
Sejak kejadian di rumah sakit, Daniel semakin tertantang untuk bisa bangkit dan berjalan normal. Bisa-bisanya ia disebut cacat oleh orang yg baru bertemu dengannya. Ia begitu kesal disebut begitu, dan ia berkeinginan membalasnya suatu hari nanti.
"Lihat saja bre***sek, aku akan membalasmu." gumam Daniel dalam hati.
Daniel pun diam-diam memerintahkan sekertarisnya untuk mrncari pengobatan terbaik untuk mengobati kakinya agar bisa berjalan lagi. Sekertarisnya pun merekomendasikan rumah sakit keluarga Leon tempat ia bertemu dengan Willy. Daniel pun melakukan terapi disana sebelum Jasmine diterima bekerja.
Beberapa dokter disana pun menyarankan untuk pergi ke Singapura, dimana yg menjadi pusat medis rumah sakit tersebut paling lengkap dan dokter-dokter yg bagus. Daniel pun setuju dan membuat reservasi melalui cabang di Indonesia.
Daniel pun beralasan pada Jasmine untuk perjalanan dinas. Dan Jasmine juga sudah diterima bekerja di rumah sakit Dion. Ia pun senang bukan main karena ada yg mau menerimanya. Jasmine pun akan bekerja dengan sungguh-sungguh agar tidak mengecewakan pihak rumah sakit.
Sementara Daniel ia harus bolak-balik ke Singapura untuk berobat. Dan akhirnya ia bisa berjalan kembali dengan normal. Berkat usahanya ia kini bisa berjalan normal kembali, tapi ia ingin berpura-pura masih sakit untuk memberi kejutan pada Jasmine. Daniel pun pulang ke Indonesia untuk memberinya kejutan besar.
Daniel pun memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan banyak hal karena ia harus berpura-pura masih menggunakan tongkat. Setelah semua siap, Daniel pun tersenyum dan hanya tinggal mrnunggu waktu.
Sementara Jasmine ia sedang bekerja di rumah sakit. Dirinya pun tak tahu kabar kesembuhan Daniel. Gangguan dari Willy pun hadir beberapa hari terakhir yg cukup mengusiknya. Ia benar-benar membenci pria tersebut, sampai rasanya tak ingin lagi bertemu dengannya walau tak sengaja.
Willy pun datang lagi ke rumah sakit Dion, dirinya pun sudah tahu kalau Jasmine sudah bekerja disana. Dan tanpa ragu datang dan menemuinya. Jasmine yg sedang beristirahat pun dihampiri dan hal tersebut membuat Jasmine tak nyaman.
Begitu melihat Willy, Jasmine pun pergi menjauh.
"Jasmine.. tunggu." ucap Willy.
"Kita tak punya urusan," ucap Jasmine dingin.
"Tentu saja punya." ucap Willy tapi Jasmine pergi meninggalkannya.
Willy pun menahan lengannya dan tersenyum.
"Kau semakin dingin saja." ucap Willy.
"Tak ada bagusnya aku baik pada lelaki bre***sek sepertimu." ucap Jasmine lalu melepaskan diri.
"Kau semakin tangguh saja. Kuharap kau berhenti bekerja disini dan kembali ke rumah sakitku. " ucap Willy.
"Hahaha.. lucu sekali ucapanmu, kuharap kau tidak jadi gila karena aku takkan melakukannya." ucap Jasmine.
"Kau selalu saja keras kepala." ucap Willy.
"Kepala ku memang keras mau coba adu kepala?" tanya Jasmine.
"Apa bedanya pria cacat itu dariku?" tanya Willy.
"Bedanya banyak sekali bak bumi dan langit." ucap Jasmine.
"Kalau begitu bagaimana jika dia kubuat menghilang.? pasti seru." ucap Willy.
__ADS_1
"Jiwa psikopat mu tidak bisa hilang rupanya.. sayangnya pasti takkan mudah." ucap Jasmine.
"Kau lupa siapa aku?" tanya Willy.
"Kau juga lupa siapa aku?" balas Jasmine.
Duakh.. Jasmine pun menendang alat vital Willy hingga ia meringis kesakitan.
"Sekali lagi kau mengancamku? aku bisa berbuat lebih." ucap Jasmine meninggalkan Willy.
Dan Dion secara tidak sengaja mendengarkan percakapan mereka saat sedang melintas. Dion pun merasa Willy sudah keterlaluan, terlebih ia sudah menikah tapi masih mendekati wanita lain.
"Tuan Willy, apa anda lupa ruanganku?" tanya Dion.
"Ti-tidak aku hanya sedang jalan-jalan." ucap Willy.
"Aku kecewa anda membuang-buang waktuku begini.. Jadi aku membatalkan semua hubungan kerjasama kita." ucap Dion.
"Bagaimana bisa begitu tuan?" tanya Willy.
"Tentu saja bisa, kau lupa siapa aku?? aku juga tahu siapa dirimu." ucap Dion.
"Tuan, anda tidak boleh membatalkan ini begitu saja." ucap Willy.
"Anda juga tidak boleh mengganggu dokterku yg ada disini.. jangan anda pikir aku tak tahu siapa anda.." ucap Dion.
Sementara Jasmine, ia pun pulang karena jam kerjanya habis. Dan saat ia keluar, ia melihat Daniel di depan taman menunggunya dengan membawakan bunga.
"Kau benar-benar datang." ucap Jasmine.
"Tentu saja." ucap Daniel.
Mereka pun pergi ke suatu tempat, dan Jasmine tak tahu kalau ia akan dilamar oleh Daniel. Ia pikir ini hanyalah makan malam biasa. Setelah makan malam, Daniel pun memberikan hadiah pada Jasmine. Jasmine pun menerimanya dengan senang hati, kemudian perlahan ia membukanya.
Saat kotak sudah terbuka, disana Jasmine menangis melihat ada cincin dan Daniel melamarnya di sana.
"Will you marry me?" ucap Daniel dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Jasmine.
"Yes.. " ucap Daniel.
"Apa-apaan ini??" ucap Willy tiba-tiba muncul.
"Kau yg apa-apaan?? apa kau diundang disini?" tanya Daniel.
"Kau tidak bisa melamarnya karena Jasmine milikku.." ucap Willy.
__ADS_1
Byurr.. Segelas air dingin pun menyiram wajah Willy.
"Kuharap kau sekarang sadar.." ucap Jasmine.
"Kau.. dasar ja**ang..! malah memilih orang cacat seperti ini.." ucap Willy lalu mengambil tongkat yg digunakan Daniel dan membuangnya.
Kemudian ia mendekati Jasmine dan ingin menariknya keluar dari resto. Daniel pun tak mau diam saja, ia bangkit dan berjalan lalu menarik kerah kemeja Willy.
"Berani sekali kau padaku.." ucap Daniel dan langsung memberinya hadiah pukulan.
Bughh..Buggh..Bughh..
"Kau pikir kau siapa berani mengataiku cacat..??" ucap Daniel kesal.
"Pengawal.." teriak Willy.
"Kemana mereka.." gumam Willy.
"Kau penasaran?? " tanya Daniel.
"Kalian keluar dan seret pengawal pria sombong ini." perintah Daniel pada anak buahnya.
Pengawal Daniel pun keluar dengan membawa anak buah dari Willy. Willy pun terkejut dan tak berkutik.
"Mengganggu tempat usaha orang lain, membuat kekacauan, bahkan mengganggu seorang wanita, kurasa alasan tersebut cocok untuk membuatmu ada dipenjara." ucap Daniel.
"Kau takkan bisa melakukannya." ucap Willy.
"Kau yakin?" tanya Daniel.
Lalu mobil polisi pun tiba dan meringkus Willy beserta anak buahnya. Sebagai pemilik resto tersebut Daniel pun berhak melaporkan Willy atas kekacauan yg ia perbuat bersama anak buahnya. Dan Willy dihukum atas tindakannya malam itu.
Jasmine pun cukup terkejut karena Daniel sudah bisa berjalan.
"Kau merahasiakannya dariku?" tanya Jasmine.
"Sebenarnya saat aku ke Singapura aku menjalani pengobatan, dan belum lama ini aku mulai bisa berjalan lagi. Aku ingin memberimu kejutan tapi si bodoh itu muncul." ucap Daniel.
"Jadi begitu.." ucap Jasmine.
"Kalau begitu aku akan mengulangi yg tadi." ucap Daniel.
Daniel pun berlutut dan memberikan cincin pada Jasmine.
"Will you marry me?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Yes.." ucap Jasmine.
Keduanya pun melakukan lamaran sederhana di resto tersebut, dan tak sia-sia Daniel mengosongkan restonya malam itu.