Affair With Me??

Affair With Me??
EP.66 Persidangan


__ADS_3

Jonathan dan kuasa hukum Leon pun sudah hadir disana. Awalnya mereka cemas karena para korban belum juga tiba 30 menit sebelum persidangan. Tapi kecemasan mereka hilang di menit-menit terakhir, dimana klien mereka tiba dengan Leon.


"Maaf membuat kalian menunggu karena ada banyak gangguan di perjalanan.." ucap Leon sembari menatap Haris.


Haris pun tak tahu siapa pria yg berani menatapnya dengan angkuh. Ia begitu kesal terlebih pria itu ada di kelompok Sheira, yg tak lain adalah musuhnya.


"Bagaimana tuan Jonathan?? kalian sudah siap?" tanya Sheira.


"Tentu nona, kami sudah siap." ucap para pengacara.


"Bagus.. kali ini kita tak boleh kalah." ucap Theo.


Sebelum ini Theo sempat berbicara pada Leon, ia akan membawa pengawal miliknya untuk membantu pengamanan selama persidangan yg menyamar sebagai penonton. Dan Leon menyetujuinya.


Mereka pun masuk ke dalam bersama-sama. Disana Haris beserta kuasa hukumnya dan kedua temen kriminalnya Toni dan Luis pun ikut hadir.


Semua tuntutan pun dibacakan, dan pihak Haris pun melawan dengan semua tuntutannya. Mereka mengelak dengan berbagai alasan. Dan Sheira, satu persatu mengeluarkan bukti kuat yg membuat hakim disana tak berkutik. Hakim yg sudah disuap oleh Haris pun tak bisa mengatakan apapun.


"Bagaimana Yang Mulia, apa ini belum cukup untuk membuktikan semuanya?" tanya Jonathan.


"Persidangan kami tunda dan akan kami putuskan minggu depan." ucapnya.


"Apa?? ini tidak adil.." ucap Sheira.


Tok..Tokk..


"Nona Sheira, harap tenang dan biarkan kami berfikir sebelum memutuskan." ucap hakim tersebut.


Brakk.. seorang wanita pun muncul dengan seragamnya. Wanita itu tak lain sepupu Leon yg dimintai tolong olehnya untuk menyelidiki kasus tersebut serta orang dalam yg terlibat.


"Yang mulia, mohon untuk melihat tayangan yg saya bawa ini.." ucap Melisa.


"Baiklah, silahkan." ucapnya.


Melisa pun memberikan sebuah disk yg berisi Hakim tersebut sedang disuap oleh Haris, Toni dan Luis.


Semua penonton pun terkejut dan protes atas ketidakadilan yg tak masuk diakal ini.


"Ini semua fitnah.. semua harap tenang." ucap salah seorang.


"Fitnah bagaimana?? kalau itu anda yg sedang menerima suap dari seseorang untuk memenangkan kasus ini." ucap Melisa.


"Anda tak pantas menjadi hakim..!"


"Anda harus turun..!"


"Ganti hakimnya, tegakkan keadilan.."


"Anda harus menerima hukuman juga..!".


Semua orang pun berteriak, dan Melisa menenangkannya.

__ADS_1


"Harap tenang saudara sekalian, aku sudah membawa orang-orang yg akan membawa hakim ini untuk diamankan dan diperiksa.." ucap Melisa.


"Kalian masuk dan bawa tuan hakim" ucap Melisa.


Suasana pun jadi ricuh dan sidang ditunda kembali, nanti persidangan akan dijadwalkan ulang karena ada banyak tragedi hari ini. Tapi semua bukti yg Sheira tunjukkan sudah menjadi bukti kuat untuk Haris dan rekannya masuk ke dalam penjara.


"Persidangan kami tunda hingga batas waktu yg belum ditentukan."


"Apa?? ini benar-benar tidak masuk akal.." ucap Theo kesal.


"Sudahlah suasana sedang kacau disini." ucap David.


"Lebih baik kalian kembali." ucap Leon.


"Baiklah, terimakasih tuan Leon atas bantuannya hari ini." ucap Sheira.


"Iya.. aku harap persidangan selanjutnya dipercepat.." ucap Leon.


"Kami harap juga begitu." ucap Tio.


Sheira dan yg lainnya pun berjalan keluar dari pengadilan. Tapi tangannya ditarik oleh seseorang yg membuatnya waspada.


"Ara.. bicaralah sebentar dengan paman.. dan mari kita luruskan ini semua. " ucap Haris.


"Apa yg harus diluruskan adalah jalan pikiran paman.. kalau mau hidup kaya raya, harus dengan kerja keras bukan dengan menipu atau merampas apalagi membunuh orang lain." ucap Sheira.


"Ara.. maafkan paman, paman khilaf.." ucap Haris.


"Dan lepaskan tanganku." ucap Sheira menarik lengannya.


"Iya aku mengakuinya, aku tersudut dan tak ada jalan lain." ucap Haris.


"Saranku, nikmati saja hukumanmu dan hiduplah dengan tenang dipenjara." ucap Sheira.


"Ara kau tak boleh berkata begitu padaku. Aku ini orang terdekat ayahmu.. dan banyak membantunya." ucap Haris.


"Sudah cukup keluargaku anda khianati jadi aku tak mau merasakannya.. anda sudah cukup hidup enak selama 20 tahun terakhir. Dan masa berlakunya sudah habis.. " ucap Sheira.


"ARA..! Aku bisa melakukan apapun untuk menghentikanmu." ucap Haris.


"Ya.. terserah anda saja.. aku tahu anda memang sejahat itu." ucap Sheira.


"Kalian tangkap wanita ini.." ucap Haris.


"Mau menangkapku, lagi-lagi dengan cara kotor." ucap Sheira.


Saat orang-orang Haris mendekat, Sheira sudah bersiaga dengan alat kejut listrik miliknya. Dan tiba-tiba tim alfa muncul dengan Leon dan David. Diikuti oleh Theo, Daniel dan Tio.


"Berhenti atau kami tembak.." ucap Tim alfa.


"Dan kau tua bangka, diam karena senjataku mampu menembus sampai ke otakmu yg dangkal itu." ucap Leon.

__ADS_1


"Kerja bagus Leon, sisanya biar aku yg urus.." ucap Melisa keluar dari persembunyiannya.


"Oke kak." ucap Leon.


"Kalian keluar dan bantu tim SHIELD.." perintah Melisa.


Daniel dan Theo pun langsung mendekat ke arah Sheira begitu tim alfa mengamankan mereka. Dan Haris ia ditahan dengan ancaman pembunuhan. Mungkin nanti persidangan sudah pasti dimenangkan oleh mereka.


"Kau tak apa Ara?" tanya Daniel.


"Kau tidak terluka kan?" tanya Theo.


"Iya.." ucap Sheira.


"Sebaiknya kita ke mobil dan kembali, dan Sheira kau harus tetap tenang." ucap Tio.


"Baiklah." ucap Sheira.


"Aku akan mengurus semuanya dengan tuan Leon, kalian kembalilah." ucap David.


"Baiklah, kau hati-hati.." ucap Daniel.


"Kalian akan dikawal oleh beberapa tim alfa.. jadi kalian akan aman." ucap Leon.


"Terimakasih tuan Leon." ucap Sheira.


"Iya, kau cukup hebat bisa keluar dari tekanan si tua bangka itu." ucap Leon.


Sheira, Daniel, Theo dan Tio pun pulang ke apartemen sementara David masih mendapat tugas dari Leon. Ia pergi bersama Leon menuju ke suatu tempat.


☘☘☘


Kejadian hari ini pun menjadi topik hangat, dimana CEO Miracle Company diduga menyuap hakim dan juga mengancam para korban. Serta terdapat rekaman rencana pembunuhannya pada beberapa korbannya. Media yg hadir dalam persidangan pun senang dapat berita eksklusif tersebut.


Pinkan dan Mia pun berdiam diri dirumahnya, mereka kini takut untuk keluar dari rumah setelah Haris ditahan. Tapi Pinkan baru mengetahui sebuah fakta dimana ayahnya adalah seorang penjahat. Bukannya sedih atau kecewa tapi ia bangga karena yg dilawan ayahnya adalah Sheira, wanita yg selalu menjadi saingan dan rivalnya.


"Mom apa yg akan terjadi kalau dad ditahan dan semua aset kita diambil." ucap Pinkan.


"Kau jangan bicara begitu, semua sudah atas nama mom dan kau Pinkan." ucap Mia.


"Tapi bisa saja disita kan.." ucap Pinkan.


"Kau kan punya suami, setidaknya kau masih aman." ucap Mia.


"Tapi Mas Aryo tak peduli padaku mom.." ucap Pinkan.


"Bagaimanapun ia masih menganggap anak ini anaknya.." ucap Mia.


"Telepon dia dan minta untuk dijemput." ucap Mia.


"Baik mom.." ucap Pinkan.

__ADS_1


__ADS_2