
Setelah banyak drama yg terjadi di keluarganya, kini kehidupan Grace dan keluarganya kembali seperti semula. Semuanya baik-baik saja, terutama data-data perusahaan yg berhasil diamankan oleh Jamie.
Hidup Grace pun kembali ke kehidupan sebelumnya, ia mengurusi toko roti ibunya. Bahkan ia sudah menggantikan pekerjaan ibunya, kini Sheira hanya akan memantau kinerja Grace dari rumah lewat data-data di yg dikirimkan di laptopnya.
Setelah Jamie yg diperkenalkan pada keluarganya, kini giliran Nicho yg membawa Selena untuk diperkenalkan pada keluarganya. Selena pun jauh-jauh datang ke Indonesia hanya untuk bertemu orangtua Nicho mengingat sudah banyak hal tertunda akibat permasalahan kemarin.
Mereka pun mengadakan makan malam di rumah, dan menyajikan banyak makanan yg tak kalah dari resto bintang 5. Sheira sendiri yg menyiapkan makanannya dibantu oleh beberapa asisten rumah tangganya. Dan Grace cukup senang melihat kedua kakaknya memiliki kekasih, yg artinya mereka tak hanya memikirkan soal karir saja.
Pagi itu, Nicho menjemput Selena di bandara dengan orang-orangnya. Lalu ia membawanya ke sebuah hotel mewah dan menyuruhnya beristirahat. Semua kebutuhan Selena pun sudah disiapkan oleh Nicho.
"Kau istirahatlah, aku tahu kau lelah.. nanti malam sesuai jadwal kita makan malam di rumahku." ucap Nicho.
"Tentu saja.." ucap Selena tersenyum.
"Kalau begitu aku harus ke kantor, kau istirahat saja dan kabari aku jika butuh sesuatu." ucap Nicho.
"Oke.. see you.." ucap Selena.
Selena pun merebahkan tubuhnya yg lelah setelah perjalanan jauh. Ia tak menyangka Nicho benar-benar menepati janjinya, karena sebelumnya Nicho sangat sulit dihubungi. Bahkan ia mengira hubungannya dengan Nicho akan segera berakhir. Selena pun istirahat di kamar hotel yg mewah tersebut.
Dan Nicho ia tersenyum senang akhirnya bisa bertemu dengan Selena setelah sekian lama. Dirinya pun merasa bersalah karena mengacuhkannya saat masalah di keluarganya terjadi. Terutama saat perusahaannya menemukan masalah. Ia hampir saja mengira Selena akan meninggalkannya. Bukan tidak mungkin hal itu terjadi mengingat Selena hampir dijodohkan beberapa bulan yg lalu.
Jika bukan karena dirinya yg datang ke negara Selena, mungkin kini cintanya akan kandas karena Selena sudah dijodohkan dengan pria lain.
Waktu pun berlalu dengan cepat, dan kini sudah menjelang sore. Grace pun sudah pulang lebih awal untuk membantu momnya. Walaupun tugasnya hanya menata ruangan bersama asisten rumah tangga.
Nathan pun juga pulang lebih awal, walaupun Jamie sudah harus kembali ke negaranya setidaknya dirinya sudah memperkenalkan Jamie pada orangtuanya. Dan kini tugasnya membantu Nicho melancarkan acara hari ini.
Nicho pun pulang lebih awal untuk menjemput Selena. Dirinya pun langsung ke hotel untuk menjemput kekasih hatinya. Dan Selena sudah bersiap untuk makan malama di rumah Nicho. Selena pun berdandan sangat anggun malam itu, ia tahu sedang berada di negara mana jadi ia akan memakai pakaian yg tertutup tapi tetap terlihat anggun dan modern.
"Sayang kau sangat cantik.." puji Nicho.
__ADS_1
"Terimakasih.. kau juga.." ucap Selena.
"Aku juga cantik??" tanya Nicho tersenyum.
"Tidak, tampan maksudku.." balas Selena.
Selena pun sedikit gugup saat hendak bertemu orangtua Nicho. Dirinya bahkan lebih banyak diam saat berada di dalam mobil. Rasanya lebih baik ia menemui klien baru, daripada calon mertua. Karena masa depannya ditentukan malam ini.
Nicho pun menggenggam tangan Selena yg dingin dan gugup. Nicho tahu apa yg dirasakan Selena, tapi ia mencoba untuk menenangkannya. Dan Nicho juga berkata kalau orangtuanya sangat baik dan penuh pengertian agar Selena tenang. Tapi bagaimana pun Selena tak langsung percaya sebelum memastikan semuanya sendiri.
Hingga mereka tiba di rumah besar keluarga Nicho. Dan Selena tak terkejut dengan pemandangan tersebut mengingat keluarganya juga serupa. Selena pun disambut baik, oleh beberapa asisten rumah tangga yg menyambutnya.
Grace pun muncul dan menyambut hangat Selena, membuat kegugupan Selena berkurang. Lalu Sheira pun ikut menyambutnya tak lama setelah Grace muncul. Wajah cerah, dan senyum yg tulus tersebut pun membuat Selena semakin tenang. Melihat bagaimana Sheira menyambutnya dengan penuh kasih sayang, dirinya pun semakin memberanikan dirinya untuk membaur.
Lalu Nathan sebagai kembaran dari Nicho pun muncul. Dan Selena menatapnya intens, jika bukan karena warna rambut mereka sudah pasti Selena sulit membedakannya.
"Kau bisa membedakan kami kan?" tanya Nathan tersenyum.
"Tentu saja, kami kembar identik.. Silahkan duduk dan santai saja.. Grace pasti akan menemanimu." ucap Nathan.
"Iya terimakasih." ucap Selena.
Lalu Theo pun muncul dan menyapa Selena. Akhirnya seluruh keluarga pun telah berkenalan dengan Selena. Dan Selena disambut dengan hangat di rumah tersebut. Obrolannya pun cenderung santai dan tak mengintrogasi layaknya calon mertua pada umumnya. Mereka hanya membahas hal-hal ringan dan tertawa bersama. Begitu hangat sesuai dengan perkataan Nicho tentang keluarganya.
Selena pun lega bisa diterima di keluarga Nicho. Tak ada yg menekannya atau mau tahu tentang kehidupannya. Mereka hanya menerimanya dan bersikap hangat dengannya. Hingga dengan cepat Selena akrab dengan Grace dan Sheira.
Theo pun meminta Nicho untuk merencanakan pernikahannya dengan Selena jika ingin serius dengan hubungan mereka. Dan ia ingin Nicho yg membicarakannya dengan Selena setelah pertemuan ini.
Nicho pun menepati ucapannya dan melamar Selena beberapa bulan setelahnya. Sampai Nicho secara tiba-tiba datang ke negara Selena dan melamarnya dengan cara yg romantis di hadapan kedua orangtua Selena.
Keluarga Selena pun menyambut baik atas niatan Nicho, apalagi Selena juga setuju menikah dengannya. Hingga kedua keluarga pun bertemu dan membahas mengenai pernikahan Nicho. Semuanya pun sepakat menyerahkannya pada Nicho dan Selena. Bagaimanapun konsep pernikahannya atau lokasinya mereka akan tetap mendukungnya.
__ADS_1
Dan Nicho sepakat mengadakan pernikahan di 2 negara. Dimana yg pertama akan berlangsung di negara Selena untuk menghargai semua keluarganya disana serta teman dan kerabatnya.
Mereka sekeluarga pun pergi ke negara tersebut untuk mempersiapkannya. Grace dan Nathan pun akan datang terlambat karena harus mengurus bisnis orangtua mereka.
Dan h-2 barulah Grace dan Nathan tiba disana. Jamie pun sampai datang ke negara tersebut karena dirinya juga sudah dianggap keluarga oleh mereka.
Grace dan Jamie yg datang mendekati hari pernikahan pun mengambil gaun seragam yg sudah ditentukan oleh Nicho dan Selena. Mereka berdua pun datang ke sebuah butik di negara tersebut untuk mencoba gaunnya bersama Nathan yg juga akan mengambil setelan jas agar nampak serasi dengan keluarga mereka.
Grace dan Jamie pun mengambil gaun yg telah dipersiapkan untuk mereka. Dan mereka mencobanya. Nampak tak ada masalah dengan gaun Jamie. Tapi berbeda dengan Grace yg Gaunnya nampak kekecilan.
"Oh tidak.." ucap Grace.
"Maaf nona, kami tidak tahu ukuran anda." ucap pegawai disana.
"Bisakah gaunnya diperbesar, aku harus memakainya di acara pernikahan kakakku." ucap Grace.
"Kami akan berusaha nona.. " ucap pegawai tersebut yg lalu mengukur tubuh Grace.
Nampak guan tersebut begitu ketat di pakai oleh Grace. Dan tak mungkin ia memaksanya karena bisa saja rusak atau sobek. Grace pun harus bersabar dan memastikan dapat gaun baru minimal dengan warna yg sama.
Keesokannya, Grace pun tiba di butik tersebut namun gaunnya belum bisa digunakan. Grace pun bingung harus memakai apa besok. Tak mungkin ia menjelajahi semua toko hari ini karena waktunya takkan sempat lagi.
Jamie pun berusaha menenangkannya, dan mencari kenalan toko butik dari keluarganya. Hingga mereka ke sebuah toko yg direkomendasikan ibunya Jamie. Jamie pun meminta pemilik toko untuk mencari gaun dengan warna serupa sesuai dengan tema pernikahan Nicho dan Selena.
Disana Grace menemukan gaun yg cocok dengan warna dan ukuran tubuhnya. Dirinya pun berterimakasih pada Jamie yg membantunya hari itu.
"Terimakasih banyak kak, ini semua berkatmu." ucap Grace.
"Tak masalah Grace, akhirnya kau bisa memakai gaun yg sesuai." ucap Jamie.
"Iya.. akhirnya aku takkan mempermalukan kakakku." ucap Grace.
__ADS_1