Affair With Me??

Affair With Me??
EP.172 S2 : Selamat


__ADS_3

Sesaat sebelum bantuan datang..


Grace dan Jamie pun melaju dengan mobil tersebut secepat yg mereka bisa. Ditengah medan yg tak semulus jalan pada umumnya Grace berusaha mengendalikan mobil tersebut dengan baik. Tapi anak buah Jack nampak menemukannya dan mengejarnya.


Hingga di sebuah titik, dirinya pun terpojok karena Jack dan anak buahnya yg lain mengepungnya dari segala arah. Sebuah tembakan pun dilepaskan dan mengempeskan ban mobil mereka.


Dorrr..


"Akhh.." teriak Grace dan Jamie.


"Berhenti kalian.." ancam Jack.


Mau tak mau mobil mereka pun berhenti, dan Grace turun karena terus diancam oleh Jack. Jack dengan segala kelicikannya pun mengancam Grace dan Jamie dengan menodongkan senjata di kepala Grace. Saat itu, pikiran Grace kosong tak tau bagaimana caranya melarikan diri ataupun melawan.


Jamie pun sama karena mereka sudah terpojok dan tak bisa kabur lagi. Dan Jack memanfaatkan kesempatan itu untuk memperdaya Grace dan Jamie. Namun, secara tiba-tiba muncul suara tembakan dari arah lain dan Jack langsung terjatuh. Pundaknya pun berdarah, dan Grace langsung lemas melihatnya.


Jamie pun memegangi Grace yg hampir jatuh, dan Nicho pun muncul bersama Sean dan sebuah pasukan. Nicho pun berlari ke arah Grace sementara Sean dan pasukannya meringkus Jack dan anak buahnya.


"Kakak.." ucap Grace tersenyum dengan lutut yg lemas melihat kejadian ini.


"Kau tak apa Grace?" tanya Nicho.


"Jamie kau juga apa terluka?" tanya Nicho.


"Iya.. aku hanya syok." ucap Grace.


"Aku juga sama." ucap Jamie.


"Tidak bukan hanya itu, kau itu belum makan apapun sejak kemarin." ucap Jamie.


Tiba-tiba pandangan Grace pun berkunang-kunang dan dirinya pun jatuh pingsan. Nicho dan Jamie pun memegangi tubuh Grace, lalu Nicho menggendongnya menuju ke dalam mobil. Disana Sean dan anak buahnya menyediakan alat pertolongan pertama dan segera mengurus Grace.


Grace yg sudah lemah tak berdaya pun dibawa ke rumah sakit oleh Nicho dan Jamie. Sementara Jack, sudah dipastikan takkan selamat dari hukum. Dirinya diseret ke penjara oleh Sean dan anak buahnya.


Sementara Sheira dan Theo pun mendapat kabar kalau Grace dan Jamie sudah ditemukan dan dalam keadaan selamat, hanya saja Grace pingsan karena tak makan apapun sejak kemarin.


Nathan pun lega mendengarnya, walaupun ia agak khawatir pada adiknya tersebut. Selang beberapa jam Grace pun tiba di rumah sakit dan ditangani oleh dokter. Dokter pun melihat kondisi Grace yg kekurangan asupan tersebut, tapi beruntung mendapat penanganan yg tepat dari anak buah Sean. Hingga kondisinya tak terlalu parah.


Theo pun marah besar melihat putrinya terbaring lemah. Ia pun takkan membiarkan penculik tersebut menghirup udara kebebasan dan akan membuatnya mendekam selamanya di penjara.


"Kurang ajar sekali bahkan sampai tak memberi makanan." ucap Theo kesal.

__ADS_1


"Sayang, sudahlah orang itu sudah ditangkap. Lebih baik sekarang kita jaga Grace dan pindahkan dia di samping ruangan Nathan." ucap Sheira.


"Baiklah." ucap Theo.


Beberapa jam kemudian Grace pun akhirnya sadar. Dia sudah berada di rumah sakit dan keadaan sudah malam. Disana ada momnya dan dadnya.


"Mom.. dad.. senang melihat kalian lagi." ucap Grace.


"Syukurlah nak kau sudah sadar." ucap Sheira.


"Iya.. aku hanya lemas karena belum makan." ucap Grace.


"Apa mereka menyakitimu?? katakan apa saja yg mereka lakukan pada pihak berwajib nanti.. Dad ingin mereka dipenjara seumur hidup." ucap Theo.


"Oke.. aku akan mengatakan segalanya pada pihak berwajib." ucap Grace.


"Lalu kak Jamie bagaimana?" tanya Grace.


"Dia baik-baik saja dan sudah mendapat penanganan. Sekarang dia ada di ruang Nathan." ucap Sheira.


Tak berselang Nicho, Nathan dan Jamie pun mendatangi ruangan Grace.


"Grace bagaimana kondisimu?" tanya Nicho dan Nathan bersamaan.


"Aku baik-baik saja.. kak Nathan sendiri?" tanya Grace.


"Aku sudah lebih baik. " ucap Nathan.


"Kak Jamie?" tanya Grace.


"Aku baik-baik saja Grace, kau yg tak baik-baik saja." ucap Jamie.


"Oke.. syukurlah kita masih bisa berkumpul lagi." ucap Grace.


"Sean sudah membereskan mereka semua, jadi dad tenang saja.. hanya tinggal Grace memberikan kesaksian." ucap Nicho.


"Oke.. mungkin besok aku sudah lebih baik." ucap Grace.


"Dan kak Jamie, soal laptopmu.." ucap Grace lalu Jamie memotongnya.


"Nyawa kita lebih berarti dari laptop itu." ucap Jamie.

__ADS_1


"Bukan, itu laptopku bukan laptopmu.. aku menukarnya kemarin.. punyamu ada di brangkasku.. nanti kau buka saja." ucap Grace.


"Jadi kau menukarnya? lalu data-datamu?" tanya Jamie.


"Kakak tenang saja, kebetulan itu hanya laptop rusak." ucap Grace.


"Syukurlah, walaupun aku tak masalah jika laptop itu rusak, tapi jika dia masih utuh aku tak perlu bekerja keras mengembalikan datanya." ucap Jamie.


Mereka pun berbagi cerita tentang kejadian kemarin. Lalu setelahnya Grace dan Nathan diminta untuk istirahat. Theo dan Nicho yg akan menjaga Grace dan Nathan, sementara Sheira dan Jamie pulang ke rumah. Dan untuk sementara Jamie akan menginap di rumah mereka demi keamanan.


Setelah tiba dirumah, Jamie pun diberikan kamar dan beristirahat. Sheira pun menerimanya seperti anak sendiri. Lalu ia mendapat telepon dari orang yg ingin dia temui malam itu.


Orang itu tak lain adalah David teman lamanya. Bukan tanpa alasan, tapi Sheira ingin mencaritahu identitas seseorang.


"Terimakasih David kau mau datang kemari." ucap Sheira menyambutnya.


"Aku senang bisa membantumu.. Kita sudah seperti keluarga." ucap David.


"Jadi bisakah kau mencari info mengenai wanita ini?" tanya Sheira.


"Aku akan berusaha, mungkin tubuh tua ku sudah tak mampu tapi aku punya orang-orang yg bisa membantuku." ucap David.


"Aku mohon padamu, tolong caritahu tentang wanita ini." ucap Sheira.


"Jangan memohon, kau sudah kuanggap adikku sendiri, dan aku juga tahu wanita itu menganggap dirinya putri dari Theo." ucap David.


"Jadi kau sudah tahu?" tanya Sheira.


"Ya.. aku juga mendengar kehebohan di kantor kalian." ucap David.


"Tolong David , kabari secepatnya." ucap Sheira.


"Aku akan berusaha, aku juga cukup prihatin kedua anakmu sampai terluka. Beruntung Sean dan anak buahnya cepat menemukannya." ucap David.


"Iya.. maaf aku selalu merepotkanmu." ucap Sheira.


"Jangan sungkan.. kalau begitu aku pergi karena tak baik jika kita berlama-lama bertemu." ucap David lalu pergi.


Sheira pun berharap David mampu menemukan identitas mengenai wanita tersebut. Wanita bernama Angel yg ia dengar dari Nathan kalau dirinya mengaku sebagai putri suaminya dari wanita lain. Beberapa orang Sheira juga sudah mengawasinya dan melaporkan pertemuan wanita itu dengan Theo di rumah sakit.


Sheira sejujurnya tak masalah jika wanita itu benar anaknya Theo, tapi melihat caranya sepertinya wanita itu punya niatan terselubung. Dan setelah kejadian itu, keluarganya pun punya banyak masalah. Mulai dari kantor sampai keselamatan keluarganya, bahkan sampai terjadi penculikkan. Sheira pun ingin bertindak agar semuanya bisa terselesaikan dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2