Affair With Me??

Affair With Me??
EP.74 KARMA Mia


__ADS_3

Yang dulu dipuji-puji, kini dihina-hina oleh orang lain. Yang dahulu ditunggu-tunggu kini bahkan tak diharapkan kedatangannya. Kira-kira begitulah yg sedang Mia hadapi. Ia yang harus jatuh karena suaminya dipenjara, kini harus kembali hidup sederhana seperti dulu.


Bak tak tahu caranya bersyukur, kini ia malah stres di rumahnya karena tak bisa lagi bergaul dengan kehidupan sosialitanya. Teman-temannya menjauhinya bahkan bicara dibelakangnya. Rumah mewah yg kini ia tempati, berubah menjadi rumah standar yg dulu pernah ia tempati sebelum suaminya merebut semua harta Chandra.


Padahal rumah tersebut cukup bagus dan layak huni, belum lagi aset Haris yg bisa membuatnya bertahan hidup tanpa bekerja. Tapi kalau tak bisa mensyukuri segalanya apapun takkan pernah bisa cukup dimatanya. Ia pun kini hanya memiliki 2 ART karena memang hanya itu kemampuannya sekarang. Tak ada lagi sopir yg mengantarnya kemana-mana. Kini ia harus mandiri dan menyetir mobil sendiri.


Untuk menghilangkan penatnya, ia pergi ke Mall untuk sekedar jalan-jalan dan membeli beberapa barang dan kebutuhan. Tak sengaja ia bertemu salah seorang teman sosialitanya. Bukannya bertegur sapa justru ia malah dihina.


"Enak ya masih bisa jalan-jalan ke Mall, penipu satu ini memang lihai." ucap salah seorang temannya.


"Kalau tidak lihai ia bukan penipu namanya, buktinya sampai 20 tahun baru terungkap." ujar temannya lagi.


"Sudahlah, buat apa kita meladeninya.. nanti kita kehabisan stok barang bagus di toko sana.. pastinya sekarang dia tak mampu lagi membelinya." ucap yg lainnya.


"Hahahaa.. kau benar.." ucap mereka lalu pergi meninggalkan Mia.


Kini Mia benar-benar dihina oleh temannya sendiri. Tanpa kekayaan dia bukanlah siapa-siapa, hingga ia mengepal geram pada Sheira yg mengambil semuanya dari dirinya.


Mia yg kesal pun melanjutkan belanjanya lalu pulang ke rumah. Dirumahnya ia termenung akan ucapan teman-temannya. Hingga ia melupakan jam makannya dan jatuh sakit. Ia terlalu larut dalam kesedihannya yg tak perlu. Ia lupa akan rasa syukur karena masih bisa hidup nyaman tanpa bekerja. Tapi kemewahan begitu berarti dalam hidupnya hingga membuatnya sakit saat kehilangan.


Pinkan pun mengunjunginya, walaupun Pinkan juga berpikiran hal sama, tapi ia memiliki Aryo yg membuatnya tak sendirian. Berbeda dengan sang ibu yg kehilangan suaminya di penjara.


"Mom.. ayo makan." ucap Pinkan.


"Iya nak.." ucap Mia.


"Mom ini baru berapa sendok.." ucap Pinkan.


"Mom sudah tak berselera." ucap Mia.


"Mom harus tetap hidup agar aku tak merasa kesepian. Setidaknya mom tak perlu bekerja untuk bertahan hidup dan kita jalani saja." ucap Pinkan.


"Pinkan, mom begitu terpukul dengan semua kejadian ini." ucap Mia.


"Aku juga mom, tapi kita harus menjalaninya." ucap Pinkan.


"Mom kehilangan semuanya, kekayaan, suami yg sukses, teman-teman elit.. bahkan kepercayaan terhadap dadmu." ucap Mia.

__ADS_1


"Apa maksud mom?" tanya Pinkan.


"Dadmu punya 3 selingkuhan selama ini.. dan mereka sudah mengakuinya pada mom." ucap Mia.


"Siapa mereka mom, biar aku yg menghadapinya." ucap Pinkan.


"Yg jelas mereka wanita seusiamu, bahkan ada yg masih remaja. Tapi kau tenang saja mereka takkan mengganggu keluarga kita lagi." ucap Mia.


"Tentu saja begitu, karena mereka tahu dad sudah jatuh." ucap Pinkan kesal.


"Biarkan saja mereka, tak ada gunanya kita mengurusinya. Toh mereka yg sudah rugi karena hanya seperti barang yg bisa dibuang kapan saja." ucap Mia.


"Tapi mom harus semangat dan bertahan hidup.. mom harus melihat putraku tumbuh. " ucap Pinkan.


"Iya Pinkan, mom akan mencoba bertahan dari cibiran orang-orang." ucap Mia.


Dan terlihat dengan jelas bagaimana Mia stres akan cibiran tersebut. Hinaan demi hinaan pun diterimanya. Hingga suatu hari, pagar rumahnya dicoret-coret dengan tulisan penipu. Hingga ia malu setengah mati pada para tetangganya.


"Siapa yg berbuat onar begini?" tanya Mia dan kedua pembantunya pun menggeleng.


"Nyonya coba lihat cctv saja." ucap salah seorang.


Tanpa pikir panjang, Mia pun menemui Sheira di bakery-nya. Saat itu Sheira tengah meeting dengan orang-orang penting bersama Theo.


Brakk..!


"Dimana atasan kalian yg bernama Sheira itu.??" tanya Mia berteriak.


Sheira pun permisi dari meeting dan mendekati keributan tersebut. Lalu Theo menyusulnya dari belakang takut kalau terjadi sesuatu yg buruk.


"Ada apa ini?" tanya Sheira.


"Ada apa kau bilang?? kau ingin balas dendam padaku kan?" tanya Mia.


"Maaf nyonya, saya bahkan tak ada waktu untuk memikirkan anda." ucap Sheira.


"Dasar ja***ang kurang ajar.." ucap Mia.

__ADS_1


Mia pun melihat cake yg ada sebuah meja dan mengambilnya lalu melemparnya ke arah Sheira. Dengan Sigap Theo pun melindunginya dengan punggungnya. Hingga cake tersebut mendarat ke punggung Theo dan mengotori jasnya.


Pengawal Theo pun mencul dan mengamankan Mia melihat pertengkaran tersebut.


"Lepaskan aku." ucap Mia.


"Jadi bisa nyonya katakan apa permasalahan yg sebenarnya?" tanya Sheira sementara Theo melepas jasnya.


"Kau kan yg menyuruh seseorang untuk mencoret-coret pagar rumahku?? kau ingin semua orang tahu ulah suamiku dan mempermalukanku?" tanya Mia.


"Maaf nyonya sudah kukatakan kalau aku bahkan tak punya waktu untuk memikirkan anda. Dan untuk masalah itu, kenapa anda tak melapor pada kepolisian?? dan juga jika rumah anda ada cctv, pasti bisa terlihat bukan siapa pelakunya dan polisi bisa menangkapnya." ucap Sheira panjang lebar.


"Jika anda berani macam-macam dengan kami, anda akan tahu akibatnya.." ancam Theo.


"Kalian pasti menyuruh seseorang.." ucap Mia.


"Yasudah, nyonya silahkan pulang dan memeriksa cctv lalu melaporkannya." ucap Sheira tegas.


"Baiklah akan aku buktikan." ucap Mia pergi darisana.


Sheira pun langsung meminta maaf pada Theo.


"Maaf, jasmu jadi kotor.. kau tak apa kan Theo?" tanya Sheira.


"Ya.. aku tak apa, aku masih ada cadangan di mobil." ucap Theo.


"Yg kotor biar aku laundry saja, sebagai permintaan maaf." ucap Sheira.


"Tak usah.. Aku memang ingin melindungimu" ucap Theo.


"Sudah, biar aku yg membersihkannya dan memberikannya padamu." ucap Sheira lalu meraih jas tersebut dan menyimpannya.


Sheira pun meminta bantuan pengawal yg ditugaskan Daniel untuk menjaganya untuk menyelidiki kasus Mia. Lalu ia dan juga Theo melanjutkan meeting mereka tentang project F. Disana mereka sedang merancang gedung yg akan segera berdiri dan memakan waktu lebih dari 1 tahun pembangunanya.


Sementara Mia, ia langsung pulang dan mengecek cctv. Ia juga melaporkannya pada polisi. Dan hari itu juga polisi berhasil membekuk pelakunya yg ternyata hanyalah orang iseng yg tak ada hubungannya dengan siapapun. Ia adalah warga sekitar yg tak suka pada Mia. Mia pun malu sudah marah-marah pada Sheira padahal itu kelakuan tetangganya yg sudah tahu siapa dirinya. Kini ia juga tahu kalau para tetangganya tak menyukainya.


Hal itupun sudah didengar oleh Sheira dari pengawal Daniel.

__ADS_1


"Baguslah, setidaknya wanita itu tahu siapa yg salah." ucap Sheira.


__ADS_2