Affair With Me??

Affair With Me??
EP.97 Sebuah Pengakuan


__ADS_3

Theo pun membawa Sheira pulang dan khawatir pada calon istrinya tersebut. Tapi Sheira berkata kalau dirinya baik-baik saja dan mendapatkan perlindungan di SHIELD. Theo pun lega dan ia langsung meminta Sheira istirahat dirumah hari ini hingga ia mendapat pengawalan langsung besok baru Sheira diperbolehkan keluar untuk bekerja.


Begitu juga dengan Jasmine, ia langsung dibawa oleh Daniel ke suatu tempat.


"Kita mau kemana?? ini bukan arah menuju ke apartemen." ucap Jasmine.


"Kita memang tidak pulang ke apartemen.. " ucap Daniel.


"Lalu mau kemana?" tanya Jasmine.


"Duduk dan diam, aku akan membawamu ke tempat yg aman." ucap Daniel.


Daniel pun membawa Jasmine ke suatu tempat yg tak asing baginya. Tak lain adalah sebuah pemakaman milik ayah dan ibu Jasmine. Jasmine pun terlejut mengetahuinya.


"Kau ingin bertemu kedua orangtuaku?" tanya Jasmine.


"Kau benar,.. mungkin ada yg akan berubah. " ucap Daniel.


"Silahkan saja kau coba." ucap Jasmine.


"Aku pasti mencobanya kau tenang saja." ucap Daniel.


Daniel pun memarkirkan mobilnya dan turun menuju ke pusara kedua orang tua Jasmine. Disana ia mengucapkan salam dan berdoa sejenak. Lalu ia melihat pada Jasmine yg nampak sedih saat mengunjungi makam kedua orang tuanya.


"Aku menunggu di mobil." ucap Daniel.


"Baik." ucap Jasmine.


Jasmine pun menyapa kedua orangtuanya dan berdoa lalu ia menuju ke mobil, karena tak baik jika ia menangis di makam kedua orangtuanya. Ia harus tegar dan berani melangkah, walau itu sulit.


"Kau sudah selesai?" tanya Daniel.


"Ya.. tak baik jika aku larut dalam kesedihan, nanti mereka jadi tak tenang disana. " ucap Jasmine.


"Oke.. " ucap Daniel.


"Apa tujuanmu kemari?" tanya Jasmine.


"Hanya meminta restu mereka." ucap Daniel.


"Daniel, sudah kukatakan padamu untuk mencari wanita lain yg baik-baik saja." ucap Jasmine.


"Untuk apa?? untuk apa aku mrncari orang lain yg sesuai lalu menggali identitasnya?" tanya Daniel.


"Agar kau tak menyesal di kemudian hari. " ucap Jasmine.

__ADS_1


"Aku takkan pernah menyesali keputusanku. Untuk apa mencari orang lain padahal sudah ada yg jelas di depan mata." ucap Daniel.


"Kau paling tahu, seberapa buruk kehidupanku dimasa lalu.." ucap Jasmine.


"Ya.. dan aku paling tahu kau tidak akan melakukannya jika tidak terpaksa." ucap Daniel.


"Aku bukan wanita baik-baik Daniel." ucap Jasmine.


"Itu dulu, sekarang kau wanita baik dan terhormat." ucap Daniel.


"Itu semua juga berkat dirimu dan Sheira, jika bukan kalian mungkin aku takkan bisa keluar dari roda kehidupan yg gila itu. " ucap Jasmine.


"Tuhan ingin aku hadir dihidupmu untuk melindungi, menjagamu, serta memberi arah yg baik dalam hidupmu." ucap Daniel.


"Dan itu sudah kau lakukan, sekarang tugasmu selesai." ucap Jasmine.


"Tidak, bagaimana aku melewatkanmu begitu saja?" tanya Daniel.


"Kau harus bisa, atau aku akan pergi dari hidupmu." ucap Jasmine.


"Kau takkan bisa pergi, kenapa kau terus menolakku? kau menolak cintaku tapi kau tak keberatan membantuku dan berada di sisiku, kenapa?" tanya Daniel.


"Karena itu menguntungkanku." balas Jasmine.


"Berhenti berbohong, aku tahu kau tak selicik itu." ucap Daniel.


"Tidak, jangan pergi." ucap Daniel menahan tangan Jasmine.


"Kumohon, aku tak mau melewatkanmu begitu saja." ucap Daniel.


"Aku tak bisa.." ucap Jasmine.


"Aku tak bisa melihatmu dihina orang lain karena diriku yg hina ini, aku tak bisa melihatmu berusaha melindungiku terus menerus." ucap Jasmine.


"Jasmine, aku akan melakukan segalanya.. aku tak perduli dengan perkataan orang lain, hanya kau yg aku inginkan." ucap Daniel yg menarik Jasmine dalam pelukannya.


"Cukup Daniel, kau pasti akan menyesal." ucap Jasmine.


"Tidak akan.." ucap Daniel.


"Bagaimana dengan orangtuamu?" tanya Jasmine.


"Lambat laun mereka akan tahu, dan aku tak tahu cara meyakinkan mereka." ucap Jasmine.


"Aku yg akan melindungimu, kau hanya perlu berada di sisiku." ucap Daniel.

__ADS_1


"Kau pasti akan menyesal suatu saat nanti." ucap Jasmine.


"Tidak, aku takkan pernah menyesalinya." ucap Daniel.


Keduanya pun berpelukan cukup lama dan sama-sama menangis. Cukup sulit bagi Daniel menenangkan Jasmine yg selalu menolaknya karena masa lalunya. Kalau wanita baik pasti akan menolaknya, tapi berbeda dengan wanita tidak baik pasti akan mengambil kesempatan emas tersebut.


Itulah sudut pandang yg terlihat oleh Daniel, jika Jasmine mau ia bisa memanfaatkan dirinya dan adiknya. Tapi Jasmine justru membantu keduanya dan bersikap merendah. Serta Jasmine terkadang terlihat tidak percaya diri, dan hal itu menunjukkan kalau Jasmine bukanlah seburuk yg terlihat. Ia punya sisi dimana jika ia bisa memilih, ia ingin kembali ke masa lalu dan mengubah takdirnya.


Tapi seberapa besar Jasmine ingin mengubahnya, tetap saja tak ada yg bisa merubah masalalunya. Hanya masa depan yg dapat ia ubah, mungkin akan sulit baginya menjadi seorang dokter tapi setidaknya ia masih bisa bekerja dan mengumpulkan uang hingga ia bisa hidup mandiri.


Bisa terbebas dari dunia hitam tersebut pun sudah luar biasa karena pihak yg membelinya pasti memasang harga tinggi pada Daniel agar Jasmine bisa bebas dari mereka. Karena setelah dijual oleh kakaknya, Jasmine harus bekerja pada mereka yg membelinya. Terlebih Jasmine yg nekat membakar rumah bordir tersebut membuat mereka merugi, dan membuat Jasmine tak bisa kabur begitu tertangkap kembali.


Sekelumit kisah Jasmine pun mengajarkan pada Daniel tentang kejamnya dunia. Saudara pun bisa saling menusuk dan menjatuhkan. Dan sekuat tenaga Jasmine berontak, tetap akan kalah dengan kekuasaan dan uang. Hingga membuat Daniel kagum pada kegigihan Jasmine untuk keluar dari dunia tersebut.


Setelah itu, keduanya tak saling bicara dan diam selama perjalanan pulang. Daniel maupun Jasmine tak saling bicara karena keduanya merasa canggung. Hingga mereka tiba di parkiran apartemen.


"Kau yakin baik-baik saja?? " tanya Daniel.


"Ya.. aku masih seorang dokter, jadi aku tahu kondisiku." ucap Jasmine.


"Baiklah, Jasmine ini pengakuan terakhirku. Jika kau masih menolakku aku akan berhenti dan kembali ke US setelah Sheira menikah." ucap Daniel.


"Kau serius akan kembali kesana?" tanya Jasmine.


"Ya.. alasanku menetap adalah Sheira, jika ia sudah menikah ada Theo yg menjaganya.. " ucap Daniel.


"Baiklah.. aku akan memikirkannya." ucap Jasmine.


"Pikirkanlah, karena mungkin aku akan jarang kemari setelah pindah kesana." ucap Daniel.


"Oke." balas Jasmine.


Jasmine pun kembali ke apartemen dan Daniel pergi ke kantornya. Daniel berharap Jasmine memikirkan apa yg ia ucapkan dan bisa memilih sesuai pilihan hatinya. Dan Jasmine, kini perasaannya campur aduk dan tak tahu harus memilih apa. Satu sisi ia menyukai Daniel, tapi disisi lain masa lalunya yg buruk takkan baik jika ia berada di sisi Daniel.


Jasmine pun masuk ke apartemen dengan tatapan kosong, membuat Sheira terkejut melihatnya.


"Jasmine kau baik-baik saja??" tanya Sheira tapi Jasmine tak menjawab. Hingga Sheira menepuk lengannya.


"Akh.. ada apa Sheira?" tanya Jasmine yg tersadar dari lamunannya.


"Jasmine jangan melamun nanti kau kesambet.. ada apa?" tanya Sheira.


"Tidak ada, aku hanya lelah." ucap Jasmine.


"Lebih baik kau istirahat, wajahmu terlihat pucat." ucap Sheira.

__ADS_1


"Iya.." ucap Jasmine masuk ke kamarnya.


__ADS_2