Affair With Me??

Affair With Me??
EP.140 S2 : Brother


__ADS_3

Nathan pun membawa Grace pulang ke rumahnya. Ia benar-benar marah karena adiknya sampai diganggu. Dan baru kali pertama ini Grace melihat Nathan yg cuek dan santai terlihat sangat marah. Hingga Grace pun terdiam sampai Nathan meredakan emosinya.


"Grace, kau tak apa?" tanya Nathan di atas motor.


"Iya kak, hanya luka ringan." jawan Grace.


"Kau pindah sekolah saja." ucap Nathan.


"Pindah?? tapi kak aku ingin tetap sekolah disana." ucap Grace.


"Kalau kau tak pindah, mereka semua yg akan pindah. Kau mengerti kan maksudku?" tanya Nathan.


"Kak, apa yg akan kakak lakukan pada mereka.?" tanya Grace.


"Aku sudah menyuruh para paman untuk mengamankan cctv dan melaporkan tindakan mereka." ucap Nathan.


"Baiklah aku akan pindah sekolah." ucap Grace.


"Pilihan yg bagus, lingkungan menyebalkan tak bagus untukmu. Dan lagi jika kau tetap disana dan mereka tahu kau melaporkan tindakan mereka bukannya sadar mereka malah akan semakin membully mu sebagai anak manja." ucap Nathan.


"Baiklah kak, aku mengerti mereka takkan ada habisnya." ucap Grace.


"Oke.. nanti aku yg akan bilang ke mom." ucap Nathan.


"Iya kak." ucap Grace menangis sembari memeluk Nathan di atas motor.


Grace merasa dirinya begitu lemah dan tak bisa melawan mereka. Bahkan ia sampai memutuskan pindah sekolah agar terbebas dari lingkungan yg buruk tersebut. Karena semakin melawan semakin parah juga gangguannya.


Nathan pun tiba di rumahnya, ia tahu kalau mom dan dadnya masih berada di kantor. Lalu ia meminta pelayan untuk mengambilkan obat untuk luka-luka Grace.


"Katakan bagian mana saja yg terluka.." ucap Nathan dan Nathan mengobatinya dengan perlahan.


"Terimakasih kak." ucap Grace.


"Ya sama-sama, sudah menjadi tanggungjawabku untuk melindungimu." ucap Nathan.


"Kak Nicho mana? biasanya kalian selalu bersama." ucap Grace.


"Dia ada urusan dengan temannya. Jadi aku yg menjemputmu." ucap Nathan.


"Oh jadi begitu." ucap Grace.


Lalu dari arah pintu masuk, nampak Nicho berlari dan memanggil Grace.


"Gracee..!!!" panggil Nicho.


"Kak Nicho." ucap Grace melihat Nicho habis berlari dengan nafas terengah-engah.


"Santai Nick, Grace baik-baik saja aku sudah mengatasinya." ucap Nathan.

__ADS_1


"Siapa pelakunya Nath?" tanya Nicho.


"Kakak kelas Grace dan juga siswa SMA dari sekolah Xx.." ucap Nathan.


"Dasar kurang ajar, berani sekali mereka pada adikku." ucap Nicho geram.


"Sabarlah, semua sudah teratasi." ucap Nathan lalu menjelaskan situasinya.


Nathan juga berhasil mendapatkan cctv dari para paman bodyguard dan sedang melaporkannya ke kepala sekolah dan juga sekolah murid SMA yg membully Grace.


Lalu Nathan dan Nicho meninggalkan Grace untuk beristirahat. Mereka membahas cara menangani masalah ini. Dan cara Nathan cukup tepat, tapi pastinya malam ini mom dan dadnya akan memanggilnya dan juga Grace.


"Aku yg akan bertanggungjawab karena mom menitipkan Grace selama sebulan ini." ucap Nathan.


"Aku akan membantumu, kita buat mereka dikeluarkan dari sekolah mereka." ucap Nicho.


"Jika mereka keluarga berpengaruh, akan sulit.. makanya aku meminta Grace pindah sekolah." ucap Nathan.


"SMP SS di dekat kita cukup bagus, dan juga kita bisa mengawasi Grace." ucap Nicho.


"Pilihan yg bagus, tapi kita tanya pada Grace dia ingin sekolah dimana." ucap Nathan.


"Kau benar, kenyamanannya juga prioritas utama." ucap Nicho.


Dan para bodyguard suruhan Nathan pun bekerja dengan cepat. Sheira langsung mendapat telepon dari kepala sekolah mengenai kekerasan di sekolah Grace. Baru tadi siang ia ke sekolah Grace tapi kini Grace mendapat serangan lagi saat pulang sekolah.


"Grace kau tak apa?" tanya Theo.


"Hanya luka ringan dad.. aku baik-baik saja." ucap Grace.


"Nathan, tindakanmu benar tapi kau tak membicarakannya dulu dengan dad." ucap Theo.


"Aku tak punya banyak waktu dad. Dan hanya para paman yg bisa kuandalkan dalam situasi tadi siang." ucap Nathan.


"Lalu Nicho apa yg kau lakukan saat pulang sekolah?" tanya Theo.


"Aku ada urusan dengan teman dad. Jadi aku menitipkan Grace pada Nathan." ucap Nicho.


"Oke.. menurut laporan para bodyguard, kemungkinan para pelaku akan dihukum mulai dari di skors sampai dikeluarkan dari sekolah." ucap Theo.


"Benar dad, aku sudah memperhitungkannya dan semua tergantung seberapa besar pengaruh keluarganya." ucap Nathan.


"Oke.. tapi kau menyuruh Grace pindah sekolah?" tanya Theo.


"Benar dad, tak menutup kemungkinan Grace akan mendapat bully an dari murid lain." ucap Nathan.


"Grace kau akan pindah sekolah?" tanya Theo.


"Benar dad." ucap Grace.

__ADS_1


"Ke sekolah mana?" tanya Theo.


"Aku belum tahu dad, aku tak punya rencana untuk pindah sekolah." ucap Grace.


"Aku punya list sekolah yg bagus.." ucap Nicho memberikan selebaran nama-nama sekolah pada Grace dan Theo.


"Kau memang bisa diandalkan, Grace kau pilih saja yg mana, nanti kau bilang pada dad." ucap Theo sembari melihat salah satu sekolah.


"Grace jika kau ingin pindah, itu adalah keputusan yg tepat. Mom setuju dengan itu, karena itu berbahaya." ucap Sheira.


"Iya mom." ucap Grace.


"Usia sepertimu masih nakal-nakalnya, masih sulit diberitahu dan masih punya rasa penasaran yg tinggi. Semakin dilarang akan semakin menjadi. Meski kau melawan mereka, mereka akan semakin menyerang dan memojokkanmu seperti hari ini." ucap Sheira.


"Baik mom aku mengerti." ucap Grace.


"Grace kau istirahat saja selama beberapa hari, sekolah biar mom dan dad yg atasi. Kau pilih saja sekolah mana yg kau inginkan." ucap Sheira.


"Baik mom, terimakasih." ucap Grace.


"Sama-sama sayang." ucap Sheira.


Para pembully pun esoknya dipanggil ke ruang kepala sekolah dan orang tua mereka juga diwajibkan hadir. Mereka dikenakan human skors bagi siswa perempuan yg merupakan kakak kelas Grace. Dan Siswa laki-laki dari SMA Xx mereka dikeluarkan dari sekolah mereka karean mengganggu murid sekolah lain.


Masalah pun selesai dengan cepat, dan Grace juga sudah menentukan pilihan sekolahnya. Sekolah yg tak jauh dari kedua kakaknya dengan predikat sekolah yg cukup bagus. Dengan begitu, Nicho dan Nathan pun bisa mengawasi Grace jika sekolah mereka berdekatan.


Grace pun meminta kakak-kakaknya mengajarinya ilmu bela diri. Ia ingin bisa melawan orang yg mengganggunya. Dan tak ingin masalah ini terulang lagi.


"Kau yakin mau belajar bela diri?" tanya Nathan.


"1000% yakin kak." ucap Grace.


"Bagaimana Nick?" tanya Nathan.


"Ajak saja Grace ke tempat latihan kita." ucap Nicho agar Grace bisa diawasi oleh profesional.


"Oke.. tapi kau bilang dulu pada mom dan dad." ucap Nathan.


"Benar, kau harus ijin mereka jika ingin ikut kami." ucap Nicho.


"Baiklah kak." ucap Grace tersenyum.


"Ada bagusnya juga Nath, jadi Grace bisa melindungi dirinya." ucap Nicho.


"Kau benar, tapi apa Grace sanggup melalui latihannya?" tanya Nathan.


"Kalau dia tak mencobanya kita takkan tahu." ucap Nicho.


Dengan susah payah Grace pun mendapatkan ijin dari Sheira dan Theo. Lalu ia mendaftar bersama Nicho dan Nathan. Grace pun mulai menjalani latihan bela diri sama seperti kakaknya. Keinginannya sederhana, ia hanya tak ingin diganggu orang lain dan bisa melindungi dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2