Affair With Me??

Affair With Me??
EP.55 Kembali


__ADS_3

Sheira yg sudah beberapa hari ada di desa tersebut pun menemukan banyak hal. Terutama hal yg berhubungan dengan Goden.corp perusahaan rintisan ayahnya. Ia juga berbagi setiap informasi kepada David dan Daniel.


Dibuku tersebut juga tertulis 3 nama berbahaya, yaitu Haris, Luis dan Toni. David pun mengenal mereka sebagai orang-orang yg berbahaya.


"Toni adalah seorang pejabat yg punya kedudukan dan terkenal berbahaya, lalu Luis dia adalah seorang pebisnis yg menghalalkan segala cara untuk kesuksesan. Luis juga dicurigai menjual obat-obatan terlarang tapi ia pandai menyembunyikannya." ucap David.


"Jadi mereka berdua adalah orang-orang yg berbahaya?" tanya Daniel.


"Iya, kalau kau bertemu dengan mereka jangan pernah mau bekerjasama karena mereka akan menjebakmu dan memanfaatkanmu.." ucap David.


"Baiklah." ucap Daniel.


"Disini ayah juga menuliskan akan membuat sebuah mall besar, yg kita tahu bernama project F. Dia juga bekerja sama dengan tuan Andre." ucap Sheira.


"Apa ada informasi lain?" tanya David.


"Ada beberapa orang kepercayaan ayah.. diantaranya Supri supirnya, Joko dan Hesti orang bagian administrasi, dan juga Jeremi ayah dari Tio." ucap Sheira.


"Sisanya info seputar Goden.corp." ucap Sheira.


"Baiklah, aku akan mencari ketiga orang tersebut dan kuharap ketiganya masih hidup." ucap David.


"Ara aku mau pinjam buku itu.." ucap Daniel.


"Ini, bacalah kak mungkin ada hal yg terlewat saat aku membacanya." ucap Sheira.


"Ya.. aku akan memeriksa beberapa.." ucap Daniel.


Daniel pun membaca catatan tersebut dan mempelajari banyak hal mengenai bisnis dari catatan Chandra. Kemudian ia menjelaskannya kembali pada Sheira. Sementara David, ia menghubungi bawahannya untuk berjaga-jaga disekitar Tio dan rumah nyonya Viola.


Meski disini saat ini tak ada jaringan internet, tapi ia masih bisa meninggalkan pesan dan berjalan agak jauh dari desa untuk memperolah sinyal. David pun bertemu dengan bocah-bocah desa yg sedang bermain ponsel.


"Om dapet sinyal gak?" tanya salah seorang.


"Belum, memangnya kalian dapat sinyal?" tanya David.


"Dapat dong, disekolah ini kan ada jaringan Wifi nya.. kami bisa main game.." ucap salah seorang.


"Om mau paswordnya?" tanya salah seorang.


"Memangnya boleh?" tanya David.


"Boleh asalkan om jangan melapor.. haha.." ucap mereka.


"Tapi kami minta uang jajan ya sebagai uang tutup mulut." ucap salah seorang.

__ADS_1


"Baiklah.. karena aku sangat butuh signal.." ucap David.


David pun diberitahu paswordnya oleh bocah-bocah tersebut. Dan benar mereka tak berbohong soal jaringan yg bisa didapatkan dari sana. Sebagai ucapan terimakasih, David pun memberikan mereka uang jajan. Mereka pun sangat kegirangan memperolehnya.


"Asiikk.. Makasih om.." ucap mereka.


"Kalau butuh bantuan, kami selalu siap.." ucap salah seorang.


"Ya.. Terimakasih juga karena aku harus menghubungi temanku.." ucap David.


Dalam hatinya David pun merasa kadang kita harus berbuat kekanakan jika sedang terdesak. "Rasanya seperti mencuri pasword Wifi milik orang lain.. tapi tak apalah.." gumam David karena ia memang membutuhkan komunikasi dengan anak buahnya.


Setelah itu, ia kembali pulang ke rumah Sheira. Nampak Sheira tengah memasak untuk mereka. Dan malam ini adalah malam terakhir mereka menginap.


"Aku sudah menyiapkan makan malam dan sarapan untuk besok pagi.. jadi besok setelah sarapn kita bisa kembali." ucap Sheira.


"Oke.. Terimakasih Ara makanannya." ucap Daniel.


"Ya.. terimakasih atas makanannya." ucap David.


"Bagaimana kau sudah mendapatkan signal?" tanya Daniel.


"Sudah, aku sudah menghubungi mereka. Tio bilang ia baik-baik saja, tapi Theo belum ada kabar balasan." ucap David.


"Baiklah, mungkin dia sedang mencaritahu sesuatu dirumahnya." ucap Daniel.


☘☘☘


Keesokannya mereka pun pulang menuju ke Jakarta. Sheira pun pamit pada para tetangga yg selama mereka disini sudah banyak membantu serta menjaga rumah milik neneknya.


Para bocah itupun melihat David dan David berpamitan pada mereka.


"Om mau kemana?" tanya salah seorang.


"Om mau pulang, om kan bukan orang sini.." ucap David.


"Yasudah hati-hati ya.." ucap bocah tersebut.


"Oh iya, om punya tugas untuk kalian.. " ucap David.


"Tugas apa om?" tanya mereka.


"Sini om bisikin.." ucap David.


David pun memberikan tugas untuk mereka menjaga rumah milik nenek Sheira jika ada orang asing selain mereka yg tiba. Dan anak-anak tersebut pun paham. David juga memberikan nomor teleponnya dan mereka wajib mengabari jika ada orang baru yg datang atau orang yg mau masuk ke dalam rumah nenek Sheira. Lalu David memberi mereka uang jajan lagi.

__ADS_1


"Makasih om.. sering-sering kemari ya.." ucap mereka.


"Oke.. ingat ya tugas kalian.." ucap David.


"Oke.. siap.." ucap mereka.


Daniel pun terdiam menyaksikan hal itu, dimana David yg tegas bisa dekat dan berbaur dengan anak-anak.


"Kau bisa cepat akrab ya dengan mereka." ucap Daniel.


"Karena mereka anak-anak yg baik dan pintar." ucap David.


"Oh begitu.." ucap Daniel.


Lalu mereka pun berangkat menuju ke Jakarta. Butuh waktu beberapa jam untuk kembali, Daniel dan David pun menyetir bergantian untuk menghindari kelelahan. Hingga akhirnya mereka tiba di Jakarta pada sore hari.


Mereka yg lelah pun kembali ke tempat masing-masing. Mereka pun beristirahat dan merebahkan tubuhnya setelah lelah menghadapi perjalanan yg jauh.


Barulah keesokannya, mereka berkumpul tapi minus dengan Theo. Lagi-lagi Theo absen, ia bilang ada urusan pekerjaan dan mereka pun paham. Baik Sheira maupun Tio pun berbagi informasi. Tio yg mendapatkan rekaman eksklusif pun membuat David tersenyum.


"Kerja bagus Tio.." ucap David.


"Ya paman, harusnya sejak dulu kucaritahu." ucap Tio.


"Tenanglah, bukan hanya kau yg menyesal, aku juga harusnya sejak dulu aku bergerak." ucap Sheira.


"Sekarang kita punya banyak barang bukti, beri aku waktu untuk mencari orang yg tepat dan dapat dipercaya serta menyusun strategi." ucap David.


"Baiklah, aku juga harus ke Swiss mencaritahu isi loker ayahku.." ucap Sheira.


"Dan Tio kau harus berada disisiku karena mereka mulai mencari-cari dirimu. Kau sudah berhenti bekerja?" tanya David.


"Ya.. aku sudah menyerahkan surat pengunduran diriku karena mereka bisa melacakku." ucap Tio.


"Kuharap masalah ini bisa terselesaikan." ucap Daniel.


"Oke.. sekarang kita sudah ada tugas masing-masing.. Hanya tinggal Theo yg belum melaporkan apapun." ucap David.


"Dia pasti tahu sesuatu, aku harap dia tidak dalam bahaya." ucap Daniel.


"Sebagai orang terdekatnya, kau temuilah dia." ucap Sheira.


"Sore ini aku akan mampir ke rumahnya karena apartemennya kosong." ucap Daniel.


"Oke.. aku harap setelah ini kita mendengar kabar bagus. " ucap David.

__ADS_1


Setelah pertemuan tersebut, Daniel dan Sheira pun pergi. Sheira mengurus bakery miliknya dan Daniel mengurus kantornya. Dan pada sore hari Daniel mengunjungi kediaman nyonya Viola, tapi mereka bilang kalau Theo dalam perjalanan bisnis dan nyonya sedang liburan.


Daniel pun menghubungi sahabatnya tersebut tapi ponselnya tak aktif. "Semoga kau baik-baik saja kawan.." gumam Daniel dalam hati.


__ADS_2