
Setelah mendengar penjelasan Grace dan Jamie semuanya pun paham situasinya. Dan Nicho curiga kemana tim keamanan yg sudah disiapkan untuk Jamie, karena Jamie hampir saja ditangkap.
"Yang aku bingung, dimana para bodyguard yg bertugas menjaga Jamie?" ucap Nicho.
"Pasti ada yg tak beres dengan mereka." ucap Nathan.
"Aku juga berpikir hal yg sama, kenapa kak Jamie bisa sampai dikepung dan tak ada pengawal yg membantu." ucap Grace.
"Aku akan memerintahkan semua tempat untuk digeledah, karena kemungkinan mereka disekap di suatu tempat." ucap Nicho lalu meraih ponselnya untuk memberi perintah.
Setelah itu, Grace pun membicarakan rencananya menangkap mereka.
"Kak Jamie coba berdiri?" tanya Grace.
"Baiklah. Ada apa? tinggi kita hampir sama." ucap Jamie.
"Itu bagus. " ucap Grace.
"Bagus?? sebenarnya apa rencanamu Grace?" tanya Jamie.
"Rencanaku adalah memancing mereka. Aku akan menjadi dirimu, jadi ayo kita tukaran baju besok." ucap Grace.
"Kau yakin?" tanya Jamie.
"Ya.. kakak tenang saja." ucap Grace.
"Grace aku percaya padamu." ucap Nathan.
"Nath, kalau Grace dalam bahaya bagaimana?" tanya Nicho.
"Kalian ini, tinggal siapkan pengawal 1 atau 2 orang di sekitarku, sisanya ya bersembunyi." ucap Grace.
"Dan juga aku hanya tinggal berpura-pura melihat ke laptop yg mirip dengan kak Jamie. Kalian juga harus ikut mengawasi jika sayang padaku. " ucap Grace.
"Baiklah aku setuju." ucap Nathan.
"Aku juga setuju kalau begitu." ucap Nicho.
Setelah membicarakan rencana mereka besok, Grace pun akan menginap di apartemen Jamie malam ini agar keduanya nampak seperti orang yg sama. Dan juga banyak yg harus dipersiapkan.
Untuk pengawal yg menghilang saat menjaga Jamie, ternyata mereka dikurung di sebuah gudang. Beruntung orang-orang Nicho menemukan mereka dengan cepat. Dan para pelaku, mereka masih ditahan sampai mereka mau berbicara.
"Katakan siapa yg menyuruh kalian?" tanya Nicho.
"Tidak akan."
"Baiklah, lebih baik kalian jangan coba-coba kabur.. karena bergerak sedikit saja tubuh kalian akan terkena arus listrik." ucap Nicho tersenyum.
Ya, Nicho mengikat mereka dan memasang alat kejut listrik jika mereka berusaha kabur. Dan ia berharap besok Grace berhasil dengan rencananya.
☘☘☘
Setelah semalaman Grace dan Jamie bertukar pikiran, mereka pun akhirnya punya rencana bagus untuk menarik perhatian mereka. Jamie pun berencana untuk berpura-pura berkhianat agar mereka muncul.
__ADS_1
Di pagi hari, Grace dan Jamie pun memakai pakaian yg sama agar mereka tak curiga. Grace hanya memakai jaket dan topi untuk menutupi pakaiannya. Lalu Jamie bekerja dengan santai dan menghubungi mereka yg siap membayar mahal untuk jasanya berkhianat.
Dan saat Jamie mengatakan hal tersebut lewat pesan, mereka pun tertarik. Umpan pun dengan mudah ditarik oleh mereka. Jamie pun mengadakan janji bertemu di sebuah resto, agar tak terlihat oleh Nicho dan juga Nathan.
Grace pun mengikutinya, dan saat Jamie tiba di resto mereka nampak belum tiba. Jamie pun memesan minuman, dan ia sejenak meninggalkan meja untuk ke toilet. Sementara Grace sudah menunggunya di toilet wanita.
Mereka pun bertukar jaket dan topi karena pakaian mereka sama. Lalu Grace keluar dengan tampilan sama seperti Jamie, dengan rambut dan riasan wajah yg sama pula.
Grace pun duduk di meja yg sudah dipesan Jamie, dan menikmati pesanan sambil menunggu mereka. Grace pun nampak membuka laptopnya berpura-pura mengecek sistem dengan tampilan laptop yg benar-benar mirip milik Jamie.
"Grace jangan sampai kau gagal dan terluka." gumam Jamie dalam hati begitu melihat seseorang dengan ciri yg disebutkan masuk ke resto.
Grace pun masih santai saja menikmati makanan sambil mendengarkan earphonenya. Dirinya tahu target sudah masuk ke resto dan tetap menikmati makanannya.
Hingga seorang pria pun datang menghampirinya, dan duduk di mejanya.
"Kau cukup terlambat." ucap Grace santai.
"Maaf, aku harus memastikan suasananya aman." ucapnya.
"Ya.. jadi bagaimana dengan penawaranmu.?" tanya Grace.
"Kau tak suka berbasa-basi rupanya." ucap pria tersebut.
"Tentu saja, aku cukup sulit mengelabui pengawal tuan Nicho." ucap Grace.
"Baiklah.. berapa yg kau inginkan?" tanya pria itu.
"5Milyar untuk sebuah kata sandi sistem." ucap pria tersebut.
"No.. no.. mereka bahkan membayarku lebih dari itu." ucap Grace.
"Ck, dari mana mereka mendapatkan orang berbakat sepertimu." umpat pria tersebut.
"Terimakasih atas pujiannya. Tapi bakat itu mahal.. jadi berikan harga yg pantas." ucap Grace.
"Bagaimana jika 10 Milyar.?"
"Hmm masih kurang, ayolah tak mudah bukan meretas sistem yg kubuat?" ucap Grace.
"Jadi kau mau berapa?" tanya pria tersebut.
"Karena data-data perusahaan sangat mahal.. bagaimana jika 100 Milyar?" tanya Grace.
"Kau gila??" tanya pria itu kesal.
"Ya.. setimpal dengan yg kudapatkan jika ketahuan." ucap Grace.
"Aku akan menghubungi atasanku." ucap pria tersebut.
"Silahkan tuan.. kuberi waktu 5 menit. " ucap Grace.
"Bagus Grace, pancing dia terus." gumam Jamie.
__ADS_1
"Grace kau dengar aku?" tanya Jamie melalui sambungan telepon di earphonenya.
Setelah melihat pria itu keluar, Grace pun meresponnya.
"Iya.. ada apa kak?" tanya Grace dengan suara pelan.
"Kau berhati-hatilah, dia membawa beberapa orang masuk sepertinya." ucap Jamie.
"Oke..aku akan melakukan semuanya sesuai rencana." balas Grace lalu orang itu pun masuk ke resto dengan rekannya.
Kedua pria itupun menghampiri meja Grace dan duduk.
"Bagaimana tuan-tuan." balas Grace.
"Apa tidak bisa nego lagi harganya?" tanya pria tersebut.
"Kalian bisa bayar 50% dulu di awal, lalu sisanya setelah pekerjaanku selesai." balas Grace.
"Ck.. si*l..!" umpat pria rekannya.
"Ayolah tuan, bukankah bakat seseorang itu harus dihargai tinggi?" balas Grace.
"Baiklah, berikan kata sandinya." ucap pria tersebut.
"Ck..ckk.. tuan profesional lah sedikit, anda harus transfer dulu baru aku berikan." ucap Grace.
Grace pun memberikan nomor rekening milik Jamie, dan mereka mentransfer sejumlah uang sesuai permintaan. Grace pun melihat notifikasi uang yg masuk di ponselnya.
"Bagus, terimakasih tuan-tuan." ucap Grace.
"Berikan kata sandinya. " ucap pria satunya yg tampak tak sabar.
"Baiklah.." ucap Grace memberikan secarik kertas.
Mereka pun membuka kertas tersebut, dan para pengawal yg menyamar pun bangkit dengan cepat lalu memukul kepala mereka berdua hingga pingsan.
Bughh..Bughhh..
"Arrghhh.." teriak keduanya.
"Ups.. Sorry.." ucap Grace saat mereka menjerit kesakitan.
"Tidurlah dengan nyenyak tuan-tuan.. " ucap Grace.
"Kalian bereskan mereka berdua." perintah Grace.
"Siap nona." ucap para bodyguardnya.
Jamie pun keluar dari toilet bersama pengawal wanita, dan menghampiri Grace. Misi mereka pun berhasil, kini tinggal menyelidiki siapa mereka yg berani meretas kedua perusahaan orang tua Grace. Dan pastinya bukti transfer adalah yg paling penting karena pasti tercantum sebuah nama yg harus dicaritahu pemilik rekeningnya.
"Kerja bagus Grace." ucap Jamie.
"Ya.. tentu kak berkat para pengawal." ucap Grace.
__ADS_1