Affair With Me??

Affair With Me??
EP.100 Honey moon


__ADS_3

Setelah menghabiskan malam pengantin, keduanya langsung bertolak ke eropa untuk melakukan bulan madu. Walaupun bukan yg pertama bagi Sheira, tapi ini yg pertama bagi Theo. Dan keduanya melakukan ritual honey moon seperti pasangan pada umumnya. Mereka memilih untuk jalan-jalan berdua, dan dikawal oleh 2 orang pengawal di sekitar mereka untuk berjaga-jaga.


Sementara semua pekerjaan Theo dikerjakan oleh Doni. Dan pekerjaan Sheira beberapa di handle oleh Jasmine dan staf lain yg ia percaya. Mereka pun tak ingin memikirkan pekerjaan untuk sejenak dan fokus pada liburan mereka.


Mereka berdua mengunjungi beberapa negara di eropa. Dari satu tempat ke tempat yg lain, jalan-jalan, menikmati masa pengantin baru, dan kuliner ke berbagai tempat makan terkenal.


Keduanya begitu bahagia menikmati masa-masa tersebut. Tak ada lagi dokumen, meeting dan juga agenda harian yg melelahkan. Hanya ada pasangan dan waktu yg dihabiskan berdua. Berbagai potret pun mereka abadikan di setiap kesempatan.


Sore itu, Theo mengajak Sheira ke sebuah pantai yg terkenal di negara X. Mereka menikmati sunset yg indah di sore hari. Disanalah Theo berjanji pada Sheira. Sebuah janji yg akan ia lakukan seumur hidupnya.


"Sheira, aku berjanji takkan pernah meninggalkanmu." ucap Theo memegang tangan Sheira.


"Benarkah?? kau yakin??" tanya Sheira.


"Kau meragukanku??" tanya Theo.


"Tidak, tentu saja aku percaya." ucap Sheira.


"Aku juga berjanji takkan meninggalkanmu kecuali 2 hal.." ucap Sheira.


"Katakan 2 hal apa itu??" tanya Theo.


"Yg pertama kematian dan yg kedua jika kau selingkuh. " ucap Sheira.


"Aku berjanji takkan pernah berselingkuh, sekalipun ada wanita tercantik di dunia ini.." ucap Theo.


"Sungguh??" tanya Sheira.


"Iya sungguh. " ucap Theo mencium tangan Sheira.


"Haruskah kita tinggal disini?? kau sangat bahagia sejak datang." ucap Theo.


"Aku bahagia karena tak ada lagi dokumen menantiku.." ucap Sheira tersenyum.


"Oke.. Sheira, apapun yg terjadi jangan pikirkan soal anak.. kita jalani saja oke.." ucap Theo.


"Iya, Terimakasih sudah mau mengerti." ucap Sheira.


"Di dunia ini aku hanya butuh kau, tanpa anak pun aku tak masalah kita bisa adopsi, karena ada banyak anak yg tidak memiliki orangtua." ucap Theo.


"Aku tak tahu kau sebijak ini.." ucap Sheira.


"Kau mengejekku??" tanya Theo.

__ADS_1


"Sedikit.." ucap Sheira.


"Kalau kutangkap akan aku kelitiki sampai kau ngompol." ucap Theo.


"haa.. ampun.." ucap Sheira sembari berlarian di pantai tersebut.


Hingga mulai gelap mereka pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Liburan mereka pun begitu berkesan karena mereka banyak komunikasi dan menentukan segalanya berdua. Tak ada saling egois yg ingin mengatur ini dan itu, segalanya diputuskan berdua.


Malam ini mereka pun harus sudah berkemas karena besok akan melanjutkan perjalanan mereka yg terakhir. Tujuannya adalah negara Cc yg tak jauh dari negara sekarang. Mereka memilihnya karena memiliki tempat wisata yg indah.


Dan esoknya, mereka langsung menaiki pesawat di pagi hari dan tiba pada siang hari. Sheira dan Theo pun menuju ke hotel untuk menaruh barang-barang. Setelah itu makan siang dan barulah mereka jalan-jalan.


Saat sedang jalan-jalan mereka hendak membeli oleh-oleh di sebuah tempat yg menjual pernak-pernik dan barang khas negara tersebut. Saat tengah memilih, tas Sheira pun mengalami kecopetan.


Sheira yg merasa tasnya ditarik pun menariknya sekuat tenaga sambil berteriak.


"Copett..!!" teriak Sheira, sontak Theo yg sedang memilih sesuatu pun menoleh dan melihat Sheira sedang berebut tas.


Bughh.. Sebuah tendangan Sheira pun tepat mengenai area vital pria pencopet tersebut. Tas Sheira pun berhasil direbut dan aman. Sementara Theo, ia berlari dan langsung mengunci pria tersebut agar tak kabur.


Pengawal yg dari kejauhan pun tiba dan langsung mengamankannya.


"Sheira kau tak apa?" tanya Theo.


"Ya.. aku tak apa." ucap Sheira.


Mereka pun mempercepat transaksi dan memilih keluar dari tempat tersebut. Ditengah jalan, sandal heels yg dikenakan Sheira rusak karena terlalu lama dipakai berjalan.


"Yah.. rusak.." ucap Sheira.


"Kau pakai sandalku saja, kita cari toko sandal disekitar sini." ucap Theo.


"Kau yakin?? " tanya Sheira.


"Sebenarnya panas sih, tapi mau bagaimana lagi.. " ucap Theo tersenyum.


"Ck.. dasar kau ini." ucap Sheira.


"Kalau begitu, kau kugendong saja sepertinya toko diujung menjual sandal." ucap Theo.


"Kau kuat??" tanya Sheira.


"Aku cukup sering berolahraga.." ucap Theo membungkuk.

__ADS_1


"Jangan menyesal ya.." ucap Sheira.


Akhirnya Sheira pun digendong oleh Theo menuju ke toko tersebut. Beberapa orang pun iri melihat perhatian dari Theo. Dan sesampainya disana, Sheira membeli sandal yg nyaman ia pakai. Pemilik toko tersebut pun ramah sekali melayani Sheira dan Theo. Keduanya pun berbelanja beberapa oleh-oleh di toko tersebut.


"Lihat, sandal ini nyaman dan ringan." ucap Sheira saat mencobanya.


"Anda pandai memilih nyonya, itu sandal yg bagus. " ucap pemilik toko.


"Terimakasih." ucap Sheira.


"Ya.. kita beli saja yg itu." ucap Theo.


Setelah berbelanja di toko tersebut, keduanya pun keluar dengan berbagai barang di tas belanja mereka. Theo pun meminta bodyguard nya untuk membawakannya. Dan mereka terus berjalan mencari tempat makan yg enak. Dan mereka menemukan resto yg cukup terkenal disana.


Walaupun ramai, tapi mereka masih sanggup menunggu pesanan mereka dan menikmati makanan disana. Selama 1 minggu ini mereka berdua sudah menikmati waktu liburan yg menyenangkan. Ada banyak moment yg begitu membahagiakan keduanya.


Dan tibalah dihari mereka akan pulang ke Indonesia. Beberapa barang pun sudah dikirim terlebih dahulu agar tidak terlalu banyak bawaan mereka. Mereka pun menaiki pesawat di pagi hari dan menikmati perjalanan berjam-jam dipesawat tersebut.


Rasa lelah pun tak terasa jika dilewati dengan orang yg dikasihi. Hingga tak terasa mereka sudah tiba di bandara Indonesia. Keduanya pun dijemput oleh Viola yg sudah menunggu keduanya di bandara sejak 30 menit yg lalu.


"Mom.." ucap Theo dan Sheira.


"Bagaimana liburannya?" tanya Viola.


"Pasti menyenangkan mom.." ucap Theo.


Mereka pun berpelukan untuk melepas rindu. Dan sementara Sheira diminta menginap di kediaman Viola selama beberapa hari. Daniel pun sedang kembali ke US mengurusi pekerjaannya. Dan Jasmine pasti sendirian di apartemen, tapi ia tak takut karena ada beberapa pengawal Daniel di sekitarnya.


Sheira dan Theo pun pulang ke rumah Viola. Mereka disambut hangat dan makan bersama. Kemudian, Sheira dan Theo pun diminta untuk istirahat di kamar saja karena perjalanan yg melelahkan mereka. Keduanya pun tertidur setelah membersihkan diri dan terbangun pada pagi hari.


Theo melihat di sampingnya sudah tak ada Sheira. Ia pun mencarinya ke sekitar dan tetap tak menemukannya. Theo pun mencarinya di luar kamar dan saat ia berjalan, ia mencium aroma harum masakan dari dapur. Theo pun menuju dapur dan melihat istrinya sedang memasak sarapan.


"Selamat pagi.." ucap Sheira.


"Ya.. pagi, ternyata sedang memasak." ucao Theo.


"Kau pikir aku kabur kemana?" ucap Sheira.


"Ck.. Theo Theo, Sheira hanya memasak bukannya melarikan diri." ucap Viola.


"Ya kan aku hanya terkejut melihat Sheira tak ada di kamar." ucap Theo.


"Dasar kau ini.. sudah lebih baik kau mandi, nanti kita sarapan bersama.. " ucap Sheira.

__ADS_1


"Oke.." ucap Theo.


Dan pagi mereka pun diawali dengan sarapan pagi bersama. Sungguh damai sekali hidup mereka berdua, dan Viola pun tersenyum bahagia melihat putranya bahagia dengan istri pilihannya.


__ADS_2