Affair With Me??

Affair With Me??
EP.103 Kesadaran


__ADS_3

Disuatu tempat, nampak Daniel sedang mengendarai mobilnya sendirian. Ia ingin menemui Jasmine dan Jasmine sudah menunggunya di resto tempat mereka ingin bertemu. Daniel pun senang dan mengendarai mobilnya dengan aman, hingga sebuah mobil truk menabraknya dan terjadilah kecelakaan. Daniel pun berteriak minta tolong tapi tak ada yg menolongnya. Ia pun tak bisa bangun karena kakinya terhimpit.


"Aaghhh.. To..long.." ucap Daniel lirih.


Jasmine pun membuka matanya dan melihat Daniel meminta tolong bahkan bicara sedikit. Jasmine pun mencoba menyadarkan Daniel.


"Daniel bangun.. Daniel.. aku ada disini." ucap Jasmine.


"Jas..mine.." ucap Daniel.


"Iya aku disini.. kau akan baik-baik saja." ucap Jasmine sembari menekan tombol untuk memanggil dokter.


Daniel pun manangis dan menatap Jasmine yg berada disisinya. Apa yg ia alami barusan hanya mimpi, dan kini ia ada di rumah sakit. Sekujur tubuhnya pun dipenuhi luka dan ia mulai merasa kesakitan.


"Akh.. tubuhku sakit sekali." ucap Daniel.


"Jangan banyak bergerak, nanti jahitannya bisa berdarah lagi.. sebentar lagi dokter akan tiba." ucap Jasmine.


Dokter pun tiba dan memeriksa kondisi Daniel. Kemudian dokter memberikan penjelasan pada Jasmine yg sudah mengerti. Dokter pun akan memantau perkembangan Daniel beberapa jam kedepan dan Jasmine akan selalu berada di sisi Daniel.


Setelah memastikan kesadaran Daniel, kemudian dokter pun pergi. Jasmine pun memberi penjelasan singkat pada Daniel dan mengajaknya bicara santai agar Daniel tak banyak memikirkan hal yg berat.


"Jasmine, bagaimana dengan sopir dan pengawalku?" tanya Daniel.


"Mereka selamat dan sedang dirawat di ruangan lain." ucap Jasmine.


"Syukurlah." ucap Daniel.


"Pokoknya kau jangan memikirkan apapun, kau harus istirahat dan panggil aku jika butuh sesuatu." ucap Jasmine.


"Baiklah." ucap Daniel.


Begitulah, dan Jasmine menjaganya hingga pagi hari. Jasmine pun tertidur di kursi, sampai Sheira dan Theo pun tiba. Keduanya melihat Jasmine yg sedang tertidur lelap dan berusaha untuk tak membangunkannya.


"Sstt.." ucap Daniel.


"Syukurlah kakak sudah sadar." ucap Sheira.


"Iya, aku sudah ingat semua kejadian pada hari itu." ucap Daniel.


"Bagaimana kondisimu hari ini?" tanya Theo.


"Lebih baik, walaupun seluruh tubuhku rasanya remuk." ucap Daniel.


"Jasmine sudah menjagamu selama ini kau pasti sembuh." ucap Theo.


"Ya.. aku harus sembuh." ucap Daniel.

__ADS_1


"Paman dan tante nanti siang akan datang.." ucap Sheira.


"Jadi kalian memberitahukannya." ucap Daniel.


"Bagaimanapun mereka harus tahu kak." ucap Sheira.


"Tapi ayahku baik-baik saja kan?" tanya Daniel.


"Ya.. dia baik-baik saja.. kau jangan khawatir karena kami sudah menjaganya. " ucap Theo.


"Aku bawakan buah, nanti kalau sulit dimakan Jasmine akan menghaluskannya dengan juicer." ucap Sheira.


"Terimakasih Ara.." ucap Daniel.


"Iya kak, kakak harus lekas sembuh." ucap Sheira.


"Maaf Daniel, tapi kami harus ke kantor sekarang.. kau butuh sesuatu?" tanya Theo.


"Tak ada, yg kubutuhkan ada di depan mataku." ucap Daniel menatap Jasmine.


"Oke.. kuharap kau lekas sembuh.. kami pamit dulu." ucap Theo.


"Ya kak kami berangkat kerja dulu ya.." ucap Sheira.


"Ya.. kalian hati-hati." ucap Daniel.


"Aku akan lekas sembuh dan kau bisa istirahat dengan benar nanti." ucap Daniel pelan.


Matahari pun kian tinggi dan Jasmine mulai merasakan cahaya matahari yg masuk lewat jendela. Ia pun terbangun dan melihat Daniel perlahan belajar duduk.


"Daniel, kenapa tidak membangunkanku?" tanya Jasmine.


"Tidak apa, aku bisa perlahan." ucap Daniel.


"Baiklah, tunggu sebentar aku mau cuci muka." ucap Jasmine lalu ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Jasmine pun kembali dan menyuapi Daniel makanan. Daniel pun menurut saja karena memang tangannya masih sulit digerakan.


"Kau nanti makanlah, Sheira sudah membawakan makanan." ucap Daniel.


"Oke.. pasti mereka tiba saat aku tertidur." ucap Jasmine.


"Ya.. mereka tahu kau lelah jadi tak membangunkanmu." ucap Daniel.


"Oke nanti aku akan menikmatinya." ucap Jasmine.


Dengan telaten Jasmine pun menyuapi Daniel dan memberikannya obat. Ia juga mengecek perban dan infus Daniel. Daniel pun tersenyum karena rasanya Jasmine seperti dokter pribadinya. Lalu Daniel pun memintanya untuk makan makanan yg dibawakan oleh Sheira. Jasmine pun menikmatinya, kemudian Daniel tertidur karena pengaruh obatnya.

__ADS_1


Saat menjelang makan siang, orang tua Daniel pun datang. Luciana dan Andreas pun tiba di ruangan Daniel dan melihat putra mereka sudah sadarkan diri dan bisa berbicara dengan baik. Daniel juga tak kehilangan ingatannya dan bisa tersenyum kepada mereka.


"Mom.. Dad.. akhirnya kalian tiba.." ucap Daniel.


"Kau ini membuat mom mu khawatir saja. " ucap Anderson.


"Maaf mom dad, semuanya terjadi begitu saja." ucap Daniel.


"Tak apa Daniel.. bagaimana kondisimu?" tanya Luciana.


"Lebih baik, aku sudah bisa duduk walaupun perlahan." ucap Daniel.


"Kau harus cepat sembuh karena Jasmine sudah merawatmu selama ini." ucap Luciana.


"Tentu mom.. mom sudah berkenalan dengannya kan?" tanya Daniel.


"Ya.. kami banyak bicara saat kau masih belum siuman." ucap Luciana.


"Kau itu sangat beruntung, jadi cepatlah bangun.." ucap Anderson.


"Tentu dad, aku akan berusaha keras." ucap Daniel.


"Akhirnya kini kau yg berbaring di ranjang dan aku yg menjengukmu." ucap Anderson dan Daniel pun tersenyum.


Mereka pun berbincang berempat dan tertawa bersama. Dokter pun tiba dan memeriksa Daniel, luka-lukanya membaik dan kondisi Daniel juga sudah cukup stabil. Hanya masih butuh waktu panjang untuk pemulihan.


"Terimakasih banyak dok.." ucap Anderson.


"Tentu tuan, semoga putra anda bisa cepat pulih. " ucap sang dokter.


Anderson dan Luciana pun cukup lama berada di rumah sakit. Tapi Daniel meminta Dadnya untuk pulang karena tak boleh terlalu lelah. Daniel takut ayahnya kembali dirawat di rumah sakit, terlebih dirinya sendiri masih berada di ranjang rumah sakit dan belum bisa bangkit.


Daniel dan Jasmine pun bisa menghabiskan waktu berdua. Keduanya bercerita banyak hal, dan Jasmine senantiasa memeriksa Daniel setiap beberapa jam. Jasmine juga membuatkan Daniel jus dari buah yg dibawakan Sheira.


Kadang tak semua musibah menjadi hal terburuk, karena masih ada hal baik yg terjadi. Daniel jadi bisa beristirahat dari pekerjaannya dan menghabiskan waktu dengan Jasmine. Begitu juga dengan Jasmine, ia yg selalu memiliki jadwal padat bersama Sheira kini hanya akan mengurus Daniel. Bahkan Jasmine sampai mengundurkan diri karena ia tahu kalau Daniel butuh waktu lama untuk sembuh.


"Untuk sekarang jangan pikirkan pekerjaan.." ucap Jasmine.


"Baik bu dokter." ucap Daniel.


"Dan juga kau harus makan makanan yg sehat, minum obat dan istirahat yg cukup." ucap Jasmine.


"Satu lagi, jangan banyak bergerak sampai semua lukamu sembuh." ucap Jasmine.


"Oke bu dokter." ucap Daniel.


"Bagus, kau harus mendengarkanku." ucap Jasmine.

__ADS_1


__ADS_2