Affair With Me??

Affair With Me??
EP.113 Berita Bahagia


__ADS_3

"Tuan.. Tuan.." panggil Doni.


"Aah.. ada apa Don?" tanya Theo.


"Apa anda baik-baik saja?? apa dokter tadi berkata buruk?" tanya Doni penasaran karena tuannya yg bengong dan termenung.


"Don, katanya aku terkena sindron kehamilan simpatik.. apa aku akan seperti orang hamil?" tanya Theo.


"Tuan, sebentar aku akan mencari tahu." ucap Doni yg tak paham juga tapi ia berinisiatif untuk mencari tahu di internet.


Setelah menemukan masalah tuannya Doni pun tersenyum dan menyelamati Theo.


"Selamat tuan, itu kabar bagus." ucap Doni.


"Don, yg harusnya hamil itu Sheira istriku bukan aku.." ucap Theo.


"Tuan, memang biasanya sindrom kehamilan simpatik terjadi saat sang istri tengah hamil bukan suami yg hamil." ucap Doni.


"Aku juga bingung, mana ada laki-laki hamil di dunia ini.. " ucap Theo membuat Doni menepuk jidatnya.


"Begini tuan, aku tak tahu apa yg terjadi pada anda sampai jadi begini. Tapi biar aku sederhanakan kata-katanya. Jadi nyonya saat ini sedang hamil tapi yg merasakan gejalanya anda tuan.. harusnya anda senang." ucap Doni.


"Apa?? istriku hamil??" tanya Theo.


"Kemungkinan besar begitu, tapi anda harus memastikannya dulu pada nyonya." ucap Doni.


"Terimakasih Don sudah memberi pencerahan.. " ucap Theo.


"Sama-sama tuan, aku sedih melihat anda terlihat bodoh dan melamun." ucap Doni.


"Benarkah aku begitu?? kau tidak sedang mengejekku kan?" tanya Theo.


"Aku takkan berani melakukannya tuan, tapi dari yg kulihat anda memang sedang melamun dan anda tak bisa berfikir jernih sampai salah memaknai kata-kata dokter." ucap Doni.


"Don, apa tak masalah jika aku cuti 1 minggu?" tanya Theo.


"Aku tak masalah, tapi perusahaan bisa bermasalah tuan." ucap Doni.


"Ck.. kau itu.. lalu aku harus apa?" ucap Theo.


"Lebih baik besok anda kosongkan jadwal selama beberapa hari, pergilah bersama nyonya ke dokter.. jika benar nyonya hamil berikan nyonya kejutan pasti tuan akan lebih baik." ucap Doni.


"Baiklah, idemu cukup bagus."ucap Theo.


"Tapi lama sekali ya jam pulang kerja." ucap Theo.

__ADS_1


"Sabar tuan, daripada menunggu waktu lebih baik anda mengerjakan tumpukan dokumen ini." ucap Doni.


"Ck.. Don aku sedang tak bisa fokus.." ucap Theo.


"Anda harus mengeceknya tuan, ada beberapa yg harus dikerjakan hari ini." ucap Doni.


"Baiklah-baiklah, kau ini cerewet sekali." ucap Theo.


Doni pun terdiam dan malas menanggapi tuannya. Entah mengapa tuannya jadi lemot dalam berfikir tak seperti biasanya. Dan parahnya Theo jadi sensitif dan suka kesal sendiri. Kadang-kadang ia kebingungan dan melamun seperti tadi.


"Tuan, anda sepertinya butuh liburan.. jangan sampai karyawan lain melihat kelakuan anda yg begini." gumam Doni dalam hati.


Akhirnya saat yg ditunggu-tunggu pun telah tiba, Theo pun berjalan dengan semangat menuju ke apartemennya. Dan Doni bisa melihat kebahagiaan di wajah tuannya tersebut.


Theo pun memasuki apartemen setelah Doni mengantarkannya sampai di depan apartemennya. Dengan bangganya Theo masuk ke lift menuju ke lantai apartemen miliknya.


Begitu sampai, Theo langsung menuju ke apartemennya. Ia membuka kunci pasword dan masuk ke dalam. Nampak aroma wangi makanan khas buatan Sheira.


"Sayang.. kau dimana?" tanya Theo tapi tak ada jawaban.


"Sayaang.." ucap Theo melihat ke segala arah tapi tak menemukan Sheira.


Theo pun tak tinggal diam dan mencarinya ke seluruh ruangan disana tapi tak menemukannya. Hingga ia mengambil ponselnya dan menelpon Sheira. Tak lama panggilannya pun diangkat.


"Halo sayang kau ada dimana?" tanya Theo.


"Halo Sayang..?? akh kenapa dimatikan sih." ucap Sheira.


Sheira pun beberapa kali menelpon Theo tapi ponselnya malah tertinggal di apartemen karena panik Sheira berada di rumah sakit. Pikiran Theo pun sudah kemana-mana, ia berpikir bagaimana jika Sheira terkena luka bakar? atau tertusuk benda tajam di dapur dan sebagainya. Hingga tanpa sadar ia berkendara dengan cepat.


Sementara itu, Jasmine sedang persiapan melahirkan tapi Daniel belum juga mengangkat teleponnya.


Daniel yg sedang rapat pun gelisah beberapa kali teleponnya berdering. Hingga ia tak tahan dan meninggalkan rapat setelah ia mendengar apa yg ingin dia dengar.


"Maaf aku ada urusan, nanti hasilnya kirimkan padaku.." ucap Daniel lalu pergi.


"Tapi pak.." ucap pegawainya bingung.


Daniel pun keluar dan melihat ponselnya ada puluhan panggilan dari Jasmine dan Sheira. Daniel pun semakin cemas setelah Jasmine mengirimkan pesan kalau dirinya sudah dirumah sakit dan akan melahirkan berikut dengan fotonya.


Daniel pun langsung tancap gas menuju ke rumah sakit. Ia tak memikirkan lagi hasil rapatnya karena saat ini istrinya akan melahirkan anaknya. Ia pun memacu kendaraannya dengan cepat karena takut kehilangan momen berharga ketika anaknya lahir.


Daniel pun tiba di rumah sakit lebih cepat dari Theo karena jarak tempatnya rapat dengan rumah sakit relatif dekat. Daniel pun langsung menghubungi Sheira dan Sheira menjemputnya untuk menunjukkan ruang bersalin.


"Kak, untunglah kau sudah datang.." ucap Sheira.

__ADS_1


"Bagaimana Jasmine?" tanya Daniel.


"Ia baru saja masuk ruangan.. " ucap Sheira.


Kemudian Daniel pun diarahkan ke ruangan persalinan setelah memakai baju khusus. Daniel pun tidak kehilangan kesempatannya melihat anaknya lahir ke dunia ini. Beberapa menit kemudian anaknya lahir dengan jenis kelamin laki-laki. Daniel pun melihat begitu berat perjuangan Jasmine melahirkan putranya. Tak henti-hentinya Daniel mengucapkan 'Terimakasih' dan juga 'I Love you' pada Jasmine.


Suasana haru pun terjadi diruangan tersebut. Sementara Sheira, ia mulai berfikir kalau suaminya pasti sedang menuju kemari, hingga ia menuju ke lantai satu di dekat pintu masuk.


Benar saja, nampak Theo cemas dan sedang mengomeli pegawai rumah sakit.


"Nona tolong carikan pasien atas nama Sheira yg masuk hari ini." ucap Theo.


"Maaf tuan, saya sudah mencari berkali-kali tapi tak ada yg namanya ibu Sheira." ucap sang reseptionis.


"Tolonglah, istriku mungkin baru saja masuk.." ucap Theo.


"Maaf tuan, lebih baik anda hubungi istri anda untuk mencaritahh dimana ia berada." ucap staf tersebut.


"Sayang sedang apa??" tanya Sheira.


"Kau tidak apa-apa?? apa kau sakit??" tanya Theo cemas.


"Aku baik-baik saja.." ucap Sheira.


"Kalau baik-baik saja kenapa kemari?? aku panik mendengarnya." ucap Theo.


"Maaf ya nona, suami saya memang suka khawatir jika saya berada di rumah sakit." ucap Sheira meminta maaf pada staf tersebut lalu menarik Theo ke tempat yg sepi.


"Sayang mau kemana?" tanya Theo.


"Dengar aku baik-baik saja, dan kenapa kau memutus tiba-tiba panggilannya?" tanya Sheira.


"Aku panik mendengarmu ada disini dan saat ingin menghubungimu baterainya habis. Memangnya kau sedang apa disini?" tanya Theo.


"Jasmine melahirkan beberapa saat yg lalu, anaknya laki-laki." ucap Sheira tersenyum.


"Benarkah?" tanya Theo.


"Iya.. ayo kita lihat keponakanku." ucap Sheira tapi Theo menahan tangannya.


"Ada apa?" tanya Sheira.


"Ikut aku, karena ada hal penting yg harus kita pastikan." ucap Theo.


"Ikut kemana?? aku bahkan belum berpamitan pada Kak Niel." ucap Sheira.

__ADS_1


"Tidak akan jauh-jauh nanti kita jenguk mereka.." ucap Theo membawa Sheira ke suatu tempat.


__ADS_2