
Sheira pun tengah berbahagia setelah tahu gender anaknya. Ia akan memiliki 2 orang putra sekaligus nanti. Dan Viola begitu menantikan kedua cucunya tersebut. Ia bahkan sangat bersemangat untuk mengajak Sheira berbelanja kebutuhan bayinya.
Pergilah mereka ke sebuah pusat perbelanjaan, dan Viola begitu semangat menggandeng Sheira ke tempat perlengkapan bayi. Banyak sekali yg dibelikan Viola untuk anaknya. Baju-baju bayi, tempat tidur bayi, dan perlengkapan lainnya. Sampai Sheira lelah menemaninya berbelanja.
Setelah selesai, Sheira pun dibawa ke tempat makan untuk beristirahat dan semua barangnya sudah dibawa ke mobil oleh para pengawalnya.
"Maaf ya sayang mom terlalu bersemangat. " ucap Viola.
"Tak apa mom." ucap Sheira.
Mereka pun makan disana dengan santai lalu pulang ke rumah. Sheira pun merasakan bahagianya memiliki ibu mertua yg baik hati. Ia dibelikan banyak barang untuk anaknya padahal Sheira sudah mencegahnya tapi Viola memaksa membayar dengan kartunya.
Sheira pun pulang ke apartemen dan membereskan barang-barangnya. Tubuhnya yg mulai terasa berat dan sulit bergerak pun membuatnya istirahat dan tertidur pulas. Beberapa barang sudah ia buka dan sisanya akan ia rapikan nanti.
Dan saat terbangun, sudah ada Theo yg sedang mandi membuat Sheira terkejut.
"Sayang kau sudah pulang." ucap Sheira.
"Iya.. kau tidur saja jika lelah, tadi mom sudah mengabari kalau kalian belanja seharian." ucap Theo.
"Terimakasih sayang. Kau mau makan malam apa?" tanya Sheira.
"Apa saja yg cepat, atau mau pesan saja?" tanya Theo.
"Aku buat nasi goreng saja ya. " ucap Sheira.
"Oke.." ucap Theo.
Dan mereka pun makan dengan sederhana, dan Theo menerima apapun yg dimasak oleh Sheira. Selain masakan yg lezat tapi juga kebersamaan yg membuatnya hangat.
Keesokannya Theo pun mengajak Sheira jalan-jalan, ia ingin mengajak Sheira belanja kebutuhan anak yg belum dibeli oleh Viola. Dan Sheira pun membawanya ke tempat peralatan bayi. Banyak sekali yg mereka persiapkan untuk kamar bayi mereka.
Lalu Theo membiarkan Sheira memilih semuanya. Dan Sheira dengan leluasa memilih yg ia sukai dan sesekali meminta pendapat Theo. Mereka pun berbelanja banyak barang disana. Tak kalah banyak dengan yg dibelikan oleh Viola, maklum mereka akan mendapat 2 bayi sekaligus.
Setelah itu, Theo mengajak Sheira makan di resto mahal. Dan Sheira pun terkejut karena mereka tak sedang merayakan apapun.
"Apa ada acara khusus?" tanya Sheira.
"Tentu saja, kau kan sudah berjuang sejauh ini.. Dan ini harus dirayakan." ucap Theo.
"Oke.." ucap Sheira.
Mereka pun memesan beberapa makanan dan desert. Lalu menikmati makanan dengan santai. Sheira yg kini menyukai desert pun memesan beberapa menu. Dan Theo membiarkannya saja karena memang jarang sekali Sheira makan diluar.
Setelah kenyang dan puas, Theo masih memberikan kejutan lain pada Sheira. Sheira pun penasaran akan kejutan yg akan diberikan Theo.
__ADS_1
"Ada apa ini? aku tidak sedang ulang tahun." ucap Sheira.
"Kau tunggu saja.." ucap Theo.
"Kita mau kemana?" tanya Sheira.
"Ke suatu tempat." ucap Theo.
"Hmm kau membuatku semakin penasaran saja. " ucap Sheira.
"Sabar sayang.." ucap Theo.
Theo pun membawa Sheira ke sebuah tempat, sebuah tempat yg terlihat seperti perumahan elit. Membuat Sheira semakin bingung akan dibawa kemana dirinya. Apakah Sheira akan mengunjungi rumah teman Theo atau mereka akan menginap di sebuah villa untuk liburan. Sheira pun diam saja dan menunggu aba-aba dari Theo.
Meskipun semakin penasaran, tapi Sheira tetap diam dan menurut tanpa banyak bertanya. Tibalah mereka disebuah rumah besar. Dan Theo memarkirkan mobilnya disana. Suasana yg sudah malam pun membuat Sheira penasaran hendak kemana mereka.
Theo pun mengajak Sheira turun dan Sheira semakin bingung.
"Kita mau berkunjung ke rumah siapa?" tanya Sheira.
"Kira-kira menurutmu kita mau ke rumah siapa?" tanya Theo.
"Mana kutahu kan kau yg mengajakku kesini." ucap Sheira.
Nampak sudah ada penjaga di depan pintu dan mempersilahkan mereka berdua masuk.
"Silahkan tuan.."
"Terimakasih." ucap Theo.
Sheira pun menurut saja dan duduk disebuah ruangan.
"Bagaimana menurutmu sayang rumah ini?" tanya Theo.
"Sangat bagus, bersih dan nyaman.. Pasti pemiliknya orang yg sangat menyukai kebersihan." ucap Sheira.
"Iya itu benar.." ucap Theo tersenyum.
"Lalu dimana pemilik rumahnya?" tanya Sheira.
"Pemiliknya sedang duduk di kursi ini.." ucap Theo.
"Jangan bilang kalau.." ucap Sheira menutup mulutnya.
"Iya, kita pemiliknya.. rumah ini milik kita." ucap Theo.
__ADS_1
"Benarkah? kau yakin?" tanya Sheira.
"Tentu saja.. nanti kita akan memiliki anak kembar aku tak ingin punya masalah dengan tetangga karena tangisan anak kita." ucao Theo.
"Terimakasih sayang." ucap Sheira.
"Ya.. dan mereka pasti suka bermain-main dihalaman.. nanti aku akan membuat wahana bermain di halaman yg kosong itu." ucap Theo.
"Benarkah? mereka pasti senang." ucap Sheira.
"Mereka anak laki-laki pasti mereka anak yg aktif bermain." ucap Theo.
"Iya.. aku tak menyangka kau akan memabawaku kemari dan memberikan kejutan ini. Terimakasih sayang.." ucap Sheira.
"Iya, aku harap kau senang dan nyaman tinggal disini. Nanti akan ada beberapa pelayan yg akan kurekrut juga penjaga yg akan menjaga rumah ini." ucap Theo.
"Oke.. aku serahkan semuanya padamu." ucap Sheira.
"Dan mulai hari ini kita tinggal disini. " ucap Theo.
"Lalu barang-barang kita bagaimana?" tanya Sheira.
"Kau tenang saja, nanti akan ada yg membawakan barang-barang kita." ucap Theo.
"Baiklah. Tapi ada beberapa barang yg harus aku bawa.." ucap Sheira.
"Kita bisa lakukan itu besok.. sekarang kita menginap saja disini." ucap Theo.
"Oke.." ucap Sheira.
"Besok juga mom akan datang." ucap Theo.
"Oke..aku akan memasak makanan lezat.." ucap Sheira.
"Tapi jangan terlalu lelah." ucap Theo.
"Baik aku mengerti." ucap Sheira.
Sheira pun begitu senang hari itu, Theo mengajaknya berbelanja kebutuhan bayi, setelah itu Sheira bebas menikmati desert kesukaannya. Dan yg terakhir Theo memberi kejutan berupa rumah besar untuk tempat tinggal mereka agar tak mengganggu tetangga mereka jika bayi mereka menangis. Walaupun ada peredam suara tapi tetap saja, akan tak nyaman jika bayi mereka rewel saat sedang diluar apartemen.
Keesokan harinya, Sheira pun kembali ke apartemennya mengambil beberapa barang pribadinya. Lalu ia membawa beberapa bahan makanan dari apartemennya untuk dimasak di rumah barunya. Maklum rumah tersebut masih benar-benar kosong dan hanya ada beberapa furniture.
Setelah tiba di rumah barunya Sheira pun mulai beradaptasi dengan dapur barunya. Ia memasak makanan yg tak terlalu berat untuk menyambut Viola. Sheira juga membuat cake kesukaan Viola.
Saat Viola tiba, Sheira pun menyambutnya dengan senang bersama Theo. Sheira juga menyajikan cake kesukaan Viola dan membuat Viola senang berkunjung ke rumah barunya.
__ADS_1