Affair With Me??

Affair With Me??
EP.159 S2 : Rencana Pembalasan


__ADS_3

Grace pun mencoba gaun yg akan ia beli. Lalu ia keluar untuk meminta saran Sean dan pelayan butik tersebut. Grace pun tampil anggun dan cantik dengan gaun yg ia kenakan.


"Bagaimana?" tanya Grace.


"Anda sangat cantik nona." ucap pelayan butik.


"Sempurna." ucap Sean.


"Baguslah.. " ucap Grace tersenyum.


"Nona, coba sepatu ini sepertinya cocok." ucap pelayan butik.


"Wah cantiknya. Baiklah aku akan coba." ucap Grace.


Grace pun memakainya, dan ia menggandeng lengan Sean untuk bercermin. Lalu ia tersenyum begitu juga dengan Sean.


"Wah tuan dan nona sangat serasi." ucap pelayan toko tersebut.


"Bagaimana Sean? kau tidak keberatan kan memakainya?" tanya Grace.


"Mana bisa aku menolak keinginan nona." ucap Sean mencari alasan.


"Kau terlalu penurut, tapi baguslah karena aku takkan membahayakanmu." ucap Grace tersenyum.


Setelah itu, mereka pun mengganti pakaiannya dan Grace membayar semuanya. Dan Sean menerima setelan jas yg dibelikan Grace.


"Ini untukmu, jadi setelah acara jangan dikembalikan.. jika kau tak suka berikan pada orang lain saja." ucap Grace.


"Baiklah nona, terimakasih atas pakaiannya." ucap Sean.


Mereka pun pulang menuju ke rumah Grace, barulah Sean pulang ke rumahnya. Dan sesampainya di rumahnya, Sean pun menatap paperbag pemberian Grace. Mau tak mau Sean pun menyiapkan pakaian tersebut untuk acara yg akan ia hadiri bersama Grace.


"Semoga aku tak terikat dengan nona Grace.. aku sudah rindu medan pertempuranku." gumam Sean.


☘☘☘


Hari yg ditunggu pun tiba, Grace pun bersiap setelah pulang bekerja. Ia memanggil MUA langganannya untuk meriasnya agar nampak cantik sampai di acara mantan tunangannya yg tak berakhlak tersebut.


Sean pun mengambil setelan baju yg akan ia kenakan di mobilnya lalu mengganti pakaiannya. Setelah itu Grace memanggilnya ke ruangan rias.


"Ada apa nona?" tanya Sean.


"Kau duduklah di sampingku, sepertinya rambutmu butuh ditata." ucap Grace.


"Tidak perlu nona." ucap Sean.


"Ck.. menurutlah agar rencanaku berhasil." ucap Grace.


"Baiklah." ucap Sean terpaksa.


Setelah itu, mereka pun berangkat menuju ke tempat acara. Sementara Theo dan Sheira sebagai orangtua pun tak sudi datang ke acara orang yg sudah mencampakkan putrinya, tapi justru Grace datang kesana dengan Sean.


"Grace kau yakin?" tanya Sheira.


"Tentu saja mom.. aku akan membuktikan pada mereka kalau aku baik-baik saja." ucap Grace.


"Baguslah Grace, datanglah dengan berani." ucap Theo.


"Sean, lakukan peranmu dengan baik." pinta Theo mengerti maksud Grace.


"Baik tuan." ucap Sean.


"Baiklah, ayo Sean kita berangkat." ucap Grace.

__ADS_1


Mereka pun berangkat dengan mobil milik Sean dengan permintaan Grace. Grace pun memuji mobil milik Sean yg cukup bagus. Dan Sean hanya tersenyum kecut mendengar pujian Grace.


"Sean, ini permintaan terakhirku.." ucap Grace.


"Ya nona aku tahu." ucap Sean.


"Makanya jangan pasang ekspresi cemberut.. kau itu tampan jika tersenyum." ucap Grace.


"Terimakasih nona pujiannya." ucap Sean.


Mereka pun tiba di hotel dimana tempat Jefry dan Angel menikah. Dan Grace pun menggandeng erat lengan Sean dengan senyum merekah di wajahnya. Sementara Sean pun agak tidak nyaman dengan posisi tersebut. Tapi melihat senyum Grace yg manis pun membuatnya mampu menahan rasa tidak nyamannya.


"Nona, apa tak masalah begini?" tanya Sean.


"Ya kau tenang saja, lagipula kau dari SHIELD takkan ada yg berani melawanmu." ucap Grace santai


Grace pun sampai di dalam acara, ia pun tak mau basa-basi lagi walaupun ia sempat menyapa beberapa orang yg ia kenal. Tentu saja Grace menjadi pusat perhatian karena Grace adalah mantan tunangan Jefry, tapi masih bisa hadir di acara tersebut. Belum lagi Grace menggandeng pria lain yg tak kalah tampan dari mantannya tersebut.


"Nona kita sekarang jadi pusat perhatian." ucap Sean berbisik.


"Panggil aku Grace, misiku belum usai tolong bekerjasamalah." ucap Grace tersenyum.


"Baiklah." ucap Sean pasrah.


Hingga akhirnya setelah mengantri untuk menemui pengantin, mereka pun bisa bertemu Jefry dan Angel.


"Selamat senior dan Ibu Angel." ucap Grace.


"Grace, bagaimana bisa kau hadir?" tanya Jefry.


"Apa istrimu tak memberitahumu kalau ia datang ke bakery ku dan menungguku.?" tanya Grace tersenyum.


"Maaf aku yg mengundangnya." ucap Angel.


"Akh.. kenapa kau mengundangnya tanpa bilang padaku?" tanya Jefry.


"Lalu pria ini kan.. bodyguardmu?" tanya Jefry.


"Benar, tapi dia juga tampan jadi tak masalah jika bersamaku." ucap Grace.


"Ta-tapi Grace dia hanya seorang bodyguard apa matamu buta?" tanya Jefry.


"Tuan Jefry, kata-kata anda sangat kurang ajar, jika anda berani mengatai kekasihku diluar sana pasti wajahmu akan jadi sasaran tanganku." ucap Sean.


"Kau dengar kan senior?? kau jangan mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja dan nikmati saja kebahagiaanmu dengan istrimu hari ini. " ucap Grace.


"Grace jaga ucapanmu.! kau pasti tak terima karena Jefry tidak menikah denganmu." ucap Bianca.


"Tante, aku ikhlas menyerahkan senior pada Ibu Angel, dan juga kekasihku cukup tampan juga kompeten." ucap Grace.


"Grace, sebaiknya kita pergi dari sini, aku tak mau kau dipermalukan." ucap Sean.


"Baiklah sayang.. kau benar tak ada gunanya mengucapkan selamat pada orang seperti mereka." ucap Grace.


"Grace Maaf." ucap Jefry.


"Maafkan kami Grace, Jefry dan istriku sudah keterlaluan." ucap Hans.


"Tak apa om.. Aku bisa mengerti." ucap Grace lalu pamit undur diri.


Grace pun memegang tangan Sean dengan senyum. Sementara Jefry menatap Grace yg memegang tangan Sean dengan mesra membuatnya cemburu. Lalu Hans menegurnya, dan memarahinya beserta istrinya.


"Jefry, jaga sikapmu.. kau sudah menikah." ucap Hans.

__ADS_1


"Bianca, bagaimanapun Grace punya itikad baik untuk datang." ucap Hans menegurnya.


Lalu Grace pun tersenyum senang berhasil membuat suasana Jefry dan Angel sedikit memanas.


"Apa anda puas nona?" tanya Sean.


"Ya.. terimakasih Sean." ucap Grace tersenyum.


"Iya nona sama-sama." ucap Sean.


"Apa kau punya permintaan? aku akan berusaha mengabulkannya." ucap Grace.


"Tadi kau mengakui aku kekasihmu kan?" tanya Sean berniat mengerjai.


"Iya benar, apa kau ingin memanfaatkanku juga? aku tak keberatan." ucap Grace.


"Benar nona tak keberatan.?" tanya Sean.


"Iya.. katakan apa rencanamu." ucap Grace.


"Jadi aku akan membuat seorang wanita menjauhiku." ucap Sean.


"Baiklah, apa dia wanita berbahaya?" tanya Grace.


"Tidak nona, dia hanya tuan putri." ucap Sean.


"Sekarang?" tanya Grace.


"Ya.. aku hanya meminta imbalan itu." ucap Sean.


"Baiklah ayo temui wanita itu." ucap Grace.


Akhirnya Grace dan Sean pun menemui wanita yg diceritakan oleh Sean. Wanita yg cantik dan manja yg bisa menempel pada Sean jika bertemu. Sean pun menghubunginya, untuk mengajaknya bertemu.


"Disini?" tanya Grace.


"Iya.." ucap Sean membawanya masuk ke sebuah bar.


"Celine.. aku datang." ucap Sean.


"Sean.. siapa dia?" tanya Celine.


"Aku kekasihnya, perkenalkan namaku Grace, kekasih Sean." ucap Grace.


"Sean.. kau tega sekali.." ucap Celine.


"Sudah jelas kan.. aku punya kekasih jadi jangan menggangguku." ucap Sean lalu mengajak Grace pergi.


"Hei ja**ang kau mau kemana?" tanya Celine.


Tapi Grace tak menyahutinya hingga Celine menarik rambutnya.


"Aku memanggilmu.." ucap Celine.


"Ukh.. " geram Grace lalu menarik tangannya dan melepaskan cengkraman. Lalu Grace mengunci tangan wanita tersebut.


"Kau tadi memanggilku ja**ang?? kau sudah bosan hidup.?" tanya Grace.


"Akh sakit.. lepaskan." ucap Celine.


"Minta maaf, dan akan kulepaskan." ucap Grace.


"Maaf.." ucap Celine dan Grace pun melepaskannya.

__ADS_1


"Kau lihat kan, inilah tipe wanitaku.. kuat dan tidak manja." ucap Sean lalu menggenggam tangan Grace keluar dari bar tersebut.


Grace pun tersenyum karena bisa membantu Sean. Apalagi Sean memujinya wanita yg kuat dan tak manja.


__ADS_2