
Theo pun akhirnya menceritakan segalanya pada Nicho dan Nathan. Dan mereka mengerti alasan dadnya memaafkan Sean. Mereka jadi tahu cerita perjuangan mom dan dadnya dimasa lalu. Serta cerita momnya yg menyedihkan.
Akhirnya Nicho dan Nathan pun sepakat untuk berdamai pada pihak SHIELD. Dan mereka takkan menaruh dendam pada mereka atas segala jasa atasannya pada orangtuanya.
Sementara Grace, dirinya yg super cuek pun tak perduli karena menganggap semuanya telah selesai. Walaupun luka-luka lebam saat melawan pasukan SHIELD masih terasa di tubuhnya.
Luka dihatinya saja belum sembuh, kini sudah ada luka ditubuhnya. Entah sampai kapan kesialan ini terjadi. Hingga Grace memutuskan akan pergi kerja besok lusa. Daripada terus-terusan sial, lebih baik bekerja saja agar dirinya sibuk dan melupakan rasa sakitnya.
Sementara Theo dan Leon bertemu karena Leon merasa bersalah atas tindakan anak buahnya.
"Maafkan aku Theo." ucap Leon.
"Aku memaafkanmu karena hubungan kita di masa lalu dan putriku juga baik-baik saja." ucap Theo.
"Tapi aku merasa tidak enak.." ucap Leon.
"Sudahlah, selagi putriku baik-baik saja aku bisa mengerti." ucap Theo.
"Aku akan menugaskan Sean untuk mengawalnya jika kau tak keberatan sampai putrimu sehat kembali." ucap Leon.
"Baiklah.. tapi jika putriku mau." ucap Theo.
"Ya.. besok Sean akan ke rumahmu." ucap Leon.
"Jika putriku tak mau, aku bisa menyuruh Sean kembali." ucap Theo.
"Tak masalah.. aku akan memintanya bertanggungjawab." ucap Leon.
Dan benar saja Sean esoknya tina di rumah Theo. Reaksi Grace pun santai, tanpa mempermasalahkannya.
"Nona, mulai hari ini aku akan mengawal anda kemanapun." ucap Sean.
"Ya.. tapi hari ini aku tak kemana-mana, mungkin besok aku akan mulai bekerja." ucap Grace.
"Baiklah, ku akan berjaga disini." ucap Sean.
"Ya terserah kau saja, anggap rumah sendiri.. nanti beberapa art akan menyediakan apa yg kau butuhkan." ucap Grace.
"Terimakasih nona." ucap Sean.
"Sama-sama.." ucap Grace santai.
"Bagaimana dengan luka anda?" tanya Sean.
"Masih sakit, tapi aku baik-baik saja." ucap Grace.
Kemudian, Grace pun naik ke kamarnya dan Sean hanya duduk berjaga di sekitar rumah Grace. Dan pelayan memberikan makanan dan minuman yg diminta Grace pada Sean.
"Apa dia secuek ini?" gumam Sean dalam hati.
Grace pun hanya berdiam diri di kamarnya beristirahat. Namun, ia melihat barang-barang pemberian Jefry yg masih ada di kamarnya. Karena kesal ia mengumpulkannya ke dalam sebuah box dan akan mengembalikan semuanya pada Jefry.
Lalu ia keluar dan bicara pada Sean.
"Ehmm.. temani aku ke suatu tempat." ucap Grace membawa box tersebut.
__ADS_1
"Baiklah nona.. biar aku yg bawa boxnya." ucap Sean.
"Baiklah.. terimakasih. " ucap Grace lalu memberikan box tersebut dan menunjukkan mobilnya.
Grace pun membukakan mobilnya untuk Sean.
"Hmm.. ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya Grace yg sejak kemarin masih tak tahu nama Sean.
"Panggil aku Sean." ucap Sean.
"Oke.. Sean, hari ini tolong bantu aku." ucap Grace.
"Baik nona, kita mau kemana?" tanya Sean.
"Kita akan bertemu pria paling bre**sek di dunia ini." ucap Grace membuat Sean bersiaga.
"Baiklah nona, tunjukkan saja jalannya." ucap Sean.
"Oke.. ini kuncinya." ucap Grace lalu duduk di samping kemudi.
"Nona, anda bisa duduk di belakang." ucap Sean.
"Tidak, sudah jalan saja." ucap Grace.
Sean pun menurut saja dan mengikuti arahan Grace menuju ke sebuah apartemen.
"Nona, ini apartemen siapa?" tanya Sean.
"Sean, ini tugasmu karena aku malas bertemu pria bre**sek ini." ucap Grace.
"Baiklah katakan saja apa tugasku.. aku siap menghajar siapapun." ucap Sean.
"Baiklah nona.." ucap Sean lalu mengambil box tersebut dan mengantarkannya sesuai nomor kamarnya.
Sean pun masuk sesuai arahan dan membawa box tersebut. Dirinya pun mendapatkan ijin dan mengantarkannya langsung menuju ke kamar yg dituju.
Tok..tok.. Sean pun mengetuk pintu apartemen Jefry.
"Tunggu sebentar." ucap Jefry.
"Maaf anda siapa?" tanya Jefry.
"Aku hanya mengantarkan barang-barang ini." ucap Sean.
"Ini barang-barang milik Grace.. dimana Grace.?" tanya Jefry.
"Dia tidak mau bertemu dengan anda, jadi aku yg mengantarkannya langsung. Permisi." ucap Sean.
"Tunggu." ucap Jefry tapi Sean terus berjalan.
Jefry pun mengikutinya sampai ke mobil Grace. Dan ia ingin bicara pada Grace.
"Grace.." ucap Jefry.
"Sean ayo kita pergi." ucap Grace.
__ADS_1
"Baik nona." ucap Sean.
"Maaf tuan, tapi nona tak ingin bertemu dengan anda." ucap Sean menghalangi.
"Minggir kau." ucap Jefry.
Tapi Sean mampu menahan tangan Jefry dan hampir terjadi keributan hingga Grace pun keluar dari mobil.
"Sean hentikan, aku akan menghadapinya." ucap Grace.
"Baiklah nona. Aku akan mengawasi. " ucap Sean.
Grace pun keluar dan menghampiri Jefry.
"Ada apalagi Jeff?? atau senior saja agar lebih formal." ucap Sean.
"Grace, kenapa kau mengembalikan semuanya?" tanya Jefry.
"Aku tak ingin menyimpan kenangan yg menyakitkan. Dan lagi ini tak berguna lagi." ucap Grace.
"Grace, tak bisakah.." ucap Jefry lalu Grace memotong ucapannya.
"Berhenti bicara dan membuang waktuku. Kau pikirkan saja pernikahanmu." ucap Grace.
"Grace.." ucap Jefry.
"Sean ayo kita pergi." ucap Grace.
"Maaf tuan kami harus pergi. Nona tak ingin bicara dengan anda jadi anda bisa minggir." ucap Sean.
Lalu Grace pun pergi dengan Sean, dan Jefry menatap sendu kepergian Grace. Ia hanya menatap pada barang kenangannya bersama Grace.
"Nona, anda baik-baik saja?" tanya Sean.
"Ya.. dia hanya masalalu yg harus dilupakan." ucap Grace.
"Katakan saja jika butuh sesuatu." ucap Sean.
"Ya.. dan yg tadi itu mantan tunanganku.. jika kau bertemu dengannya dan mencariku bilang saja aku tak ada. " ucap Grace.
"Baik nona." ucap Sean.
Mereka pun pulang ke rumah, dan Grace hanya istirahat di kamarnya. Hingga malam hari Sean pun pulang ke rumahnya.
Dan esoknya Grace pun pergi bekerja bersama Sean. Ia pun hanya berkata kalau mulai hari ini Sean adalah asistennya sampai dirinya sembuh. Dan Sean membantu beberapa pekerjaannya dan mengantarnya kesana kemari.
"Beginilah pekerjaanku mengurus toko roti ibuku." ucap Grace.
"Baik nona, aku mengerti." ucap Sean.
"Sampai kapan kau akan mengawalku?" tanya Grace.
"Kemungkinan sampai anda sembuh." ucap Sean.
"Paling hanya seminggu Sean." ucap Grace.
__ADS_1
"Baik nona." ucap Sean.
Dan selama seminggu itu pula Sean mengawal Grace kemanapun. Tak ada tugas yg berat dan semuanya terasa ringan karena Grace hanya bekerja mengurus beberapa toko roti. Kebanyakan Sean hanya duduk dan melihat situasi, memastikan keamanan Grace.