.. suruh saja bawakan.." ucap Sheira tersenyum.
"Akhirnya kau menyadarinya." ucap Theo.
"Aku sudah sadar hanya diam saja selama ini." balas Sheira.
Keduanya pun pulang dengan banyak belanjaan di mobilnya. Dan Jasmine pun terkejut karena Sheira juga membelikan dirinya dan Daniel bahan makanan.
"Kau tak perlu repot-repot." ucap Jasmine.
"Tak apa, sekalian aku belanja.. kau kan sekarang tinggal dengan Daniel sementara jadi aku sekalian membantumu." ucap Sheira.
"Terimakasih Sheira. " ucap Jasmine menerimanya.
"Ya.. karena hanya ini yg bisa kubantu untuk kalian." ucap Sheira.
"Tetap saja, aku harus berterimakasih." ucap Jasmine.
"Oke.. kalau begitu aku kembali dulu untuk memasak makan malam." ucap Sheira.
"Baiklah.. kau sekarang menjadi istri yg sangat baik.." ucap Jasmine.
"Tentu saja. Aku akan berusaha." ucap Sheira.
Jasmine pun masuk dan membereskan belanjaan yg diberikan oleh Sheira. Kemudian ia juga mamasak makanan untuk dirinya dan Daniel. Selama Daniel sakit, Jasmine yg akan merawatnya hingga sembuh dan akan tinggal di apartemen Daniel. Itu juga karena Jasmine juga tinggal sendiri di apartemen Sheira, akan lelah jika ia harus bolak-balik.
Dan Sheira, kini ia kembali melakukan perannya sebagai istri. Dan Theo, ia begitu bahagia hidup bersama Sheira. Walaupun keduanya selalu sibuk, tapi selalu ada waltu untuk bersama di weekend. Keduanya lebih suka berada dirumah, dan menikmati makanan rumahan. Kadang juga, Sheira ikut Theo memancing dan pergi ke beberapa tempat.
Mall mereka pun kian ramai dan setiap rukonya telah penuh oleh para penyewa. Dan pundi-pundi keuangan mereka semakin bertambah, apalagi saat pembangunan mall mereka sampai menggunakan dana pribadi mereka habis-habisan demi mall tersebut.
Kini mereka tinggal memetik hasil jerih payah mereka. Mall impian kedua ayah mereka kini telah berdiri dan berjalan dengan lancar. Mungkin dalam kurun waktu 3 tahun, modal mereka akan kembali. Dan mereka tetap mensyukurinya, karena mereka sudah berusaha maksimal.
__ADS_1