
Sheira pun ditangani langsung di rumah sakit tersebut. Kakinya agak sobek dan mendapatkan beberapa jahitan. Untungnya tak ada tulang yg patah atau sejenisnya. Tapi tetap saja Daniel dan Theo tidak tenang, begitu juga dengan Jasmine yg sudah dekat dengannya.
Sheira yg sudah selesai diobati pun masih dalam pengaruh obat bius hingga ia masih tak sadarkan diri. Daniel dan Theo pun menjaganya, David pun melihat situasi sekitar dan nampak aman. Entah apa yg telah terjadi tapi tak ada yg mengikuti mereka. Pengawal SHIELD pun tak merasakan apapun, atau melihat ada yg mengintai mereka.
"Bagaimana dengan penyelidikannya?" tanya David.
"Kami hanya melihat dari cctv mobil tuan Theo dan menemukan sebuah plat mobil.. tapi dalam tahap pencarian." ucap pengawal tersebut.
"Bisakah aku minta nomor platnya?" tanya David.
"Baik tuan.." ucapnya.
Kemudian, David juga diberikan rekaman kejadian tersebut. Ia yakin pelakunya adalah orang suruhan Luis atau Toni karena Haris sudah tak bisa berkutik lagi.
Setelah mendapatkan nomor plat tersebut, David pulang ke apartemen dan membuka laptopnya. Ia meretas cctv sekitar untuk melihat kejadian yg sebenarnya. Lalu ia melihat mobil tersebut menuju ke suatu tempat. Sebuah gudang rongsokan yg tak asing.
David pun menuju kesana dan bertemu dengan tim alfa yg sudah tiba disana.
"Kau tahu hal ini darimana?" tanya salah seorang.
"Aku mencaritahumya lewat cctv." ucap David.
"Baiklah, pemiliknya tidak diketahui karena ini bukan plat resmi. Dan kami sedang mencaritahu lebih lanjut." ucapnya.
"Baiklah, aku akan membantu sebisaku." ucap David.
"Kalau begitu ikuti aku." ucap Leon yg sudah ada di tempat.
"Baik tuan." ucap David.
"Ternyata kalian lebih dekat dari yg kukira." ucap Leon.
"Kami semua hampir sama tuan, kami kehilangan orangtua kami." ucap David.
"Ya.. kalian memang harus begitu agar masalah ini cepat diselesaikan." ucap Leon
Leon pun membawa David untuk mencari orang yg menabrak Sheira dan Theo. Leon pun berhasil melacak keberadaan orang tersebut yg akan terbang menuju ke sebuah negara untuk kabur.
Leon pun bersama beberapa tim SHIELD di belakangnya memasuki bandara dan memaksa masuk ke dalam pesawat. Dengan menunjukkan tanda pengenal SHIELD, mereka pun diijinkan masuk.
"Ini wajah orangnya bantu aku mencarinya." ucap Leon.
"Baik tuan." ucap David menerima foto orang tersebut.
"Permisi kami minta waktunya sebentar karena ada seseorang yg kami butuhkan." ucap Kim pada para penumpang pesawat yg terkejut melihat kehadiran mereka.
Mereka pun mengecek satu persatu wajah penumpang pesawat tersebut. David pun curiga pada seseorang yg menutupi wajahnya dengan masker.
"Tolong buka masker anda."pinta David.
"Maaf saya sedang sakit dan bisa menyebarkan vurus." ucapnya.
__ADS_1
"Benarkah, atau perlukah aku melaporkanmu pada petugas agar kau tak diijinkan terbang?" tanya David.
Akhirnya orang tersebut pun membuka maskernya karena takut diusir. David pun tersenyum lalu menyeretnya.
"Ikut denganku.." ucap David menyeret orang tersebut.
"Wah kau sudah menemukannya, biar kuperiksa.." ucap Leon.
Leon pun melihat wajahnya dengan seksama dan sangat mirip, kemudian ia mencari dompet pria tersebut dan melihat identitas yg sesuai.
"Oke.. bawa pria ini keluar, biar aku yg mengurus petugas bandara." ucap Leon.
"Baik tuan. " ucap David.
Leon pun berbincang sedikit dengan petugas, dan ia diijinkan membawa buronan tersebut keluar dari pesawat. Mereka juga takut saat mengetahui ada buronan yg bisa lolos ke dalam pesawat.
"Terimakasih atas kerjasamanya." ucap Leon lalu pergi mengikuti anak buahnya yg telah menunggu.
Leon pun mengamankan orang tersebut dan mengintrogasinya. Setelah itu, orang tersebut dilaporkan ke polisi atas tuduhan pembunuhan berencana.
☘☘☘
Sheira pun baru terbangun dari tidurnya, ia tersadar sudah ada di rumah sakit bersama Daniel dan Theo. Juga ada Jasmine yg menjaganya.
"Kalian.." ucap Sheira.
"Akhirnya kau sadar juga." ucap Jasmine.
"Apa yg kau rasakan Ara? apakah sakit?" tanya Daniel.
"Aku baik-baik saja, hanya kakiku sangat perih." ucap Sheira.
"Tentu saja karena kakimu mengalami robek saat tersangkut. Dan dokter sudah menjahitnya, lukanya akan membaik dalam 3 hari begitu juga rasa sakitnya." ucap Jasmine.
"Syukurlah kukira kakiku akan patah dan sebagainya." ucap Sheira.
"Kau baik-baik saja Sheira." ucap Theo.
"Kau sendiri terluka, bagaimana kondisimu?" tanya Sheira.
"Hanya luka ringan tak separah dirimu." ucap Theo.
"Lalu bagaimana dengan orang yg menabrak kita?" tanya Sheira.
"David sedang menanganinya bersama tuan Leon." ucap Daniel.
"Tuan Daniel bisa kembali ke kantor dan tuan Theo bisa kembali ke tempat tidur karena Sheira sudah sadar. Ada aku disini yg akan menjaganya. " ucap Jasmine.
"Baiklah, aku serahkan padamu Jasmine." ucap Daniel.
"Baik tuan." ucap Jasmine.
__ADS_1
"Kalau begitu aku kembali ke tempat tidurku di sebelah." ucap Theo.
Viola pun terkejut mendengar kecelakaan Theo, tapi ia harus bersembunyi demi keamanannya. Ia juga bersyukur Theo baik-baik saja dan hanya mengalami luka ringan. Viola yg tak punya jalan lain, memilih untuk bersembunyi daripada menyusahkan Theo kalau terjadi sesuatu pada dirinya.
Keesokannya Theo pun diperbolehkan pulang, sementara Sheira masih harus dirawat. Dan Jasmine begitu telaten merawat Sheira, maklum ia adalah seorang dokter.
"Ternyata kau tahu banyak hal." ucap Sheira.
"Dulu aku seorang dokter sebelum aku difitnah dan ijin praktekku dicabut dan dibekukan." ucap Jasmine.
"Apa yg terjadi?" tanya Sheira.
Dan Jasmine pun menceritakan semuanya, hingga Sheira nyaris tak percaya kalau seorang dokter bisa berakhir dengan tragis nasibnya karena ulah saudara tirinya sendiri. Setelah itu, Sheira sadar kalau ada banyak sekali orang jahat disekitar kita. Dan bukan hanya ia yg mengalaminya tapi banyak orang juga mengalami hal buruk.
Keduanya pun menjadi semakin dekat dan akrab. Hingga Jasmine bertanya mengenai hubungan Sheira dengan Theo yg terlihat tak biasa.
"Kau yakin hubunganmu dengan tuan Theo hanyalah teman?" tanya Jasmine.
"Iya juga rekan bisnis." ucap Sheira tersenyum.
"Kau tak menyukainya?? dia tampan, tinggi dan juga sukses." ucap Jasmine.
"Apa kau yg menyukainya?" tanya Sheira.
"Bukan begitu, aku melihatnya sepertinya dia menyukaimu.. dari cara ia menatap dan memerhatikanmu itu sangat jelas Sheira. " ucap Jasmine.
"Benarkah?" tanya Sheira.
"Kau ini tidak peka sekali." ucap Jasmine.
"Aku hanya tak mau tertipu Jasmine, kau tahu kan siapa mantan suamiku?" tanya Sheira.
"Kalau itu alasannya aku mengerti, tapi kau juga harus punya persiapan jika merasakan sesuatu yg berbeda dari orang lain." ucap Jasmine.
"Kau yakim dia menyukaiku?" tanya Sheira.
"Sebagai wanita, aku bisa melihatnya. Kau juga tertarik padanya kan?" tanya Jasmine.
"Sedikit, tapi untuk ke arah cinta aku belum siap. Aku takut disakiti lagi. " ucap Sheira.
"Tapi kau harus jujur pada dirimu sendiri, dan kau bisa mengenalnya lebih dekat. Terlebih dia sahabat kakakmu pasti lebih mudah." ucap Jasmine.
"Benarkah?" tanya Sheira.
"Ya.. buktinya jika Theo tak baik tak mungkin Daniel membiarkannya dekat denganmu." ucap Jasmine.
"Ucapanmu masuk akal. Akan aku pikirkan nanti." ucap Sheira.
"Ingat kata-kataku, seburuk apapun masalalumu kau berhak menerima banyak kebahagiaan. Seperti diriku yg mulai menerima keburukanku dan ingin berubah menjadi lebih baik." ucap Jasmine.
"Kau pasti bisa, mari kita bersama-sama berubah." ucap Sheira.
__ADS_1
"Iya.. kau juga harusnya bisa Sheira kau tak sendirian." ucap Jasmine.
Perbincangan dua wanita itu pun begitu dalam dan saling memotivasi untuk lebih baik lagi. Dengan Jasmine yg berusaha keluar dari kehidupan yang gelap dan kelamnya. Begitu juga Sheira yg harus bisa menerima kebahagiaan dari orang baru. Keduanya juga saling mengingatkan satu sama lain untuk terus berusaha menjadi pribadi yg lebih baik.